Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S2 Chapter 18: Perangkap


__ADS_3

Sebelumnya taka membuat rencana dengan tristan mereka bersembunyi di balik dinding dan melihat salah satu dari pasukan itu didekatnya orang itu terlihat lengah dan tidak mengetahui keberadaan mereka


" hei itu cepat! " Taka bicara dengan suara kecil


" aku mengerti " tristan suara kecil


tristan berjalan mengendap-endap lalu memukulnya hingga pingsan saat orang itu tidak sadarkan diri tristan menariknya kesisi sudut ruangan gelap


tristan melepaskan pakaian orang itu dan memakainya di tubuhnya sendiri untuk menyamar sebagai salah satu anggota mereka


Setelah itu tristan yang menyamar pergi ke ruangan utama dan bergabung dibarisan pasukan mereka


sedangkan Taka masih berada ditempat yang sama dengan Latifa " ingat rencana tadi jangan sampai kita ketahuan! " Taka


" iya aku tahu... sudah berapa kali kau berbicara seperti itu.. aku mengerti aku hanya harus berpura-pura kan? " Latifa


Taka membuat tiruan dirinya dari bayangan dan ada dua taka, Taka yang aslinya mengubah wajah bayangan dirinya menjadi wajah tristan dan penampilannya mirip dengan Tristan dan juga suaranya mirip


" Oke selesai.... dengan begini rencana dimulai! " Taka


# sekarang #


orang-orang yang masih tidak percaya dan mulai panik Taka tersenyum bengis melihat itu tristan membuka samarannya dan menuju dirinya di depan orang-orang


" rencananya berhasil he... dan sekarang adalah giliran kalian!! " Taka


wajah kanai pucat dan berkeringat dingin ia ketakutan dengan yang ada dihadapannya


" percuma saja.. selama tawanan masih ada ditanganku kau tidak bisa melakukan apa-apa!! " Kanai


" tawanan? tawanan mana yang kau maksud? " Taka


" Apa? " Kanai


Seketika tawanan berhasil diselamatkan oleh tristan dan berada belakang tristan


" ini bohongkan!? jika itu tristan.. lalu yang ini siapa? " kanai


tiba-tiba bayangan taka yang menyamar sebagai tristan menghilang dan menjadi bayangan hitam

__ADS_1


" itu adalah aku.. kalian terlalu meremehkanku! Aku sudah berkali-kali menghadapi musuh yang sangat kuat jika


Dibandingkan kalian tidak ada apa-apanya " Taka menyombongkan diri


*Dor!!!*


seketika pendeta menembak kepala kanai mengunakan pistol Taka dan semua orang yang ada seakan tidak percaya dengan yang mereka lihat


" kau sudah tidak berguna lagi... " Pendeta


darah keluar dari kepala kanai yang terbujur jatuh dari singgasana darah terus mengalir hingga mengembang dilantai


" Tidak mungkinkan jangan-jangan yang kau pegang itu!? pistol " Taka berbicara dengan penasaran


" maksudmu benda ini? yah.. aku membelinya di perdagangan gelap. Ada seseorang disana menjual senjata seperti ini


aku tidak menyangka kau tahu senjata ini " Pendet berbicara sambil menekan pelatuknya yang mengarah ke Taka


*Dor!! Ting!!*


dengan sigap taka menangkis pelurunya dengan pedang Exile dan Taka mengambil Bruinhilde miliknya


*dor! dor! dor! dor! dor!*


Lima peluru sihir menyerang secara serentak pendeta itu berlari dan berusaha menghindari peluru itu namun hanya 1 peluru yang mengenai sikut lengannya dan berdarah


" sial!! aku tidak bisa mengalahkannya aku harus cepat e pergi kalau tidak aku bisa mati disini! " gumam pendeta ketakutan


" celah-celah? aku butuh celah!! bagaimana ini " gumam pendeta gemetaran


Taka dan Tritan berdiri berdampingan


dan mereka berdua dikepung oleh pasukan pemberontak yang berjumlah 1.000 orang


" Taka seperti kita harus mengalahkan mereka semua bagaimana? " tristan tersenyum


" tentu saja... baiklah ayo kita mulai kawan...


Sekarang mari kita kalian mempertangungjawabkan perbuatan

__ADS_1


kalian " Taka


Taka dan Tristan menyerang bersamaan tristan mengambil bagian kiri dan taka kanan mereka berdua menebas musuh-musuh yang berada dihadapan mereka satu persatu mereka menumbangkan musuh


" Helios Flame: Salib Api "


*Sling! Sring! Stap! Slash! *


sebuah api berbentuk salib besar membakar puluhan musuh


" Cyclone break: Badai berapi "


* Anggap saja suara pusaran badai *


api yang masih berkobar dan Taka mengunakan Cyclone break untuk membuat kobaran api itu menyatuh dengan angin yang sangat besar hingga membuat pusaran api yang menggulung semua musuh yang ada


dalam kesempatan pendeta itu melarikan dengan cara terbang menuju kesisi tembok istana dan menembus setiap dinding yang melapisi tembok istana


taka menyadari hal itu dan berbalik badan dan bersiap siap melesat kencang " hei! tristan aku menyerahkan ini padamu!! " Taka melesat dengan kecepatan tinggi


" Shadow! Berikan aku kekuatan bayangan


Rising Emperor " Taka


Taka berubah menjadi mode Rising Emperor sambil terbang dan menembus setiap dinding istana dengan mengunakan kekuatan bayangan shadow rambut Taka seketika berubah hitam dan diselimuti oleh aura hitam dengan tatapan mata yang tajam


Taka berhasil mengungguli kecepatan pendeta itu dengan cepat Taka berada didepan pendeta itu begitu terkejutnya ia melihat Taka ada didepannya dalam waktu yang singkat


* Krekk!!! Dump!! Tang!! *


Taka menendang kepala pendeta itu hingga terpental jatuh ke tanah hingga menyebabkan tulang lerengnya retak


Tanah yang menahan pendeta itu dari tendangan Taka ikut hancur dan menyebabkan bulatan besar pada tanah


" Pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai sekarang!!! " Taka dengan tatapan tajam


Aura yang menyeramkan keluar dari Taka dan membuat petir bergemur bersamaan dengan langit yang gelap


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2