
Setelah itu aoi dan perempuan lainnya kembali ke ruangan penginapan khusus perempuan mereka semua duduk bersama dengan memakai yukata duduk dimeja kotatsu
" ah.. hangat nya, rasanya seperti aku hidup kembali.. " ucap yuri dengan ekspresi wajah konyolnya
" yuri kau seperti orang tua saja.. " ucap tifa dengan tertawa ringan
aoi duduk dipojok ruangan dan dengan memegang kedua khife miliknya sesaat muncul sebuah lingkaran sihir dari telapak tangannya dan mengencant knife nya agar menjadi lebih kokoh dan kuat
" aoi apa yang sedang kamu lakukan? " Ucap tifa mendekati aoi
" tidak.. aku hanya ingin mengencant kedua pedangku dengan beberapa sihir yang diajari oleh taka.. " ucap aoi dengan santainya
" emm.. jadi dia mengajarimu tentang itu, tidak biasanya taka mengajari orang.. " ucap tifa
" bukannya itu sudah wajar.. aoi kan istrinya sudah wajar jika dia mengajarinya " ucap yuri sambil bersender santai dimeja
" benarkah begitu? aku rasa tidak sepenuhnya benar, dia dapat melihat potensi sebenarnya dari seseorang yang ingin dia ajari.. contohnya tristan dia mengajari tristan tanpa menghilangkan jati dirinya.. " ucap aoi
" jati diri ya.. jika itu taka aku tidak heran lagi, dia memang sudah seperti itu sejak dulu.. waktu itu dia mengajariku mengunakan sihir dan memberi aku bruinhilde dan melawan pasukan iblis yang menyerang kota lakra waktu itu.. " ucap tifa dan mengeluarkan bruinhilde dan memberikannya pada aoi
" oh.. jadi nama senjata ini bruinhilde, sebelumnya taka pernah meminjamkan padaku saat melawan gordast waktu itu.. "
" begitu.. kamu juga bisa mengunakannya.. " tifa
" ya.. tapi berkat senjata ini aku dapat menjadi lebih kuat dan berkat taka aku dapat menerima masa lalu ku dan menerima diriku sendiri.. " ucap aoi sambil tersenyum manis mengengam bruinhilde di tangannya
" bukannya itu bagus.. " ucap yuri dengan tersenyum manis dan melemparkan bola pimpong pada aoi
dan terdapat sebuah meja bola pimpong dan terdapat dua penepuk bola nya dan salah satunya digenggam oleh yuri
" hmph.. aoi bertandinglah denganku!.. " ucap yuri dengan menyombongkan dirinya
" tidak.. aku tidak mau! aku tidak bisa memainkan itu.. aku ingin berlatih untuk mengendalikan sihir elemen air.. " ucap aoi
" kenapa harus air? " Tifa
__ADS_1
" aku ingin mencocokkan semua elemen ku aku dapat menggunakan elemen petir dan angin dan ketiga-tiganya akan aku kombinasikan agar membentuk sebuah serangan yang dahsyat " ucap aoi
" he.. kenapa kau begitu berusaha untuk menjadi lebih kuat? bukannya taka telah melarangmu bertarung.. " tifa
" mungkin itu karena aku ingin bisa diandalkan dan berguna untuknya.. aku tidak ingin menjadi bebannya terus-menerus.. membuatnya beban dipundaknya bertambah karena aku.. karena itu aku harus menjadi lebih kuat.." ucap aoi dengan tersenyum tipis dan meremat gagang khifenya
" sudah kuduga kalian berdua benar-benar mirip.. " ucap tifa yang tersenyum melihat bayangan taka didalam diri aoi
" sesekali aku juga ingin meringankan bebannya..
bukankah itu sudah tugas dari seorang istri.. " ucap aoi dan melemparkan khifenya ke arah papan lempar jarum
(Jleb!)
khife itu menancap dipapan itu dan tepat ditengah-tengah lingkaran merah yang berukuran kecil dan ia mengenai sasaran dengan mudah
(bluk! bluk! bluk! Splash!!)
seketika muncul gelembung gelembung air kecil yang mengambang di udara disekitar papan itu dan sesaat gelembung-gelembung itu meledak dan melancarkan sebuah gelombang air yang melesat cepat ke arah papan jarum itu dan menghancurkan dalam sekejap
" he-hebat!.. apakah kamu yang melakukan itu aoi?" Yuri seakan tidak percaya dengan kecepatan air yang melesat dan menghacurkan papan itu
sesaat muncul sebuah jarum-jarum kecil yang terbuat dari air yang tiba-tiba muncul dan mengarahkan ke arah boneka jerami yang telah aoi siapkan
" Water lv 2 jarum air! lalu jika ku tambahkan petir.. daya serangnya akan bertambah dan mengakibatkan trun untuk sementara yang menyengat tubuhnya.. " aoi
(Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!)
