
Kelak, kebersamaan dalam masa sekolah akan menjelma kerinduan setelah lulus nanti.
****
Suasana riuh menyambut bel pulang sekolah yang telah berbunyi. Semua murid serentak keluar dari kelas mereka untuk pulang kerumah masing-masing. Namun hanya kelas satu dan dua yang diperbolehkan pulang. Sedangkan kelas tiga harus mengikuti pelajaran tambahan sebelum menghadapi Ujian nasional yang berbasis komputer.
Aku dan ketiga sahabatku berjalan ke tempat biasa motor kami diparkirkan. Kantin tek rida sudah tutup setelah sholat zuhur tadi. Kami meninggalkan perkarangan sekolah untuk membeli nasi padang. Aldi dan ijep berboncengan dengan motorku, sedangkan aku berboncengan dengan nando.
Kami membeli nasi bungkus di ampera berkah didekat simpang binjai. Ampera terlihat sesak oleh pengunjung. Aldi bilang selain harga yang terjangkau, makanan disini juga sangat enak. Nando memesan dua nasi bungkus. Kami menunggu diparkiran ampera. Jalan lintas sumatra sangat ramai siang ini. Mobil pribadi dan truck kontainer berpacu dengan anak-anak sekolah yang baru saja pulang.
Aldi memanggil karin yang melintas didepan kami. Karin berhenti didepan ruko yang masih kosong. Aldi menghampiri kekasihnya itu keseberang jalan. Ijep mengikuti aldi dari belakang. Aku mengeluarkan BB ku dari saku celana. Satu pesan dari mutia belum kubaca.
"Selamat pagi senin, Goblin 😘 . Kalau disana panas, jangan panas-panasan. Kalau disana hujan, jangan hujan-hujanan 😂 Semangat sekolahnya. Jangan lupa makan. Dan jangan mentel-mentel disekolah"
Aku tersenyum setelah membaca pesan mutia. Dia memanggilku goblin sebagai panggilan sayang. Aku memanggilnya dengan sebutan tingkerbell. Goblin dan tingkerbell adalah peran utama dalam sebuah drama korea yang sangat disukai oleh mutia.
"Selamat siang tingkerbell 😘 Bagaimana kabar kuliah kamu? Semoga baik. Semangat ya ngerjain proposal penelitiannya. Jangan lupa makan biar ngak sakit" Balasku.
Aldi dan ijep terlihat sedang tertawa diseberang. Karin masih duduk diatas motornya. Karin mengatakan sesuatu kepada aldi sebelum pulang. Aldi dan ijep bercanda gurau setelah sampai didekatku. Nando juga menyelesaikan tugasnya dengan membawa dua kantong plastik.
"Nih giliran lu yang bawa" Ujar nando memberikan kantong plastik itu kepada ijep.
"Ya beginilah kelakuan teman kalau kita sedang dibawah" Sahut ijep merendah.
"Emang lu pernah diatas jep?" Aldi menimpali. Kami menaiki motor dengan tertawa "Kan lu selalu dibawah jep" Ujar aldi
"Yah rendahin aja gua terus" Sahut ijep dengam wajah iba.
Kami tertawa terbahak-bahak. Motor kami melaju menuju kesekolah. Sesampai disekolah kami memilih ruangan tua sebagai tempat makan. Ruangan tua itu kelak menjadi markas untuk kami menghabiskan waktu istirahat dengan merokok disana. Dua nasi bungkus kami bentangkan menjadi satu. Lalu kami mulai makan secara bersamaan.
Tawa dan canda dalam kebersaan kami ini kelak akan menjadi kenangan setelah lulus nanti. Kami mungkin akan berpisah dengan jalan yang telah kami pilih. Nando dan ijep akan mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi polisi dan tentara, aldi berencana akan kuliah, sedangkan aku ingin pergi jauh kenegeri jawa. Kebersamaan ini akan menjadi kerinduan disuatu saat nanti.
Kami merokok setelah selesai makan. Waktu istirahat masih tersisa setengah jam lagi sebelum sekolah sore dimulai. Ketiga sahabatku berbincang-bincang perihal ujian nasional yang berbasis komputer. Ini pertama kalinya ujian nasional dilaksanakan dengan komputer. Pada angkatan sebelumnya masih menggunakan ujian tulis. Sekolahku akan menumpang ujian di SMK 5 karna komputer disekolah masih kurang. Aku menyimak obrolan mereka serambi membaca pesan dari mutia.
__ADS_1
"Aku sudah makan goblin. Kamu sudah pulangkah? Proposal penelitianku sudah kuberikan kepada dosen pembimbing. Semoga bisa di acc dengan cepat" Pesan mutia.
"Aku juga baru siap makan. Aku mulai hari ini belajar sore. Sebentar lagi masuk. Syukurlah proposal kamu sudah kelar. Semoga segera di acc. Amiin" Balasku.
