
[ peringatan isi cerita ini berisi kekerasan dan pembunuhan dan banyak adegan sadis atau Gore rasisme radikalisme dan yang lain lain di dalamnya disarankan yang tidak sanggup dengan konten seperti ini thor sarankan jangan di baca ini dan harus di atas 17+
cerita ini cukup dark ]
# 10 tahun yang lalu #
beberapa hari telah berlalu sejak insiden
terbunuhnya ayah taka dan hancurnya rumah taka ibu Taka ia itu risa pergi bersama adik Taka saki melarikan diri dari kota lakra namun Taka masih berada di lakra
taka kehilangan semua ingatanya dan keluarganya ia sekarang seorang diri
dan hidup sebatang kara
ayah tifa memberikan rumah untuk taka dan rumah untuk tempat tinggal taka.
sekarang taka bersama ayah tifa dirumahnya taka dengan pakaiannya yang compang-camping dan kotor badannya
" mulai hari ini kau akan tinggal disini sendiri.. jika kau butuh apa-apa pergilah ke rumahku mengerti.. " ayah tifa yang masih muda
taka tidak menjawab pertanyaan ayah tifa dan diam ayah tifa yang merasa di cuekin
sedikit bingung dengan tingkah laku taka yang tidak bicara sepatah katapun
" hei apa kau mendengarkan ucapanku tadi? " ayah tifa
" Itu... kau siapa apa kau mengenalku?
dan aku ini siapa? " Taka kecil
# Taka 5 tahun #
ayah tifa semakin kebingungan dengan taka dan berbicara dengan nada rendah
" hei.. apa jangan-jangan kau tidak mengingat apa-apa!? jangan bilang kau hilang ingatan? yang benar saja!?
apa kau tidak bisa mengingat siapa dirimu sendiri!? " Ayah tifa sedikit panik
" tidak.. aku tidak tahu sama sekali " Taka
" eh! yang benar saja!? begini nak..
namamu itu Taka kalau tidak salah umurmu
__ADS_1
5 tahun, mengerti? " ayah tifa
" taka? jadi itu namaku? " Taka
" iya itu benar.. baiklah sekarang aku harus pulang.. jika kau butuh sesuatu datang saja ke rumahku oke? " ayah tifa
ayah tifa keluar dan pergi ke kediaman keluarga nya saat ayah tifa keluar tiba-tiba perut taka berbunyi
* Krukk!! *
" ah! perutku sudah bunyi.. aku lapar sekali..
apa ada yang bisa untuk di makan disini.. " Taka
taka berkeliling rumah dan mencari makanan atau bahan makanan namun tidak ada satupun makanan yang tersedia di rumah
" tidak ada.. satupun tidak ada! " Taka
suasana menjadi suram disekitar
" bagaimana ini apa yang harus aku lakukan? oh iya. aku coba pergi ke kota dahulu, semoga saja ada yang bisa aku makan " gumam Taka
Taka merogoh kantong dan mencari uang di pakaiannya namun tidak ada 1 koin pun
" tidak ada! aku tidak mempunyai uang!? " Taka
Taka begitu panik setelah mengetahui ia tidak memiliki uang dan makanan
" sekarang sebaiknya aku ke kota saja lah.. " gumam Taka
taka pergi ke kota dengan pakaian compang-camping dan tubuh yang kotor
taka berjalan ditengah keramaian kota
orang orang di kota menatap taka dengan tatapan sinis dan penuh kebencian orang orang itu berbicara satu sama lain membicarakan Taka
" hei apa kau tahu tentang bocah itu?
kabarnya hanya dia yang selamat dari insiden yang menipah keluarganya.. terlebih buruknya lagi ayahnya atau orang yang sudah seperti pahlawan di kota ini terbunuh karena dia " bicara ibu-ibu
" iya kau benar.. lihatlah penampilannya..
kotor sekali dan menjijikkan! ih.. kenapa anak seperti dia yang selamat seharusnya lebih baik dia ikut hangus dalam itu " ibu-ibu yang lain
__ADS_1
Bukan hanya kedua orang itu saja orang lainnya membicarakan kejelekan taka dan menghina dan merendahkan taka
mereka menyalahkan Taka atas yang menimpah orang yang sudah seperti pahlawan bagi kota lakra mati karena taka
Mereka menaruh kebencian terhadap taka
Semua orang dikota menyalahkan Taka seolah-olah mereka korban dan taka pelaku
insiden itu terjadi
taka mendengar semua hinaan orang-orang dan berusaha diam dan mengabaikan ucapan orang-orang itu
" apa-apaan mereka itu! kenapa mereka bicara seperti itu! bahkan aku saja tidak tahu siapa diriku sendiri.. aku tidak mengingat apa-apa, padahal aku tidak pernah berbuat jahat pada mereka tapi kenapa mereka seperti ini.. sebenarnya apa yang sudah aku lakukan hingga membuat mereka membenciku?! " Gumam Taka penuh tekanan
sekelompok anak laki-laki yang lebih tua dari Taka melemparkan taka dengan tomat hingga mengenai wajah dan rambutnya
" hei! monster apa yang kau lakukan datang kesini.. uwah!! busuk sekali kau ini.. ahaha!
dasar gembel apa kau tidak pernah mandi
ahahaha... " anak laki-laki pembully
orang orang dewasa yang melihat itu hanya diam dan justru senang melihat taka yang dibully oleh anak-anak itu orang orang itu terlihat menikmati taka yang di bully
taka mengambil tomat yang ada di wajah dan kepalanya lalu taka memakan tomat itu
" emm.. tomat ini cukup enak.. terima kasih
tomat yang kau berikan lezat kok " taka justru membalas dengan senyuman
orang-orang kebingungan dengan sikap taka yang tidak sesuai keinginan mereka dan juga termasud anak-anak itu
" apa-apaan kau ini! dasar monster.. " pembully
setelah itu anak-anak itu melemparkan batu ke taka
taka menerima batu yang mengenai tubuh dan menerima luka atas batu yang dilemparkan oleh mereka
tubuh kecil taka berdarah dan lebam
taka tidak membalas perbuatan mereka dan berjalan dengan menerima semua batu yang dilemparkan ke dirinya
walaupun taka penuh luka dan darah taka tidak membalasnya dan hanya membiarkan hingga mereka sendiri puas
__ADS_1
Bersambung....