
Bukankah perasaan itu bisa lahir dengan keberadaan yang selalu mengisi kesepian?
****
Senin pagi yang cerah. Aku berangkat kesekolah dengan kekasih baruku. Namanya annisa rusli, junior dua tahun dibawahku. Sudah dua minggu aku jadian dengan nisa. Dalam dua minggu inilah setiap pagi aku berangkat sekolah dengan annisa.
Aku mengenal annisa dari aldi. Aldi bilang dia menyukaiku dan mengkepokan aku kepada aldi. Annisa juga sering menchatku setiap hari melalui BBM. Tidak ada perasaan apa-apa yang kurasakan kepada annisa. Hanya berselang tiga hari annisa lansung menembakku. Tapi kupikir, tidak ada salahnya menerima annisa. Aku ingin menghargai keberanian annisa.
"Apa salahnya cewek nembak duluan? Daripada nungguin cowo nembak tapi nyatanya gak juga nembak. Nanti malah patah hati pas ngeliat gebetan deket sama yang lain 😂" pesan nisa dibbbm.
"Iya, tapi abang kenal nisa baru tiga hari. Masak iya secepat itu pdktnya"
"Maksudnya, abg perlu waktu berpikir?" Pesan nisa yang tak ku read dan kubawa tidur.
"SelamatPagiBg😊" Bm nisa
"Hei, selamat pagi juga dik" Balasku.
"Semalam ketiduran?"
Dia menyakan kenapa pesannya tak ku balas semalam? Dia masih menanti jawabanku? "Iya nisa, abg mau" Balas pesanku.
"Hmp, mandi lah abang lai" Balas pesan nisa.
"Sudah. Pakai baju yang belum 😬" Balasku. Aku memang belum pakai seragam. Badanku masih dilingkupi handuk. Pesan nisa masuk setelah aku selesai mandi.
"Hi mesum😂😋"
"Sampai jumpa disekolah"
"Mau berangkat sekolah bareng, nisa mau jalan" Rumah annisa dinegari tetangga.
Bunyi motor terdengar berhenti diluar pagar rumahku. Motor matic( Scopy) berwarna putih. Annisa membuka helmnya. Lumayan cantik. Soal perasaan bisa tumbuh seiring berjalannya waktu yang selalu dijalani bersama. Bukankah cinta yang mereka bilang juga bisa lahir dari kesepian-kesepian yang terisi?
Bel sekolah berbunyi ketika aku sampai didepan kantin tek rida.
"Kebetulan sekali bel bunyi" Kata annisa setelah aku turun dari motor.
"Iya, nisa parkir motor dibawah?" Tanyaku.
"Iya dibawah aja. Lebih aman"
"Hm yaudah. Semangat ya belajarnya" Kataku tersenyum.
"Abang juga ya, semangat tanding futsalnya"
"Oke"
"Maaf gak bisa nonton" Keluhnya cemberut.
"Gak papa, doain menang ya"
"Pasti, usahain juga buat menang ya"
"Tentu" Sahutku tersenyum.
"Yaudah nisa kebawah dulu"
"Oh iya, hati-hati" Sahutku.
Anissa tersenyum dan berlalu hilang dalam pandanganku. Aku masuk kedalam kantin tek rida. Didalam kantin tek rida sudah ada anak ekskool futsal yang dipilih untuk mewakili sekolah dalam turnament dimontela. Hanya ripo dan bojej yang belum datang.
"Ripo mana dia dikan?" Tanya dapit
"Entah. gua juga baru nyampe" Jawabku dan duduk.
"Acaranya mulai jam 8" Kata dapit.
"Jam 8 masih lama" Sahutku "Masih ada 30 menit lebih lagi" Sambungku.
__ADS_1
Kantin tek rida ribut dengan obrolan akan antusiasnya kami dalam turnament futsal merayakan ulang tahun kodim. Kemudian ripo datang dengan bg wanda.
