Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Terdengar Tangisan


__ADS_3

matahari telah menampakkan sinarnya di waktu yang masih sangat pagi ini, meski terhalang mendung namun masih mampu untuk menghangatkan badan


Sella menggeliatkan badannya, terasa sangat pegal. namun ia merasa ada tangan melingkar di perutnya, "tangan siapa ini?" pikir Sella. lalu ia menoleh dan ia lihat wajah tampan milik suaminya yang masih terlelap.


"sebentar. kenapa kok aku tidak mual ya? apa bawaan bayi itu sudah hilang? aaaah akhirnya aku bisa tidur dekat suamiku lagi!" seru Sella kegirangan, seperti anak kecil yang baru mendapatkan hadiah mainan. kemudian ia menghadap ke arah Zayn, memeluknya erat


"sayang aku merindukanmu" ucapnya lagi. ia usap lembut pipi suaminya yang sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus. ia usap alis tebal suaminya, matanya juga bibirnya. rasanya belum percaya jika ia tak mual lagi dekat dengan suaminya itu


"ehhemm. selamat pagi sayang, apa aku akan di suruh pergi lagi setelah ini?" tanya Zayn sesaat setelah membuka matanya


"sayang, apa kamu tau? aku tidak mual lagi dekat dengan kamu. aku senang sekali. aku sangat rindu tidur di pelukanmu" ucap Sella dengan wajah berbinar


"oh ya?"


"iya, buktinya sekarang aku bisa kan dekat dengan kamu tanpa drama lagi" ucap Sella dengan tertawa lucu hingga membuat Zayn gemas. tanpa pikir panjang, Zayn tak mau melewatkan kesempatan langka ini. ia takut Sella tiba-tiba mual lagi lalu dengan segera ia mencium bibir mungil Sella. ********** lembut hingga membuat tubuh keduanya menghangat. tangan Zayn mulai bergerilya ke area sensitif milik Sella, tubuh Sella menggelinjang menerima serangan Zayn. Sella sangat merindukan sentuhan-sentuhan lembut namun mampu membuatnya merasakan kenikmatan


Sella pun tak ingin kalah. tangannya mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan Zayn. ia lihat dada bidang suaminya dan perut sixpack itu membuatnya semakin bergairah


"ayo kita pindah" ucap Zayn dengan suara serak menahan hasrat. tanpa menunggu jawaban dari Sella ia segera menggendongnya dengan tubuh yang sudah tak tertutupi sehelai benangpun. ia menidurkan Sella di sofa dan akan segera melancarkan aksinya namun saat itu juga terdengar tangisan dari mulut baby Al. Sella dan Zayn saling pandang.


"sebentar sayang, aku ambilkan susu untuk baby Al" ucap Sella yang kemudian memakai kembali piyama tidurnya, ia tak mau mata anaknya terkontaminasi melihat hal-hal yang tidak seharusnya ia lihat


Sella segera mengambil susu yang sudah di hangatkan di atas nakas lalu memberikannya pada baby Al berharap baby Al akan tertidur kembali dan ia bisa melanjutkan aktivitasnya bersama Zayn


bukannya tertidur, baby Al malah melebarkan matanya. tanda ia sudah siap bangun untuk menyambut pagi ini. Sella dan Zayn tertawa melihat anaknya yang tak mau tidur lagi. Sella melihat wajah Zayn sangat tersiksa karena masih belum bisa menyalurkan hasratnya

__ADS_1


"sayang mandilah! nanti kita lanjutkan!" ucap Sella


"apa tidak bisa sekarang? rasanya aku sudah tidak tahan!" ucap Zayn dengan wajah yang sudah sangat memerah. Sella hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tak mau


"aku janji, nanti malam ya!" ucap Sella meyakinkan. Zayn berjalan ke kamar mandi dengan lemas, Sella mengerti jika Zayn pasti sangat tersiksa


Zayn sudah bersiap untuk pergi ke kantor. rapi dari ujung rambut hingga ujung kaki. sedangkan Sella sedang mengganti baju baby Al seusai mandi


