Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Kasih Nilai


__ADS_3

Zayn mencari Sella di semua ruangan tapi ia tak menemukannya. tak biasanya dia keluar sendirian


mungkin dia lagi di taman, pikir Zayn, jadi dia memutuskan untuk mandi terlebih dulu lalu akan mencari Sella


selesai mandi Zayn bergegas untuk ganti baju, tak lupa juga parfum beraroma maskulin yang akan menyegarkan tubuhnya


Zayn keluar kamar menuju pintu apartemen, tapi belum pintu ia buka, Sella sudah lebih dulu membukanya


"Sella, kamu dari mana?" tanya Zayn


Sella tak menjawab tapi ia justru langsung memeluk Zayn, ia temukan rasa nyaman saat memeluk tubuh Zayn. Zayn yang kaget pun membalas pelukan Sella, mengelus rambutnya yang pirang


"kenapa?" tanya Zayn lagi


Sella hanya menggeleng, dia malah mengeratkan pelukannya pada Zayn. Zayn mencium pucuk kepala Sella, memberikan ketenangan untuknya karena ia tau bahwa Sella sedang tidak baik-baik saja tapi ia tak tau apa penyebabnya


lama sekali Sella memeluk Zayn, hingga ia rasa hatinya merasa tenang, karena entah sekarang Sella merasa sangat tenang dan nyaman dekat dengan Zayn


"kamu baru pulang?" tanya Sella seraya melepas pelukan dari tubuh Zayn


"iya, maaf tidak memberitahumu tadi kalau aku lembur. kamu dari mana? apa sudah makan?" tanya Zayn


"dari taman. aku sudah makan tadi, tapi aku rasa sekarang lapar lagi, mungkin bayinya yang minta makan sekarang" Sella nyengir memperlihatkan gigi putihnya


"kenapa bayinya yang jadi sasaran?" Zayn mengerutkan keningnya, "anak daddy mau makan apa?" Zayn membungkuk di depan perut Sella


"nasi goreng daddy, daddy yang buat ya! karena mommy tidak boleh capek" Sella menirukan suara anak kecil menjawab pertanyaan Zayn


"kamu lucu sekali" Zayn mencubit pipi Sella, "ayo kita ke dapur" Zayn menuntun Sella dan menyuruhnya duduk di kursi

__ADS_1


Zayn membuat nasi goreng spesial untuknya dan Sella. Sella hanya tertawa melihat Zayn mondar-mandir memasukkan bahan dan bumbu


"selesai" ucap Zayn. ia mengambilkan nasi goreng buatannya untuk Sella


"silahkan mommy, ini nasi goreng dengan bumbu cinta" Zayn menyerahkan sepiring nasi goreng pada Sella


"terima kasih daddy" Sella berbinar melihat nasi goreng yang kelihatannya sangat lezat


"ayo kita makan" Zayn dan Sella memakan nasi goreng buatan Zayn, "hmmmm enak sekali, kamu jago masak juga ya ternyata" puji Sella


"udah biasa masak sendiri" jawab Zayn seraya memasukkan sesendok nasi goreng


Sella sangat menyukai nasi goreng buatan Zayn, lebih enak dari nasi goreng di restourant menurutnya, hingga ia habiskan tak tersisa


"makasih ya Zayn, nilai 100 buat kamu" ujar Sella seraya menyandarkan punggungnya di kursi


"aku ga mau di kasih nilai, maunya malam pertama" bisik Zayn seraya berdiri dari kursinya menuju tempat cuci piring. Sella yang mendengar ucapan Zayn hanya bisa membelalakkan matanya, jantungnya berdebar


"sudah jangan di pikirkan" Zayn menyadarkan Sella dari lamunannya, "ayo ikut aku" Zayn menarik tangan Sella


