Ruang Hitam

Ruang Hitam
Cinta atau bercinta?


__ADS_3

Masak kucing nolak sih dikasih ikan asin


****


Pukul tiga sore. Kami berkumpul dirumahku menunggu annisa yang masih dirumahnya. Annisa tinggal dikampung sebelah. Butuh setengah jam untuk annisa sampai kerumahku. Rumahku yang biasanya sepi kini terasa ramai oleh keberadaan teman-temanku. Ibuku hari ini kepasar mundam. Ibu biasanya pulang sore hari.


"Dikan. Bisa simpanin dulu" Ucap sandi mengulurkan plastik hitam kepadaku.


"Kenapa masih dibawa?" Keluhku. Dalam plastik hitam itu adalah ganja yang sudah dipaket oleh sandi.


"Lupa" Sandi tertawa kecil "Meletus saja dia nanti. Lah masuk kandang situmbin nanti" Tawa sandi cemas akan tertangkap.


Aku tertawa dan mengambilnya. Aku berjalan menyimpannya dalam lemari kamarku. Tak lama setelah itu annisa datang. Rambut lurusnya terkibas ketika annisa melepas helm. Kulit langsat dan bodinya yang bohay membuat annisa terlihat seksy. Kamipun berangkat kesilokek berpasang-pasangan. Aku dan annisa, sandi dengan putry, dori dengan titin, bang randi dengan laras, dan bang dedek dengan dela. Kami memacu kendaraan kami beriringan. Pohon-pohon disepanjalan adinegora terasa teduh. Kami menyimpang kekiri dipersimpangan depan polres sijunjung. Mulai memasuki kawasan silokek yang dikelilingi oleh bukit muko-muko.


Suara-suara mesin kapal terdengar bersahut-sahutan, suara mesin terdengar membising ketika kami semakin dekat dengan lokasi bernama batu gando. Batu gando adalah muara yang menjadi pertemuan tiga sungai; Batang ombilin, batang palangki, dan batang sukam. Ratusan kapal terlihat  berdempet dengan ribuan orang yang menggantungkan nasibnya pada emas. Batu gando menjadi pusat penambangan emas beberapa tahun belakangan ini. Lubuknya yang dalam ternyata menyimpan banyak emas yang berkilo-kilo. Batu gando juga terlihat menyeramkan dengan air yang tenang. Lebih jauh lagi. Banyaknya penambang emas yang mati tertimbun tanpa berhasil dikeluarkan menambah angker batu gando. Hampir tak terhitung yang mati. Orang bilang juga ada yang tertimbun tanpa berhasil dikeluarkan. Mirisnya, masih ada ratusan kapal yang tetap bekerja. Pekerja didominasi oleh orang kalimantan.


Pemandangan jalan menuju negeri silokek memanjakan mata. Sungai yang diapit oleh dua bukit menjadi keindahan yang mengagumkan. Sandi memotret kami satu persatu dengan kameranya, pemandangan jalan dibawah kaki bukit yang bersebelahan dengan sungai membuat latar menjadi indah. Kami melanjutkan perjalanan dan sampai ditempat wisata pasir putih. Kami berphoto-photo dan bermain dipasir putih. Kami seperti berada dipantai, pantai ditepi sungai.


Matahari senja menerpa hangat. Kami bermain ditepi sungai. Sandi dan bang randi bergantian memotert kamera. Selain pasir putih, geopark silokek juga punya wisata air terjun dan gua buaya yang punya cerita. Tapi kami sudah terlalu sore kesilokek dan tidak sempat berkunjung kesana. Lagipula tujuan kami kesini hanya sekedar untuk hunting. Setelah puas dengan permainan yang membuat kami basah. Kami mengganti baju dan berjalan pulang. Matahari mulai gelap kala kami singgah disebuah cafe didaerah muaro. Kami mengisi perut dan melanjutkan perjalan setelah habis waktu magrib.

__ADS_1


Sudah pukul delapan lewat tujuh menit ketika kami sampai ditanjung ampalu. Sandi, bang dedek, dan bang randi selaku tuan rumah mengajak kami duduk melingkar diladang milik bang dedek. Kami memasuki simpang jalan setapak sekitar tiga ratus meter didekat SMA Tujuh. Hutan ditengah kampung. Ada beberapa rumah didekat ladang manggis bang dedek. Selain manggis, bang dedek juga punya tiga buah batang durian yang berbuah lebat. Kami duduk melingkar serambi menunggu durian jatuh.


Bang dedek, dela dan dori sibuk mencari durian. Sandi, bang randi, dan aku bertugas melinting ganja. Bang randi dan bang juga punya jatah dari sandi. Mereka konsi untuk sekilo ganja. Tidak ada pasangan kami yang marah ataupun melarang kami untuk menghisap ganja malam itu. Begitupun annisa, ia terlihat santai dengan memelukku dari belakang.


Lagu bondan yang berjudul 'yasudahlah' terputar dari android putry.  Malam yang penuh bintang menambah kesyahduan dihari ulang tahun bg randi. Bang dedek, delan dan dori bergabung tanpa berhasil membawa durian yang mereka cari.  Kami duduk melingkar dengan menikmati alunan lagu bondan. Sesekali kami tertawa dengan suka dan cita.


