Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S2 Chapter 36: Penyiksaan Yang Terus berlanjut Keputusasaan Taka Kecil


__ADS_3

[ peringatan isi cerita ini berisi kekerasan dan pembunuhan dan banyak adegan sadis atau Gore rasisme radikalisme dan yang lain lain di dalamnya disarankan yang tidak sanggup dengan konten seperti ini thor sarankan jangan di baca ini dan harus di atas 17+


cerita ini cukup dark ]


Taka menyadari tidak ada yang bisa ia dapat di kota setelah taka menyadari itu taka berlari kembali ke rumah miliknya


taka berbaring di kasur dan menatap atap langit-langit kamar taka menahan rasa laparnya sehingga air mata keluar tanpa disadari


" laparnya.. sebenarnya aku ini siapa? orang tadi hanya memberitahu namaku saja. Taka itu adalah namaku, keluarga? apa sebelumnya aku memiliki keluarga.. jika keluarga ku ada kenapa aku hanya seorang diri?! sebenarnya apa yang terjadi kepadaku. " gumam taka kecil penuh penderitaan


" apa mereka membuangku? ah sial! kenapa semua ini terjadi padaku! hisk... ibu.. ayah..


dimana kalian.. kenapa kalian membuangku.... " taka kecil menagis meratapi kejamnya dunia pada dirinya yang masih kecil


setelah itu Taka terus menagis hingga terlelap lepas dan tertidur


# keesokan harinya #


taka menyadari sudah pagi dan terbangun ia lupa dengan rasa lapar yang ia rasakan namun seketika perutnya terus berbunyi dan rasa lapar yang makin bertambah


" ah.. sudah pagi.. bahaya! rasa laparku semakin bertambah.. ya itu sudah wajar sih,


aku belum makan selama 2 hari. aku tidak boleh terus-terusan mengeluh aku harus mencari sesuatu untuk dimakan. " Taka


taka keluar dari rumah saat taka berada dekat kota aroma lezat yang menggoda taka untuk mengikuti arah dari aroma lezat itu berada taka tiba di sebuah kedai makanan


aroma ini berasal dari kedai itu

__ADS_1


" aroma ini benar-benar lezat.. ah tapi aku tidak mempunyai uang sedikit pun " taka


taka kembali dan terdapat sebuah taman yang diramaikan oleh anak-anak seusianya


taka mendekati mereka


" hei.. kalian apa aku boleh ikut bermain? " ucap taka kecil tersenyum


anak-anak itu terdiam melihat taka


orang tua dari anak-anak itu menjauhkan mereka dari taka dan membawanya pulang


taka terdiam dan tidak dapat berkata apapun melihat anak-anak seusianya pergi meninggalkan dia


perasaan taka sudah begitu kacau dan penuh tekanan kuat seketika hati kecil taka lenyap dan taka berjalan kembali ke rumahnya


mereka terlihat sudah kesal dengan taka yang diam dan tidak menjawab ucapan mereka sedikit pun setelah mereka kesal orang dewasa pun ikut melempari batu-batu kerikil ke Taka


taka menerima luka atas lemparan batu itu namun ia mengabaikannya dan terus berjalan


" cih dasar gembel! kau itu cuma aib tahu..


mati saja kau bocah! " Teriak semua orang yang ada


taka berhenti dan diam berdiri ditengah-tengah hinaan orang-orang


taka dengan penuh amarah meluapkan semua emosi dan berbicara keras

__ADS_1


" Apa-apaan sih kalian ini!! sebenarnya apa mau kalian! kenapa kalian selalu membenciku!? aku tidak pernah berbuat jahat pada kalian! Sebenarnya apa yang inginkan! hei! katakan dengan jelas padaku!


dasar sialan! " Taka berteriak begitu keras hingga terdengar ke semua orang


orang-orang itu bukannya diam justru bertambah kesal 3 orang laki-laki dewasa berlari ke taka dan mereka bertiga memukuli taka dengan penuh nafsu


* Buk! dump! Buk! *


Ketiga orang itu terus memukuli taka dengan kejam mereka tidak perduli pada keadaan taka dan terus memukuli taka kecil


Orang orang itu sangat menikmati menyiksa taka kecil


tubuh dan wajah taka penuh lebam dan biru dipukuli oleh mereka bertiga


" ini salah mu tahu! andai saja kau tidak ada!


Beliau pasti selamat! Beliau pasti masih hidup.. kenapa harus orang seperti kau yang selamat!? " teriak semua orang menyalahkan Taka


semua penduduk kota gelap mata semua insiden yang terjadi menyalahkan Taka atas itu mereka tidak perduli dengan taka yang masih kecil semua orang yang ada menikmati dan bersenang-senang atas penderitaan Taka


" ah! sakit! rasanya mau mati saja! kenapa dunia ini begitu kejam padaku. buuf.. " gumam taka dan memuntahkan darah


darah terus menerus menetes sedikit demi sedikit mengalir dengan air mata taka yang jatuh bersamaan dengan darah


" sudah aku tidak sanggup lagi tubuhku sakit semua! " Gumam Taka tidak berdaya


taka sudah tidak berdaya lalu tidak sadarkan diri

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2