
# beberapa saat sebelum kedatangan
Taka #
di dalam hutan taka dengan yuri sedang menyalakan api unggun dan memasak sesuatu mereka makan bersama dan setelah selesai mereka memadamkan api unggun dengan pasir
" sepertinya sekarang sudah waktunya untuk pulang.. " taka bangun dari duduk sambil senyum
" iya... kau benar kita sudah cukup lama disini, kalau begitu ayo kita keluar dari hutan ini.. " ucap yuri bangun dari duduknya dan menggenggam tangan kanan taka
" hehe... " yuri begitu menempel pada tangan taka ia terlihat senang dan tersenyum bahagia
" yuri apa yang kau lakukan?.. " ucap taka tersenyum pahit
" apa yang aku lakukan.. itu sudah tentu kan, aku hanya menggenggam tanganmu dengan erat.. aku sudah ingin melakukan seperti dengan mu taka.. " ucap yuri
' hah?... untuk sekarang ku biarkan dia melakukan sesukanya.. " pikir taka dengan hati yang mengganjal
(Wusshh!)
dari atas langit berhembus angin yang cukup kencang yang menghembuskan pepohonan yang membuat daun-daun berguguran
dan dari balik pepohonan terdapat seekor naga hitam yang terbang melewati tempat taka berada naga itu terlihat seperti sedang terburu-buru
yuri tercengang melihat naga itu melintasi angkasa
" n-naga!!... kenapa itu bisa berada ditempat seperti ini!?.. " teriak yuri matanya memutih dan hampir pingsan
tiba-tiba naga itu berbalik arah dan mendarat dihadapan mereka berdua berada
(dump!)
" loh!?.. master kenapa kau ada ditempat seperti ini " ucap naga itu
suara naga itu terdengar tidak asing ditelinga taka dan naga hitam itu tidak lain tidak bukan itu beta
" beta.. kenapa kau ada disini?.. bukankah kau sedang berhibernasi itu aoi katakan padaku.. " ucap taka yuri mulai sadarkan diri dan matanya kembali seperti normal
" ah... kalau soal itu, sebenarnya aku hanya tidur tidak jauh dari sini.. dari pada itu master.. saat ini kota tempat tinggal master sekarang sedang dalam bahaya!.. " ucap Beta dalam wujud naga ia terlihat cukup serius dengan perkataannya
" itu apa kau serius!?.. " ucap taka menatap tajam beta
" tentu saja aku serius... saat ini sedang dalam kekacauan dan disebabkan oleh sekelompok orang-orang berbahaya.. dan akan muncul 2 monster yang sangat besar dari dalam lava bumi.. mereka akan terbangun saat sebuah salah satu kristal dan disana terdapat 1 pecahan kristal berwarna merah delima.. " beta menjelaskan semua kejadian yang sedang terjadi di kota lakra
" mereka bertugas untuk menjaga kristal itu dan tidak lama lagi mereka akan segera terbangun.. saat mereka terbangun kota akan hancur tidak bukan hanya kota melainkan seluruh dunia!.. saat kelima pecahan kristal sudah dikumpulkan maka saat itu dunia ini dalam kekacauan.. seluruh monster yang menjaga pecahan kristal itu akan mencari dan menghancurkan apapun disekitarnya.. " ucap beta
taka berpikir keras untuk mengambil sebuah keputusan besar yang akan menentukan nasib dunia
" aku sudah mengerti situasinya... kelihatannya itu tidak lama lagi akan
terjadi.. " ucap taka dengan serius
" yosh.. beta izinkan aku menaikimu dan bawalah aku bersamamu kita segera bergegas ke kota lakra! " taka menaiki punggung beta bersama dengan yuri
beta mulai membentangkan sayapnya dan melesat cepat menuju kota lakra
" beta kira-kira berapa lama lagi kita akan sampai?.. " ucap taka sambil melihat awan di langit
__ADS_1
" tidak lama master dalam 1 menit kita sudah sampai di kota.. " ucap beta
" Begitu.. " ucap taka lalu berbaring di punggung beta ia menatap langit dan taka terlihat sedang memikirkan sesuatu
" hah... sempat-sempatnya kau bersantai..
apa kau tidak khawatir tentang kotamu?.. ucap yuri heran melihat taka yang begitu santai dengan masalah yang akan dia hadapi
" tidak masalah... aku hanya perlu istirahat sejenak, perutku masih kenyang jadi aku perlu waktu untuk beristirahat kau tahu.. " taka
" hah?.. bohongmu terlihat sangat jelas loh!.. apa kau kira aku tidak tahu? walaupun kita baru saja bertemu kembali, tapi aku sudah mengenalmu sejak awal.. " yuri
taka terlihat seperti sedang kebingungan dengan hal yang akan dia lakukan ia menutupinya dengan berbohong pada yuri agar tidak khawatir tentangnya
" sejujurnya aku tidak perduli dengan kota lakra.. aku sebenarnya masih membenci kota itu sampai saat ini, aku berpikir mungkin ini yang terbaik.. para penduduk kota selalu memperlakukan aku seperti kotoran!.. tapi dikota itu masih terdapat orang-orang yang mau menerimaku apa adanya.. " taka mengutarakan semua isi hatinya tentang kebenciannya pada kota lakra
yuri menutupi langit-langit dengan menaruh kepalanya diatas kepala taka yuri tersenyum pada hal itu membuat taka terkejut dengannya
" jika kau ragu itu tidak jadi masalah kau hanya perlu berfikir tenang sejenak jika keraguan itu sudah hilang maka kau harus melakukan apa yang kau anggap benar..
