
" lalu paman sialan!.. bisakah kau menjelaskan semuanya.."
" paman sialan?!.. da-dasar.. kamu ini sejak kecil tidak pernah berubah ya. hah, mau bagaimana lagi
kamu menjadi seperti ini juga kesalahanku.." ucap rei
" taka.. 12 tahun yang lalu tepat insiden itu terjadi, 1000 pasukan kekaisaran barat menyerang kota lakra dan tujuan mereka tidak lain adalah untuk menghabisimu!.."
" secara membabi buta pasukan mereka membunuh orang-orang yang tidak bersalah dan disana ayahmu haruto bertarung sambil melindungi penduduk kota lakra dan juga keluarganya.."
" sedangkan aku menuntun para penduduk ke tempat yang aman dan dengan cerobohnya sejumlah prajurit berhasil menerobos haruto dan membakar rumah kalian yang didalamnya ada kau ibumu dan adikmu.."
disaat-saat taka diceritakan hal itu ia mulai mengigat kejadian itu dimana kobaran api ada dimana-mana tangisan saki dan ibunya yang sedang melindungi mereka berdua dari para pasukan kekaisaran barat
" o-oi rei sudah cukup.." ucap haruto yang berkeringat dingin
" i-itu benar.. rei-san jangan katakan itu sekarang "
" haruto, risa-san.. sampai kapan kalian ini menyembunyikan itu semua.. bukankah ini waktu yang tepat untuk memberi tahunya tentang itu semuanya. "
" itu semua apa maksudnya paman.."
" agar lebih jelas silahkan kamu lihat sendiri.." ucap selena
selena memperlihatkan bola kristal yang bersinar warna-warni dan seketika didalam kristal itu terlihat sebuah menujukan kejadian yang terjadi 12 tahun lalu
disana terlihat haruto dan risa yang melindungi taka dan saki tumbang tergeletak ditanah tidak sadarkan diri dengan penuh luka dan disekitar mereka dikelilingi pasukan kekaisaran barat yang menunggangi kuda perang
saki yang tidak sadarkan diri berada disebelah taka ibu dan ayahnya berada didekatnya taka yang masih sangat kecil tidak mampu berbuat apa-apa ia menagis melihat kobaran api yang mengelilingi dirinya dan melihat ibu dan ayahnya yang tidak sadar
" ayah.. ibu.. saki.. bangun!.. bangunlah ayah ibu orang-orang ini sangat menakutkan!.. " teriak taka yang menagis
" asal kau tahu bocah.. ini semua adalah salahmu!.. salahmu yang berada ditempat ini! semuanya telah mati terbunuh termasuk kedua orangtuamu.."
" karena aku?!.. ayah dan ibu.. pembohong!!.. pergilah orang jahat!.. "
" kamu anak yang diramalkan yang akan membawa kehancuran pada kekaisaran barat.. walaupun kamu masih kecil.. tapi kamu adalah ancaman bagi kami!. matilah bocah!.."
" pergilah!!.. pergilah!!..."
" ta-taka.. larilah!!.." teriak haruto yang berusaha bangkit dengan luka serius ditubuhnya
" ayah!.. ayah masih hidup.. " ujar taka yang menagis
disaat-saat taka kecil yang menagis dengen teganya komandan pasukan kekaisaran barat mengayunkan pedangnya pada taka dan berniat untuk membunuhnya
" Taka!!..." Teriak haruto yang berlari dengan cepat melindungi taka dan menahan pedang pria itu dengan tubuhnya
secara cepat pedang itu menusuk tepat haruto demi melindungi putranya ia merelakan dirinya sendiri dan sesaat ia langsung terjatuh dengan darah yang terus mengalir keluar
" a-ayah!!... ayah.. ayah jangan mati.. jangan tinggalkan aku sendiri.. aku takut sendirian "
" ta-taka.. maafkan ayahnya, ayah tidak dapat menjadi ayah yang baik untukmu.. taka dengarkan ini ayah dan ibu selalu menyayangimu dan adikmu..
taka pergilah dan bawalah adikmu saki.. biarkan ayah dan ibumu yang tetap disini.." ucap haruto dan seketika tidak sadarkan diri
"tidak mau!.. aku maunya bersama ayah ibu.. aku tidak mau sendiri bersama saki.. ayah ibu bangunlah.."
