
Seketika taka langsung tersedak minum air saat meminum dan wajahnya juga memerah begitu juga dengan kaede yang juga wajahnya memerah merona
" hah?!!.... " teriak taka dengan kaede yang panik dan berkeringat dingin
" menikah!!.. " teriak mereka berdua
" ibu kan su-sudah aku bilang jangan berkata aneh-aneh!.. " ucapnya yang memarahi ibunya
mereka berdua menjadi berdebat dan kaede terus mengeluh dan memarahi ibunya taka yang sudah mulai tenang dan dapat mengontrol malunya dia mulai berbicara dengan tenang
" apa itu benar fujihara? " ucap taka dengan tenangnya
" t-tidak ini tidak benar!.. aku tidak pernah mengatakannya!.. " ucap kaede yang tetap angkuh dan tidak mau jujur pada perasaannya
sesaat terlintas dibenak taka terlihat dua perempuan dalam pikiran himeko dan yayoi dan di samping semua itu ia masih memikirkan tentang aoi dan taka langsung berusaha lantang menjawabnya
" jadi begitu.. ternyata itu semua benar, sejujurnya aku senang kau mengatakannya terima kasih.. tapi maaf aku belum dapat menjawab perasaanmu itu."
sesaat setelah mendengar ucapan taka ia terdiam dan berusaha untuk tersenyum namun kaede gagal melakukannya ia hanya dapat tersenyum tipis
" begitu.. begitu ternyata.. maaf ya.. tiba-tiba mengundangmu.. kamu pasti sibuk kan? kau sudah boleh pulang kok.. maaf ya menganggu waktu liburmu.. " ucap kaede yang tersenyum tipis dan langsung berlari pergi ke kamarnya tanpa permisi
" tunggu kae-chan!!.. " teriak catarina
" hah!.. pasti berat ya.. ya lagipula itulah yang namanya masa muda.. oi! taka kau pastikan bertanggung jawab atas tindakanmu ini!.. " ucapnya dan memaklumi perasaan kaede yang sedang bersedih
" bertanggung jawab apanya?!.. lagipula ini semua salahmu yang mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan!.." ujar taka yang kesal
" oh iya.. lina-nee berapa usiamu
sekarang? " ucap taka dengan polosnya
(Buk!)
seketika catalina langsung memukul perut taka dan wajahnya terlihat sangat kesal dengan berkataan taka. ia terlihat begitu ketakutan dengan catarina dan tidak berani melawannya
" taka.. bukankah tidak sopan menanyakan umur pada seorang wanita! tidak sopan kau tahu!. " ucap catarina yang memunculkan aura iblis emasnya
" ya-ya-ya.. sudah-sudah ibu.. jangan marah.. dia pasti tidak sengaja mengatakannya dia masihlah muda dia tidak mungkin mengerti tentang itu.. " ucap ayahnya yang berusaha menenangkan istrinya
" terima kasih tuan suami-san.. nyawaku tertolong karenamu aku tidak akan pernah melupakan jasamu.."
" taka-kun kau berlebihan.. "
" benar.. taka bagaimana dengan keadaan sizu dan putri kecilmu? "
" ah.. kalau soal itu.. sebelum aku berada di dunia ini aku telah bertemu dengannya kembali.. sizunee dia baik-baik saja saat itu..
jika emi sekarang tubuhnya mengencil dan menjadi seperti anak kecil dia berada di tempatku.. " ucap taka yang berfikir tenang
" begitu.. dia memang tidak pernah berubah ya.. tapi menurutku yang sangat berubah itu adalah kau taka.. " ucapnya dan tersenyum manis
" eh? aku? "
" iya.. kau tidak seperti yang dulu lagi.. dulu matamu selalu kosong dan hampa dan tidak perduli pada siapapun.. tapi sekarang kau berbeda.. kau sangat perduli pada orang-orang disekitarmu dan lebih mementingkan mereka dibandingkan dirimu sendiri.. mungkin itulah yang membuat kae-chan dan yang lainnya tertarik padamu.."
