
" Bawa kedua orang itu. Biar aku jelaskan kepada ketua " ucap Taka
" Baik. terima kasih sudah menangkap mereka. Seharusnya kau tidak usah melakukan tugas ini ketua melarang nya kau membatu kami " ucap penjaga itu
*Penjelasan*
Ketua wali kota itu adalah ayah dari tifa.
Tifa adalah anak walikota lakra sekaligus
Seorang bangsawan ayah tifa lah yang merawat Taka dan memberinya rumah
Yang Taka tinggali
Ayah tifa lah yang menyelamatkan Taka saat
Berusia 5 tahun saat itu Taka kehilangan ingatannya dan semua tentang keluarga Taka melupakan semua itu Taka tidak mengingat apapun hingga sekarang dan hanya mengingat namanya saja
* Penjelasan selesai*
Taka dan yang lainnya pun sampai di kediaman ayah tifa rumah yang ditinggali oleh ayah tifa sama dengan yang tifa dan ibunya tinggalin
Mereka pun sampai di depan gerbang rumah nya
Rumah besar dan lega memiliki lantai tingkat 3 dan tempat yang luas ada sungai kecil di dekat taman sambil rumah nya
Dan rumahnya ketat di jaga oleh prajurit
Rumah yang di kunjungi Taka sebelumnya
Ayah tifa memiliki banyak rumah dan tanah
Dan itu salah satunya
" Baiklah.. bawa mereka kedalam tahanan" ucap Taka
" Baik.. " ujar nya dengan tegas
" Aku akan menemui paman. Sepertinya tifa Aoi dan Ayumi juga ada disini kebetulan sekali Airi bersama ku " gumam Taka
" Ayo kau juga ikut aku kedalam kau akan menjelaskannya kan? " Ucap Taka
__ADS_1
Gadis itu sangat takjub melihat rumahnya seperti istana " Iya.. onii-chan apa kau tinggal di tempat ini? " Ucap Nya
" Mana mungkin.. ini bukan rumah ku ini rumah wali kota tempat ini.. ngomong-ngomong aku belum tahu siapa namamu apa kau mau memberitahu nya? " Ucap Taka
Gadis itu terkejut apa yang dikatakan oleh Taka gadis itu membulatkan tekadnya dan mengumpulkan perasaannya " onii-chan aku tidak tahu apa yang terjadi pada mu selama ini. Apa benar kau tidak mengingat ku sendiri bahwa ibu juga " ujar gadis itu dengan nada sedikit
Gadis itu menagis dengan perasaan sedih
Mendengar Taka tidak mengingat tentang nya Taka menatapnya dengan tatapan penuh perasaan dan menundukan kepalanya ia pun memegangi dadanya " apa ini perasaan apa ini? Padahal aku tidak mengenalnya tapi kenapa aku merasa sakit?
Perasaan ini benar-benar meluap di dadaku.
Dadaku terasa sesak apa benar orang ini adikku " gumam Taka
" Maaf.. aku tidak mengingat apapun termasuk kamu. Aku kehilangan ingatanku saat 5 tahun jadi aku tidak tahu siapa dirimu.. maaf.. " ucap taka dengan wajah
Sedih lalu memalingkan wajahnya
" Jadi memang benar begitu kau kehilangan ingatanmu onii-chan baiklah aku akan membantumu untuk mengingat semuanya tentang aku dan keluarga kita.. "
" Aku Saki adik perempuan dari Taka usia ku 13 tahun. Aku di beritahu oleh ibu saat itu aku masih berusia 3 tahun dan kakak berusia 5 tahun kita berpisah karena insiden itu " ujar saki
*Ingatan Taka*
Taka mengigat kobaran api besar beras di sekitar nya dan memenuhi tempat ini Robian prajurit berada di dalam ingatan Taka ibu Taka bersama adiknya yang masih bayi berusaha menolong Taka yang terjebak dalam kobaran api seorang pria menolong Taka kecil yang berada di kobaran api itu
*Ingatan Taka berhenti*
Taka mengeluarkan keringat dingin di sekitar tubuhnya dan wajahnya terlihat pucat " apa ya barusan itu " ujar Taka
Airi melihat Taka yang pucat Airi sangat khawatir dengan Taka lalu berbicara pada Taka " papa apa baik baik saja? Apa papa sakit? " Ucap Airi
*Info karakter*
Saki memiliki paras cantik dan imut dan rambut berwarna putih silver sama seperti Taka matanya berwarna biru muda
Tingginya di seukuran leher Taka
Usia nya 13 tahun
" Papa!? Apa maksudnya itu onii-chan apa kakak sudah menikah dan mempunyai anak
__ADS_1
Aku benar benar tidak percaya ini " ucap saki
" Kau saki yah. Bisa kah tidak usah berteriak.. Airi memang anak ku tapi aku sekarang belum menikah intinya dia datang dari masa depan.. " ucap Taka
" Masa depan? " Ucap nya
" Aku tidak ingin menjelaskan nya terlalu panjang untuk di jelaskan untuk sekarang kita tidak usah membahas ini dulu " ucap Taka
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tamu dan lalu sampai di ruang kantor milik ayah tifa
Banyak buku dan rak buku berbaris di dalamnya ayah tifa berada di bangku dan meja kantor " permisi.. paman maaf menganggu waktu mu " ucap Taka
Ayah tifa memiliki wajah yang bijaksana dan terlihat kelelahan di sisi matanya sedikit berwana hitam usianya kisaran 40 tahun keatas
Ayah tifa menyambut Taka dengan senyuman
" Oh Taka kau sudah sembuh rupanya.. aku
Sudah mendengar semuanya dari tifa loh
Jadi dia cucu ku wah.. imut sekali mirip dengan tifa kecil " ucap ayah tifa
" Wah orang ini masih saja seperti dulu
Kasih sayang pada anak mu sangat lah berlebihan bukan.. lupakan soal itu.
Paman aku ingin bertanya padamu tentang
Masa lalu ku dan keluarga ku " ucap taka dengan raut wajah serius
Tiba tiba ayah tifa wajah nya menjadi serius lalu membalikkan badan ke arah yang berlawanan
" Begitu yah aku tidak boleh menutupinya terus mungkin ini sudah waktunya.
Gadis yang bersamamu dia mengaku adik mu apa benar Taka? " Ucap ayah tifa
" Yah begitulah maka dari itu aku bingung paman aku tidak tahu apapun soal keluarga ku. Lalu aku pikir paman tahu soal ini " ucap Taka
" Begitu.. Taka yang di ucapkan gadis itu tidak lah berbohong itu kenyataan kalian adalah kakak dan adik " ujar nya
"Apa?! " Ucap Taka
__ADS_1