
Hari berganti hari, dua hari lagi Sella dan Melvin akan menikah. Berbagai persiapan 90% telah selesai, tinggal menunggu hari H saja
dua hari ini Melvin tak masuk ke kantor, tak ada yang tau dia kemana bahkan Sella pun bingung, tak biasanya dia seperti ini, kemaren dia pergi ke rumah Melvin tapi tak menemukan siapa-siapa, hanya ada asisten rumah tangga dan satpam saja di rumahnya
Sella selalu menghubunginya tapi nomernya tak aktif, Vano sang sahabatpun juga tak tau kemana Melvin pergi
Sella sangat khawatir, khawatir dengan keadaan Melvin juga dengan pernikahannya yang tinggal dua hari saja, Sella takut jika Melvin akan meninggalkannya, mengingkari janji yang telah dia ucapkan pada Sella
pagi itu Sella merasa tidak enak badan, mungkin karena kecapean dan banyak pikiran
"hooeekk, hoooeeekk" Sella merasakan perutnya sangat mual, dia langsung berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan Melvin
"hooooeeeekk, hoooeeeeekkk" Sella memuntahkan semua isi perutnya, perut yang tadi pagi di isi sarapan kini telah habis terkuras
Vano yang ingin masuk ke ruangan Melvin mengantar berkas tak sengaja mendengar suara orang muntah-muntah lalu dia menuju kamar mandi untuk melihatnya
"Sella? kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Vano dengan wajah yang panik, karena calon istri bosnya terlihat sangat pucat
"aku ga tau Van, perut aku mual banget, aku lemes banget" kata Sella lemah karena merasa tubuhnya sudah tak berdaya
"ya sudah sini aku bantu" Vano membopong Sella ke tempat tidur Melvin, "kamu istirahat dulu, aku panggil Vera sebentar" dan Vano berlalu meninggalkan Sella yang terkulai lemah di kasur empuk itu
beberapa saat Vera datang bersama Vano membawa minyak kayu putih dan teh hangat untuk meredakan mual-mual
"Sel, loe gapapa kan? apanya yang sakit?" tanya Vera langsung saat melihat tubuh Sella tak bertenaga, "nih minum tehnya mumpung masih hangat biar perut loe agak mendingan" Vera menyodorkan teh yang di bawanya tadi
"makasih ya Ver" Sella menerima tehnya dan meminumnya, perutnya menghangat dan mualnya sudah mendingan
__ADS_1
"sama-sama, lagian loe kenapa sih? kalo loe sakit harusnya tadi ga masuk kerja" Verra menatap Sella tak tega
"mungkin gue kecapean aja terus masuk angin, tadi pagi baik-baik aja kok Ver" Sella mencoba menjelaskan pada Vera agar sahabatnya itu tak marah-marah terus
"yaudah kalo gitu, loe istirahat aja abis ini ya, habisin dulu tehnya, terus kasih ini ke perut loe biar anget" Sella menyodorkan minyak kayu putih yang di bawanya tadi
"makasih ya Ver, kamu perhatian banget" Sella tersenyum, bahagia karna punya sahabat seperti Vera
"iya sama-sama, ya udah gue kerja dulu, kalo ada apa-apa panggil gue atau Vano aja" sambil memegang tangan Sella lalu Vera pergi meninggalkan Sella, dan di susul dengan Vano
setelah agak enakan, Sella memainkan hpnya, dia mengingat-ngingat hari terakhir menstruasinya
"bulan kemaren aku datang bulan tanggal 14, sekarang udah tanggal 24, jadi aku udah telat 10 hari??" Sella membelalakkan matanya dan mulutnya menganga lalu menutupnya dengan tangan kiri, tak percaya jika dia sudah telat selama 10 hari, dia lupa kalau belum datang bulan karena sibuk mengurus pernikahannya
"apa, apa aku hamil?" Sella masih bermonolog sendiri, bingung dengan apa yang terjadi
\=\=\=\=\=\=
Sepulang kantor Sella sangat kelelahan, beberapa kali hpnya berbunyi tapi dia tak mengangkatnya, dia sedang berada di alam mimpi, hingga terbangun pukul 8 malam
"eeeeehhhhhmmm" tubuhnya menggeliat, matanya membulat melihat jam sudah pukul 8
"20 panggilan? Melvin? aaahhh kenapa aku bodoh sekali sih tak mengangkat telfonnya, kenapa tidur pules banget, bodoh bodoh" Sella merutuki dirinya sendiri yang katanya bodoh
dia mencoba menghubungi Melvin balik, panggilan pertama tak di angkat, panggilan ke dua tak diangkat juga, dan pada panggilan ke tiga terpampang wajah tampan yang di rindukan Sella
"selamat malam sayang" sapa Melvin di seberang sana
__ADS_1
"selamat malam" Sella manyun, pura-pura marah karena Melvin menghilang sudah dua hari dan tidak memberi kabar
"hei, kenapa manyun? kamu marah?" Melvin mengernyitkan dahinya, menunggu jawaban Sella
"menurut kamu aku ga marah, kamu tuh udah menghilang dua hari ga ngasih kabar ke aku, aku nyariin kamu, Vano juga ga tau kamu ada di mana, capek tau nyari-nyari kamu, aku tuh sampe sakit tadi pas di kantor, kecapean dan banyak mikirin kamu terus, kamu emang ga kasian sama aku ha?" Sella ngomong panjang lebar dan membuat Melvin tertawa gemas
"kamu tu gemes banget sih, rasanya pengen cubit aja pipi kamu"
"yaudah sini cubit aja, sekalian cium juga boleh, aaaaaaaaa aku tu kangen banget tau sama kamu, kamu emang ga kangen sama aku?" Sella berkata dengan manjanya
"ya kangen lah, masak ga kangen sih sama calon istri yang super duper cantik ini"
"bisa aja sih kamu gombalnya. Oh ya, tadi tu aku sempet berfikir loh kalo kamu mau ninggalin aku, ga tepatin janji kamu ke aku waktu itu"
raut wajah Melvin langsung berubah, dia sedikit salah tingkah mendengar perkataan Sella
"kamu kenapa Mel?" tanya Sella penasaran karena senyum di wajah Melvin surut
"eeh gapapa kok sayang, aku ga bakal ninggalin kamu, kan aku udah janji sama kamu, kamu percaya kan?" Melvin mencoba meyakinkan Sella agar dia tak meragukannya
"iya sayang aku percaya kok sama kamu, kamu ga usah khawatirkan itu." Sella tersenyum manis pada Melvin
"yaudah kamu istirahat ya, kamu jangan capek-capek, bentar lagi hari pernikahan kita sampai jadi harus banyak istirahat, emang mau nanti pas hari H mata kamu kaya mata panda terus wajah kamu jelek, ga mau kan? jadi selalu ingat banyak istirahat!" titah Melvin yang tak bisa di bantah Sella
"iya sayang, aku akan ingat itu, kamu juga harus banyak istirahat ya, *I Love You"
"I Love You too*"
__ADS_1
mereka berdua sama-sama istirahat, mempersiapkan diri untuk acara pernikahan mereka.