"kemana?" tanya Sella


"sudah jangan banyak tanya" jawab Zayn


Zayn mengajak Sella ke kamarnya, "tunggu sebentar disini" ujar Zayn, menyuruh Sella menunggu di depan pintu. Zayn masuk ke kamarnya beberapa menit kemudian keluar lagi dengan mengajak Sella masuk ke dalam


"ayo" Zayn menutup mata Sella dengan kedua tangannya, "kenapa harus di tutup sih?" tanya Sella dengan mengikuti apa saja yang Zayn perintah


"aku sudah bilang jangan banyak tanya. sekarang buka mata kamu" Zayn melepas kedua tangannya dari mata Sella saat mereka sudah berada di dalam kamar Zayn

__ADS_1


Sella membulatkan matanya melihat apa yang ada di depan matanya. banyak lilin-lilin kecil menyala membentuk tulisan I 💗 U. lampu kamar sengaja Zayn matikan supaya terlihat sangat indah, hanya ada cahaya yang masuk dari gedung-gedung bertingkat di sekitar apartemen


Zayn meraih pundak Sella untuk bisa berhadapan dengannya. dia memegang kedua tangan Sella lalu berjongkok di hadapan Sella


"Sella, aku tau kita dulu bertemu tanpa sengaja, dan kita menikah pun tanpa sengaja, bahkan mungkin tidak ada dalam pikiran kamu untuk menikah denganku. Sella, dengan ketidak sengajaan itu, apa kamu bisa menerimaku menjadi suamimu??" Zayn menyunggingkan senyum termanisnya untuk Sella. Sella hanya terdiam, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Zayn. lidahnya kelu, mulutnya tak bisa bicara, ia hanya bisa menjawab dengan anggukan.


Zayn yang menerima jawaban dari Sella, meloncat-loncat kegirangan lalu memeluk Sella


"terima kasih Sella"


Sella juga membalas pelukan Zayn, "iya sama-sama"


"I Love You sayang" Zayn mencium pucuk kepala Sella. Sella merasa pipinya merona mendengar Zayn memanggilnya dengan sebutan sayang, entah perasaanya menjadi berbunga-bunga seperti orang yang pertama kali jatuh cinta


"apa kamu tidak keberatan kalau aku memanggilmu seperti itu?" tanya Zayn


"terserah kamu" jawab Sella yang masih menyembunyikan wajahnya di pelukan Zayn, ia takut Zayn akan melihat wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus


"jadi apa kita bisa tidur satu kamar?" tanya Zayn seraya melepas pelukannya


"ee..i..iya bisa, terserah kamu saja lah" Sella menjawab gugup lalu berlari ke kasur king size milik Zayn, menarik selimut untuk menutupi wajahnya, ia sangat malu pada Zayn. Zayn yang melihat kelakuan istrinya itu sangat gemas, lalu ia menyusul Sella ke kasur.


Zayn memeluk Sella dari belakang. mereka merasakan debaran jantung yang sangat cepat, tak pernah mereka ada di suasana seperti ini. cahaya kamar yang berasal dadi lilin membuat suasana menjadi sangat romantis.


Zayn membalik tubuh Sella, lalu menggunakan lengannya yang kekar untuk di jadikan bantal oleh Sella.


astaga, perasaan apa ini? kenapa aku seperti sesak nafas? oh Tuhan, apa sekarang Zayn akan meminta haknya? batin Sella, jantungnya berdebar-debar


"cuup" Zayn mengecup bibir Sella, "tidurlah, kamu sepertinya sangat lelah, aku tidak mau anak kita kenapa-napa" ujar Zayn sembari memejamkan matanya

__ADS_1


huuuuffft, Sella bisa bernafas Lega, karena Zayn tak jadi meminta haknya. karena dia lelah dia memutuskan untuk tidur saja, karena besok weekend jadi besok dia ingin mengajak Zayn jalan-jalan pagi. tak lama Sella pun tertidur, begitu juga dengan Zayn, yang memang juga sangat kelelahan karena harus lembur di kantor.


......................


__ADS_2