
"maaf Sel, aku terpaksa mengajaknya kemari" ucap Vano yang tidak enak dengan Sella dan Zayn
"jangan salahkan Vano. aku yang memang ingin ikut kesini. selamat untuk kalian berdua ya, semoga selalu sehat sampai melahirkan nanti" seseorang tersebut ingin menjabat tangan Sella namun Sella hanya terdiam, ia tak bergeming sedikitpun. Zayn pasti sangat mengerti bagaimana perasaan istrinya, ia memaklumi jika Sella tak menerima jabatan tangannya
"ouwh oke, aku mengerti kamu pasti masih marah karena kejadian waktu itu, aku minta maaf untuk semuanya. aku tidak minta kamu untuk memaafkan aku sekarang jadi kamu tidak usah khawatir. aku datang kesini memang untuk mendoakan kalian" ucap Bianca. ya seseorang yang di bawa oleh Vano adalah Bianca.
Sella sama sekali tak menjawab apapun yang dikatakan oleh Bianca, masih teringat jelas bahwa ia telah menjebak suaminya sehingga membuat dirinya meradang. suasana diantara mereka sangat hening meski sebenarnya suasana di rumah mama Tyas sangat riuh dengan beberapa sanak saudara dan teman yang datang
"kak ayo! acara sudah mau dimulai" panggil Nadya, memecah keheningan diantara mereka
"ayo sayang kita kesana" ajak Zayn yang kemudian menggandeng tangan Sella, meninggalkan teman-temannya. semua tamu memberikab tepuk tangan yang meriah untuk kedua calon orang tua tersebut. haru dan bahagia bercampur menjadi satu
rangkaian acara demi acara telah mereka lalui mulai dari mengumumkan jenis kelamin bayi, doa bersama, foto-foto baby bump dengan keluarga, teman-teman dan saudara juga makan-makan bersama. tak ada beda kasta saat ini, semua berbaur menjadi satu.
malam pun telah larut dan para tamu berpamitan untuk pulang, termasuk Vera, Vano dan Adit juga Bianca.
acara hari ini membuat Sella sangat kelelahan. kakinya pegal-pegal seperti orang sehabis lari maraton, akhirnya Sella dan Zayn memutuskan untuk menginap di rumah mama Tyas. hanya mama Rena dan papa Leo yang pulang
Sella menyelonjorkan kakinya di kasur lalu memijit-mijitnya pelan. namun karena terhalan perutnya yang sudah semakin membesar ia hanya mampu memijit sampai lutut saja. Zayn yang baru masuk kekamar, melihat istrinya kelelahan jadi tidak tega.
"sini biar aku pijat" Zayn mengambil minyak pijat di meja
"tidak usah, nanti pasti kamu meminta sesuatu lebih, iya kan??" tanya Sella penuh selidik
"tidak, tenang saja. aku juga mengerti kalau kamu kelelahan. sini!" Zayn duduk di samping kaki Sella
Sella menurut saja apa kata Zayn. ia bersandar pada sandaran tempat tidur. Zayn mulai memijit kaki Sella yang mulus dengan telaten. Sella merasa keenakan saat jari jemari Zayn memijit kakinya hingga ia ketiduran
Zayn merasa gemas melihat istrinya yang tertidur, ia tersenyum sangat tulus memandangi wajah istrinya, dan setelah selesai memijit istrinya ia pun segera menyusul untuk tidur
......................
"selamat pagi istriku" sapa Zayn saat istrinya baru membuka mata
"pagi" sapa Sella balik. "sejak kapan kamu bangun dan terus memandangiku begini?"
"dari tadi, kenapa? apa aku salah?" tanya Zayn dengan menaikkan sebelah alisnya
__ADS_1
"tidak" Sella bangun dan bersandar pada bantal. "sayang, apa menurut kamu Bianca benar-benar sudah berubah? atau kemarin dia cuma akting? rasanya aku sulit bisa memaafkan dia" ucap Sella dengan mengelus rambut Zayn
"entah, aku sendiri juga tidak tau. aku juga belum bisa percaya begitu saja padanya. sudahlah jangan memikirkan dia, lebih baik kita pikirkan anak kita yang satu bulan lagi akan bertemu dengan kita. pasti dia sangat lucu kan, kira-kira mirip siapa ya? mirip kamu atau mirip.." tiba-tiba wajah Zayn meredup mengingat anak itu bukan darah dagingnya dan yang pasti tidak akan mirip dengannya sedikitpun
"sayang, mirip siapapun itu, ia tetap anak kita. kan kamu sendiri yang bilang. jangan sedih ya!" ucap Sella sambil mengelus pipi Zayn, berharap memberi ketenangan untuknya. Zayn hanya tersenyum, istrinya selalu saja bisa menenangkan hati dan pikirannya.
selesai sarapan, Sella dan Zayn berpamitan untuk pulang. karena Zayn juga harus segera pergi ke kantor, tapi sebelumnya ia harus mengantar istrinya ke apartemen dahulu
Zayn segera melajukan mobilnya menuju kantor, karena ada meeting mendadak dengan jajaran para kepala cabang. Adit mengatakan salah satu cabang mereka ada yang di korupsi
sampai di kantor, Zayn segera menuju ruang meeting. disana sudah ada lima kepala cabang yang hadir dan ada Adit juga.
