
hingga malam hari Sella masih belum bisa menghubungi Zayn, dia tak henti-hentinya untuk bisa menghubunginya tapi sia-sia, malah kini ponsel Zayn tidak aktif
"kamu kemana sih Zayn? apa kamu benar-benar akan meninggalkan aku? kamu kan sudah janji mau bahagiain aku, tapi kenapa kamu malah pergi" Sella bermonolog sambil menatap foto Zayn yang ada di ponselnya, yang ia dapat dari Nadya saat berwisata kemarin
Sella teringat balkon kamar Zayn, dia menuju kesana untuk bisa menenangkan pikiran. kamar Zayn tak terkunci hingga Sella leluasa untuk masuk ke kamar itu
Sella langsung membuka pintu kaca menuju ke balkon dan Sella duduk di kursi empuk yang di sediakan Zayn
pikirannya menerawang jauh. ia melihat lampu gedung-gedung bertingkat yang ada di depannya sedikit melegakan hatinya. angin semilir berhembus mengenai kulit Sella, kemudian ia merasakan mulai kedinginan
Sella kembali ke dalam kamar Zayn untuk mengambil jaket sebagai penghangat tubuhnya, tapi ia menemukan jas yang di pakai Zayn tadi siang tergeletak di lantai dan Sella mengambilnya lalu memakainya
harum maskulin menyeruak ke hidung Sella, dia tiba-tiba merindukan Zayn. di pakainya jas itu sebagai obat rindu pada Zayn
Sella kembali duduk di balkon, dia memandangi foto Zayn dan dirinya yang ada di ponsel, dan tanpa terasa dia tertidur di kursi balkon
......................
sinar mentari yang indah sangat menyilaukan mata, Sella mengerjap-ngerjapkan matanya. dia melihat sekeliling dan dia ingat kemarin dia tertidur di balkon tapi sekarang dia sudah berada di kamar Zayn
dia melihat pakaiannya masih lengkap, begitupun jas yang di pakainya kemarin, masih melekat di tubuhnya
"siapa yang membawa aku kesini? Zayn, ya pasti Zayn!" Sella segera turun dari kasur dan mencari keberadaan Zayn
Sella mendengar gemericik air di dalam kamar mandi, "aku akan menunggunya disini, aku harus segera menyelesaikan masalah ini" ujar Sella
pintu kamar mandi terbuka dan muncullah Zayn dari dalam kamar mandi. Sella menoleh dan melihat Zayn ada di depan matanya
__ADS_1
Sella menghampiri Zayn dan memeluknya, Zayn yang tiba-tiba di peluk merasa kaget.
"maaf Sella, aku harus ganti baju dulu, aku ada meeting pagi ini dan tidak boleh telat" ucap Zayn seraya melepaskan pelukan Sella
Zayn menuju ke lemari untuk mengambil baju kantornya
"Zayn tunggu Zayn, kamu harus dengar penjelasan aku dulu" Sella mengejar Zayn lalu Sella meraih tangan kekar milik Zayn
"tidak sekarang Sel, aku buru-buru" Zayn meninggalkan Sella sendiri di kamarnya. Sella tak menyangka Zayn akan semarah itu padanya, tapi ia mengerti karena kesalahannya begitu besar pada Zayn
Sella keluar dari kamar Zayn ingin membersihkan diri, dia masuk ke kamarnya dan melihat ada Zayn di dalamnya, Zayn sedang bersiap-siap pergi ke kantor
melihat Sella yang masuk ke kamar, Zayn buru-buru pergi dan tidak melihat jika dasi yang di pakainya miring
"sebentar" Sella meraih tangan Zayn, lalu ia membenarkan dasi Zayn yang miring, Zayn hanya terpaku dengan perlakuan Sella
"terima kasih" Zayn tak mau berlama-lama bersama Sella karena ia tak kuat untuk bisa menahan diri, tapi ia juga tak kuat dengan amarahnya. Zayn berlalu dan berangkat ke kantor
