
Tristan terhempas jauh terkena serangan perempuan bertopeng itu ia jatuh di hamparan tanah tubuhnya penuh dengan luka dan darah yang terus mengalir keluar
" m-masih!.. belum!.. " ucap tristan berusaha bangkit
tristan mengalami patah tulang di bagian pinggang dan bagian tangan kirinya ia berusaha keras untuk bangun dan menghadapi musuh yang berada di depannya, sedikit demi sedikit ia mulai bangkit dan berdiri dengan bersimbah darah
tangan kirinya sudah tidak dapat digerakkan tristan mengunakan tangan kanannya untuk menggenggam pedang miliknya
perempuan bertopeng itu terkejut bukan main melihat tristan yang masih berdiri tegak setelah menerima serangan kuat dari nya
" tidak mungkin!?.. kenapa orang itu masih bisa bergerak!?.. selama ini tidak ada satupun yang berhasil selamat dari seranganku tadi!.. " ucap nya berkeringat dingin melihat tristan
" itu bukankah sudah jelas.. " tristan
" apa maksudmu!?.. " ucapnya
" berapa kali pun aku jatuh aku pasti akan bangkit kembali!.. tidak perduli siapa yang jadi lawanku.. selama tubuh ini masih bisa bergerak maka aku tidak akan menyerah!! " ucap tristan dengan nada tinggi
Ucapannya tersirap pada pandangan mata tristan terlihat begitu serius dan pantang menyerah
" cih! diamlah! berhentilah berbicara omong kosong!.. " ucap perempuan bertopeng melesat ke arah tristan dengan kecepatan tinggi
" Dark Inferno!.. kali ini aku akan mengakhirinya!.. " teriaknya
(Wusshh!)
sekali lagi perempuan itu mengunakan dark Inferno pedangnya dan sekarang dirinya diselimuti oleh kekuatan kegelapan yang merubah pedangnya berwarna hitam kemerahan
(jleb! Duarr!)
tristan sekali lagi terkena tepat dibagian perut hingga memuntahkan darah yang cukup banyak
tristan tidak terhempas dan masih berdiri tegak tepat dihadapan perempuan bertopeng
" kau!.. bagaimana bisa kau tidak mati!?... " Ucap perempuan bertopeng panik
__ADS_1
tristan menggenggam pedang milik lawannya dengan kuat dan mengangkat wajahnya menatap perempuan bertopeng sambil tersenyum
" sialan! apa yang kau ingin lakukan!?.. " ucapnya
" kan sudah ku katakan sebelumnya..
aku akan selalu berdiri selama tubuhku masih bisa bergerak!.. sampai aku bisa mengalahkanmu aku tidak akan
menyerah!.. " ucap tristan sambil senyum
perempuan itu menarik pedangnya dari tangan tristan dan mengayunkan pedangnya ke arah leher tristan
(Ting!)
tristan menangkis serangan dengan tangan kirinya dan terlihat tangannya sedikit tergores terkena tebasan sebelumnya
" tidak mungkin!?.. kau menahan seranganku barusan!?.. kau ini sebenarnya siapa!... " Ucap perempuan itu dengan sangat terkejut melihat kegigihan tristan
" lihat.. aku tidak mati bukan?.. aku tidak akan membunuhmu, tapi aku harus mengalahkanmu disini!.. " ucap tristan
perempuan bertopeng bertambah bingung dengan ucapan tristan
seketika topeng yang dikenakan perempuan itu terbelah menjadi dua dan terjatuh ditanah
# Emi #
perempuan itu berambut berwarna merah delima dan dengan mata berwarna ungu ia memiliki wajah yang cukup manis usianya antara sekitar 16-17 tahun
sebelumnya saat perempuan itu mengayunkan pedangnya ke leher tristan,
tristan terlebih dahulu menebas topeng dikenakan olehnya dengan kecepatan yang tidak dapat di sadari oleh perempuan bertopeng
" Kenapa!?.. bagaimana kau!?.. " ucap perempuan itu
__ADS_1
" bagaimana aku bisa memotong topengmu?.. jawabannya gampang.. saat kau mengincar leherku.. disana kau lengah dengan sekitarmu maka aku gunakan itu untuk memotong topengmu itu!.. " ucap tristan
" bukan itu yang aku maksud!.. kenapa kau tidak membunuhku saja tadi!... bukankah dengan begitu kau akan menang.. " ucap perempuan itu membuang pandangannya dari tristan
" aku juga tidak mengerti.. rasanya aku tidak
sanggup untuk membunuhmu.. aku rasa untuk menang tidak perlu harus membunuhmu, entah kenapa sepertinya kau memiliki alasan tersendiri bukan?.. " ucap tristan tersenyum pada perempuan itu
perempuan itu terkesima dengan ucapan tristan ia langsung membuang wajah ke samping dan tidak menatap tristan
" apa-apaan itu?.. apa kau bodoh!?.. " ucapnya wajahnya sedikit memerah seperti apel
" ahaha.. mungkin kau benar aku memang bodoh.. tapi aku tidak melihat gadis manis seperti dirimu mati ditempat seperti ini.. " ucap tristan tertawa dan tersenyum riang
" hah!?... aku semakin tidak mengerti apa yang kau katakan!.. dasar bodoh!.. " sesaat wajahnya semakin memerah dan malu-malu kucing
" asalkan kau tahu.. aku masih belum kalah..
selanjutnya aku pasti akan mengalahkanmu,
sebelum itu kau tidak boleh mati dahulu mengerti!?.. " ucapnya
" iya aku mengerti.. selanjutnya aku akan menang dan akan menjadi lebih kuat.. kau juga jadilah lebih kuat dari sekarang.. " ucap tristan
Perempuan itu menghadap ke belakang tristan dan tidak berani menatap wajahnya
" kau memang aneh bersikap baik pada musuhmu dasar aneh.. Emi.. " ucapnya dengan nada kecil
" hmm... "
" Emi.. itu adalah namaku, ingatlah itu.. " ucap Emi
" kalau begitu.. tristan... itulah namaku.. " ucap tristan
tristan berbaring di tanah sambil menatap langit-langit
__ADS_1
emi bergegas pergi dari tristan menuju ke tempat pertarungan aoi melawan pria bertopeng wajahnya masih merah merona seperti buah apel segar
' apa ini dadaku terasa hangat.. apa yang terjadi padaku.. " Pikir emi