
taka dan yang lainnya berada di kastil bersama Aoi tifa dan ayumi mereka duduk bersama sambil meminum teh hijau
" kalian berdua tadi malam mabuk kan? " Taka
" iya... orang itu terus-terusan memaksaku untuk minum sake.. karena terlanjur kesal malah aku terbawa suasana dan
ikut minum " tifa
" hmm.. kalian berdua jangan beritahu ini pada ibu dan saki jika tidak aku yang akan dimarahi oleh mereka.. " Taka meneguk teh hijau yang ia pegang
" Aoi.. bisa antarkan aku ke toko yang menjual kimono disekitar sini.. " Taka
" iya.. aku mengerti.. " Aoi
Mereka berempat pun pergi ke toko kimono dan membeli kimono dan yukata di situ setelah itu mereka berpamitan dengan yang lain dan kembali ke kota lakra dengan keadaan senang
Mereka berempat sampai di rumah taka dan beristirahat tifa dengan Ayumi sibuk muntah dikamar mandi karena sake yang mereka minum semalam
tanpa diketahui oleh mereka berdua Taka dengan Aoi berpegang tangan
setelah itu Taka melepaskan tangannya dari Aoi
" tifa ayumi aoi.. aku akan pergi ke kerajaan kingdom Gale kalian ingin ikut atau tidak " taka
tifa keluar dari kamar mandi wajahnya terlihat pucat Taka melihat kondisi tifa yang pucat Taka segera menghapus tifa
" tifa wajahmu pucat loh.. apa kau sedang sakit? " Taka sangat khawatir dengan kondisi tifa
" ah.. taka aku baik-baik saja. aku hanya sedikit mual karena tadi malam " tifa mencoba untuk agar Taka tidak khawatir padanya
saat Taka memegang kepalanya taka merasa panas dari kepala tifa
" panas!! apa yang kau katakan.. baik-baik saja apanya ini jelas-jelas kau demam..
lebih baik sekarang kau langsung tidur dan beristirahat.. " Taka mengatakannya dengan tegas
" tapikan.. sekarang kau ingin pergi ke kerajaan kan karena itu jangan khawatir padaku.. " tifa senyum untuk menutupi demam nya pada Taka
Taka yang mengetahui hal itu lalu mencubit Pipinya dengan pelan
" apa yang kau katakan.. jangan paksakan diri.. jika ke kerajaan itu tidak masalah..
tapi saat ini kau lebih penting.. kau lagi demamkan kalau begitu istirahatlah nanti aku akan beritahu paman dan bibi..
apa kau tidak ingat aku ini bisa membelah diri loh.. " Taka tersenyum
ayumi dan aoi terlihat juga khawatir dengan kondisi tifa
" tifa itu benar kau harus beristirahat.. aku akan menemanimu..." ayumi
" aku juga sama akan merawatmu hingga kau pulih kembali.. " Aoi
" Ayumi... Aoi... Kalian berdua terima kasih. " Tifa tersenyum senang
Taka membawa tifa kekamarnya dan Taka membelah diri menjadi 2 Taka yang asli pergi memberitahu ke orang tua tifa dan yang lainnya ada bersama tifa menjaga dikamarnya bersama Aoi dan Ayumi
Setelah Taka asli memberitahu pada ke dua orang tifa ia membuka gate dan pergi ke kerajaan kingdom Gale
Taka sampai di dalam istana dan berjalan diruangannya Taka mengunakan telepati dari jarak jauh dan berbicara pada dirinya di lakra
" diriku yang disana. bagaimana dengan kondisi tifa? " Taka asli
" diriku yang disini memberi laporan..
__ADS_1
sekarang tifa sedang tidur dan aku menjaganya. dan mereka berdua juga ikut tertidur di pangkuanku.. kakiku dijadikan bantal oleh mereka berdua.. " Taka yang di lakra terlihat kesusahan
Ayumi dan aoi tidur dipangkuan Taka yang di kota lakra
" Begitu.. baguslah jagalah mereka seterusnya.. ada hal yang ingin aku selidiki di kerajaan kingdom Gale. " Taka asli menghentikan telepati nya dan lanjut berjalan di lorong ruangan kerajaan
di depan Taka 2 orang berjalan dari arah yang berlawanan sebelah kanan laki-laki dan sebelah kirinya perempuan yang laki-laki tingginya sepantaran taka sedangkan yang perempuan lebih rendah dari Taka rambut mereka berwarna kuning pirang
mereka terlihat sangat berwibawa pakaian yang dikenakan oleh mereka pakaian yang biasa dipakai oleh para bangsawan kerajaan
laki-laki itu memiliki ketampanan yang cukup dengan rambut yang tertata rapi dan matanya berwarna biru muda dan yang perempuan memiliki mata berwarna biru muda wajahnya yang manis ia rambutnya panjang dan terdapat sebuah mahkota di atas kepala
mereke menghentikan jalannya dan tersenyum dan memberi hormat pada Taka
" salam kenal taka nii-sama.. aku Tristan putra dari adik dari ibumu dengan kata lain aku adalah adik sepupumu.. " sikapnya sangat berwibawa dan dewasa
" aku Latifa.. adiknya dari Tristan onii-sama. salam kenal Taka onii-sama.. " ucap latifah
Taka berbalik badan dan menengok ke arah mereka berdua " pangeran. putri. Ada apa orang penting seperti itu mengajakku bicara! " Taka mengucapkan kata yang kasar
Latifa terlihat kesal dan menahan kekesalan dengan tersenyum manis
" tidak ada.. kami hanya ingin menyapamu saja.. aku penasaran kau orangnya seperti apa " Tristan
" hah.. Tristan. Latifa. kalian mau apa?