jarum air yang digabungkan dengan elemen petir melesatkan laju menusuk-nusuk boneka jerami itu secara membabi-buta dan mengakibatkan kerusakan organ tubuh dari dalam
" lalu yang ini water lv 3 aqua shuriken!.. "
sesaat dikedua tangan aoi muncul 2 buah shuriken berukuran sangat besar yang berada digenggamannya dan melontarkan ke arah tembok pemandian air panas laki-laki
(Sling! Sling!)
__ADS_1
dalam sekejap tembok itu terbelah dan terbuka diakibatkan karena shuriken air aoi dan terdapat taka seorang diri yang hanya menutupi ************ dengan handuk hingga bagian kakinya dan setengah telanjang
" ah?.. " ujar semuanya termasuk taka dengan ekspresi konyol
" ap-ap-apa apaan ini?!... padahal aku baru saja berniat untuk berendam setelah banyak hal yang aku kerjakan!.. ulah siapa ini?!.. " ujar taka yang begitu kesal dengan dirinya terganggu oleh mereka
" dia..."
" tu-tunggu semuanya?! " Aoi
semua gadis menujuk dan mengarahkan jari telunjuk mereka dan menujuk aoi secara bersamaan seketika aoi langsung panik dan berkeringat dingin, dan taka sudah berada dihadapan dengan wajah yang begitu kesal
" hmm!.. jadi kau pelakunya aoi?!.. berlatih sih boleh! tapi lihat-lihat tempat dan kondisi terlebih dahulu.. apa kau tahu kerusakan yang kau perbuat ini merugikan pemilik pemandian air panas ini!.. hah.. sudahlah aku akan menganti rugi dan bertanggung jawab atas kerusakan yang kau lakukan.. " ucap taka
" emm? yang benar?!.. terima kasih.. " ujar aoi yang tersenyum riang dan senang mendengarnya
" oi! jangan senang dulu kau.. bukan berarti aku akan membiarkanmu begitu saja.. kau akan tetap mendapatkan hukuman atas perbuatanmu.." ucap taka dengan tegas
" eh?.. jangan begitu dong taka.. ayolah aku kan istrimu yang paling manis.. ayolah maafkan aku.. jangan beri aku hukuman.. oke? " Ucap aoi yang memelas dan membela dirinya
" hukuman tetap hukuman.. tidak perduli siapa kau dan apa hubungannya denganku.. kau harus bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kau lakukan.. " ucap taka dengan bersikap bijak dan dewasa
" ya sudahlah.. untuk sekarang kau dan yang lainnya beristirahat sana lagian ini sudah malam.." ucap taka
terlihat ditubuh bagian atas taka terdapat banyak sekali luka tusuk tebas dan luka bakar dipunggungnya yang begitu besar dan hingga membuat kaede himeko yayoi dan megumi penasaran dengan luka taka
" taka-kun.. kamu tubuhmu cukup terlatih ya.. dan banyak sekali luka ditubuhmu.. " ucap kaede dengan malu-malu
" ah itu.. aku mendapatkan banyak luka selama hidupku.. pertama luka bakar dibelakangku itu aku dapatkan saat aku berusia 5 tahun dibakar hidup-hidup oleh penduduk lakra dan luka tebas dibagian bawah leher aku dapatkan 2 tahun yang lalu setelah beberapa hal terjadi yang merubah pandangan hidupku.. dan luka tusuk aku dapatkan saat ditusuk dari belakang oleh angel.. "
" dan luka tebasan besar ini aku dapatkan saat bertarung melawan raja iblis saat invasi eniel terjadi
lalu luka didadaku itu.. aku dapatkan karena aku merobek dadaku sendiri untuk mecabit-cabit hatiku.. sendiri " ucap taka
" apa maksudnya itu? " Tifa
__ADS_1
" kalau itu, rahasia... aku tidak akan menceritakan tentang itu pada siapapun.. itu termasuk kalian.."
" jahat!.. kenapa? ya kenapa kau tidak mau memberi tahunya.. pelit!.. " ujar tifa yang cemberut