taka kau tahu dulu ibuku yang mengajarkanku hal itu padaku... " ucap yuri tersenyum dengan manisnya setelah mendengar ucapan yuri taka ikut tersenyum
" heh!.. sejak kapan kau pandai dalam berbicara?.. waktu dulu kau sangat cengeng dan selalu menagis setiap harinya!.. " taka mulai mengejek yuri sesaat wajah yuri menjadi memerah seperti apel
" itukan dulu!.. tapi sekarangkan berbeda..
aku tidak cengeng lagi kok!.. " yuri mengatakannya dengan lantang untuk membuktikan ia sudah tidak seperti dulu
" tidak kau tidak berubah sama sekali!..
kau masih suka menangis.. saat sebelumnya saja kau menagis " ucap taka dengan nada besar
" lihat tuh! kamu nangis!?.. " teriak taka
" ano maaf menganggu kesenangan master,
tapi kita sudah sampai kota lakra.. " ucap beta
dari ketinggian terlihat kota yang sudah dalam kehancuran kobaran api menyelimuti kota dan lava-lava panas yang menyebar ke seluruh penjuru kota yang berasal dari letusan gunung
betapa terkejutnya taka dan yuri melihat kota yang sudah porak-poranda kehancuran dimana-mana rumah-rumah penduduk runtuh satu persatu
" cih!.. kelihatannya aku sedikit terlambat!..
beta ikuti aku!.. " taka melompat dari ketinggian dan meluncur seperti meteor turun ke permukaan
(Freeze!)
tangan kanan taka membeku dan berwarna putih kebiruan seperti es
terdengar suara tangisan anak-anak dari permukaan orang dewasa dan anak-anak saling mencari dan saling melindungi satu sama lain mereka melindungi keluarga mereka bahkan ada seorang ibu yang merelakan dirinya untuk melindungi anaknya yang akan tertimpa reruntuhan bangunan
" membekulah!.. Blizzard! " taka mendarat ke permukaan dan menaruh tangannya ke tanah
(freeze!!!)
Seluruh kota menjadi beku dan memadamkan lava-lava panas yang ada namun kobaran api masih belum padam
__ADS_1
" Aqua! Cyclone Break! Aqua Strom!! "
(Wuuusssshhh!!!)
Badai bercampur dengan air dan menjadi pusaran badai air yang sangat besar menyapu semua kobaran api yang ada
setelah semua kobaran api padam taka kembali seperti semula dan mendarat ke permukaan
" oke seluruh api sudah padam!.. sekarang saatnya!.. Beta ikuti diriku yang asli!..
⟨Shadow Clone⟩ "
taka mengeluarkan bayangan yang cukup banyak yang berjumlah 50 taka seluruh clone taka menyebar ke seluruh penjuru kota dan menyelamatkan seluruh penduduk
Sementara taka yang asli bergegas bersamaan beta dan yuri ke rumah tifa berada
Sesampainya mereka terlihat kedua orang tua terhadap tifa tidak sadarkan diri dan tifa melepas kain yang mengepang rambut untuk membalut luka yang berada di kepala adiknya
tifa berusaha menyembuhkan adiknya dengan sihir penyembuh ia tidak sadar taka sudah berada dibelakangnya tifa terlalu fokus untuk menyembuhkan adik laki-lakinya yang belum sadarkan diri
taka perlahan-lahan melangkah maju ke tifa lalu memegang pundaknya
" maaf aku datang terlambat tifa.. " ucap taka
seketika tifa yang mendengar suara taka langsung menengok ke belakang ke arah Taka berada
" taka!?... hisk... " seketika tifa menangis dan langsung memeluk taka setengah badan di bagian pinggangnya
" a-aku mengerti?.. tolong lepaskan aku terlebih dahulu aku mohon.. biar sisanya aku yang urus " ucap taka dengan nada kecil
" iya... " tifa melepas pelukannya taka meletakkan kedua tangannya di kedua orang tua tifa
cahaya hijau bersinar ditubuh kedua orang tua tifa luka-luka yang mereka terima mulai pulih kembali dan taka meletakkan tangannya ke adik tifa lalu menyembuhkan dengan healing
" oke.. sudah beres.. " ucap taka
" ah!.. taka!... terima kasih sudah datang kemari.. aku benar-benar bersyukur terima kasih " tangis tifa
dengan perasaan lega tifa memeluk taka kembali sambil menagis haru walaupun terasa tidak nyaman taka membiarkan tifa memeluknya untuk sementara waktu agar pikiran tenang kembali
dari kejauhan yuri melihatnya dengan lega dan ia turun dari punggung beta dan berjalan ke arah taka berada
" begini tifa-san.. bisakah kau lepaskan aku sekarang? " taka membujuk tifa agar melepaskan dirinya dari pelukannya
" tidak.. tunggulah sebentar lagi aku pasti melepaskannya.. " tifa
" jika seperti itu.. aku jadinya repot dong?
aku harus mengevakuasi para penduduk ditempat yang aman, yuri.. bisakah kau membantunya mengangkat ketiga orang ini ke punggung beta.. dan beta pergilah ke tempat aoi dan tristan berada.. mungkin saat ini mereka sedang bertarung tapi jangan ganggu pertarungan mereka mengerti!?.. " ucap taka
setelah mengatakan panjang lebar taka menambah 50 clone dirinya lagi dan berpencar ke seluruh kota mereka membawa para penduduk yang masih dan juga korban-korban yang berjatuhan mereka membawanya ke perbatasan kota lakra
dengan sangat cepat mereka membuat tenda darurat untuk tempat tinggal sementara para penduduk
To Be Continued
The Next Chapter....
__ADS_1
Arc: Ancaman The Hunter
akan segera dimulai......