
Emi bergegas menuju tempat aoi yang sedang bertarung dengan pria bertopeng
pertarungan antara mereka berdua cukup sengit mereka saling beradu pedang dan saling menyerang satu sama lain
terlihat aoi yang sudah kelelahan dan terdapat luka dibagian kepalanya yang berdarah
(Ting! Ting! Ting!)
" haha!.. ada apa.. seranganmu mulai melemah.. jika seperti itu kau tidak bisa mengalahkanku loh!?.. " ucap pria bertopeng mengejek aoi
" diamlah!.. aku masih belum kalah.. " ucap aoi sambil menunduk dan menendang kedua kaki pria bertopeng
(Dump!)
" apa!!.. " gumam pria bertopeng
dengan kaki yang tidak seimbang pria itu jatuh kebelakang pria itu mengunakan kedua tangannya untuk melompat dan menendang dagu aoi hingga terhempas ke angkasa
" agrh!.. " teriak aoi
aoi menaruh salah satu knifenya dibagian mulut ia mulai terjatuh dari ketinggian dari saku ia mengeluarkan Bruinhilde dan menembaki pria itu
(dor! dor! dor!)
pria itu yang tidak sempat menghindar terkena bagian lutut kaki dan bagian tangan kirinya berdarah
aoi mendarat di permukaan tanah lalu berlari cepat ke arah pria bertopeng sambil berlari ia menekankan pelatuk Bruinhilde berkali-kali
(dor! dor! dor! dor! dor!)
" hmmp!.. " pria bertopeng
pria itu menghindari setiap peluru yang mengarah ke dirinya dan berlari kencang ke arah aoi
" kalau begitu biar ku coba itu... " Ucap aoi sambil tersenyum aoi mengubah Bruinhilde dari gun mode menjadi blede mode
Seketika petir putih muncul dari tangan aoi dan mengalir ke bruinhilde bilah bruinhilde dilapisi oleh petir putih
' ini memang masih tingkat dasar.. tapi aku harus mencobanya! ' pikir aoi
" Raiton! " teriak aoi
seketika kecepatan aoi meningkatkan pesat dalam sekejap ia sudah berada dihadapan pria bertopeng Aoi mengayunkan pedangnya dengan kecepatan itu membuat pria bertopeng kesulitan namun ia berhasil menahan serangan aoi
__ADS_1
(Ting!)
' cepatnya!?.. tapi! ' pikirnya
aoi mengunakan khife yang berada di mulutnya melemparkan ke bagian tangan kirinya
(jleb!)
khife menusuk tepat di tangan kiri bagian atas aoi mulai memojokkan lawannya hingga membuatnya harus mengunakan kedua tangannya untuk menahan pedangnya agar tidak terhempas oleh aoi
" Dark Inferno!.. " ucap pria bertopeng
kali ini pria itu juga mengunakan skill dark Inferno tidak hanya pedang yang menjadi hitam bahwa mengalir ke bagian kedua tangannya berubah hitam diselimuti oleh kekuatan kegelapan
(Wusshh!)
seketika pria itu menghilang yang bergerak sangat cepat dalam sekejap mata ia sudah berada dibelakang aoi
aoi begitu terkejut melihat pria itu sudah berada dibelakang dirinya ia tidak dapat melihat gerakannya
" bagaimana kau!?.. " ucap aoi berkeringat dingin
(Ting!)
pria itu menyerang aoi dengan kecepatan tinggi dan aoi dengan sigap menahan serangannya dengan pedangnya yang bergemetar, serangan itu membuat angin ikut berhembus kencang membuat sekitarnya terdorong oleh angin itu
kecepatannya semakin bertambah tinggi hingga aoi kesulitan untuk menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh nya
pria itu menyerang sambil menghindar serangannya tepat mengenai aoi setiap tebasan yang ia lancarkan mengenai tubuh aoi hingga meninggal luka yang cukup hebat
luka-luka itu membuat darah menetes keluar dan berjatuhan ke tanah
" Menyerah sajalah gadis kecil!.. kau tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku ini!
setiap seranganmu tidak mempan terhadaku.. kau hanya akan mati sia-sia.. "; ucapnya terus-terusan menyerang aoi disetiap sisi
" aku tidak akan menyerah!.. aku pasti akan mengalahkanmu!.. dengan begitu aku akan menjadi lebih kuat.. " ucap aoi
" Supaya aku bisa selalu bersamanya, aku ingin menjadi lebih kuat agar aku pantas berdampingan dengan dirinya.. " ucap aoi dengan nada kecil
" apa yang kau katakan gadis kecil aku tidak dapat mendengarnya!.. " ucap pria itu
aoi mengerakkan bruinhilde dengan kecepatan tinggi dan menghempaskan pedang besar miliknya
__ADS_1
aoi mengarahkan pedangnya ke belakang dan memegang gagang pedangnya ia mengambil kuda-kuda
" Ku satukan jiwaku dan dan kekuatan dalam pedangku ini.. lalu lampauilah batasan! ⟨Soul Blade⟩ " ucap aoi fokus dengan pedang dan musuhnya
" aku kerahkan semua kekuatan ku dalam serangan ini!.. Ame no yozora!! " Teriak aoi
(Zrak!)
dalam sekejap aoi sudah berada dibelakang pria itu sambil menaruh Bruinhilde ke posisinya sebelumnya
Aoi melancarkan tebasan secara vertikal dibagian dari bagian siku kanan hingga ke punggung bagian kiri itu dari tebasan itu membuat darah berserakan keluar
terlihat pria itu masih berdiri tegak dibelakang aoi dan memutar badannya mengarah ke aoi
" sialan apa yang sudah kau lakukan dasar gadis tidak tahu malu!.. " teriaknya ia memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya
pria itu dengan kesal menghatamkan pedang besar dengan kedua tangannya dari arah atas yang mengarah ke aoi
aoi melindungi kepalanya dengan kedua tangannya dan
(dump!)
" sudah cukup sampai disitu " taka
aoi dan pria bertopeng terkejut dengan taka yang muncul dengan tiba-tiba didepan mereka
taka menahan pedang besarnya dengan lengan kosong ia mampu menahannya dengan mudah
' apa-apaan orang ini!? dia menahan pedangku dengan tangan kosong!?.. ' pikir pria bertopeng
tangan taka berubah warna hitam pekat dari bagian pergelangan hingga ke jari-jari tangan
" taka?.. " ucap aoi dengan lega
" maaf membuatmu menunggu lama.. biar sisanya serahkan padaku!.. beta jangan ikut campur, ini adalah bagianku.. " ucap taka
dengan mudahnya taka menghempaskan pedang besar itu hingga terpental dan menancap di tanah
dari udara beta muncul dalam bentuk naganya ia turun dan mendarat ke permukaan dan terlihat disekitarnya lava-lava itu sudah membeku dan gunung pun sudah berhenti mengeluarkan lava panas
api yang berkobar di seluruh kota lakra sudah padam dari punggung beta terdapat keluarga tifa berserta tifa dengan yuri sedang berdampingan
" sejujurnya aku tidak perduli dengan kota ini..
__ADS_1
tapi karena kau sudah berani menyakiti aoi
aku tidak akan tinggal diam!!.. " ucap taka dengan tatapan tajam