Ruang Hitam

Ruang Hitam
Ibu


__ADS_3

Cinta akan membuatmu tersenyum meskipun kau dikecewakan.


*****


Cahaya mentari menelusuk dicelah-celah gorden sebuah kamar kos. Aku terbangun dari mimpi burukku. Aku mengelap pipiku yang terasa basah. Dibantal terlihat bintik hitam karna basah. Sial. Ngences lagi. Gumanku.


Jam di BlackBerry menunjukuan setengah sebelas kurang. Dori masih tertidur disampingku, sedangkan ipan tergelentang di atas sofa empuk. Aku berjalan kekamar mandi dengan sempoyangan. Mabuk berat semalam masih terasa memberatkan badanku.


Malam mingguku dihiasi dengan kemewahan sebuah club malam dikota padang. Ya, ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki diibukota provinsi. Aku bisa sampai dikota ini untuk mengantarkan ipan dari pelariannya. Tertangkapnya noval dan bento ada kaitannya dengan ipan. Menurut cerita ipan. Dialah tersangka utamanya, karna ipan yang menelpon BD untuk noval dan bento. Na'as nya noval dan bento yang tertangkap tak jauh dari TKP. Untuk itulah ipan harus menghilangkan diri untuk sementara waktu.


"Ehhh kau sudah bangun" kata sandi yang tiba-tiba masuk. Dari mana dia?


"Kepalaku terasa sakit" Keluhku yang duduk dibibir kasur.


"Tenang, obat kepala masih ada" Sahut sandi.

__ADS_1


Aku menatap sandi. Dia melirikku dengan membuka plastik yang tadi dibawanya. Dia mengeluarkan sebotol air mineral. dan meminumnya. Lalu sandi mengeluarkan sisa shabu ipam kemarin yang masih ada setengah gram lagi.


Aku menghembuskan napas kasar. Kepalaku terasa sakit karna reaksi adisi mabuk semalam. Shabu, ganja, dan minuman keras menjadi kombinasi dalam banyak dimensi yang mempengaruhi kesadaranku. Minum bodrek, paramek, atau obat warung lainnya mungkin takkan bisa meredakam sakit kepalaku. Apalagi dengan shabu.


Dori dan ipan bangun dibangunkan sandi. Kami makan bersama dengan nasi bungkus yang dibeli oleh sandi. Kami bertiga, kecuali ipan. Akan pulang siang ini juga. Sedangkan ipan akan tinggal dikontarakan salah satu teman yang dikenalnya.


Kami mulai menjauhkan diri dari hiruk-pikuk ramainya kota. Mobil avanza sandi melaju dijalanan sitinjauk lawik. Bangunan megah dan modern berganti dengan lahan hijau yang asri. Sekumpulan monyet berkeliaran ditepi jalan.


"Apa nyet? Cari dori" Ujar sandi keluar jendela. Aku tertawa. "Dor, teman lu tuh" Sambung sandi. Aku terpingkal-pingkal. Dori cemberut masam.


"Ya, ledekkk aja gua terus" Sahut dori.


"Kalau misalkan tsunami gempa padang kemaren. Bisa luluh lantang padang" Ujar dori.


"Iya jelaslah, lihatlah, padang hampir sama tinggi dengan laut" Jawab sandi.

__ADS_1


Aku mengamini pendapat mereka berdua. Kota padang bisa saja hancur bila terjadi tsunami di gempa padang kemaren. Kota padang yang luas itu terlihat kecil dibandingkan laut lepas yang lebih luas. Terlebih lagi, kota padang memang berada didataran rendah. Dori dan sandi terus mengobrol membayangkan seandainya tsunami menimpa padang. BB-ku berdering petanda notifikasi pesan masuk.


"Kamu tidak pulang karna takut pada marahnya ibu?" Tanya ibu dipesan. Begitulah ibu, meskipun marah ia selalu mempedulikan keadaanku. Sebenarnya aku tidak ada berniat kabur dari rumah. Seandainya kemarin noval dan bento tidak tertangkap dan ipan tidak harus kabur, aku akan tetap pulang walaupun ibu marah kepadaku.


"Kalau misalkan tsunami pasti pindah ibukota ke bukit tinggi" Ujar sandi.


"kalau bukit tinggi masih rawan juga dengan tsunami" Bantah sandi "Payakumbuah, yang dari jauh dr laut" sambungnya.


"Ya ya bisa jadi" Gurau dori mengalah.


Kami terkekeh karna lawakan dori yang berangan-angan jika ibu kota dipindahkan ke nagari pada sibusuk. Pada tahun 2009 dulu, Sumbar pernah mencatat sejarah dengan gempa berkekuatan delapan skala righter. Sore itu aku masih berumur sembilan tahun. Aku sedang menonton dan ibu sedang masak didapur. "Astafirulloh, gempa. Dikan ayok keluar" Panik ibu ketika gempa terasa menguncang sangat lama. Sejarah itu mencatat padang, dan kota sekitarnya hancur dengan tanah. Sedangkan orang didesa merasa beruntung karna hanya merasakan getaran dari gempa.


"Tadi pagi annisa menemui ibu dipasar. Dia nanyain kamu sehari ini gak ada kabar. Pulanglah. Ibu tidak melarang kamu untuk pulang" Pesan ibu. Aku memang tidak berkomunikasi dengan annisa sejak kemarin. Aku tidak mengangkat dan membalas pesan dari annisa. Entah mengapa aku merasa bosan dengan annisa.


Aku tersenyum. Itu berarti ibu sudah tidak marah lagi dan mengharapkan kami pulang. Mobil avanza sandi melaju dijalanan lintas sumatra. Kami berniat singgah dan menjenguk noval yang sekarang ditahan dipolres sawahlunto.

__ADS_1


"Pulanglah. Ibu merasakan kesepian lebih dari apa yang dirasakan pacarmu. Ibu telah memasak ikan tongkol kesukaanmu untuk nanti malam" Pesan ibu.


Aku terharu. Ibu menyayangiku meskipun aku mengecewakannya. Maafkan aku.


__ADS_2