"sayang, aku berangkat dulu ya" ucap Zayn saat melihat istrinya di kamar baby Al


"apa kamu tidak sarapan dulu? pasti sudah siap di meja makan" ucap Sella yang sibuk dengan baby Al


"aku ada meeting pagi ini, jadi takut terlambat. nanti aku sarapan di kantor saja." ucap Zayn


"ya sudah. kamu hati-hati ya sayang! maaf untuk tadi ya." ucap Sella yang telah selesai mengganti baju baby Al. kemudian ia kembali fokus pada suaminya


"sebentar sayang, perutku mual" ucap Sella dan kemudian ia berlari ke kamar mandi. mengeluarkan semua yang ingin keluar dari perutnya. Zayn pun menyusul Sella sembari menggendong baby Al


"sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Zayn khawatir


"tidak.. aku tidak apa-apa sayang. kenapa aku mual sekali ya?" tanya Sella penasaran


"apa bawaan bayimu sudah kembali lagi? jadi nanti malam akan gagal lagi?" tanya Zayn lemas


"entahlah. tapi memang tadi aku merasa mual saat memelukmu. lalu, kenapa bisa aku tidak merasa mual sedikitpun saat memelukmu pagi tadi? aneh sekali" tanya Sella penasaran juga

__ADS_1


"iya juga. apa mungkin karena semalam waktu pulang dari kantor aku tidak mandi dan langsung tidur jadi kamu tidak mencium aroma parfumku jadi kamu tidak mual." ucap Zayn mengingat kejadian semalam


"apa? kamu tidak mandi? wah sayang kamu jorok sekali" ucap Sella mencebikkan bibirnya


"ya habisnya aku sangat kelelahan jadi langsung tidur, hehehe" ucap Zayn sembari tertawa


"ya sudah kamu berangkat, nanti kamu telat. maaf tidak bisa mengantar kamu sampai depan ya. hati-hati sayangnya aku!" ucap Sella


"iya sayang. I Love You" ucap Zayn kemudian ia segera berangkat ke kantor setelah meletakkan baby Al di kasur empuk tempat tidurnya


Sella berfikir sejenak perkataan Zayn tadi. apa benar karena Zayn tidak mandi jadi ia tidak mual berada di dekat Zayn.


mungkin aku akan coba nanti malam, batin Sella


jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi, Sella berinisiatif membawakan sarapan untuk Zayn mumpung baby Al juga sedang tidur


ia meminta bi Sumi untuk menyiapkan sarapan yang akan ia bawa ke kantor Zayn. dan setelah itu ia segera berangkat agar ia tak meninggalkn baby Al terlalu lama bersama bi Sumi, karena Sella tak mau merepotkan bi Sumi.


Sella pergi ke kantor dengan menaiki taksi. sesampainya di kantor, ia segera menuju ruangan Zayn. ia melihat ada sekertarisnya di depan ruangan Zayn, ia yakin pasti Zayn sudah selesai meeting


"pak Zayn ada di dalam kan?" tanya Sella pada sekertarisnya itu


"pak Zayn belum pulang meeting bu, apa ada pesan? nanti akan saya sampaikan" ucap sekertaris Zayn


"oh baiklah, aku membawakan makanan untuk pak Zayn. nanti tolong bilang ya sama pak Zayn, saya akan menaruhnya di dalam" ucap Sella yang kemudian berlalu masuk keruangan Zayn. ia lihat beberapa berkas memumpuk di meja Zayn

__ADS_1


"pasti kamu sangat sibuk, banyak sekali pekerjaanmu sayang. semangat ya" Sella menulis sepucuk ucapan untuk suaminya, yang ia letakkan di atas kotak makanan yang tadi ia bawa berharap suaminya akan membacanya


setelah meletakkan kotak makanan itu Sella segera pergi dan berpamitan pada sekertaris Zayn, ia takut baby Al akan bangun dan merepotkan bi Sumi


__ADS_2