
Sudah lima hari semenjak aku Rainkarnasi ada banyak hal yang terjadi saat ini aku akan pergi berlatih dengan kakek tua itu
Aku menyiapkan kebutuhan ku dan menaruh nya di kantung sihir aku membuat sihir ini 2 hari yang lalu sihir ini sangat berguna untuk ku
Dari kejauhan tifa berlari ke arah ku dan berteriak kepadaku
"hey Taka..
"hmm.. tifa kenapa kau kesini? "
tifa sudah ada di depan ku dan berbicara dengan wajah yang sedih
"Taka apa kau benar-benar akan pergi? "
"iya aku akan pergi berlatih untuk menjadi lebih kuat lagi "
Mendengar itu tifa menagis dan memegang tanganku
"hisk.. Taka jangan pergi, jangan tinggalkan aku , aku tidak mau berpisah dengan mu "
Aku mengelus kepalanya dan menenangkannya
" Jangan menagis dong sebentar lagi aku akan pergi nih , aku tidak ingin untuk perpisahan melihatmu menagis , tersenyum lah "
tifa menghapus air matanya dan berusaha tersenyum
"Iya..
"Nah gitu dong tersenyum lagian sewaktu hari nanti aku akan kembali lagi "
Tifa terlihat senang mendengarku berkata seperti itu
"ah apa benar kau Akan kembali? "
" Tentu saja aku akan kembali di saat umur ku 15 tahun dan masuk ke akademi sihir, tifa apa kau mau Setelah aku kembali masuk ke akademi sihir bersama dengan ku "
"tentu saja aku mau , aku berjanji , disaat itu aku akan membuatmu terpesona denganku"
Setelah ini aku harus pergi dengan master berlatih dan berpetualang
"iya iya berusahalah.. lagipula apa kau bisa membuatku terpesona denganmu tifa tetap tifa tidak akan pernah berubah "
Sepertinya Tifa sangat kesal mendengar perkataan tadi
" Taka apa kau meremehkanku , aku masih bisa tumbuh lagi , aku akan menjadi lebih feminim lagi , pasti nanti Taka akan sangat menyukaiku akan aku pastikan itu "
"heh apa benar akan seperti ini tifa kau masih seperti anak kecil , dan apa kau bisa menjadi lebih dewasa lagi "
"apa sih Taka selalu meremehkanku , aku tidak akan memaafkanmu
dasar Taka bodoh.. "
Kakek itu mendekati ku dan tifa dan mengajakku pergi
"Perdebatannya cukup sampai disini ini saat nya pergi Taka "
" iya kek "
"tifa kalau begitu aku akan pergi sekarang jaga kesehatanmu dan berjuang lah "
"iya hati-hati jangan lupa kembali Nanti yah aku akan selalu menunggu mu Taka "
Aku semakin menjauh dari tifa dan pergi dari kota untuk berlatih
Selama bertahun-tahun aku berlatih dengan kakek aku belajar tentang banyak hal
#2 tahun kemudian taka 10 tahun
Aku sedang berlatih pedang dengan kakek dan untuk mengalahkannya aku belum bisa mengalahkan satu kali pun
"ada apa Taka ayo serang aku lagi
"iya kek "
__ADS_1
Aku mengayunkan pedang ke arahnya dan menyerangnya dia menahan setiap serangan ku selalu dan terus bisa menahan serangan ku
"sepertinya kau sudah berkembang Taka "
"iya kek terima kasih , aku akan mulai lagi kek "
"maju.!!! "
#4 tahun kemudian taka 14 tahun
Aku belajar tentang berbagai tentang sihir kuno dan sihir terlarang , dan aku menemukan sebuah buku sihir kuno
Aku membelajarinya dan aku berhasil menguasai semuanya sihir itu aku sudah bisa mengunakan pedang dengan baik
Bahkan aku sedikit lagi bisa melampauinya kakek waktunya tinggal 1 tahun lagi dan bertemu tifa kembali
# 1 tahun kemudian Taka 15 Tahun
Ini waktu terakhir kalinya berlatih dengan kakek
"Taka ini adalah terakhir kalinya kau harus bisa mengalahkanku sekarang "
"baik kek aku akan melampaui mu "
Aku menyerangnya dengan pedangku
Dan dengan arah horizontal dan vertikal dan berulang kali
Kali ini kakek sudah kewalahan menahan seranganku dan aku menyerangnya satu kali lagi dan pedang kakek terpental aku berhasil mengalahkan kakek untuk pertama kalinya