"Harapanmu apa ran?" Tanya bang dedek "Selagi langit masih berbintang" sambungnya.


"Kalau ada bintang biasanya terkabul ya bang" Celetuk dori tergelak.


"Insyallah lah" sahut bg dedek.


Kamipun mengamini harapan bg randi secara bersamaan. Bang randi dan laras berciuman. Romantis. Annisa menyenderkan kepalanya kebahuku. Sandi dan putry bernyanyi mengikuti lagu bondan yang sudah berganti. Kita selamanya. Bang dedek juga ikut bernyanyi dengan dela menyender kebahunya. Annisa mengencangkan pelukannya dari belakang. Aku menoleh. Lalu aku berciuman dengan annisa. Itu adalah ciuman keduaku setelah ciuman pertama dengan riska. Riska adalah mantan ketujuhku, dan dengan riskalah aku pernah berciuman untuk ertama kali.


Annisa terus mengulum bibirku meskipun aku tak melawan ciumannya. Dia bernafsu sekali. Aku menjauhkan bibirku dan kembali menghisap lintinganku. Annisa mengeratkan pelukannya dipinggangku. Aluna musik membuat malam ini begitu indah.


Annisa beralih dengan mencium dan menggigit leherku. Aku merasa geli, tapi kubiarkan saja ia mencium tengkukku. Hanya beberapa menit kemudian annisa berhenti.


Bang dedek pamit pulang untuk mengambil gitarnya. Dela ikut menemaninya. Annisa mengelus-elus perutku. Terasa hangat dalam diriku. Berahi seakan terpacu untuk kusalurkan kepada nisa. Namun buru-buru kutolak pikiran negatif itu dengan berdiri dan pura-pura buang air. Annisa seperti sudah berpengalaman. Apakah dia sengaja memancing nafsuku? Ah, jangan-jangan annisa sudah biasa berhubungan intim setiap kali pacaran?

__ADS_1


Sudah hal yang biasa peradaban yang semakin maju ini. Modernisasi membuat anak-anak muda tumbuh dengan kegaulan masa kini. Sudah hal biasa aku mendengar istilah pacaran ditempat yang kelam. Sudah menjadi rahasia umum jika pacaran adalah kenikmatan dari cinta satu malam. Dan aku hidup dalam lingkungan laki-laki mempermainkan wanita dengan merebut keperawannya.


"Kau tahu cara ampuh agar perempuan bisa tergila kepada kita? Ajak dia bercinta maka dia akan merasa takut untuk melepasmu" Ucap mereka-mereka.


Aku bukan pria yang munafik. Tapi aku memang belum pernah melalukan itu. Aku tidak berani memulainya. Bahkan untuk berciuman saja aku tidak berani untuk meminta. Aku terlalu kelu dan cupu. Tapi, aku hanya terngiang pesan tentang ibu yang melarangku untuk pacaran.


"Ibu hanya ingin bilang. Jangan rusak anak gadis orang. Meskipun kau tidak punya adik. Tapi kelak kau juga akan punya anak perempuan. Tentu kau tidak ingin. Anak perempuan dirusak oleh laki-laki bukan" Ucap ibu.


Aku mengangguk. Selama aku berpacar. Aku tak pernah mengenalkannya ke ibu. Dan ibu hanya tahu aku berpacar setelah annisa mendekati ibu. Ibu sangat senang dengan annisa yang ramah dan baik.


"Tahan saja berahimu. Akan ada masanya untuk itu. Jangan mau kalah dengan nafsumu. Kau harus bisa mengendalikan nafsumu agar kau tidak menyesal" Ucap ibu.


Aku hanya menggangguk. Apa yang dikatakan ibu adalah benar. Kita punya takdir dan waktu untuk semua. Bukankah semua sudah tertulis dengan jelas dalam Al-quran. "Manusia diciptakan berpasang-pasangan" Dan alquranlah yang seharusnya kita jadikan pedoman dan aturan kehidupan. Itu jalan yang benar dan pulang dengan diri yang putih. Namun, kelak aku akan kalah dengan diriku sendiri.


Bang dedek dan dela telah kembali. Bang dedek memetik gitarnya menyanyikan lagu risalah hati. Kamipun bernyanyi bersama-sama. Duduk melingkar bubar seiring malam yang sudah larut. Aku mengantarkan annisa pukang kekampungnya pukuk 10 malam. Akupun tertidur dengan perasaan yang bertanya-tanya tentang annisa.


****


Perhatian. Ini memang kisah nyata. Annisa itu memang mantan pacar sipenulis. Tapi tentang ciuman tidak nyata. Itu hanya penambah agar cerita bisa melahirkan pesan moral. Apalagi yang perjaka si aku lepas karna gadis yang tidak perawan. Wkwkwk marah nanti si mantan. Itu tidak benar. Itu hanya pengalaman seseorang teman. Saya, yah saya emang belum pernah. Percaya gak percaya masa bodo wkwkwks. Vote dan tinggalkan jejak donk. Salam dua jari untuk para pemimpi. Tetap sungguh dan jangan menyerah.

__ADS_1


__ADS_2