
setelah jam pelajaran selesai taka dengan yuki pulang bersama dan saling berbicara satu sama lain. dan terlihat dari kejauhan fujihara mengejar mereka berdua sambil berteriak
" tunggu!.... " teriak fujihara
seketika mereka menengok ke belakang dan menunggu fujihara. dia berhasil menyusul taka dan yuki dan nafasnya yang tidak teratur
" ada apa fujihara.. apa ada hal yang kau inginkan dari aku? " ucap taka
" bukan begitu!.. karena perkelahian kalian sekolah hampir hancur!.. tapi kenapa kau mempunyai kekuatan seperti itu?! kalian memakai alat apa? " ucapnya
" tidak.. kami berdua tidak pernah menggunakan alat benarkan yuki?.. " Taka
" itu benar.. itu kekuatan murni.. " yuki
" oh iya.. aku baru sadar.. kenapa mereka seakan terbiasa dengan hal yang semacam tadi.. " ucap taka
" taka-kun apa kau belum tahu tentang hal itu.. sebenarnya disekolah ini terdapat orang-orang yang mampu mengunakan kekuatan misterius yang berbeda-beda.. jumlah mereka ada sembilan, mereka biasa di panggil 9 penyihir genius!.. " ucap fujihara
" apa itu?!.. namanya norak sekali benar kan.. yuki! " taka
" karena pertarungan mu tadi membuat mereka menjadi tertarik padamu.. dan juga kamu.. 2 diantara mereka adalah anggota osis.. mereka memiliki kecerdasan diatas rata-rata.. " ucapnya
" aki tidak perduli siapa mereka!.. yang pasti mereka tidak mungkin dapat mengalahkan aku!.. " ucap taka yang bertingkah sombong
setelah mendengar cerita itu taka yuki dan kaede melanjutkan perjalanan mereka dan berpisah menuju rumah mereka masing-masing
saat taka sampai terlihat mobil besar itu sudah ada di garansi dan juga kepala sekolah yang sudah kembali dan berada didalam
" ternyata paman sialan itu sudah pulang.." gumam taka
dia berjalan masuk dengan pintu yang terbuka secara otomatis dia disambut oleh para pelayan yang berbaris
" selamat datang tuan muda.. " ucap semua pelayan
" iya.. aku pulang.. dan juga jangan panggil aku tuan muda.. panggil namaku saja.. " ucap taka
" tidak.. kami tidak pantas untuk menyebut nama tuan.. " ucap salah satu pelayan
" sudahlah.. yang pertama aku tidak suka dipanggil dengan sebutan itu.. dan juga aku membenci seseorang mengunakan pangkatnya untuk mengendalikan sekitarnya.. menurutku semua orang itu setara mau yang kaya atau yang miskin.. aku harus hormat pada orang yang lebih tua dariku.. karena itu panggil saja namaku taka.. " ucap taka dengan tersenyum riang
Sesaat semua pelayan terdiam mendengar ucapan taka. mereka terkagum dengan kebaikannya
" tuan taka ternyata baik orangnya.. " ucap mereka sambil tersenyum riang
" benar-benar.. aku sangat senang melihat orang tersenyum atas kemauannya sendiri,
kalian orang-orang yang baik.. sepertinya aku menjadi menyukai kalian.. " taka
setelah itu taka masuk dan naik ke lantai tertinggi ia itu lantai 6 dia berencana untuk mengunakan kamar disana sebagai tempat tidurnya
dia berada di lantai 6 seorang diri dengan pemandangan langit sore yang terlihat sangat jelas dari tembok kaya
setelah taka mengganti pakaian dia duduk di pinggir tembok kaca dan melihat pemandangan kota dari atas ketinggian
" S-selamat sore tuan muda.. " ???
seorang gadis berpakaian pelayan memiliki rambut coklat kemerahan dan dengan mata berwarna biru dan ungu disini atasnya gadis itu mempunyai paras yang cantik dan juga manis dan sangat cocok dengan pakaian pelayannya
" kamu siapa? aku tidak pernah melihatmu sebelumnya? " ucap taka dan langsung berdiri dan mendekatinya
dia terlihat sangat gugup dan terjatuh karena rasa gugupnya gadis itu wajahnya memerah
" aduh!.. " ???
