
Sella, Leo dan Renata yang mendengar cerita dari Zayn sangat terkejut, mereka bertiga tidak menyangka jika Melvin setega itu, awalnya mereka tak percaya tapi setelah Adit menunjukkan video pernikahan Melvin dan ucapan Melvin saat ia bertengkar dengan Zayn mereka baru percaya
Melvin, pria yang mereka kenal sangat baik justru malah membuat mereka sakit hati terutama Sella.
Sella yang mengetahui kenyataan pahit itu tak bisa berkata apa-apa, hanya air mata yang bisa mewakili perasaan dan hatinya, sangat sakit yang ia rasakan, hancur sangat hancur hatinya saat ini
"sayang, kamu sabar ya, jangan nangis lagi ya" Renata menenangkan Sella, memeluknya dengan kasih sayang tapi Sella tak bergeming, ia justru berlari ke kamarnya meninggalkan mereka berempat
Leo sangat marah, ia tak terima jika putri satu-satunya yang ia cintai disakiti laki-laki
"laki-laki brengs*k, berani sekali dia menghianati putriku, lihat saja apa yang akan saya lakukan padanya" Leo mengepalkan tangannya, tanda ia sangat marah
"om Leo tenang saja, tak usah memikirkan untuk balas dendam om, lebih baik kita pikirkan Sella, kita harus bahagiain Sella om, kita tak berhak menghakimi seseorang, biar yang Maha Kuasa yang membalasnya" Zayn berusaha menenangkan Leo agar ia tak balas dendam pada Melvin karena yang ia khawatirkan adalah keselamatan Sella
"kamu benar Zayn, terima kasih sudah datang di waktu yang tepat, terima kasih sudah nembantu kami" ucap Leo pada Zayn
"sama-sama om, saya senang bisa membantu om, tante dan juga Sella" ucap Zayn
"oh ya, jangan panggil kami om dan tante lagi, panggil kami papa dan mama seperti Sella memanggil kami, kamu sudah jadi menantu kami jadi kamu adalah anak kami sama seperti Sella" ucap Leo dengan Lembut namun tegas
__ADS_1
"tapi om, Sella tak pernah menginginkan pernikahan ini, dan dia juga tak mencintai saya, jadi saya tidak pernah berharap lebih dari pernikahan ini om" ujar Zayn sendu
"sabarlah Zayn, jika kamu mencintai Sella, perjuangkanlah, karena tak ada cerita batu bisa melebur air tapi air bisa melebur batu jadi yakinlah, jika kamu terus berjuang untuk mendapatkan hati Sella pasti nanti dia akan luluh juga" ujar Leo menasehati Zayn
"benar apa kata papa kamu Zayn, kamu harus sabar dan terus berjuang" Renata manambah semangat untuk Zayn agar ia tak menyerah
"trimakasih ma, pa, sudah mau menerima saya sebagai keluarga baru di rumah ini" Zayn tersenyum bahagia
tidak dengan Sella, ia terus menangis meratapi nasibnya yang ia pikir sangat buruk. saat ini yang ia rasakan adalah kehancuran dalam hidupnya, hancur masa depannya, hancur segala impian dan cita-citanya.
"tok tok tok", terdengar ketukan pintu kamar Sella
"sayang, mama boleh masuk ya" suara Renata terdengar di balik pintu, dan memang pintu tak di kunci jadi Renata masuk ke dalam kamar Sella
"sayang, jangan nangis terus dong!" bujuk Renata lagi
"Melvin sudah hancurin hidupku ma" suara Sella tercekat, tak mampu ia mengungkapkan semua yang ada di hatinya
"hei, sini lihat mama" Renata membalik tubuh Sella yang tengkurap, Sella memandang Renata penuh Sendu, matanya sangat sembab akibat terlalu banyak menangis
__ADS_1
"sayang, apa yang sudah dia hancurkan pada diri anak mama? hati? perasaan? sayang, semua orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit hati, tapi semua orang pasti juga bisa menyembuhkannya. bagaimana caranya? mencari obatnya. kamu sudah mendapat obatnya hanya tinggal mengobati pelan-pelan, mama tau itu tak akan mengobati lukamu secara instan tapi setidaknya tak akan membuat lukamu lebih parah lagi" ujar Renata sangat lembut sedikit membuat Sella teduh
"maksud mama apa?" tanya Sella
"kamu punya Zayn sayang" jawab Renata
"apa maksud mama? karna dia sudah jadi suami aku lalu aku harus berusaha mencintainya agar bisa menghilangkan lukaku? yang ada lukaku semakin parah karena mencintainya. aku sama sekali tak mencintainya ma, mungkin dalam waktu dekat aku juga akan menceraikannya" ucap Sella yang membuat Renata terbelalak
"Sella, kamu ngomong apa? Zayn sudah baik mau menolong kita, dia menyelamatkan kamu saat hari pernikahan itu, kalo ga ada Zayn, mau taruh dimana muka mama sama papa, kamu akan malu Sel" ujar Renata
"terus kalo dia udah nyelametin aku, aku harus nerima dia ma? maaf aku ga bisa ma. sepertinya hati aku udah tertutup" Sella membalikkan tubuhnya membelakangi Renata
"Sel dengerin mama ya, mama tau ini ujian berat untuk kamu tapi jangan sampai kamu larut dalam kesedihan, kalo kamu terus bersedih Melvin akan sangat bangga karena telah membuat kamu hancur, harusnya kamu tunjukkan pada Melvin bahwa kamu bisa hidup tanpa dia, kamu bisa bahagia tanpa dia, kamu harus bisa bangkit melawan rasa sakit itu, tapi itu terserah kamu, kalo kamu memang ingin terus meratapi nasib dan memperburuk dirimu sendiri silahkan, mama hanya memberitahumu karena mama sangat menyayangimu lebih dari apapun. istirahatlah, mama akan pergi" Renata beranjak dari tempat tidur Sella dan keluar
Sella menangis semakin menjadi, ternyata dia melupakan orang yang paling mencintainya, yaitu kedua orang tuanya
Aku bodoh karena berfikir bahwa hidupku hancur karena satu laki-laki, padahal ada mama papa yang sangat mencintaiku, yang tak akan meninggalkanku. batin Sella
dia mulai memikirkan kata-kata mamanya untuk berusaha mencintain Zayn
__ADS_1
ah tapi tak semudah itu. batinya lagi
"ah sudahlah, aku lelah" Sella menutup matanya dan pergi ke alam mimpi karena dia memang sangat lelah menghadapi kenyataan pahit hari ini