" itu tidak benar kok.. aku hanya terseret dalam permasalahan mereka masing-masing.. awalnya aku sih tidak perduli pada mereka... aku hanya tidak suka pada orang-orang yang mengunakan kekuasaan untuk memperbudak bawahannya.. "
" tapi.. aku sangat merindukannya.. aku ingin bertemu pada semuanya ibuku adikku.. " ucap taka tersenyum pahit dengan raut wajah sedih
" taka.."
" ah.. maaf lupakan saja.. kalau begitu aku pergi dulu.. salamkan pada fujihara bahwa aku sudah pulang.. "
taka mulai berjalan langkah demi langkah keluar dari rumahnya catarina dan suaminya mengantarkan taka hingga pintu masuk dan ia terlihat sangat lesu dan hampir tidak tersenyum
" taka.. apa yang akan kau lakukan selanjutnya? "
" entahlah.. aku juga ingin tahu, aku harap dapat kembali ke masa itu dan menyelamatkan aoi dan hidup bersama dengan yang lainnya dengan damai itulah keinginanku.. tapi semua itu mustahil untuk didapatkan.. sampai jumpa " ucap taka yang lesu dengan tatapan kosong dan hampa
ia membuka pintu dan langsung pergi dengan perasaan yang hampa dan tatapan yang kosong dia terus berjalan tanpa melihat kondisi sekitarnya dan hanya melamun sambil berjalan
taka terus berjalan tanpa memiliki arah tujuan seketika terlihat seseorang pria memantaunya dari pinggir jalan dan orang itu adalah dirinya sendiri dari masa depan
ia memantau pergerakan taka remaja dan memperhatikan keadaannya baik-baik saja
ia hanya memantau nya dan tidak menghampirinya
(Gedebuk!)
seketika tanpa disengaja taka bertabrakan dengan seorang perempuan dan dia terjatuh karenanya
" sakit!.. "
sesaat mendengar suara kesakitan taka langsung tersadar dan melihat ke arahnya dan menawarkan bantuan padanya
" maaf aku tidak melihat.. apa kau tidak apa-apa? " ucap taka
__ADS_1
" dasar! lain kali kalau jalan itu gunakan matamu!.. "
seketika mata mereka saling bertemu dan saling melihat satu sama lain sesaat mereka berdua begitu terkejut melihatnya
" ah.. " keduanya
" kau kan?!!.. " teriak taka dengan perempuan itu
" kau kan gadis monyet yang tadi?!.. "
" kau kan orang hentai yang tadi pagi?!.. "
" ke-kenapa kau ada disini?!.. jangan bilang kau membuntutiku sampai kesini?! menjijikan " ucapnya dengan wajah yang pucat
" siapa juga yang mau membuntuti gadis monyet sepertimu!.. dasar gadis monyet!!.. " teriaknya yang sangat marah dengannya
(Buk!)
seketika perempuan itu yang marah langsung melampiaskan kemarahannya dengan memukul dagunya yang membuatnya terjatuh
" sakit!!.. apa yang kau lakukan gadis monyet?! "
" siapa yang kau panggil gadis monyet?! hentai!.." teriaknya dengan sangat marah
" nhnhnh!!!! " Keluh keduanya
keduanya saling berbentrokan hingga memunculkan percikan listrik dan menunjuk wajah menyebalkan mereka masing-masing mereka dilihati oleh banyak orang
banyak orang yang melihat mereka berdua bertengkar dan menganggap sebagai pertengkaran sepasang kekasih yang sedang ingin menunjukan perasaan mereka
" anak muda sekarang memang berani ya? mereka bermesra-mesraan didepan umum " ucap nenek tua
" mereka akur sekali ya.. ini mengingatku pada masa muda dulu.. " ucap kakek tua
" siapa juga yang mau menjadi kekasihnya?!!.. " ujar kedua dengan bersamaan
" heh! bukankah kau yang mengikutiku karena terpesona dengan ketampananku ini.. " ucap taka dengan percaya diri dan narsis
" uweh!.. menjijikan! rasanya perutku mual!..