seharian di kantor, Zayn tak bisa konsentrasi, dia masih bimbang dengan hatinya, "mungkin aku harus bicarakan masalah ini dengan Sella" ujar Zayn
"woi, kamu kenapa sih seharian ini ga konsen banget kerjanya?" tanya Adit yang masuk keruangan Zayn, karena melihat bosnya itu masih bengong di kursinya
"entahlah Dit, aku sedang kalut, bingung dengan apa yang aku hadapi saat ini" Zayn bersandar di kursinya dan menatap langit-langit
"apa masalah Sella?" tanya Adit penasaran, Zayn hanya mengangguk
"ada masalah apa? cerita sama aku, siapa tau aku bisa bantu cari solusi!" Adit mengangkat alisnya, melipat tangannya siap untuk mendengar cerita Zayn
__ADS_1
Zayn membuang nafasnya kasar, "Sella hamil"
"oh ya? bagus dong kalau dia hamil, terus masalahnya dimana?" Adit penasaran, istrinya hamil malah di bilang masalah
"ya masalahnya dia bukan hamil anak aku" Zayn menelakupkan tangannya di meja lalu ia gunakan sebagai bantal
"apa? jadi kamu belum pernah melakukan malam pertama dengan Sella? wah wah wah, buruk sekali nasibmu" Adit malah meledek Zayn, dan Zayn melempar buku yang ada di depannya ke wajah Adit, "kurang ajar, aku potong gaji baru tau rasa kamu"
"iya sory-sory. terus dia hamil sama siapa? apa itu anak Melvin?" Adit mendekatkan tubuhnya ke arah Zayn
"kemungkinan begitu, karena dokter bilang usia kandungannya sudah 10 minggu dan aku baru menikah sama dia sebulan, lagian aku belum pernah tidur dengan Sella"
"jadi benar kamu belum pernah melakukan malam pertama dengan Sella?" Adit masih penasaran dengan hal ini, dasarr
"iya! puas kamu?" Zayn mencibir Adit yang selalu kepo, tapi dia sahabat yang sangat baik menurut Zayn
Adit tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Zayn, nasib pernikahannya sangat buruk menurut Adit
"tertawa aja terus sampai puas, aku potong gaji kamu bulan ini, beneran" Zayn sangat kesal dengan Adit
"sory deh sory" Adit masih memegang perutnya yang sakit akibat menertawakan Zayn, "menurut aku, kamu harus bicarakan masalah ini baik-baik dengan Sella, kamu harus dengar penjelasan dia, dia juga korban Zayn, sebenarnya dia tidak salah, hanya saja dia tidak jujur dari awal sama kamu, kamu harus bisa memakluminya, karena ini semua tidak mudah untuk Sella, dia harus berjuang sendiri untuk bayinya sedangkan Melvin malah meninggalkan dia demi menikahi anak konglomerat itu, cobalah untuk memahami perasaannya, jangan mementingkan egomu sendiri, dia pasti punya alasan untuk tidak memberitahumu. aku yakin kamu bisa menghadapi ini semua." Adit menepuk bahu Zayn, mencoba menguatkannya
"thanks Dit, aku akan coba berbicara pada Sella hari ini" Zayn mulai menampakkan senyumnya lagi, setelah seharian ini dia hanya diam tanpa kata
"sama-sama. ingat, tidak semua pernikahan berjalan mulus, selalu ada kerikil dan batu yang akan menjadi penghalang, tapi jika cinta antara keduanya sama kuat, tak akan ada yang memisahkan kecuali maut" Adit tersenyum pada Zayn
"sekali lagi makasih Dit." Zayn balik menepuk bahu Adit, "ya sudah ayo kita pulang" Zayn beranjak dari kursinya dan mengambil jas juga ponselnya, begitupun Adit
__ADS_1