Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S2 Chapter 50: Ikatan Kuat Sebuah Pita Merah


__ADS_3

Taka bertemu kembali dengan yuri setelah 10 tahun berpisah dulunya yuri dibawa oleh penjual budak setelah itu yuri mengalami kehidupan yang tidak mengenakkan ia selalu diperjual belikan oleh orang-orang kaya


Dan tepat 3 tahun setelah kejadian itu yuri dibeli dan membebaskan yuri dari penderitaan oleh sepasang suami istri dan saat itu ia tinggal bersamanya dan menjadi anak angkatnya dan setelah itu kehidupan yuri kembali berwarna bersama keluarga barunya


Keluarga yuri menjalankan bisnis bar dan yuri sebagai anak membantu kedua orang tuanya saat mengetahui ia memiliki suara yang bagus yuri mulai menyanyi untuk membuat bar menjadi lebih ramai lagi


yuri menagis saat melihat taka berada dihadapannya taka yang tersenyum lebar pada yuri


" hehe.. sudahku duga itu kau, Taka!... " teriak yuri


yuri melompat dari panggung dan mendarat memeluk erat taka


" Ehhh!!!! " Teriak penggemar yuri kecewa dan sakit hati melihat idola mereka memeluk orang lain


" ap- apa yang sedang terjadi disini!.. " ucap aoi


aoi terlihat cemburu melihat taka dipeluk oleh perempuan yang tidak ia kenal Tristan pun ikut terkejut bukan main perempuan yang begitu manis memeluk taka


" tunggu! taka jelaskan apa maksudnya semua ini!? " aoi


tingkah aoi saat marah terlihat sangat manis dan menggemaskan pipinya yang memerah dan mengembung


Namun sepertinya taka tidak mendengar ucapan aoi pada taka


" yuri... lama tidak bertemu.. akhirnya kita bertemu lagi, aku selalu menunggu ini sejak lama.. " taka


" ...hisk..aku juga merindukanmu loh.. aku,


selalu...selalu.. menunggumu.. aku bersyukur bisa bertemu dengan mu lagi, Taka... " yuri mulai menagis


taka menahan air matanya yang hampir jatuh taka melepaskan pelukan yuri dan menjauh sedikit dari yuri


" oh... ini ambillah " Taka


" emm? inikan.. " Yuri


Taka memberikan sebuah syal berwarna merah pada yuri


" itu adalah pita sebagian pita merah yang dulu kami berikan padamu.. maaf jika sekarang menjadi syal. dulu itu pernah rusak jadi aku memperbaikinya lagi sebagai syal " taka mengucapakan nya dengan senyum diwajahnya


" Mereka berdua itu terlihat akrab sekali " ??


yuri memegang syal itu lalu memeluknya dengan erat wajahnya terlihat bahagia dan begitu senang


" tidak.. justru aku senang ternyata taka merawatnya dengan baik.. dulu aku tidak sengaja membuatnya terbang dan menghilang pada kejadian itu " Yuri


" ano... maaf mengganggu waktu kalian, tapi bisakah jelaskan padaku terlebih

__ADS_1


dahulu " Aoi


yuri menengok kearah suara itu dan melihat seorang perempuan dan laki-laki di belakang taka mereka adalah Aoi dan tristan


" maafkan aku tidak mengenal diri..


kalian berdua pasti teman taka bukan? " Yuri


" teman? ya.. bisa dibilang begitu " tristan


melihat kekacauan yang dibuat oleh Yuri sebelumnya orang tua Yuri memutuskan


untuk menutup bar nya hari ini


Yuri kembali ke panggung untuk membubarkan orang-orang dan menutup bar untuk hari ini


" begini maaf.. apakah kau mengenal yuri putri ku? " Ucap pria berambut cokelat dengan kumis


" iya.. begitu lah.. eh!? putrimu!... " Ucap taka yang terkejut mendengar itu


taka menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada ayah yuri


" paman.. terima kasih atas kerja samanya selama ini telah merawat dan membesarkan yuri dia memang manja dan cengeng tapi dia bukanlah anak yang nakal.. dan terima kasih.. " taka


" ahaha.. aku mohon angkatlah kepalamu,


" taka ini apa yang kamu katakan! aku sekarang tidak lah cengeng seperti dulu lagi, lihatlah sekarang aku sudah menjadi gadis yang sangat manis.. " yuri


" yuri.. apa kamu tidak merasa malah bilang dirimu manis? " Taka


Kesal karena diejek oleh taka menggembungkan pipinya dan bertingkah manis


" tapi memang kenyataan kan aku memang manis? " Yuri


" entahlah aku tidak tahu.. " taka bersikap dingin padanya


" ah.. apa-apaan sikap itu! membuatku


kesal! " Yuri


" o..oi... taka? " Ucap tristan panik


Terlihat aoi terbakar oleh api kesal melihat taka yang begitu dekat dengan yuri


" ini sudah cukup!.. aku tidak tahan melihatnya! sampai kalian seperti itu.. cepat jelaskan padaku apa hubungan kalian itu!.. "


Aoi menjadi menakutkan saat marah

__ADS_1


api cemburu membuatnya kesal dengan mereka berdua


taka mulai menciut dan tidak berani melawan dihadapan Aoi


Lalu setelah itu aoi menarik tangan taka dan menggenggam dengan kedua tangannya


" ah! tunggu kamu ini siapa berani memarahi taka seperti itu dan juga lepaskan ta-chan dari tanganmu!.. " ucap yuri kesal pada Aoi


" Itulah yang ingin aku tanyakan padamu!..


dan juga ta-chan.. apa maksudmu memanggil begitu.. kau ini siapa


berani-berani kau sok akrab dengan Taka.. " Aoi


Yuri menggenggam tangan kiri taka dan mereka berdua saling tarik-menarik


" A..Anu.. " taka


" taka diamlah sebentar " teriak Aoi Yuri bersamaan


" Baik.. maafkan aku.. " Taka


" Lepaskan tanganmu.. taka itu punyaku.. aku tidak akan membiarkan orang lainnya memilikinya.. selain aku.. " Aoi


" hah! punyamu katamu.. kamu pikir kamu siapa.. tidak kamu salah taka adalah punyaku.. karena aku perempuan yang akan menjadi istrinya!.. dulu Taka sudah berjanji padaku saat besar aku dengan Taka akan menikah.. " Yuri


tiba-tiba Aoi melepaskan tangannya dan terdiam


" Hah!! " Teriak aoi


" Aku berjanji akan menikah denganmu kapan aku pernah bilang begitu!? " Taka


yuri mulai bersedih karena taka tidak mengingat janjinya pada yuri


" itu apakah tidak mengingat.. hari itu saat hari ulang tahunku.. saat itu kau sudah berjanji padaku akan menikah denganku saat dewasa.. aku selalu mengingat janji itu namun kau malah tidak ingat.. " Yuri


" begitu.. jadi dulu aku buat janji seperti itu dengan mu.. maaf aku lupa.. karena insiden itu membuatku sangat menyakitkan


bagiku.. " taka raut wajahnya menjadi sedih


" Tsuki, Daipon, Ai-nee Mati karena insiden itu dan juga seluruh penduduk desa dan yang lainnya hangus terbakar " Taka


" Iya.. aku juga melihatnya.. " Yuri


To be Continue


Next Chapter....

__ADS_1


__ADS_2