memangnya gadis macam mana yang akan jatuh cinta pada hentai sepertimu?!.. " ucapnya dan meremehkan taka dengan tatapan menyebalkan seketika taka langsung tersedak minum air saat meminum dan wajahnya juga memerah begitu juga dengan kaede yang juga wajahnya memerah merona
" hah?!!.... " teriak taka dengan kaede yang panik dan berkeringat dingin
" menikah!!.. " teriak mereka berdua
" ibu kan su-sudah aku bilang jangan berkata aneh-aneh!.. " ucapnya yang memarahi ibunya
mereka berdua menjadi berdebat dan kaede terus mengeluh dan memarahi ibunya taka yang sudah mulai tenang dan dapat mengontrol malunya dia mulai berbicara dengan tenang
" apa itu benar fujihara? " ucap taka dengan tenangnya
" t-tidak ini tidak benar!.. aku tidak pernah mengatakannya!.. " ucap kaede yang tetap angkuh dan tidak mau jujur pada perasaannya
sesaat terlintas dibenak taka terlihat dua perempuan dalam pikiran himeko dan yayoi dan di samping semua itu ia masih memikirkan tentang aoi dan taka langsung berusaha lantang menjawabnya
" jadi begitu.. ternyata itu semua benar, sejujurnya aku senang kau mengatakannya terima kasih.. tapi maaf aku belum dapat menjawab perasaanmu itu."
sesaat setelah mendengar ucapan taka ia terdiam dan berusaha untuk tersenyum namun kaede gagal melakukannya ia hanya dapat tersenyum tipis
" begitu.. begitu ternyata.. maaf ya.. tiba-tiba mengundangmu.. kamu pasti sibuk kan? kau sudah boleh pulang kok.. maaf ya menganggu waktu liburmu.. " ucap kaede yang tersenyum tipis dan langsung berlari pergi ke kamarnya tanpa permisi
" tunggu kae-chan!!.. " teriak catarina
" hah!.. pasti berat ya.. ya lagipula itulah yang namanya masa muda.. oi! taka kau pastikan bertanggung jawab atas tindakanmu ini!.. " ucapnya dan memaklumi perasaan kaede yang sedang bersedih
" bertanggung jawab apanya?!.. lagipula ini semua salahmu yang mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan!.." ujar taka yang kesal
" oh iya.. lina-nee berapa usiamu
sekarang? " ucap taka dengan polosnya
(Buk!)
seketika catalina langsung memukul perut taka dan wajahnya terlihat sangat kesal dengan berkataan taka. ia terlihat begitu ketakutan dengan catarina dan tidak berani melawannya
" taka.. bukankah tidak sopan menanyakan umur pada seorang wanita! tidak sopan kau tahu!. " ucap catarina yang memunculkan aura iblis emasnya
" ya-ya-ya.. sudah-sudah ibu.. jangan marah.. dia pasti tidak sengaja mengatakannya dia masihlah muda dia tidak mungkin mengerti tentang itu.. " ucap ayahnya yang berusaha menenangkan istrinya
" terima kasih tuan suami-san.. nyawaku tertolong karenamu aku tidak akan pernah melupakan jasamu.."
" taka-kun kau berlebihan.. "
" benar.. taka bagaimana dengan keadaan sizu dan putri kecilmu? "
" ah.. kalau soal itu.. sebelum aku berada di dunia ini aku telah bertemu dengannya kembali.. sizunee dia baik-baik saja saat itu..
__ADS_1
jika emi sekarang tubuhnya mengencil dan menjadi seperti anak kecil dia berada di tempatku.. " ucap taka yang berfikir tenang
" begitu.. dia memang tidak pernah berubah ya.. tapi menurutku yang sangat berubah itu adalah kau taka.. " ucapnya dan tersenyum manis
" eh? aku? "
" iya.. kau tidak seperti yang dulu lagi.. dulu matamu selalu kosong dan hampa dan tidak perduli pada siapapun.. tapi sekarang kau berbeda.. kau sangat perduli pada orang-orang disekitarmu dan lebih mementingkan mereka dibandingkan dirimu sendiri.. mungkin itulah yang membuat kae-chan dan yang lainnya tertarik padamu.."
" itu tidak benar kok.. aku hanya terseret dalam permasalahan mereka masing-masing.. awalnya aku sih tidak perduli pada mereka... aku hanya tidak suka pada orang-orang yang mengunakan kekuasaan untuk memperbudak bawahannya.. "
" tapi.. aku sangat merindukannya.. aku ingin bertemu pada semuanya ibuku adikku.. " ucap taka tersenyum pahit dengan raut wajah sedih
" taka.."
