
Masa sekolah adalah pengorbanan usia untuk menambah ilmu dan wawasan. Masa muda adalah pengalaman dan prestasi.
****
Sepenggalah matahari naik diatas kepala. Penyisihan grub A telah selesai dipertandingkan dengan sekolahku sebagai juara grub, dan SMK Lima sebagai runner up. Aku menghampiri dori, sandi, dan anak MAM lainnya yang hadir untuk menonton pertunjukan futsal. Aku menyalami mereka yang duduk diatas lantai. Mereka memuji-muji kehebatanku dalam permainan futsal tadi. Kami mengobrol serambi menyaksikan pertandingan grup B antara SMA Sembilan dengan SMA Tujuh.
Annisa terlihat berdiri didepan pintu gor, matanya liar melihat semua arah. Annisa terlihat menggenggam sebotol minuman kaleng. Dia berjalan mendekatiku setelah melihatku.
"Menang gak bang?" Tanya annisa tanpa canggung.
Aku mengangguk. "Kamu ngak belajar" Tanyaku. Aku merasa canggung dengan kedatangan nisa. Dori melirik sandi. Mereka menertawakanku dengan kedatangan nisa.
"Abang cetak gol gak?" Tanya nisa yang duduk dibelakangku.
Aku mengangguk bangga. Aku mencetak tujuh gol dengan dua pertandingan. Sekolahku menang banyak melawan SMK 3 (11-2) dan (9-1) Melawan SMA Dua. Kami menang dengan begitu muda.
"Masak iya seorang dikan ngak mencetak" Dori menimpali "SMA empat tanpa dikan gak bakalan menang. Ya ngak kawan" Ujar dori meminta perserujuan sandi..
Sandi mengangguk setuju. Beberapa orang anak MAM meninggalkan perkumpulan. Mereka pamit menyusul afdol dan nurfan ke kantin tek rida. Sekarang hanya tinggal dori, sandi, aku dan annisa.
"Pacar dikan?" Tanya sandi kepada annisa.
Annisa mengangguk malu. Dia bersembunyi dibalik punggungku.
"Kenalin ndi. Namanya annisa. Annisa, ini dori dan ini sandi" Ucapku mengenalkan mereka.
"Ooih annisa" Sahut sandi menyalami annisa.
"Rasanya pernah kenal" Ucap dori setelah bersalaman dengan annisa.
"Kawan mah kenal semua cewek. Ngak ada cewek yang gak kawan kenal" Ucap sandi tertawa.
Aku ikut tertawa. Dori juga tertawa. Sorak-sorai terdengar disela-sela tawa. SMA Tujuh berhasil mencetak gol kegawang SMA sembilan.
"Kapan tandingnya lagi bang?" Tanya annisa berbisik.
__ADS_1
"Besok lagi. Semifinal" Sahutku.
"Terus yang ini kenapa masih main?"
"Itu penyisihan grub b" Sahutku.
"Nisa. minuman itu buat siapa"
"Ohhh iya"Sahut nisa. "Nih bang, nisa bawain minuman buat abang" Ucap nisa dengan memberika sebotol minuman pengganti ion kepadaku.
"Makasih ya" Ucapku.
"Bahagia sekarang tuh" Ledek dori.
Sandi dan dori tertawa. Aku hanya tersenyum melihat olokan mereka.
"Kalau sama abg nih nisa kenal" Annisa menunjuk sandi. "Shandy Nayoan kan?" Sambung nisa.
"Ya, Abang sandi ini emang terkenal" Ucap dori dengan muka masam.
"Oh iya, siap sholat jum'at pergi hunting yuk kesilokek" Ajak sandi.
"Ngapain? Cuman ngabisin duit" Sanggah dori.
"Emang gua nanyain duit elu" Ucap sandi.
"Ya percuma, malas gua" Sahut dori
"Lu ikut ya dik. Ajak nisa juga" Kata sandi "Annisa mau kan ikut" Ujar sandi beralih ke annisa.
"Mau bang, kalau bang dikan mau ngajak nisa" Sahut nisa menatapku.
"Lu mau ikut kan dik?" Tanya sandi.
Aku mengangguk tanda setuju. Kebetulan sekali, aku bisa jalan dengan annisa. Sudah dua minggu ini aku jadian dengan annisa, aku tidak pernah sekalipun jalan dengan annisa. Aku selalu menolak ketika annisa mengajakku jalan setiap malam minggu. Aku lebih suka berkumpul dengan manusia dalam gelap ketimbang jalan dengan annisa.
__ADS_1
"Randi ulang tahun. Sekaligus perayaan ulang tahunnya" Ucap sandi menoleh kearah dori "Kemana kita kawan, alibaba atau berbeque" Ujar sandi menggoda dori.
"Haaah kalau itu gua mau ikut" Dori antusias
Sandi tertawa. Aku kuga tertawa. Dori seperti semangat ketika tahu bang randi yang akan traktir.
"Giliran ditraktir aja lu cepet" Ujar sandi.
Kami semua tertawa. Tertawa kami berimpitan dengan sorak-sorai penonton. SMA tujuh menambah keunggulan mereka. Sikembar berhasil kembali mencetak gol. Entah yanda atau yandi yang berhasil mencetak gol. Aku tidak bisa menbedakan dengan perbedaan mereka yang tidak terlihat. Dan aku juga tidak kenal dengan yanda-yandi. Aku hanya tahu mereka sebab semua orang membicarakan kehebatan mereka.
"Yah kalian enak punya pasangan. Nah gua ?" Rutuk dori yang jomblo.
"Tenang. Titin ikut kok" Ucap sandi.
Aku tertawa. Aku sibuk menyaksikan pertandingan futsal. Pertandingin terlihat sengit. SMA sembilan fokus untuk menyerang, mereka tertinggal dua kosong.
"Titin?" Sahut dori mendengus. Seakan kecewa dengan pilihan sandi.
"Kan lumayan untuk penghangat badan" Ucap sandi.
"Gapapa lah daripada engak sama sekali" Sambungnya terima.
"Hhhhhhh... Jomblo kok jual mahal" Ujar sandi.
Annisa tertawa. Aku juga ikut tertawa.
"Yah annisa jangan sampai ngak ikut" Ingat sandi.
Annisa mengangguk. Annisa meletakkan tangannya diatas pahaku. Aku mengenggam tangannya. Aku merasa geli ketika tanggan annisa diatas pahaku. Annisa menggengam tangan annisa. Sikuning langsat itu terasa mulus ketika kusentuh.
"Lagi istirahat?" Tanyaku.
"Ohhh iya, nisa harus masuk. " Sahutnya berdiri.
Annisa pamit kepada dori dan sandi. Sandi mengingatkan annisa untuk rencana sudah sholat jumat. Annisa tersenyum manisa dan hilang dari pandanganku. Kamipun berangsur ketempat tek rida tak lam setelah annisa pergi. Berkumpul sebentar dan pulang sebelum sholat jumat.
__ADS_1