" sudah berakhir bocah!.." ucap pria itu dan menusuk tepat jantung taka hingga menembus tubuhnya
dan sesaat taka yang tertusuk pedang seketika pusaran angin datang bersamaan dengan awan yang mendung petir yang menyambar tanah dengan hebat
" uaaahhhh!!!!...." Teriak taka dengan sangat kuat
(Bussshh!!!)
darah mengalir dari kedua mata taka dengan tatapan yang tajam taka kehilangan kesadarannya dan kedua matanya berubah berwarna emas dan tanduk kecil disisi kanan kepalanya
sayap putih dan hitam berkibar dan menghembuskan angin besar yang menyebabkan kobaran api padam
seluruh tubuh taka dilapisi cahaya putih hingga ke akar rambutnya
taka berlari dengan sangat cepat dan ledakan kekuatannya yang menimbulkan kehancuran tinggi yang memusnahkan seluruh pasukan kekaisaran barat dalam sekejap
kekuatan taka terus meningkat drastis amarah yang meluap membuat dirinya tidak dapat mengendalikan kekuatannya ia telah membangkitkan kekuatan yang sesungguhnya
" haaaaa!!!!..."
taka terus meningkatkan kekuatannya perlahan kekuatannya memakan kesadaran dan akal sehat taka yang mengrogoti otaknya
sesaat dengan hembusan angin yang sangat kencang haruto tersadarkan diri dan betapa terkejutnya ia melihat taka memiliki kekuatan yang sangat-sangat besar
disaat yang bersamaan risa juga ikut sadar dan melihat taka yang mengamuk hebat
__ADS_1
" apa sebenarnya yang telah terjadi?! " Risa
" ta-taka!.. sudah berhenti semuanya telah berakhir!.." teriak haruto yang menyuruhnya berhenti
" haaaaaa!!!!...."
taka yang sudah tidak dapat mendengar suara haruto ia semakin tenggelam termakan oleh kekuatannya sendiri
" haruto.. cepatlah hentikan taka!.. aku mohon jangan biarkan putra kita mati!.." ucap risa yang memohon pada haruto
" aku sudah tau hal itu.. taka sadarkan dirimu.."
haruto berlari kencang dan berusaha menembus pertahanan kekuatannya ia terus maju dan meraih taka dengan sekuat kemampuan haruto langsung menghentikan taka dengan cara memeluknya dengan erat dan menenangkan pikirannya
" taka!.. dengarkan ayah.. ini sudah selesai, sadarlah!.. ayah mohon sadarlah!."
" taka.. sadarlah.. kita akan kembali seperti biasanya.." ucap risa
disaat kekuatannya yang semakin meledak-ledak namun seketika taka kecil yang mulai kelelahan kekuatannya menurun dan terus menurun
dan ledakan yang ia lakukan berhenti dengan dirinya yang tidak sadarkan diri digendongan ayahnya haruto
ledakan berhasil dihentikan dan dari kejauhan terdengar teriakan seorang pria yang memanggil haruto " oi!.. haruto!.. " teriak rei yang berlari ke arah dirinya
" rei.."
" haruto, risa-san.. apa yang terjadi pada kalian?!.."
" rei.. bicaranya nanti saja.. untuk sekarang tolonglah risa, saki dan taka terlebih dahulu.. bawa mereka dulu.."
" ba-baiklah.. aku akan membawa anak-anak terlebih dahulu.. Risa-san ku serahkan padamu..' ucap rei menggendong taka dan saki membawa mereka pergi
setelah itu taka dan saki kecil dibawa ke tempat aman dan diberi perawatan medis dan sedangkan haruto bersama dengan risa yang telah pulih terlihat mereka berdua sedang berdiri berdampingan menatap rumah mereka yang telah hangus
" hei haruto.. apa taka akan baik-baik saja? " Ucap risa
" jangan khawatir.. aku yakin dia akan baik-baik saja.."