"Tuh kapten datang dengan coach" Kata dapit. Bg wanda adalah alumni, mantan capten ekskoll futsal dan sepakbola. Ini pertama kali turmament futsall tingkat slta diadakan dikabuhpaten sijunjung. Sementara dalam sepakbola memang ada acara tahunan seperti liga pelajar indonesia(LPI). Tahun kemarin kami terhenti disemifinal. Dikalahkan SMA Nine 1-0, SMA Nine mencetak sejarah sebagai tropy pertama dari acara LPI.
Turnament futsall kali ini hanya diikuti oleh delapan sekolah. Sementara SMA dan SMK semuanya berjumlah 16 sekolah. Delapan sekolah dibagi dengan dua grup. Juara dan Runner-up dari masing-masing grup akan diadu dipartai semifinal. Sekolahku berada digrub a, dengan Smk 5, SMK 3, dan SMA dua. Sementara SMA tujuh, SMA Nine, Smk 2, Smk Elektro berada digruop B.
"Panggil lah bojek lagi pit" Saran bg wanda.
Kami serentak keluar dari kantin tek rida menuju ke montela. Bojek keluar dengan tulo dari kantin roza. Kantin roza tidak terlalu jauh dari kantin tek rida.
Dimontela, delapan sekolah berbaris mengikuti acara pembukaan dari anggota TNI. Sedangkan aku diluar bersama da wanda, ripo, tito dan dito dari SMK 5.
30 menit kemudian. Acara dimulai dengan pertandingan pembuka antara sekolahku dan SMA dua. Turnament futsal diadakan dalam dua hari. Dimana hari pertama mencari 2 tim dari masing-masing grup untuk partai semifinal esok hari.
****
Sepenggalah matahari naik diatas kepala. Penyisihan grub A telah selesai dipertandingkan dengan sekolahku sebagai juar grub, dan SMK 5 sebagai runner up. Aku duduk dengan dori, sandi, dan anak MAM lainnya yang hadir untuk menonton pertujukan futsal. Kami mengobrol serambi menyaksikan pertandingan digrub B antara SMA Nine dan SMA tujuh.
Nisa terlihat berdiri didepan pintu gor, matanya liar mencari seseorang. Annisa terlihat menggenggam sebotol PocarySwet. Dia berjalan kearahku setelah melihatku.
"Gimana menang?" Kata annisa tanpa canggung.
"Alhamdulillah, lolos penyisihan grup" Jawabku. Aku merasa canggung dengan keberadaan annisa didalam manusia-manusia dalam gelap.
"Lai mencetak abg?" Tanya nisa yang duduk dibelakangku.
"Lai lah" Jawabku girang" Abg topscore digrub A" Sambungku bangga. Sekolahku menang banyak melawan SMK 3 (11-2) dan (9-1) Melawan SMA Dua.
"Masak iya seorang dikan ngak mencetak" Ledek dori "SMA empat tanpa dikan gak bakalan menang" dori melebih-lebihkan fakta.
"Iya, ya dikan ini bintangnya SMA 4" Sandi ikut menimpali.
"Goblin itu mah" Ujar afdol dan berjalan meninggalkan lingkaran.
"Sodol. Kemana?" Teriak nurfan.
"Tempat tek rida minum"
"Pacar dikan ko?" Tanya sandi
"Iya ndi. Namanya annisa" Kenalku.
"Ooih annisa" Sahut sandi.
"Rasa-rasa kenal eh" Gurau dori.
"Kawan kenal semua cewek" Patah sandi "Ngak ada cewek yang gak kawan kenal" Sandi tertawa.
Dori juga ikut tertawa "Kawan du"
"Jadi minuman itu buat siapa" Tanya sandi menatap nisa.
"Hah" Annisa gerogi "Buat bg dikan" Sambungnya malu-malu. Aku menerima pocary sweet pemberian annisa.
"Dia salah tingkah" Tawa sandi dan dori. Akupun ikut dalam tertawa mereka.
