
Kini taka telah bersiap-siap dan aoi dengan tristan mengambil pedangnya ditoko pandai besi
" tristan aku serahkan dia padamu.. tahanlah sebentar saja dia memang keras kepala tapi dia orang yang gampang diajak bicara kok " ucap taka
" iya.. akan ku usahakan " ucap tristan
Mereka bertiga berpisah aoi dan tristan pergi bersama sedang taka berada didepan rumah menuggu datangnya yuri
" maaf menunggu lama.. " teriak yuri dari kejauhan
ia menutupi wajahnya dengan syal merah dan memakai dress berwarna putih lengan pendek
" yuri?.. kenapa kau menutupi wajahmu dengan syal?.. " ucap taka bingung menatap yuri
" ahahaha.. itu karena aku kabur dari pekerjaanku dan menyamar agar tidak ketahuan.. soalnya aku sudah lama menantikan ini terjadi" ucap yuri dan tersenyum
" yuri.. bisakah kau mengembalikan syal itu padaku?.. " ucap Taka
" eh!?.. bukankah kau memberikan ini untukku kenapa kau ingin ambil kembali? " Ucapnya
" aku tidak memberikan tapi meminjamkannya, syal itu sudah menjadi bagian dari diriku karena itu aku perlu syal itu untuk menjadi diriku seperti
sebelumnya " Taka
" hmmp.. ya sudahlah ini ambillah.. " yuri mengembalikan syalnya ke taka dengan kecewa taka pun menerimanya dan menaruhnya dilehernya
" oi oi.. ngambek begitu.. ayo lah kita berangkat, Gate! " Ucapnya
__ADS_1
Lingkaran Portal muncul dihadapan mereka berdua yuri tersengat melihat nya
" taka ini benda apa? apa kita akan masuk ke dalamnya? " ucap yuri menatap wajah taka
" tentu saja.. dengan mengunakan ini kita akan sampai dalam sekejap tahu.. " Taka
taka dengan yuri masuk kedalam portal itu dan dalam sekejap mata mereka sudah sampai
mereka berdua berada ditengah-tengah hutan yang sudah tidak terlihat pohon yang berdiri kokoh semuanya sudah tidak tumbuh dan tanahnya agak kehitaman
" apa ini hutan itu?.. semuanya sudah berubah.. tidak ada 1 pohon pun yang berdiri kokoh semuanya sudah hancur tanah ini sudah menjadi tanah mati.. " ucap yuri menutup mulutnya dan seketika meneteskan air mata
" tempat ini sudah tidak sama lagi seperti dulu.. hisk.. " ucapnya
" mau bagaimana lagi.. itu sudah menjadi takdir.. " Taka mencoba menghibur Yuri
Mereka berdua terus berjalan melewati hutan dan mereka berdua pun sampai didesa yang sudah menjadi debu-debu hitam desa sudah hangus terbakar 10 tahun yang lalu
Ke itsuki dan yang lainnya mereka berdua menganggap itsuki dan yang lainnya sudah meninggal pada kejadian itu
" itsuki.. Dai.. Ai-chan.. semoga kalian baik-baik disana.. " ucap yuri
# ditempat aoi berada #
aoi dan tristan sudah mengambil pedang nya kembali dan aoi membuka portal gate dan mereka berdua pergi ke kota lakra
mereka berdua berjalan ke rumah taka
__ADS_1
mereka tidak menyadari bahaya sedang berada didekat mereka
" pertama-pertama aku berikan kue ini pada tifa dahulu" ucap aoi dengan tersenyum
ia membawa kue untuk tifa dan juga Aoi membawa beberapa bahan-bahan kue ulang tahun
" hehe aku harap saat taka kembali dia akan senang dengan semua ini.. " ucap aoi
" oi.. ada apa? tidak biasanya kau bersikap seperti itu? " Ucap tristan
" sebenarnya.. hari ini taka berulang tahun..
ibunya yang memberitahu.. kemungkinan tifa juga tahu tentang hal ini.. " Aoi
" hmm.. jadi begitu, tifa siapa dia.. " tristan
" ah.. tifa itu teman masa kecil taka dia orang yang selalu bersama taka sejak dahulu.. " ucapnya
# disebuah tempat yang tidak jauh #
mereka berdua sudah sampai di gunung itu mereka telah berhasil melewati bukit dengan mudah dan kini dihadapan mereka tepat gunung itu berada
" tidak salah lagi dibalik gunung ini terletak kristal itu berada.. " ucap laki-laki bertopeng dengan tatapan serius
" kita cari jalan masuk untuk masuk ke dalamnya.. " ucap perempuan bertopeng
mereka berdua berjalan memutari gunung itu dan dari sebuah sisi terlihat sebuah lorong jalan masuk ke dalam gunung
__ADS_1
pintunya terbuat dari batu dan terlihat obor yang menyala berada di atas sisi kanan pintu
" baiklah cepat kita masuk!.. " ucap laki laki bertopeng itu