Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S2 Chapter 89: Menuju Perang Terakhir


__ADS_3

Selama 3 hari berturut-turut taka melakukan kencan dengan aoi tifa yuri dan setelahnya ia pergi bersenang-senang dengan emi untuk terakhir kalinya


kota lakra mulai dibangun kembali dengan para penduduk yang bergotong royong sehingga membuat kerjanya menjadi cepat


1 minggu telah berlalu setiap harinya taka berlatih bersenang-senang dan setiap harinya taka selalu berdua-duaan dengan aoi dan bermesra-mesraan dengan aoi setiap harinya ia selalu aoi dan melakukan hal-hal romantis dan hal-hal


ia benar-benar menikmati waktu-waktu terakhirnya bersama orang yang ia cintai bersama orang-orang yang berharga baginya


mereka berdua menikmati hari-hari terindah yang pernah ada


melihat taka dan aoi selalu bermesra-mesraan membuat tifa dan yuri menjadi cemburu dan kesal karenanya


" hmmp!.. rasanya aku kesal sekali melihat mereka berdua itu!.. " ucap tifa


tifa dan yuri duduk ayunan disebuah taman bermain anak-anak dan disana terdapat taka aoi dan emi sedang bersenang-senang di depan mereka


" iya.. kau benar.. rasanya aku jadi cemburu karenanya!.. " ucap yuri yang mengambek


mereka bertiga terlihat seperti sebuah keluarga sungguhan dengan emi sebagai anak taka dan aoi sebagai ayah dan ibunya


" mau bagaimana lagi kan?.. walaupun mereka terlihat seperti tidak akur.. tapi nyatanya mereka adalah sepasang suami istri.. " ucap tifa


terlihat matahari yang mulai terbenam menandakan malam akan segera tiba. tristan berjalan mendatangi tifa dan yuri berada


" apa aku juga boleh ikut duduk disini? " ucapnya sambil tersenyum


" ah.. tristan-kun.. silahkan saja.. " ucap tifa


tristan duduk di ayunan bersama dengan yuri dan tifa ditempat duduknya masing-masing

__ADS_1


" kalian yakin tidak ingin bergabung dengan mereka? padahal mungkin ini kesempatan terakhir kalian? " ucap tristan


" mungkin kau benar.. aku juga ingin ikut bersama mereka.. tapi rasanya saat ini mereka lebih membutuhkan dirinya dari pada kami.. " ucap tifa dengan bijaksana


" aku merasa.. kebahagiaan ini tidak bertahan lama.. tapi semoga itu hanya perasaanku saja.. lagi pula tidak mungkin kan ini menjadi kenangan terakhir.. " ucap yuri tersenyum namun air matanya mengalir keluar


" hei.. tristan-kun.. apa kau mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui? " ujar tifa


" mungkin jangan-jangan ini ada hubungannya dengan taka yang akan menghilang? " ujarnya


tristan menundukkan kepalanya dan terdiam sejenak yang menekankan rantai ayunan dengan keras


" maaf... aku tidak bisa mengatakannya... " ucap tristan dengan menundukkan kepalanya


" begitu.. " ucap tifa dengan kecewa


" lalu apa dia bilang sesuatu padamu? " ujar yuri


ditempat taka dan yang lainnya berada


" aoi... " taka


" hmm.. apa? " ujarnya


" aoi.. aku ingin kau tetap mengingat ini..


sampai kapanpun aku akan selalu mengingatmu dan selalu mencintaimu.. " ucap taka yang menatap ke arah yang berlawanan dengan aoi


" iya... aku tahu.. aku juga akan selalu mencintaimu taka.. " ucapnya sambil tersenyum manis

__ADS_1


keesokan harinya nya yuki mendeklarasikan perang ke seluruh penjuru dunia ia berkata akan menghancurkan dunia dan setelahnya menguasainya dalam genggamannya


yuki mengunakan seperti hologram untuk menyampaikan pesan itu terdapat seluruh dunia dan yuki juga mengundang keempat raja iblis sejati untuk menyaksikan perang ini


" akhirnya dia melakukannya!.. si yuki sialan itu!!.. " ujar taka tersenyum dengan tatapan tajam


tanpa segan-segan mereka berempat menerima undangan yuki dan akan hadir di dalam perang yang telah di percepat yang akan terjadi besok lusa


mendengar hal itu taka langsung bersiap-siap mengumpulkan pasukannya 1500 elf dan 250 ninja dan samurai yang berjumlah 1750 pasukan


aoi dan yang lainnya ikut dalam perang dan memakai armor yang tebal untuk melindungi tubuh mereka dan juga tristan pun memakai armor ksatrianya


sedangkan taka masih memakai pakaian biasanya dengan pakaian serba hitam dengan merah disisi pokoknya dan ia memakai syal merah yang biasa ia kenakan


" taka.. kenapa kau tidak memakai armor? " ucap tristan yang penasaran


" aku tidak perlu hal yang semacam itu..


lagi pula aku suka memakai armor.. aku hanya ingin menjadi diriku sendiri saja " ucap taka sambil tersenyum riang


dan ia membawa 3 senjata yang berbeda dengan Bruinhilde pedang pemberian kakek dan Exile


lalu hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba hari ini dan mereka mulai berjalan ke medan pertempuran


kedua kubu telah bersiap-siap dan sedang menuju ke dalam medan perang yang akan terjadi segera


" baiklah.. ini akan menjadi perang terakhir!.." ucap taka dengan tatapan tajam


To Be Continued

__ADS_1


The Next Chapter....


__ADS_2