
Taka bersiap-siap untuk pergi ke kota nobra bersama saki adiknya setelah itu berlaku kota menjadi damai dan tidak ada kerusuhan yang terjadi
Taka dan saki berada di depan rumah taka bersama tifa Aoi dan Ayumi " Taka san apa kau benar-benar ingin pergi? " ayumi
" yah tentu saja lagipula aku tidak akan lama
dan kembali.. karena itu jangan khawatir. " Taka
" Iya naik jika itu keputusan taka maka aku juga tidak bisa menolaknya " tifa
" Iya terima kasih tifa.. " Taka senyum pada mereka bertiga
" hey.. Taka pastikan kau harus kembali jika tidak aku tidak akan memaafkanmu loh! " Aoi
" Aku tahu kok.. tenang saja, kalau begitu kalian bertiga jaga diri kalian baik-baik. " Taka
Taka dan saki terbang dan melesat menuju ke kota nobra
# kota nobra #
Taka dan saki sampai di kota nobra.
Kota itu sangat berantakan dan kacau orang orang disekitar sangat kurus dan kelaparan dimana-mana Taka yang melihat itu tidak tega dengan apa yang dia lihat
" ini? jangan-jangan kalian selama ini tinggal di tempat seperti ini? hey saki jawab aku! Selama ini kalian bagaimana bisa bertahan dari semua ini?! " Taka
Taka tidak bisa menahan perasaannya saat melihat kondisi kota nobra kacau " yah.. benar ini lah kota nobra. Entah bagaimana kami bisa bertahan disini onii-chan " ucap saki dengan tenang
Taka dan saki melanjutkan perjalanan dan
Melewati rumah rumah yang sudah tidak layak di pakai mereka tiba di sesuatu tempat yang ada rumah yang bangunannya sudah mulai hancur " onii-chan.. kita sudah sampai di rumah aku dan ibu.. kalau begitu ayo kita masuk kedalam.. " Taka
__ADS_1
" Sial kenapa!! mereka berdua kenapa harus hidup ditempat seperti ini!? kenapa cuma aku yang tinggal di rumah yang nyaman.
aku gagal sebagai seorang kakak dan seorang anak! Sial!! " Hati Taka
Puing puing ruangan yang mulai retak dan hampir roboh mereka masuk di sebuah kamar dan terlihat seorang wanita berada di tempat tidurnya
Wanita itu berambut pirang dan memiliki mata biru wajahnya terlihat masih muda dan usianya sekitar 35th namun penampilan tidak seperti wanita seusianya
Saki berlari dan lalu memeluk wanita itu sambil menagis " ibu... maaf.. membuat ibu menunggu lama. aku membawanya ibu.
onii-chan ada disini " saki sampai meneteskan air mata
Wanita itu menatap ke saki dan Taka tangannya menyentuh kelapa saki dan mengelusnya " saki... dan taka? apa itu benar kau? taka putraku.. saki.. kakakmu dia Taka betul kan " wanita pirang itu
Wanita itu menangis bahagia melihat kehadiran Taka ia terlihat sangat bahagia dan senang melihat anaknya ada di sampingnya " ibu.. itu benar onii-chan aku telah bertemu dengannya sebelumnya dengan begini keluarga sudah lengkap.. " saki
tanpa di sadari Taka meneteskan air mata.
" Taka.. aku merindukanmu maafkan ibu putraku.. andaikan iblu bisa menolongmu pada hari itu pasti kita tidak akan pernah berpisah. " Taka
sebuah aura hitam berada di ibu Taka.
aura itu berada di bagian jantungnya dan aura hitam itu seperti menjerat jantungnya dan bisa menghancurkan jantungnya kapan saja.
" aura hitam ini? kutukan! dan dia berasal dari ibu apa maksudnya ini?! " Taka
" begitu kau juga bisa merasakan nya yah Taka.. betul seperti yang kau rasakan itu adalah sebuah kutukan.. dahulu kala
Ibu mempunyai sebuah kutukan. tubuh ibu sangat lemah dan sakit-sakitan. Itu semua berasal dari kutukan itu. Namun dulu ayahmu hanya bisa menahan kutukan itu agar tidak menyebar dan hingga sampai sekarang kutukan itu telah di tahan namun belum sepenuhnya hilang.. " ibu Taka
" Begitu aku mengerti kalau begitu biar aku
__ADS_1
Hancurkan kutukan itu " Taka
Taka mengunakan artefak Healing untuk menghapus kutukan itu dengan cara tangan Taka bercahaya hijau yang berasal dari artefak Healing tangan taka menembus tubuh dan menuju ke jantungnya " tunggu bentar ibu ini memang agak menyakitkan tapi aku yakin pasti ini akan berhasil " Taka
saki terkejut dengan hal itu dan berusaha menghentikan Taka " tunggu onii-chan apa yang sedang kamu lakukan? jangan lepaskan ibu nanti bisa-bisa ibu akan mati. " Saki menarik Taka
" Hey! tenang lah saki! jika kutukan itu tidak di hapuskan. Itu akan lebih bahaya lagi untuk ku ibu.. tenang lah jika kau terus begini ibu bisa mati.. apa kau mau hal itu terjadi " Taka dengan tegas
" aku tidak mau itu terjadi tapi? " Saki
" saki sudahlah percayalah pada kakakmu.
yah? " Ibu
" Ibu? " Saki
Taka berhasil menghapus kutukan itu dan menarik kembali tangannya lalu menyembuhkan ibunya dengan sihir penyembuh " fuu... dengan begini sudah selesai.. " Taka tersenyum lega
ibu dan saki seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat kutukan itu benar benar sudah menghilang seketika " hebat?
aku tidak menyangka hari ini benar-benar ada. Taka bagaimana kau melakukan itu? " Ibu Taka
" Oh.. jika itu ceritanya panjang.. intinya sekarang ibu sudah bisa menjalani kehidupan normal dan sehat kembali " Taka
" Taka... kau sudah menjadi pria yang tangguh.. kau sangat mirip dengan ayahmu waktu seumuranmu, aku bangga memiliki putra seperti mu dan saki juga. Ibu bangga dengan mu juga saki.. ibu senang bisa melahirkan kalian. Pasti ayah kalian akan senang melihat kalian sudah tumbuh hebat.
Benarkan Satoru san.. " gumam ibu Taka
" Ibu. saki. Mari kita pulang ke rumahku tidak rumah kita bertiga.. " taka
Bersambung...
__ADS_1