
Arch telah dilenyap ditangan diablos semua orang yang ada dipenjuru dunia kehilangan harapan mereka dalam sekejap
aoi dan semua orang yang menyaksikan hal itu sontak begitu shok melihatnya bahkan membuat aoi terduduk lemas menatap tempat pas mereka berdua dilenyapkan
" taka.. taka!!... hei jawablah aku dimana kamu.. jangan main-main cepatlah tunjukkan dirimu.." aoi berteriak begitu keras mencari taka yanh telah lenyap
" arch aku akan menghabisi satu-persatu orang-orang yang berharga bagimu.."
ia terus mencari taka sambil menagis sementara itu tifa memalingkan wajahnya yang menangis melihat mereka berdua lenyap untuk selamanya
" hiks!... tidak mungkin taka.. yuki.." ucap tifa sambil menangis
disaat yang lainnya tidak bergerak airi melawan 4 monster yang tersisa seorang diri membakar mereka berempat dalam sekejap mata
airi terlihat terbakar oleh amarah yang begitu meluap dengan cepat airi melesat kencang ke arah diablos sambil membuka topengnya
ia mengayunkan pedangnya yang diselimuti api yang membara dengan penuh amarah airi menghentakkan ke diablos
" diablos kau!!... helios flame!.." teriak airi
(Dush!!)
hentakkan pedang airi menghembuskan debu yang berterbangan diudara diablos dengan mudahnya menahan serangan airi hanya dengan 2 jari tangannya saja
" apa?!..." Airi
" kau putrinya arch ya.."
melihat serangan dengan sangat mudah dihentikan oleh diablos membuatnya cukup shok karenanya dari kejauhan terlihat emi dalam wujud dewasanya melesat kencang ke arah diablos yang sedang bersama dengan airi
" sialan!.. beraninya kamu membunuh papaku!.." teriak emi
emi memisahkan pedangnya menjadi 2 bagian dan menyelimuti pedangnya dengan petir dan api merah dengan cepat ia menghentakkan pedangnya pada diablos
(Dush!)
kali ini serangan emi pun ditahan oleh diablos dengan mudahnya bagaikan gigitan serangga kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit
" Iblis? bagaimana bisa ras iblis bisa berada dipihak manusia.. dan kau juga barusan bilang papa? hmph! ternyata begitu, kau juga putrinya arch!..
" baiklah aku akan menghabisi kedua putrimu dengan tanganku ini arch!.."
diablos mencekik leher mereka berdua dan mengangkatnya ke atas airi dan emi terlihat begitu kesakitan dan kesulitan untuk bernafas mereka berusaha keras untuk melepaskan cekikikan diablos
" akkhh!!!...." airi dan emi
disaat diablos sedang menyiksa mereka berdua ditempat yang lain beta yang dalam kondisi kurang stabil ia melesat kencang dari tenda dan segera mengaktifkan kekuatan penuhnya
ia kembali mengeluarkan pedangnya yang berhasil hampir menghabisi ifrit sebelumnya
" berhenti!!.. jangan berani menyentuh mereka berdua dengan tanganmu!.." teriak beta
beta mengubah pedangnya menjadi tombak yang diselimuti api yang sangat membara seperti lahar magma
" terima ini!.."
beta dengan cepat melemparkan tombaknya yang berukuran besar ke arah diablos dengan kecepatan tinggi tombak itu melayang diudara
(Dump!)
tombak beta dengan cepat menusuk diablos dan berhasil mendorongnya mundur dan melepas tangannya airi dan emi
" akh!.."
" ras naga ya!.. tidak heran kau mempunyai kekuatan sebesar ini.. tapi kau bukan tandinganku!.."
diablos mencabut pedang beta yang menancap ditubuhnya disaat yang bersamaan saat ia mencabutnya tubuh diablos beregenerasi dengan cepat dan pulih seperti semula
" ambillah pedangmu kembali!.."
(Jleb!)
dengan kuat diablos melemparkan pedangnya ke arah beta kembali dengan kecepatan tinggi pedang beta justru menancap dipundaknya yang robek karenanya
beta terdorong cukup jauh dan pedangnya merobek pundaknya sendiri beta yang tidak berdaya tidak dapat melakukan apa-apa disaat yang sama
zash zasha dan yagami yang melihat hal itu termakan oleh amarah mereka dan dengan cepat meluncur ke tempat diablos berada
" beta-senpai!!..." Teriak zash dan zasha
" bajingan kau!!!..." Teriak mereka berdua
mereka berdua sambil melesat ke arahnya mereka berputar secara kompak dan sesaat mereka berdua berubah menjadi pusaran api besar dan dashyat
__ADS_1
zash dan zasha mengabungkan kekuatan mereka dan menciptakan serangan terkuat mereka dan sekaligus serangan terakhirnya
pusaran api itu berputar seperti mesin bor yang terus berputar dengan cepat
sesaat diablos menciptakan pedang dari kehampaan seketika pedang diablos dan zash zasha saling berbenturan
bentrokan mereka berdua menimbulkan percikan-percikan yang jatuh ke tanah yang membuatnya meleleh karenanya
" haa!!...." zash dan zasha menjerit dengan keras
serangan gabungan mereka berhasil membuat pedang diablos retak dan hancur namun dengan mudahnya diablos menahan serangan mereka dengan tangan kosong
" apa?!.. tidak mungkinkan!.. "
" ha-ha-ha!!.. serangan lemah seperti itu tidak dapat menggoresku! "
sesaat diablos menghapus keberadaan sihir mereka berdua yang membuat serangan mereka lenyap dalam sekejap
" akh!.."
