
Cinta adalah ujian bagi keimanan.
****
Jika manusia hidup dengan lima perasaan; Rasa takut, marah, kecewa, sedih dan bahagia. Maka cinta adalah gabungan dari semua perasaan tersebut. Cinta akan membuatmu merasakan semua itu dengan waktu-waktu tertentu.
Cinta ibaratkan syarat untuk petualangan hidup. Tanpa cinta, manusia tidak akan bisa memaknai untuk apa mereka diciptakan dan diberi hidup. Namun, terlepas dari itu semua. Cinta hanyalah persoalan keikhlasan dan kebesaran hati. Patah hati adalah sebuah resiko, dan kebahagian sebagai bonus. Dimana ketika kita jatuh cinta, kita harus siap untuk menerima keduannya.
Cinta dimasa muda bagaikan aliran sungai yang tak berujung. Kita tidak pernah tahu apakah arus sungai itu akan membawa kita kepada muara atau malah tenggelam sebelum sampai pada pernikahan. Jodoh dan kematian adalah hal yang tabu untuk kita ketahui. Namun, sebaik-baiknya pilihan adalah menerima dan menjalani apa yang telah ditakdirkan kepada kita.
Tahun sudah berganti baru. Harapan-harapan terbit untuk mewarnai indahnya kehidupan yang akan dijalani. Aku tidak bisa memastikan bahwa mutia adalah jodoh yang dikirim tuhan untukku. Aku hanya bisa menyakini semua harapan dan berupaya dengan doa-doa agar dikabulkan. Namun, jawaban yang sebenarnya masih tersimpan didalam rahasia takdir.
Aku melewati pergantian tahun dengan menelpon dengan mutia. Aku tidak keluar rumah dan hanya mengurung diri didalam kamar. Mutia telah kembali kepada kesibukkan kuliahnya. Itu berarti hari-hari kami jalani dengan mengalahkan jarak. Dan yang paling penting dalam hubungan jarak jauh adalah kabar dan komitmen.
Aku lelaki yang setia. Aku selalu belajar untuk setia. Dengan siapapun aku menjalin hubungan, aku bersumpah tidak ingin mendua. Aku ingin hidup dengan satu cinta, satu wanita. Aku belajar untuk tidak seperti ayah. Bagiku, cinta adalah kesempurnaan diri. Dan ayah telah menodai kesempurnaan itu dengan kemunafikan diri. Tetapi, kelak aku akan mengerti. Cinta adalah ujian bagi keimanan.
Masa depan terlalu sukar untuk kita pikirkan sekarang. Sedangkan satu detik kedepan saja kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi. Dunia ini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya takkan bisa diterima oleh nalar dan logika. Namun, masa depan perlu dirancang agar kita punya tujuan dan alasan untuk hidup.
__ADS_1
Aku berjalan seorang diri melewati ruangan tua yang tak lagi terpakai. Suara-suara riuh didalam lingkungan sekolah telah mengakhiri waktu libur semester. Aku berjalan kedalam lokal dengan penuh semangat baru. Semangat yang ingin cepat-cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan.
Ketiga sahabatku lansung menyambutku dengan tawa ketika sampai dilokal. Aku meletakkan tas dan duduk dikursiku. Ketiga sahabatku menghampiriku dengan pujian atas meningkatnya nilaiku dirapor semester kemarin. Teman kelasku yang lain menyimak obrolan kami dari tempat duduknya.
"Kau tahu tidak, kenapa dikan bisa dapat rangking delapan?" Tanya aldi
Nando dan ijep saling menatap dan menggelengkan kepala. Aku duduk dikursi dengan tersenyum. Aku tahu aldi pasti akan mengatakan bahwa aku berubah karna mutia.
"Karna dikan pacaran sama mutia" Ujar aldi dan tertawa.
"Berarti sekarang dikan ngak semangat lagi donk ya, Kan buk mutia udah ngak ada" Ujar doris dari kursinya.
"Ohhh enggaklah. Tetap semangat ya dik ya" Kata aldi "Dikan kan mau menikah sama buk mutia"
Kelas tertawa. Aku hanya tertawa kecil dengan olokkan aldi.
"Dikan pacar buk mutia?" Tanya lola
__ADS_1
"Ini orang gak nyimak banget ya" Doris terlihat kesal
"Pas itu dengan namanya lola. Loading lama" Kata aldi.
"Kayak lu sempurna aja" Sahut lola.
"Lu itu ya, bikin emosi gua naik aja" Aldi mulai geram.
Lola mencibir dengan mulutnya yang komat-kamit. Aldi yang kesal menghampiri lola. Aldi menjitak kepala lola hingga lola meringis kesakitan. Doris juga ikutan menjitak kepala lola.
"Kesel gua lihatnya" Ujar doris.
"Gua sumpahin lu suka sama gua" Rutuk lola.
"Dih amit-amit" Kata doris dengan ekpresi jijik.
Kami tertawa terbahak-bahak. Tak lama setelah itu bel berbunyi. Kami berjalan kelapangan untuk mengikuti upacara pertama disemester enam. Ada perasaan aneh ketika aku berdiri mengikuti upacara. Perasaan aneh itu lahir dari kehadiran mutia yang tidak lagi ada.
__ADS_1