" haruto kamu tahu aku benar-benar takut.. aku sangat takut jika harus kehilangan putraku!.. sejak anak itu lahir aku selalu menyayanginya sangat menyayanginya.."
" ya aku tahu itu.."
" aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk agar tetap bersama dengannya.. aku tidak sanggup jika harus kehilangan taka dan saki.. mereka berdua adalah anak-anakku yang aku sayangi.. mereka masih sangat kecil tapi kenapa mereka harus mengalami hal seperti ini.."
risa menagis takut akan kehilangan anak-anak haruto dengan lembut memeluk risa dan mencoba menenangkan hatinya " jika kamu sudah tidak sanggup untuk menahannya lagi maka keluarkanlah.. aku akan mendengarkan semuanya "
ia sudah pandai berbicara dan juga dapat mengingat jalan
" ayah, ibu.. apa yang sedang kalian lakukan? " Ucap saki kecil dengan polosnya
" ah.. saki rupanya.. kamu sudah bangun ya? " Ucap risa dengan cepat menggendongnya dengan tersenyum manis
" iya.. ibu apa yang sedang ibu lakukan disini? "
" ibu hanya berjalan-jalan sebentar bersama ayahmu saja.."
" saki ada apa.. bagaimana caranya kamu bisa ada disini? " haruto
" tadi aku mencari ayah dan ibu kemana-mana aku tidak tahu kalau ayah dan ibu ada disini.. "
" mencari kami? memangnya ada apa? "Risa
" onii-chan barusan ngomong aneh.. katanya dia tidak mengenal aku." Ucap saki yang masih polos
" tidak mengenal saki? mungkin onii-chan sedang bercanda.. tidak mungkin jika onii-chan lupa dengan adiknya yang manis ini.." Risa
" risa ayo kita lihat keadaan taka.." haruto
" iya kamu benar ayo " risa
haruto dan risa yang menggendong saki kecil bergegas menemui taka yang sedang dirawat diruangan pengobatan
mereka berlari tergesa-gesa bergegas menuju ke tempat taka berada setelah itu mereka telah sampai diruangan perawatan taka, dan terlihat taka yang diperban sebagai tubuhnya dan kedua matanya diperban hingga menutupi matanya
" taka.. " ujar risa yang segera berdiri disebelahnya dan mengengam tangannya dengan erat
rei bersama naomi keluar dari sebuah ruangan kecil dan berjalan ditempat haruto berada dengan raut wajah yang tampak musam
" haruto.."
" rei.. apa yang sebenarnya terjadi pada taka? kenapa matanya ditutup perban?!.." haruto
" haruto dengankan ini, mungkin ini sangat berat untuk kalian tapi aku harus menyampaikannya pada kalian berdua.."
__ADS_1
" memangnya ada apa?! jangan membuatku semakin bingung rei.." ucap haruto dengan nada yang kasar
" aku juga tidak begitu mengerti.. kemungkinan besar taka kehilangan ingatannya.." " ucap rei
" apa katamu?!.." gumam haruto dan risa yang begitu shok mendengar hal itu
" sialan kau rei jangan bercanda!.. apa maksudmu dia hilang ingatan?!.."
" anak itu membangkitkan kekuatannya yang terlalu besar yang melampaui batasan tubuhnya sebagai manusia.. karena dirinya yang tidak dapat mengendalikan kekuatannya hal itu membuat kekuatannya justru perlahan menghancurkan tubuhnya.."