__ADS_1
taka mengarahkan tangannya pada gadis itu dan berniat memberi bantuan padanya
" apa kau tidak apa-apa nona? " ucap taka
" iya.. aku baik-baik saja.. "
gadis itu sambil senyum menerima bantuan taka dan memegang tangannya tanpa disadari
" e-eh!.. "
" bahaya!.. " teriak taka
seketika dia melepaskan tangannya dari taka dan terjatuh kembali
namun taka berhasil menangkap tangannya dan menariknya yang membuat badan mereka saling berdekatan dengan jarak
1 senti
wajah gadis itu langsung memerah yang wajahnya sangat dekat dengan wajah taka
" kau.. sebaiknya lebih hati-hati.. kalau tidak hal yang sepertinya tadi bisa melukaimu loh.. " ucap taka dengan tersenyum
taka pun melepaskan tangannya dan membiarkannya bersama dengannya
taka begitu penasaran dengan gadis itu yang lugu dan polos
terdengar suara lift yang sedang berjalan naik dan seketika pintu lift terbuka dengan sendirinya terlihat kepala sekolah berada didalam lift itu bersama dengan seorang perempuan yang memakai jas kantoran
" kelihatannya kau sudah bertemu dengannya baguslah.. dengan begitu perkerjaanku sedikit berkurang.. " ucap kepala sekolah
" paman.. apa kau mengenal nona aneh ini?.. " ucap taka
" hei.. sebagai laki-laki kau tidak boleh membuat perempuan bersedih kau tahu.. " ucap kepala
" tidak.. aku tidak bermaksud untuk membuatnya nangis... dan lagipula kaulah yang menyeretku ke dalam semua masalah ini!.. dasar pak tua sialan!!.. " ucap taka dengan keras kepala
" diam dan dengarkan saja perkataanku dasar anak bodoh!!.. " ucapnya
mereka berdua saling berhadapan dan berkelahi lagi
" kalau kau benar ingin bertarung!.. aku akan membawakan sekelompok pasukan untuk melawanmu bagaimana?!! " ucap kepala sekolah
" aku terima tantanganmu!!.. kalau perlu bawakan pasukan persenjata atau apapun itu.. " Taka
setelah itu taka dengan kepala sekolah bertanding di tanah lapang belakang rumahnya terlihat sekelompok pasukan bersenjata datang yang berjumlah 200 tentara militer
dan berhadapan dengan taka seorang diri
taka benar-benar percaya diri dan tidak takut dengan ratusan orang yang akan dia lawan
kepala sekolah dengan yang lainnya berada disini pinggir dan dia melindungi sekitarnya dengan pelindung yang terbuat dari tekno nano mesin yang mampu melindungi mereka dari peluru senjata api dan yang lainnya
" lebih baik kita hentikan saja semua ini ya..
jika tidak dia akan mati.. " ucap gadis itu yang menghawatirkan taka
terlihat gadis itu sangat khawatir dengan taka yang akan melawan pasukan militer yang sudah sewa oleh kepala sekolah
" tenang saja.. lihatlah dia.. tidak merasa takut sedikitpun.. walaupun bahaya berada didepannya tapi dia tidak gentar
sedikitpun! " ucap kepala sekolah
" dengar!.. kau tidak boleh membunuhnya mengerti taka!! " teriak kepala sekolah
__ADS_1
" iya.. aku mengerti!.. kalau begitu aku hanya perlu mengalahkan mereka tanpa harus membunuh mereka!.. "
dari pasukan militer terdapat banyak senjata berondong dan senjata api yang lainnya yang cukup berbahaya
(Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!)
ribuan peluru melesat ke arahnya taka menebas-nebas peluru-peluru itu dengan exile dalam sekejap ratusan peluru itu terbelah dan jatuh ke tanah seperti hujan peluru
" hmmp!.. apa hanya segitu saja!? " ucap taka dengan sombongnya
" waaaahhh... hebat!.. " gumam gadis itu yang terkagum dengan kehebatan taka
(Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!)
mereka menebakkan ratusan peluru lagi yang melesat ke arah taka. dia berlari dan menghindari setiap peluru yang melesat ke arahnya
merasa puluru yang tidak habis-habis membuat taka mengunakan beelzebub dan menelan semua peluru itu
" baiklah.. aku akan mengalahkan kalian dalam sekejap!.. " ucap taka sambil tersenyum
" Cyclone Break! Pusaran Badai! "
taka mengayunkan pedangnya memutar dan membuat sebuah pusaran angin badai dari pedang tersebut
pusaran badai itu menyapu bersih seluruh pasukan militer terangkat ke udara
sesaat pusaran itu hilang dengan sendirinya taka langsung menaruh telapak tangannya di tanah
dan mengatur gravitasi untuk meringankan semua pasukan agar dapat mendarat dengan selamat
setelah itu pertarungan taka melawan pasukan militer selesai dan dimenangkan oleh taka
" semuanya apa kalian baik-baik saja.. maaf aku sudah berlebihan.. " ujarnya
taka pergi dan menuju ke tempat kepala sekolah berada dan berdiri dihadapannya
gadis itu sangat terkesima dengan pertarungan taka yang membuatnya terus menatap taka
" kamu hebat sekali!.. " ucap gadis itu tersenyum riang
" apa benarkah begitu? tidak aku masihlah belum seberapa.. " taka
" tidak... menurutku kamu benar-benar
luar biasa.. aku tidak pernah melihat pertarungan semacam tadi.. " ucapnya
" kelihatannya mereka sudah akrab.. " ucap perempuan yang bersama kepala sekolah
" iya.. kau benar... baiklah.. karena pertandingannya sudah selesai.. sekarang kita masuk ke dalam.. dan melanjutkan pembicaraan yang tertunda.. " ucap kepala sekolah
mereka berempat kembali ke rumah dan berada dilantai 6 mereka duduk disofa dan taka berada duduk bersebelahan dengan gadis itu sedang mereka berdua duduk disofa yang lainnya
" begini.. bukankah ini terlalu dekat?! " ujarnya taka duduk sangat berdekatan bahkan hampir menyentuh satu sama lain
" m-maafkan aku.. apa tidak suka aku duduk disebelahmu ya? " ucap gadis itu
' bukan itu masalahnya!.. dia harum sekali!...
jika terus begini bahaya!.. bertahanlah aku!..
aoi.. bantu aku.. ' pikir taka
To Be Continued
The Next Chapter...
__ADS_1