diablos segera mencekik mereka berdua dan mengakatnya ke atas ia semakin mencengkram nya dengan kuat
" ahh!!!...." Jerit mereka berdua yang kesakitan
setelah membuat mereka berdua kesakitan diablos menghantamkan zash dan zasha ke tanah dengan kuat
(Dump!)
diablos menciptakan 2 buah pedang yang dalam sekejap muncul dikedua tangannya ia menusuk jantung zash dan zasha yang berada dibawahnya
" akhh!!!......"
satu persatu diablos menghabisi musuh-musuhnya dengan sangat kejam diablos berjalan santai ke arah tenda darurat
" baiklah sekarang adalah giliran kalian! " Ucap diablos dengan tatapan dinginnya
wajah diablos dipenuhi darah zash dan zasha yang telah ia tusuk dengan pedang ia terus berjalan dengan santai
" bersiaplah untuk mati para manusia rendahan!.." ucap diablos sambil tersenyum bengis
mengetahui kematian mereka telah tiba semua orang-orang yang ada tenda darurat ketakutan dan hanya dapat pasrah tidak dapat melakukan apapun
" ha-ha-ha.. berakhir sudah.. semuanya telah berakhir aku akan mati.." ucap salah satu prajurit
" sial kenapa aku harus berakhir ditempat seperti ini.."
semua orang jatuh didalam keputusasaan dan menyerah untuk tetap hidup sementara itu haruto rei dan masamune masih tegar pantang menyerah
" aku tidak akan menyerah!.. apapun yang terjadi aku terus menahanmu.. sampai mereka kembali lagi!.." ucap haruto
" hmph! bodoh mereka tidak mungkin dapat kembali!.."
" begitu ternyata itu kau, setelah putramu kini giliranmu, kali ini aku akan menghabisimu lagi.." ucap diablos
" lagi? " Ujar haruto yang kebingungan dengan ucapan diablos
" cepat sekali! " Gumam haruto
diablos seketika menghilang tanpa meninggalkan jejak kaki sesaat ia telah berada didepan haruto
ia memukul perut haruto dengan kuat hingga membuat terpental jauh
(Dump! Whooooosh!)
haruto terpental cukup jauh dari diablos tanpa memberikan kesempatan diablos menendang pundak haruto dari bawah dengan bahunya
" ini adalah yang terakhir!.." ucap diablos
(Jleb!)
dalam sekejap mata ia kembali melesat dan berada diatas haruto diablos membuka telapak tangannya sesaat ia menyelimuti tangannya dengan api hitam
seketika diablos menusuk bagian dada haruto dengan tangan kosong hingga menembus ke belakang tubuh haruto
tangan diablos dipenuhi darah haruto memuntahkan darah dari sesaat diablos mengeluarkan tangan dari tempat tubuh haruto
sesaat ia terjatuh dari ketinggian dalam kondisi tidak sadarkan diri
" selanjutnya adalah kalian! " Ucap diablos dengan tatapan dingin
seketika diablos kembali menghilang dan dalam sekejap mata ia telah berada dipermukaan dan tepat didepannya tenda darurat berada
diablos menghantamkan kedua tangannya ke tanah dan sesaat ribuan tanah lahar yang runcing muncul dari dalam tanah dan muncul ke permukaan
__ADS_1
sesaat ribuan tanah runcing itu menusuk semua orang yang ada disekitar tenda yang didalamnya termasuk risa saki dan teman-teman taka yang lainnya juga para elf dan semuanya tertusuk tanah runcing itu
ribuan mayat manusia dan elf tertancap tanah runcing dan seluruh tempat dipenuhi oleh darah mereka yang terus mengalir dari tubuh mereka
setelah itu diablos berjalan dengan santai ke arah aoi tifa aki ayumi tristan dan yang lainnya hanya mereka yang tersisa dan masih hidup
" tidak!!... ini tidak mungkin!!.. semuanya terbunuh! " tifa menjerit histeris melihat semua orang-orang yang berharga baginya dibunuh didepan matanya
" ini bohongkan!.. kenapa ini bisa terjadi.." ucap aoi seketika lemas tidak berdaya melihatnya
" sial!!... kenapa harus seperti ini! kenapa aku harus berakhir disini!.." ucap aki yang terlihat begitu kesal dengan semua yang terjadi
" Selanjutnya dan yang terakhir adalah kalian!.."
sesaat diablos berjalan ke arah mereka bertujuh dengan tersenyum bengis dan mata yang bersinar terang
" tidakkk!!!...." Teriak aoi dan tifa
(Jleb!!)
