
Setelah itu jam istirahat pun selesai dan taka dan yang lainnya kembali ke kelas masing-masing dan tifa dengan yuri kembali mengajar di kelas yang lainnya
terlihat taka yang sedang duduk di kursinya dan sedang mengerjakan pelajarannya dia menulis dengan giat dan mengikuti perkataan gurunya
taka menghadap melihat ke jendela dan masih memikirkan tentang emi dan mengkhawatirkannya
" emi.. dimana kamu berada saat ini emi.. " gumam taka
setelah beberapa pelajaran selesai dan terlihat langit yang sudah sore taka masih berada didalam kelas dan terus memandangi jendela
kaede mendatangi taka seorang diri dengan membawa tas di tangannya
" taka-kun.. mau pulang bareng atau tidak?.. hmm? kamu sedang melihat apa? " ucap kaede
" ah.. fujihara ternyata.. tidak aku sedang memikirkan sesuatu.. baiklah ayo kita pulang.. yuki kau mau bareng tidak? " taka
" iya.. aku mau.. lagipula kepalaku sudah penuh.. " ucap yuki
" ishida-san.. kau ingin pulang bareng tidak? atau pakai mobil? " ucap taka
" eh? boleh kah? " ucap himeko
" jika kamu mau kenapa tidak boleh.. " Taka
" kalau begitu aku terima tawaranmu.. " ucap himeko dengan tersenyum manis
mereka berempat pergi meninggalkan kelas dan berjalan keluar sekolah mereka berjalan bersama dan dari belakang yayoi mendatangi mereka dan menyapanya
" kalian juga baru ingin pulang " ucap yayoi dengan tersenyum ramah
" wakil ketua.. kau juga baru ingin pulang ya.. " taka
" iya.. dan juga formal begitu panggil saja aku.. yayoi atau aoi.. " ucap yayoi
" aku menolak... aoi tetaplah aoi.. wakil ketua tetaplah wakil ketua.. dan juga akan aneh aku memanggilmu ishida juga.. " ucap taka dengan dinginnya
" oh.. iya aku penasaran dengan ini kalau tidak salah namamu juga ishida kan.. itu berarti kalian berdua adalah keluarga bukan..." ucap taka
" i-iya.. begitu lah hubungan keluarga kami cukup rumit.. kami sejak kecil sudah dipisahkan oleh keluarga kami.. " ucap yayoi
" iya.. entah ini sebuah kebetulan atau apa aku dapat bertemu yayoi kembali.. " ucap himeko
" begitu.. keluarga ya.. aku harap bisa bertemu dengan mereka lagi.. " ucap taka melihat ke langit
__ADS_1
" tidak.. mungkin aku masih memiliki keluarga yang tersisa.. iya benar!.. aku pasti akan menemukannya.. " ucap taka
sesaat mereka berjalan tiba-tiba dari langit terlihat sebuah ratusan misil yang melesat ke arah jalan raya dan sekitarnya
(duaaarr!!)
terjadi sebuah ledakan-ledakan besar tidak jauh dari mereka dan menyebabkan kerusakan dan kebakaran asap tebal berhembus kencang seperti angin
" apa barusan itu?! " ucap taka
" oi!.. taka lihatlah ke langit!.. " teriak yuki
" memangnya ada apa di langit? em? emi?!
taka begitu terpukul saat melihat clone-clone robot emi yang berterbangan di udara mereka semua yang menyebabkan kerusakan pada sekitarnya
" tidak!.. kelihatannya itu bukan emi!.. hanya wajahnya saja mirip tapi jumlah kekuatannya berbeda!.. " ucap yuki
" iya!.. aku juga tahu!.. ayo yuki! shadow clone!.. " teriak taka
(Zrak! Zrak! Zrak!)
taka menebas-nebas robot-robot itu dan memotong-motong nya dia menyebar 3 clonenya dan 1 diantara untuk melindungi kaede dan yang lainnya
(splash!)
(Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!)
peluru-peluru itu melesat ke arah taka dengan sigap yuki langsung menebas-nebas peluru itu dan ada juga yang mengenai dirinya
" oi.. taka kenapa kau diam saja!.. " ujar yuki yang marah kepada taka
taka terlihat tidak sanggup untuk menyerangnya walaupun dia tahu mereka hanya clone dia tidak sanggup untuk melukai emi
" maaf.. aku tidak bisa.. aku tidak bisa melukai emi.. " ucap taka
" hah!.. sadarlah taka!.. mereka hanyalah robot yang mirip dengan emi.. bukan berarti jika kita menghabisinya emi juga akan matang!.. " ucap yuki
taka meremas tangannya dengan sangat kuat dan masih terdiam dan yuki
menghadapi mereka seorang diri
seketika sebuah suara muncul dan terdengar dari pikiran dan telinga taka
__ADS_1
" papa.. papa tolong aku!.. " suara emi
suara emi tiba-tiba terdengar dari pikiran taka. suaranya seperti sangat jauh dan terdengar menyedihkan
" emi!.. itu suaranya emi!.. oi!.. dimana kamu.. aku pasti akan datang menolongmu!.. " teriak taka
taka mendeteksi keberadaan emi melalui suara yang terdengar dari pikirannya dia mengunakan tangan clone robot emi dan menusukannya ke pundaknya dan mendeteksi keberadaannya
dia merasakan suara itu berasal dari sesuatu tempat yang cukup jauh terlihat sebuah laboratorium dan disana terdapat seorang perempuan berambut merah yang kepala ditutup sebuah alat khusus untuknya dan terdapat kabel-kabel yang tersambung pada alat tersebut
dan perempuan itu tidak lain adalah emi.
seorang profesor memanfaatkan kekuatan milik emi dan membuat clone yang hampir mirip dengannya dan menyebar kekuatan emi kesemua clone buatan profesor
" aku menemukannya!.. " ucap taka dan membuka matanya kembali
" yuki!.. aku serahkan disini padamu!.. aku telah menemukan keberadaannya!.. " taka
(Whooooosh!)
" oi!.. tunggu sebentar! taka!.. " teriak yuki
taka melesat sangat cepat menuju ke laboratorium tempat emi dikurung
dia meninggalkan yuki dengan yang lainnya demi menyelamatkan taka
terlihat tristan sudah dewasa sudah berada di tempat yuki berada dan dia membantu yuki melawan mereka
" oi-oi.. jangan lupakan aku doang!.. lama tidak bertemu Yuki.. " ucap tristan sambil tersenyum
" tristan kau juga datang.. bagus cepat bantu aku menghabisi mereka semua!.. " ucap yuki
mereka berdua bertarung bersama dan melawan clone-clone robot emi. mereka bertarung berkerja sama dan keduanya terlihat cukup kompak dengan yuki di udara tristan di permukaan
" oh iya.. kemana dia pergi!.. " ucap tristan sambil melawan mereka
" dia sudah pergi menemui bossnya!.. " ucap yuki sambil menyerang mereka
" begitu.. dia memang tidak pernah berubah.. taka sekali!.. " ucap tristan dengan tersenyum
" kau juga sama.. walaupun sudah tua kau masih saja bisa bertarung!.. " ucap yuki
" heh!.. jangan remehkan aku.. " tristan
__ADS_1
To Be Continued
The Next Chapter....