" Ini bohongkan? taka.." ujar haruto yang lemas berjalan perlahan mendekati taka
" tidak mungkin!.. itu tidak benar!.. katakan padaku kalau semua itu hanya bohong!.." teriak risa dengan histeris menagisi putranya
" risa.. rei bisakah kau melepaskan perbannya.." haruto
" i-iya.. ini entah sebuah keajaiban ataupun hanya kebetulan.. jika orang biasa pasti akan buta selamanya.. " ucap rei perlahan membuka perban mata taka
dan saat perban telah dibuka wajah taka terlihat sepenuhnya, taka tidak dapat membuka matanya disebabkan karena penggunaan kekuatan yang berlebihan,
" sebelumnya.. dia tidak dapat melihat, tapi dalam waktu yang singkat ia dapat melihat kembali.. seharusnya hal itu tidak mungkin bisa terjadi pada manusia normal.. aku rasa putramu ini memang spesial.." rei
taka mengarahkan pandangannya ke haruto dan yang lainnya berada, tanpa menunjukkan ekspresi sedikitpun ia terlihat kebingungan dengan sekitarnya
" taka.. apa kau mengigat ayah.."
" mohon maaf.. siapa kalian semua? dan dimana aku? " Ucap taka yang kehilangan ingatannya
" taka.. apa kamu tidak mengenali ibu taka? ini aku ibumu.. " ucap risa dengan nada lembut
" taka? siapa itu taka.. maaf aku tidak dapat mengenali kalian, kalian siapa? lalu siapa aku.."
" Dia benar-benar tidak mengigat apapun.." haruto
" apa kamu mengigat namamu.."
" nama.. namaku siapa? aku tidak mengerti.. aku tidak mengingat apa-apa.. ano kalian semua itu siapa.." ucap taka dengan polosnya
risa yang shok seketika ia mundur secara perlahan dengan tatapan yang penuh kepasrahan, ia mendekati taka dan memengang pundaknya
" putraku taka.. apa kamu tidak mengenali ibu nak?!.."
" begini.. aku tidak mengerti perkataan kalian, satu hal yang ingin aku tanyakan pada kalian.. siapa kalian? kenapa kalian mengenalku? "
" tak- " Risa
" sudah risa.. kita jangan membebani pertanyaan-pertanyaan sulit, saat ini dia tidak mengenali kita.. untuk saat ini kita biarkan dia istirahat.." ucap haruto mencegah risa yang ingin menjelaskan tentang jati diri nya
" yang dikatakan haruto-san itu benar.. risa-sama,
kamu harus bersabar dalam hal ini.. " ucap naomi
setelah itu taka dibiarkan seorang diri diruangan perawatan saki kecil tertidur dipangkuan ayahnya dan ia diletakan di kasur yang empuk
dan saki yang tidur dengan nyenyaknya ditinggal bersama ibunya yang menemani nya haruto dan rei pergi keluar berjalan dikota lakra yang sedang diperbaiki
terlihat haruto berjalan sambil melamun dengan tatapan kosong ia terus berjalan tanpa tujuan, rei yang menyadari hal ini mencoba menghibur haruto dengan caranya sendiri
" ini kedua kalinya aku melihat haruto yang seorang tidak perduli dengan sekitarnya berwajah murung seperti itu.." ucap rei dengan tertawa kecil
" apa maksudmu? kau sedang mengejekku ya? " Ucap haruto yang sedikit kesal
" bukan begitu.. apa kau masih ingat saat waktu itu, kau juga berwajah musam juga.."
" waktu itu.. kau telah menyerah pada risa-san dan kau menyerah untuk mendapatkannya.. dikarenakan keluarga kalian yang saling bermusuhan, musuh bebuyutan turun-temurun "
" hal itu membuatmu berhenti.."
" kau.. kenapa kau mengungkit-ungkit itu sekarang.."
" hahaha maaf-maaf.. aku tidak ada niatan untuk mengejekmu, hanya saja itu sangat menarik untuk di bahas.."
" rei.. hmph! kau ini memang menyebalkan seperti biasanya, rei aku telah memutuskan.."
" hmm? memutuskan apa? " Ujar rei
" rei aku titipkan putraku taka padamu.." ucap haruto
To Be Continued...
Terima kasih telah menunggu sampai selama ini.. Awal dari akhir kisah pertulangan taka segera dimulai..
Hiatus telah berakhir
__ADS_1
Sekaligus merayakan anniversary 1 tahun sejak pertama kali novel ini hadir..
Kisah perjalanan taka telah mencapai puncak