meeting sudah berjalan sekitar dua jam tapi belum menemukan titik terang siapa pelakunya. Zayn semakin pusing di buatnya karena dari mereka semua tidak ada yang mau mengaku dan ia berniat akan mencari tau sendiri siapa orang yang sudah berulah dalam bisnisnya. dan ia pun menyudahi meeting ini dan segera keluar dari ruang meeting
"kamu tenang saja Zayn, aku yang akan turun tangan untuk menemukan pelakunya" ucap Adit sesaat setelah ia duduk di depan Zayn. Zayn percaya karena memang Adit adalah orang yang bisa di andalkan
"baiklah. oh ya, nanti sore temani aku untuk melihat-lihat rumah, aku berencana untuk memberikan kejutan pada Sella dengan memberikan rumah baru. supaya saat dia melahirkan nanti kita sudah punya rumah sendiri" ucap Zayn bersemangat, banyak harapan yang ingin ia wujudkan untuk istrinya di tengah masalah yang menerpa bisnisnya
"oke" jawab Adit singkat.
selesai bekerja, Zayn dan Adit mengunjungi komplek perumahan elit sesuai katanya tadi. ia melihat bangunan-bangunan rumah mewah namun minimalis. ia tertuju pada bangunan rumah yang ada di pojokan, desainnya benar-benar membuat Zayn jatuh cinta, ia yakin jika istrinya akan sangat menyukai rumah ini meskipun bangunannya belum selesai 100%
"baik pak, mungkin dalam waktu satu minggu sudah selesai semua" ucap orang itu dan kemudian Zayn menyerahkan cek dengan angka yang nolnya banyak sekali sampai pusing bacanya, xixixi
Zayn dan Adit segera meninggalkan komplek dan pulang dengan mobil masing-masing. Zayn sudah tidak sabar ingin memberi kejutan untuk Sella. ia sudah mengumpulkan uang sejak lama untuk membeli rumah untuknya dan Sella. namun ia harus tetap merahasiakannya sampai hari ulang tahun Sella tiba
"sayang, sayang" panggil Zayn saat tiba di apartemen namun tak ada suara yang menyaut. Zayn kemudian mencari Sella di kamar dan betapa terkejutnya karena ia menemukan istrinya pingsan dan ada darah mengalir di kakinya. ia segera membawa Sella ke rumah sakit
sesampainya di rumah sakit, Sella di bawa ke IGD untuk segera di tangani. pikiran dan hati Zayn berkecamuk, hatinya hancur melihat istrinya seperti ini. kemudian ia segera menghubungi mertuanya juga mamanya untuk segera kerumah sakit
"maaf pak, apa itu istri anda?" tanya salah seorang dokter pada Zayn
"iya, bagaimana keadaannya dok?"
"spertinya kita harus melakukan operasi cesar untuk mengambil bayinya, karena jika tidak dilakukan tindakan operasi akan membahayakan nyawa bayinya" jelas dokter tersebut
"lakukan saja yang terbaik dok, asal anak dan istri saya selamat" ucap Zayn dengan wajah panik
__ADS_1
"baiklah" kemudian dokter tersebut masuk lagi kedalam IGD dan beberapa saat kemudian Sella di bawa ke ruang operasi oleh beberapa dokter dan suster. Zayn mengikuti mereka dari belakang
Zayn benar-benar kacau saat ini, ia terus berdoa supaya istri dan anaknya selamat.
"Zayn, bagaimana keadaan Sella?" tanya mama Rena panik yang baru saja datang dengan papa Leo
"masih ada di ruang operasi ma, Zayn juga belum tau" jawab Zayn tak bersemangat
"astaga Sella, kamu kenapa bisa sampai seperti ini sih nak. pa, bagaimana ini pa?" mama Rena menangis dalam pelukan suaminya
"tenang ma, kita serahkan sama dokter, berdoa yang terbaik untuk anak kita" ucap papa Leo menenangkan
di tengah kebingungan, mama Tyas juga datang bersama Nadya. "Zayn, bagaimana keadaan Sella? apa dia baik-baik saja?"
"belum tau ma, masih di ruang operasi" jawab Zayn
kepanikan juga di tunjukkan oleh mama Tyas dan Nadya. ia khawatir dengan keadaan menantunya
beberapa menit kemudian dokter keluar dengan membawa box bayi terbuat dari kaca.
"pak, anak anda sudah lahir dengan anggota tubuh sempurna tapi tetap harus di rawat di NICU karena memang umurnya masih belum cukup. mari ikut dengan saya karena ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan anda"
sesaat raut wajah mereka berubah bahagia saat mengetahui anak Sella lahir dengan selamat meski harus di rawat di ruang NICU.
Zayn mengikuti dokter tersebut untuk meletakkan anaknya di ruang NICU. kemudian Zayn melihat wajah anaknya, sangat lucu dan menggemaskan meskipun bayi itu sangat kecil karena ia lahir dalam umur delapan bulan
Zayn meneteskan air mata, bagaimana bisa ia bertemu dengan malaikat kecilnya secepat ini. bahagia, sedih, haru bercampur menjadi satu. sesaat kemudian ia melihat dokter memasang beberapa alat pada tubuh bayi mungilnya, hatinya seperti teriris, bayi sekecil itu harus sudah bergulat dengan alat-alat kedokteran.
"pak, mari ikut keruangan saya!" pinta dokter yang membawa anaknya tadi. dan Zayn hanya menurut saja
"silahkan duduk pak!" ucap dokter tersebut sesaat setelah sampai di ruangannya
"ada apa dok? apa ada masalah dengan anak saya?" tanya Zayn penasaran
"tidak pak, masalahnya bukan pada anak bapak tetapi pada istri bapak"
"istri saya? istri saya kenapa dok?" tanya Zayn sangat panik
__ADS_1
"istri bapak saat ini koma" jelas dokter tersebut ragu-ragu
"apa? koma?" Zayn bagai tersambar petir di siang bolong, tubuhnya lemas, matanya berkaca-kaca, otaknya tak bisa berfikir lagi. Tuhan, cobaan apa lagi ini?