"Ngak ada pun salting" Jawab annisa terispu serambi bersembunyi dibalik punggungku.
"Kenalan dulu" Kataku. "Ini sandi dari Tja dan ini dori asli orang sini" Sambungku.
"Takut dia kenalan sama dori" Kata sandi" Takuik karna digigit sama cupieng" Ledek sandi.
"Kalau sama abg nih nisa kenal" Annisa menunjuk sandi. "Shandy Nayoan kan?" Sambung nisa.
"Ya, nyo abg sandi ko terkenal mah"Ujar dori dengan muka masam.
Kami semua tertawa. Annisa mengenal sandi dari facebook. Sandi memang hit difacebook. Sandi suka memposting photo dengan camera dengan latar yang keren. Dengan kegantengannya sandi dikenal banyak cewek difacebook.
"Oh iya, siap sholat jum'at pergi hunting yuk kesilokek" Ajak sandi.
"Malas gua. Ngapain ngabis-ngabisin uang" Patah dori lansung.
__ADS_1
"Ehh, tenang" Sanggah sandi "Ada Randi yang modalin. Dia ultah sekarang" Sambungnya.
"Haaah kalau itu gua mau ikut" Dori antusias.
"Woalah giliran ditraktir aja lu cepet" Bantah sandi.
Kami semua tertawa.
"Gimana annisa mau ikut?" Tanya sandi.
"Mau, kalau diajak bg dikan" Sahut nisa.
"Gimana dikan?" tanya sandi.
Aku mengangguk tanda setuju.
"Yah kalian enak punya pasangan. Nah gua ?" Rutuk dori yang jomblo.
"Tenang. Titin ikut kok"
"Titin?" Sahut dori mendongak "Tapi gapapa lah daripada engak sama sekali" Sambungnya.
"Kan lumayan penghangat badan" Ujar sandi.
"Yah annisa jangan sampai ngak ikut" Kata sandi. "Dikan jangan sampai ngak dibawa nisanya" Sandi memastikan.
Aku dan nisa mengangguk. Aku menggenggam tangan anissa yang diletakkannya diatas pahaku. Kulit putih terasa polos ketika kusentuh.
"Lagi istirahat?" Tanyaku.
"Iya, tadi istirahat buru-buru kesini pengen liat abang main" Sahutnya
"Besok masih ada partai semifinal" Kataku.
"Sama aja besok ngak bisa nonton" Annisa cemberut.
"Yeh jangan masam gitu donk mukanya" Kataku mencubit pipi nisa yang temben. Annisa memasang wajah manyun.
"Ehh nisa kesekolah dulu ya" Ujarnya "Kayaknya istirahat udah selesai" Pamitnya
"Yuadah semangat ya belajarnya" Pesanku.
Annisa berdiri untuk pamit dan hilang dari pandanganku.
****
Pukul tiga sore. Kami berkumpul didepan rumahku menunggu annisa yang mengganti baju sekolah kerumahnya. Rumahku yang biasanya sepi kini terasa ramai oleh keberadaan teman-temanku. Ibuku hari ini kepasar mundam. Ibu akan pulang nanti sore sekitar jam 5.
"Dikan. Simpan lah ini dulu. Dari pada dibawa-bawa nanti meletus pula dia" Kata sandi yang mengulurkan plastik kepadaku. Itu paket ganja. Aku mengambilnya dan menyimpannya dalam lemari kamarku. Tak lama setelah itu annisa datang. Annisa terlihat sangat cantik dengan rambut lurus sesudah dicatok. Bodinya yang bohay membuat annisa terlihat sexy. Kamipun berangkat kesilokek berpasang-pasangan. Aku dan annisa, sandi dengan putry, dori dengan titin, bg randi dengan laras, dan bg dedek dengan dela. Kami menyimpang kekiri dipersimpangan depan polres sijunjung. Mulai memasuki kawasan silokek yang dikelilingi oleh bukit muko-muko.