jika kalian tidak ingin bernasib sama dengan pangeran itu jangan sekali-kali mencoba membuatku marah! benar juga.. jangan khawatir aku tidak berniat menjadi raja disini.. aku tidak memiliki niat itu sedikitpun
dah sampai jumpa.. " Taka pergi meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju ke ruangan raja berada
" apa-apaan orang itu!! sombong sekali apa benar dia orang yang bernama Taka orang yang telah menyelamatkan kerajaan ini dari perang.. aku kira dia orang yang baik ternyata orang itu sangat menyebalkan " Latifa kesal dengan sikap Taka yang dingin
" Latifa.. kau tidak boleh begitu.. dia itu sepupu kita dan dia juga lebih tua dari kita.
saat Taka sampai di dalam ruangan itu terdapat banyak orang yang hadir dan terdapat orang-orang berada di dekat singgahsanan Taka kebingungan melihatnya dan tidak mengetahui apa apa
Risa dengan saki berada di samping singgahsana ratu mereka terlihat asik mengobrol satu sama lain
Taka menghadap ke arah raja dan berbicara dengannya
" hey.. Baginda apa yang terjadi disini kenapa disini banyak orang.. " Taka
" Taka aku sudah menunggumu.. Taka aku akan menobatkanmu sebagai raja baru di kerajaan ini " raja
semua orang yang ada bertepuk tangan dan
memberi ucapan selamat pada Taka
Taka tidak mengerti dengan perkataan raja
ia kebingungan dengan sekitarnya
" hah? menjadi raja? aku ini? tidak mungkin..
Baginda bercandamu tidak lucu " Taka menanggapinya dengan tenang
" aku tidak bercanda.. aku ini serius!! " Raja menegaskan pada Taka keseriusannya
" aku.... menolaknya.. aku tidak mau menjadi raja. aku tidak pantas untuk menjadi seorang raja.. " Taka
semua orang terkejut dengan penolakan taka dan terdiam Risa tersenyum dengan itu
" hah.. kan sudah aku katakan sebelumnya.
__ADS_1
aku sudah menduga Taka akan menolaknya.
jadi bagaimana rencana ayahanda selanjutnya? " ucap Risa dengan suara pelan
" apa kau yakin? ini kesempatan emas loh..
tidak tertarik dengan menjadi seorang penguasa.. " raja
" Baginda.. memang benar aku menghormatimu sebagai seorang raja dan juga sebagai kakekku tapi aku bukanlah orang yang pantas mendapatkan gelar besar itu. Lagipula sekarang ini ada banyak hal yang harus aku lakukan.. untuk saat ini aku harus mencari tahu tentang pemicu perang yang waktu itu terjadi.. aku rasa seseorang telah mengadu domba kerajaan ini dengan kekaisaran veld " Taka mengatakan dengan wajah yang serius
raja terkejut dengan ucapan Taka dan menanggapinya dengan serius
" Taka... jadi maksudmu. perang yang waktu itu telah direncanakan oleh seseorang? " Raja
para orang yang ada kebingungan dan dari mereka tidak menimbulkan celah kecurangan
" Kemungkinan besar seperti itu.. tidak mungkin hanya kesalahan bisa menyebabkan perang aku rasa semua itu telah di rencanakan oleh seseorang.
dan tidak salah lagi seseorang itu berasal dari kerajaan ini.. " Taka
setelah mendengar itu seseorang keluar dari ruangan secara perlahan-lahan Taka menyadari hal itu dan membiarkannya pergi.
" Baginda kita sudahi pembicaraan ini.
intinya aku tidak mau menjadi raja " Taka
saat Taka ingin pergi tangan Taka di pegang oleh raja
" tunggu sebentar.. walaupun kau menolak jadi raja.. itu sudah aku ketahui dari Risa karena itu sekarang aku akan menobatkanmu sebagai putra mahkota dan juga sebagai pangeran kerajaan ini.. kau tidak bisa menolaknya. Ibu seorang putri raja sudah jadi tugas sebagai putra dari ibumu sudah sepantasnya kau juga pangeran.. " raja
" hah? putra mahkota pangeran? aku tidak butuh semua itu. aku kesini hanya untuk melihat ibu dan saki itu saja.. " Taka kesulitan dengan itu
" kau tidak boleh menolaknya.. ini sudah tugasmu sebagai salah satu pangeran.
kau akan menjadi putra mahkota sama seperti mereka berdua.. Kanai dan Tristan " raja
Taka kesal mendengar nama Kanai disebut didepannya " hah!! Kanai!! aku tidak mau bersaing dengannya! aku sangat benci padanya!! Lepaskan tanganku Baginda!!
lepaskan kakek aku harus pulang
sekarang.. " Taka sangat marah dan melepaskannya secara paksa
" ayahanda.. sudah lepaskan Taka biarkan dia.. kan sudah aku bilang jangan paksa Taka.. " Risa menasihati ayahnya
Raja melepaskan tangannya dari taka setelah mendengar ucapan Risa
" terima kasih ibu.. Baginda maaf soal tadi..
aku hanya sedikit pusing.. ibu dan saki jika bisa aku ingin berbicara dengan kalian.. " Taka
Bersambung...
tolong beri pendapat kalian kalian ingin Taka menjadi seorang raja atau tidak? sejujurnya saya agak bingung soal itu karena itu beri saya saran.
A. Taka menerima menjadi raja
B. Taka bertanggung jawab sebagai pangeran
C. Taka berpetualang seperti biasanya
Jawabannya ada di tangan kalian silahkan di jawab dengan sepenuh hati
(Author)
__ADS_1
" untuk chapter depan akan libur selama beberapa hari dan tidak mesti rilisnya. "