Asap-asap rokok memenuhi ruangan tua yang dilingkupi oleh daun-daun pohon besar ditengah ruangan. Kami akan mengikuti simulasi sebelum unbk. Unbk akan terbagi menjadi tiga rombongan dengan tiga ship. Aldi bercerita tentang informasi yang ia dapat dari buk yarnis. Blackberryku kembali berdering.
"Aku mau pergi ke transmart sama putri dan nuna. Pacarnya putri juga ikut. Kamu semangat sekolah sorenya" Pesan mutia.
Bunyi motor terdengar berisik ditelinga. Motor itu memasuki perkarangan sekolah dengan bunyi bising yang semakin terasa dekat. Ketiga sahabatku saling bertanya itu motor siapa. Aku sibuk mengetik membalas pesan mutia
"Iya, hati-hati dijalan. Jangan mentel-mentel disana. Ingat, ada hati yang harus kamu jaga. Jangan sampai malam juga pulangnya" Balasku.
"Dik, dia nyariin lu dik" Kata aldi yang mendengar percakapan disamping kelas.
"Iya?" Sahutku penasaran.
"Sudah pulang dia doris?" Ujar seseorang yang suaranya kukenali. Aku melangkah keluar dari ruangan tua. Sandro. Ada apa dia mencariku.
"Kurang tau ndro. Tapi tasnya masih ada" Sahut doris.
Sandro lansung menoleh. Dia tersenyum melihatku disamping ruangan tua. Sandro turun dari motornya dan menghampiriku. Aku mengajaknya duduk didalam ruang tua. Sandro duduk dengan mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celannya. Ketiga sahabatku telah salung kenal dengan sandro.
"Disini tempat kau menghabiskan jam istirahat?" Tanya sandro.
Aku mengangguk. "Disini sejuk. Ada apa mencariku?" Tanyaku.
"Aku punya berita yang ingin kusampaikan. Itu sidori"
"Kenapa dori?" Tanyaku membakar rokok. Ketiga sahabatku hanya diam dan menyimak obrolan kami.
"Dia ditangkap polisi"
"Apa?" Sahutku terkejut "Kapan? Dimana?"
__ADS_1
"Kemarin malam"
"Terus dimana dia sekarang?"
"Dipolres. Kau tidak ada menghubunginya kan?" Tanyo sandro.
Aku menggeleng. Aku tidak ada berkomunikasi dengan dori. Terakhir kali aku bertemu dori adalah sebulan yang lalu dirumahnya. Dan apa yang kukatakan kepada dori bulan lalu itu yang telah terjadi.
"Malang sekali siberuang itu. Sudah kukatakan kepadanya untuk lebih hati-hati"
"Bukan" Bantah sandro "Dia tertangkap bukan karna kasus narkoba" Jelas sandro.
"Lalu?"
"Dia tertangkap dengan kasus pencurian besi rel kareta yang dicurinya enam bulan yang lalu. Cuman ada pesan igo yang membuat dori bermasalah dengan narkoba"
"Igo?" Tanyaku semakin penasaran. Igo adalah manusia dalam gelap yang juga bersekolah di MAM tanjung ampalu. Kenapa dengan igo.
"Iya, igo ngirim pesan 'dori kenapa barangnya belum sampai' tentu pesan itu jadi pertanyaan bagi polisi. Barang apa yang dimaksud?. Tapi dori sudah menjawab bahwa itu igo mengirim baju. Dan aku kesini mau minta tolong. Bukan aku sebenarnya. Tapi dori yang minta tolong. Kau kan tahu rumah igo. Jadi temani aku menemui dia. Igo harus kabur sebelum masalah dori kelar"
Aku sangat bimbang sekali. Bukan aku tidak mau membantu. Tapi waktunya tidak tepat sekali. "Aku sekolah sore"
"Ah, lebih pentingkah sekolahmu daripada temanmu yang mungkin saja terkurung lebih lama gegera kasus narkoba yang menimpanya? Dori mungkin akan dikurung hanya beberapa minggu karna kasus pencurian. Dia terselamatkan karna dia masih anak sekolah. Tapi itu tidak berlaku jika ia terjerat kasus narkoba. Dan igo, mungkin akan menjadi sasaran polisi berikutnya untuk membuktikan kesalahan dori" Ujar sandro.
"Kenapa kau tidak mencoba menelponnya saja?"
"Nomornya tidak aktif. Dia juga tidak hadir kesekolah. Tapi teman satu kampungnya bilang dia masih dikampung"
Aku hanya diam dengan segala kebimbangan. Sungguh aku benci berurusan dengan hal seperti ini.
"Ayolah, hanya kau yang bisa membantu dori"
"Yasudah" Jawabku. "Ud. Tolong ambilkan tasku. Aku mungkin tidak mengikuti sekolah sore hari ini" Ujarku.
__ADS_1
Nando mengangguk. Aldi dan ijep pamit kedalam lokal mengikuti nando. Aku dan sandro menuju rumah igo dikenagarian durian gadang.