Suara-suara mesin kapal terdengar bersahut-sahutan, suara mesin terdengar membising ketika kami semakin dekat dengan lokasi bernama batu gando. Batu gando adalah muara yang menjadi pertemuan tiga sungai; Batang ombilin, batang palangki, dan batang sukam. Ratusan kapal terlihat berdempet dengan ribuan orang yang menggantungkan nasibnya pada emas. Batu gando menjadi pusat penambangan emas beberapa tahun belakangan ini. Lubuknya yang dalam ternyata menyimpan banyak emas yang berkilo-kilo. Batu gando juga terlihat menyeramkan dengan air yang tenang. Lebih jauh lagi. Banyaknya penambang emas yang mati tertimbun tanpa berhasil dikeluarkan menambah angker batu gando.
Pemandangan jalan menuju negeri silokek memanjakan mata. Sungai yang diapit oleh dua bukit menjadi keindahan yang mengagumkan. Sandi memotret kami satu persatu dengan kameranya, pemandangan jalan dibawah kaki bukit yang bersebelahan dengan sungai membuat latar menjadi indah. Kami melanjutkan perjalanan dan sampai ditempat wisata pasir putih. Kami berphoto-photo setelah itu mandi. Pasir putih adalah pantai ditepian sungai silokek.
Setelah puas dengan permainan yang membuat kami basah. Kami mengganti baju dan berjalan pulang. Matahari mulai gelap kala kami singgah disebuah cafe didaerah muaro. Kami mengisi perut dan menunggu waktu magrib habis sebelum melanjutkan perjalanan.
Sudah pukul delapan lewat tujuh menit ketika kami sampai ditanjung ampalu. Sandi, bang dedek, dan bang randi selaku tuan rumah mengajak kami duduk melingkar dilapangan koto tujuh. Tidak ada pasangan kami yang marah ataupun melarang kami untuk menghisap ganja. Begitupun annisa, ia terlihat santai dengan memelukku dari belakang.
Lagu bondan yang berjudul yasudahlah terputar dari android putry. Malam yang penuh bintang menambah kesyahduan dihari ulang tahun bg randi. Kami pun tertawa dengan suka dan cita.
"Harapanmu apa ran?" Tanya bang dedek "Selagi langit masih berbintang" sambungnya.
"Kalau ada bintang biasanya terkabul ya bang" Celetuk dori tergelak.
"Insyallah lah" sahut bg dedek.
"Harapanku cuman satu" Sahut bg randi "Bisa menikah dengan laras" Sambungnya.
Kamipun mengamini harapan bg randi secara bersamaan. Bg randi dan laras berciuman. Romantis. Annisa menyenderkan kepalanya kebahuku. Lalu aku juga berciuman dengan annisa. Itu adalah ciuman keduaku setelah ciuman pertama dengan riska. Annisa terus mengulum bibirku meskipun aku tak melawan ciumannya. Dia bernafsu sekali. Aku menjauhkan bibirku dan kembali menghisap lintinganku. Annisa beralih dengan mencium dan menggigit leherku. Aku merasa geli tapi kubiarkan saja ia melakukan hingga tak lama setelah itu ia berhenti.
Bang dedek memetik gitarnya menyanyikan lagu risalah hati. Kamipun bernyanyi bersama-sama. Annisa mengelus-elus perutku. Terasa hangat dalam diriku. Berahi seakan terpacu untuk kusalurkan kepada nisa. Namun buru-buru kutolak pikiran negatif itu dengan berdiri dan pura-pura buang air. Annisa seperti sudah berpengalaman. Apakah dia sengaja memancing nafsuku? Ah, jangan-jangan annisa sudah biasa berhubungan intim setiap kali pacaran?
__ADS_1
Duduk melingkar bubar seiring malam yang sudah larut. Akupun tertidur dengan perasaan yang bertanya-tanya tentang annisa.