"hah..hah.. aku berhasil aku berhasil mengalahkan kakek "
Kakek terlihat kecapean dan istirahat
"Taka akhirnya kau sudah melampauiku selamat "
aku menundukkan kepalaku dan memberi hormat padanya
"terima kasih kek untuk segala nya selama ini Kakek sudah melatih dan merawatku "
"iya kek , kek aku ada satu permintaan apa boleh kek "
"Apa itu katakan saja "
"aku akan mendaftar ke akademi sihir dan aku butuh wali , karena aku tidak mempunyai siapa siapa karena itu Aku ingin kakek menjadi wali Ku di pendaftaran "
"iya tentu saja boleh kau sudah ku Anggap cucuku sendiri Taka "
Aku sangat senang mendengar itu
"Iya terima kasih kek "
Sekarang waktunya kembali selama ini aku mempelajari semua jenis sihir aku sudah bisa membuat sihir sendiri dan aku membuat sihir yang sangat praktis sekali
Aku membuat Gate sebuah portal untuk Pergi kemana saja yang kita mau dengan sekejap mata
Aku akan mengunakan itu untuk pulang ke rumah ku
(Gate)
Sebuah portal muncul di hadapanku dan di dalam terlihat kota hedra di dalamnya
"ayo kek masuk ke dalam ini "
Kakek itu terlihat kebingungan melihat ku mengunakan sihir itu sebelumnya aku tidak pernah mengunakan ini di depan kakek wajar saja jika dia terkejut
"iya ayo? "
Aku dan kakek memasuki portal itu dan tiba-tiba aku sudah sampai Di kota hedra kota tempat ku kota nya sudah banyak berubah semenjak 7 tahun lalu
Kotanya menjadi sangat ramai beda dengan 7 tahun yang lalu
Aku berjalan menuju ke rumah nya tifa
__ADS_1
Dan di pertengahan perjalanan seorang gadis sedang berlari kencang mengejar seorang anak kecil dia melewati ku dan terus berlari mata kami sempat bertemu
"tunggu jangan lari lagi kau "
"Pria tadi sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya"
Aku terus berjalan ke rumah tifa dan aku sampai dirumahnya
Rumahnya sekarang menjadi sangat besar dan bagus
"Wah ini rumahnya tifa sekarang , banyak sekali yang berubah dalam waktu 7 tahun "
Aku mulai memasuki ke dalam rumahnya
Seingat ku tifa juga seorang bangsawan yah
Aku mengantuk pintu dan memanggil tifa
Seseorang membuka pintu orang itu adalah ibunya tifa
"waduh ada orang siapa yah? "
"bibi ini aku Taka "
Wajahnya masih terlihat masih muda dan tidak berubah sejak 7 tahun lalu
"Taka? Begitu yah kau sudah kembali dari berlatih yah "
"iya bi aku baru saja sampai di sini "
ibunya tifa tersenyum dan menyambutku dengan baik dan kakek pergi beristirahat di rumahku
"iya ayo Taka masuk dulu "
"iya bibi"
aku memasuki rumahnya dan duduk di sofa
ibunya tifa menyajikan teh dan memberinya kepadaku dan bertanya banyak hal kepadaku
"Taka aku sudah jadi sangat besar , sampai tadi aku tidak bisa mengenalimu , kau juga menjadi sangat tampan dan keren , jika Tifa melihatmu mungkin dia terpesona "
"tidak jangan berlebihan bibi aku masih seperti yang dulu "
"benar yah kau masih sama seperti dulu sifatmu sekarang menjadi lebih baik lagi , tunggu saja Tifa sebentar lagi pulang dia sedang mengejar adiknya"
" begitu yah "
setelah beberapa saat ku menunggu seorang gadis masuk dan membuka pintu dia bersama seorang orang anak kecil
"sudah kakak bilang kau tidak bisa kabur dari ku tahu tidak "
"iya maaf kan aku "
"ibu aku sudah mendapatkan.. "
dia kan gadis yang lari tadi dan anak tadi juga
pria ini kan
" wah kau sudah berhasil menangkapnya yah tifa "
aku sangat terkejut mendengar bibi berkata tifa
"eh..? tifa "
"betul dia tifa "
wajahnya terlihat sangat cantik dan menawan rambutnya berwarna coklat yang terurai panjang
" ibu siapa pria ini? "
"siapa kau bilang bukan kah kau sudah menanti nya sejak lama "
__ADS_1
"jangan-jangan Taka? "
"Tifa? "