" ah.. maaf lupakan saja.. kalau begitu aku pergi dulu.. salamkan pada fujihara bahwa aku sudah pulang.. "
taka mulai berjalan langkah demi langkah keluar dari rumahnya catarina dan suaminya mengantarkan taka hingga pintu masuk dan ia terlihat sangat lesu dan hampir tidak tersenyum
" taka.. apa yang akan kau lakukan selanjutnya? "
" entahlah.. aku juga ingin tahu, aku harap dapat kembali ke masa itu dan menyelamatkan aoi dan hidup bersama dengan yang lainnya dengan damai itulah keinginanku.. tapi semua itu mustahil untuk didapatkan.. sampai jumpa " ucap taka yang lesu dengan tatapan kosong dan hampa
ia membuka pintu dan langsung pergi dengan perasaan yang hampa dan tatapan yang kosong dia terus berjalan tanpa melihat kondisi sekitarnya dan hanya melamun sambil berjalan
taka terus berjalan tanpa memiliki arah tujuan seketika terlihat seseorang pria memantaunya dari pinggir jalan dan orang itu adalah dirinya sendiri dari masa depan
ia memantau pergerakan taka remaja dan memperhatikan keadaannya baik-baik saja
ia hanya memantau nya dan tidak menghampirinya
(Gedebuk!)
seketika tanpa disengaja taka bertabrakan dengan seorang perempuan dan dia terjatuh karenanya
" sakit!.. "
sesaat mendengar suara kesakitan taka langsung tersadar dan melihat ke arahnya dan menawarkan bantuan padanya
" maaf aku tidak melihat.. apa kau tidak apa-apa? " ucap taka
" dasar! lain kali kalau jalan itu gunakan matamu!.. "
seketika mata mereka saling bertemu dan saling melihat satu sama lain sesaat mereka berdua begitu terkejut melihatnya
" ah.. " keduanya
" kau kan?!!.. " teriak taka dengan perempuan itu
" kau kan gadis monyet yang tadi?!.. "
" kau kan orang hentai yang tadi pagi?!.. "
" ke-kenapa kau ada disini?!.. jangan bilang kau membuntutiku sampai kesini?! menjijikan " ucapnya dengan wajah yang pucat
" siapa juga yang mau membuntuti gadis monyet sepertimu!.. dasar gadis monyet!!.. " teriaknya yang sangat marah dengannya
(Buk!)
seketika perempuan itu yang marah langsung melampiaskan kemarahannya dengan memukul dagunya yang membuatnya terjatuh
" sakit!!.. apa yang kau lakukan gadis monyet?! "
" siapa yang kau panggil gadis monyet?! hentai!.." teriaknya dengan sangat marah
" nhnhnh!!!! " Keluh keduanya
keduanya saling berbentrokan hingga memunculkan percikan listrik dan menunjuk wajah menyebalkan mereka masing-masing mereka dilihati oleh banyak orang
banyak orang yang melihat mereka berdua bertengkar dan menganggap sebagai pertengkaran sepasang kekasih yang sedang ingin menunjukan perasaan mereka
" anak muda sekarang memang berani ya? mereka bermesra-mesraan didepan umum " ucap nenek tua
" mereka akur sekali ya.. ini mengingatku pada masa muda dulu.. " ucap kakek tua
" siapa juga yang mau menjadi kekasihnya?!!.. " ujar kedua dengan bersamaan
" heh! bukankah kau yang mengikutiku karena terpesona dengan ketampananku ini.. " ucap taka dengan percaya diri dan narsis
" uweh!.. menjijikan! rasanya perutku mual!..
memangnya gadis macam mana yang akan jatuh cinta pada hentai sepertimu?!.. " ucapnya dan meremehkan taka dengan tatapan menyebalkan
" heh! sekarang saja kau berkata begitu.. tapi aku yakin sesuatu saat nanti kau pasti akan jatuh cinta padaku!.." ucap taka dengan sombongnya
To Be Continued
The Next Chapter...
__ADS_1