# sesuatu dimensi yang hanya ada kehampaan #
terlihat taka dan yuki melayang-layang di sebuah dimensi yang tidak diketahui mereka tidak sadarkan diri dan terapung di angkasa lepas
sesaat muncul sebuah cahaya yang sangat terang muncul ditengah-tengah mereka dan seketika cahaya itu membentuk seseorang pria
dan orang itu adalah arch ignite yang muncul dari cahaya yang tidak diketahui asal-usulnya
" taka.. yuki.. bangunlah.."
sesaat mendengar suara itu mereka berdua terbangun dari tidurnya dan saat mereka terbangun mereka tidak sadar mereka telah mengapung di angkasa
" hmm.. loh arch?! bagaimana bisa kau? " taka
" apa yang telah terjadi.." yuki
" kalian berdua dengarkan aku.. kita telah mati terbunuh oleh serangan diablos.." ucap arch
" begitu.. kita sudah mati ya.. tapi bagaimana dengan nasib yang lainnya " taka
" kalau itu aku juga tidak tahu.. tapi dengarkan aku sebenarnya aku mempunyai kekuatan terakhirku dan itu cukup untuk mengembalikan kalian, tapi jika aku memberikan kekuatan itu jiwaku sepenuhnya akan menghilang "
" eh? lalu apa yang harus kita lakukan? " Yuki
" ini bukan saatnya untuk memilih.. ini adalah kesempatan terakhir bagi kita.. namun yang dapat kembali hanya salah satu dari kalian.. " ucap arch
" hanya salah satu dari kami berdua.. kalau begitu kirimkan saja yuki kesana.. tidak masalah denganku.. kembalikan dia kesana!.." ucap taka
" hah?!.. apa yang kau katakan taka, sudah jelaskan kaulah yang harus pergi.." ucap yuki sambil tersenyum memegang pundak taka
" eh.." taka
" hanya kau satu-satunya orang yang dapat mengalahkan diablos sekarang!.. kaulah orang yang telah menyadarkanku, keberadaanmu itu sangat berarti bagi orang-orang.. sekarang pergilah semuanya sudah menunggumu taka, kau adalah temanku, kau adalah pahlawanku taka.." yuki
" hmm.. yosh sudah diputuskan bukan? kalau begitu mari kita mulai pemindahannya.." ucap arch
" tunggu apa yang kalian katakan? " ucap taka yang kebingungan
sesaat tubuh taka mulai bercahaya terang dan ia mulai berubah menjadi partikel-partikel cahaya yang terbang ke udara dan seketika menghilang begitu saja
" aku serahkan semuanya padamu taka..." Ucap yuki
# kembali ke masa sekarang #
hujan deras membasahinya permukaan tanah didekat medan perang terlihat banyak banyak yang ditumpuk menjadi tumpukan mayat manusia dan para elf
sesaat taka muncul dari partikel cahaya terang seketika cahaya itu segera redum dibasuh air hujan yang deras
taka dibasahi air hujan yang membuat seluruh tubuhnya menjadi basah taka mulai berjalan mendekati tumpukkan mayat itu dengan kondisi lemas
" ini bohongkan? katakan jika ini hanya mimpi?!.. aoi.. tifa, yuri, ayumi, sora, airi, tristan aki.. ibu ayah.. saki! kenapa!... " Teriak taka
seketika taka terkujur lemas tidak dapat melakukan apa-apa ia hanya menatap tumpukan mayat orang-orang yang berharga baginya tergeletak dipermukaan tanah
" raaahh!!!..."
air mata tanpa sadar mengalir dengan sendirinya taka menjerit dengan sangat keras ia melampiaskan rasa sakitnya dengan cara mencengkram dadanya dengan kuat
dan membenturkan kepalanya ke tanah hingga membuat berdarah
" kenapa? kenapa? kenapa lagi-lagi selalu begini.. kenapa lagi-lagi aku tidak bisa menyelamatkan mereka, pada akhirnya aku memang tidak berguna.." Taka
" siaalll!!... lagi-lagi aku tidak bisa melindungi siapapun.." teriak taka
__ADS_1
End
S4 30 True Ending