
4 pahlawan telah bersiap-siap untuk keberangkatan nya ke kota lakra mereka berempat berjalan menaiki kereta kuda
3 laki-laki dan 1 perempuan
pahlawan api memiliki rambut berwarna merah dengan wajah yang cukup tampan tinggi rata-rata dan berpenampilan serba merah ia bernama kazuki
pahlawan es gadis yang masih dalam masa pertumbuhan berusia 12 ia memiliki rambut berwarna abu-abu dan ia bernama Mayumi Aika
" oi.. apa kamu yakin melakukan tugas ini Aika-san.. " ucap itsuki
" iya.. aku memang seorang pemula tapi aku sudah bersiap untuk melakukan ini.. " ujar aika
" oh.. percaya diri sekali kau aika-chan.. tapi tidak membencinya, padahal usiamu terbilang masih muda tapi kau sudah mampu menduduki posisi pahlawan.. ahaha.. " ucap kazuki dengan ceria
kazuki memiliki sifat yang ceria dan aika memiliki sifat pendiam, kazuki berusia sekitar 16 tahun sama seperti taka
" tsuki.. kelihatannya tidak lama lagi kita akan bertemu dengan taka kembali..
apa sekarang anak itu sudah besar.. " ucap dai bersantai menyadar sambil tersenyum
" kau benar.. tidak lama lagi ya?.. sekarang dia telah tumbuh menjadi laki-laki yang kuat tanpa kenal takut.. apa mungkin dia sudah menjadi lebih kuat dari kita berdua?.. " mereka berdua saling membicarakan tentang taka sambil tertawa dan tersenyum
" mungkin saja.. dia pernah mengalahkan mereka berempat saat berhadapan seorang diri.. " dai
" benar dia adik yang penuh dengan kejutan.. mungkin dia telah mengira kita sudah mati 10 tahun yang lalu " ucap itsuki
# didekat desa tempat taka berada #
terlihat taka dan yuri membersikan debu-debu hitam yang menutupi jalan dan kini mereka telah menyelesaikan pekerjaannya mereka berdua berjalan keluar dari hutan
" ah ah.. sudah 10 tahun ya.. tidak terasa sudah selama itu kan yuri?.. " ucap taka menatap langit
yuri terlihat murung dan menatap langit dengan tatapan mata kosong kelihatan ia tidak mendengar perkataan taka sebelumnya
" oi yuri ada apa!?.. " ucap taka
" eh!? ah.. maaf tadi aku melamun, tadi kamu bilang apa taka?.. " ucap yuri senyum seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari taka
taka menarik tangan yuri dan menggandeng membawanya keluar dari hutan
__ADS_1
" ikutlah denganku sebentar.. " yuri terkejut melihat sorot mata taka ia mengikuti langkah kaki taka dan berjalan bersama
dan wajah yuri sedikit memerah seperti apel
mereka berdua berhenti di sebuah tanah lapang taka membuat api unggun dan mengambil bahan-bahan makanan dari kantung sihir nya
" eh.. kenapa harus api unggun!? apa yang ingin kau lakukan dengan ini?.. " ucap yuri bingung pada taka
" saat kita bersedih kita hapus rasa sedih itu dengan memakan makanan lezat bukan.. " ucap taka dengan tertawa bertingkah seperti anak kecil
" fuf!.. hahaha... apa sih yang kamu katakan taka, kamu terlihat seperti anak kecil saja " yuri tertawa lepas seakan lupa dengan rasa sedihnya sebelumnya taka merasa lega melihat yuri tertawa lepas
# Kota lakra #
didalam gunung kedua orang itu kini berada di titik kristal itu berada sebuah peti dengan desain yang cukup kuno dan berwarna abu-abu yang berukuran sangat besar dan terdapat sebuah segel sihir yang mengembok peti itu
wanita bertopeng itu mengarah tangannya ke segel sihir itu dan membentangkan telapak tangan di atas segel sihir itu berada
" ⟨Release Open⟩ " ucap wanita bertopeng itu
(Crack!!)
Sesaat lorong pun ikut bergoyang kencang peti itu terbuka dengan sendirinya dan terdapat sebuah kristal berwarna merah delima yang melayang
(Cring!)
dan bersinar terang kristal itu memiliki bentuk abstrak persegi tiga bagian bawah dan atas ukuran sekitar ukuran bola pingpong
wanita itu menggenggam kristal itu dengan tangannya
" sudah.. kita mendapatkannya.. kita juga harus segera bergegas pergi!.. " ucap laki-laki bertopeng yang berada menyenderkan kan bahunya di dinding lorong
Mereka berdua berlari berusaha keluar dari lorong terlihat pintu lorong yang mulai tertutup oleh bebatuan yang jatuh dari ketinggian
gunung mulai mengeluarkan percikan-percikan lava panas mereka berdua berlari begitu kencang mereka sudah berada di ujung pintu
Pria bertopeng itu mengayungkan pedang besarnya dan menghantam bebatuan itu dengan keras
(Zrak!! Blar!!)
__ADS_1
seketika bebatuan itu hancur berkeping-keping dan mereka berdua berhasil menerobos keluar dari dalam gunung
# dalam rumah taka #
rumah taka diguncang oleh guncang yang sangat besar puing puing rumah mulai runtuh
" a-apa! yang terjadi disini!? " teriak aoi dengan panik
" aoi kita harus keluar terlebih dahulu.. " ucap tifa sambil berlari keluar mereka bertiga berlarian keluar dari rumah
mereka bertiga terkejut bukan main sesaat mereka bertiga pergi keluar dari rumah taka saat mereka sudah berada diluar rumah taka rubuh
dan kota lakra masih diguncang oleh gempa yang besar tanah mulai retak dan terbelah
(Crack!!)
tifa melihat ke arah perumahan penduduk kota dan rumah rumah mulai runtuh para warga dipaksa keluar dari rumah mereka masing-masing
pandangan tifa tidak dapat teralihkan dari kota ia benar-benar shok dengan hancurnya kota yang selama ini dia tinggali
" kotanya!.. ayah!! ibu!! shota!! " Teriak histeris tifa memanggil ayah ibu dan adiknya
Terlihat tifa ingin bergegas ke menyelamatkan keluarga aoi menahan tifa yang ingin pergi dalam keadaan tidak bisa mengontrol emosinya
" kendalikan dirimu tifa!.. aku tidak bisa membiarkanmu pergi dalam kondisi seperti ini.. tolong tenangkan dirimu.. " ucap aoi menahan tifa
" lepaskan aku aoi!.. bagaimana bisa aku tenang!? keluarga dalam bahaya
kau tahu!.. " teriak tifa
" aku tahu.. aku mengerti perasaanmu saat ini.. karena itu lah mari berfikir tenang.. " ucap aoi dengan suara lembut
tifa mulai tenang dan mendengarkan ucapan dari aoi
" kita buat rencana terlebih dahulu.. tristan-kun aku membutuhkan kekuatanmu..
apa kau mau membantuku?.. " ucap aoi
" hah.. mau bagaimana lagi... taka sudah memintaku untuk melindungimu.. baiklah aku akan membantu kalian berdua " ucap tristan mengelus kepalanya
__ADS_1
To Be Continued....