
Zayn masuk ke apartemen menggunakan kartu aksesnya, hingga tak usah memencet bel. Zayn masuk dan langsung menuju dapur untuk mengambil minum
"Sella dimana bi?" tanya Zayn saat melihat bi Sumi berada di dapur
"ada tuan, mungkin ada di kamar" jawab bi Sumi sembari mencuci peralatan masak
Zayn menuju kamar Sella tapi tak menemukannya disana. lalu ia menuju ke kamarnya, dan mendapati pintu balkon terbuka dan terlihat Sella ada di balik jendela, saat ini balkon adalah tempat ternyaman untuk Sella
Zayn menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. lalu ia beranjak untuk membersihkan diri terlebih dulu. Sella yang mendengar pintu kamar mandi tertutup ia segera menoleh dan menghampirinya
"Zayn, apa kamu ada di dalam?" tanya Sella di depan pintu kamar mandi
"iya, ada apa" jawab Zayn dari balik pintu."ya sudah mandilah dulu" Sella kembali duduk di balkon untuk menunggu Zayn
beberapa menit kemudian Zayn selesai mandi dan berganti baju, ia menghampiri Sella yang ada di balkon, tapi ia malah melihat Sella tertidur di kursi balkon seperti kemarin malam
"apa ini jadi kebiasaanmu tidur disini" gerutu Zayn sambil menggendong Sella
Sella yang belum sepenuhnya tertidur, dia merangkulkan tangannya ke leher Zayn.
"apa kamu pura-pura tertidur supaya aku bisa menggendongmu?" Zayn menurunkan Sella dari gendongannya
"Zayn tunggu, tolong dengar dulu penjelasan aku, aku mohon Zayn" Sella mengatupkan kedua tangannya di depan dada
__ADS_1
"apa yang mau kamu jelaskan?" Zayn bertanya ketus pada Sella
Sella menuntun Zayn untuk duduk di sofa
"aku minta maaf Zayn karena selama ini aku tidak pernah jujur tentang kehamilan aku sama kamu, aku tau aku salah tapi aku hanya takut, aku takut kamu benci sama aku"
"bukannya kamu juga benci sama aku, kalau aku ninggalin kamu itu malah bagus dong, jadi kamu bisa terbebas dari aku"
"iya itu dulu, waktu pertama kita menikah, tapi sekarang tidak Zayn, aku mohon maafin aku"
"apa karena kamu merasa bersalah jadi kamu berbicara seperti itu?"
"bukan itu maksud aku, aku hanya belum ada waktu yang tepat untuk bicara sama kamu, sebenarnya aku sudah berencana untuk memberitahumu dalam waktu dekat ini tapi takdir berkata lain, malah kamu tau dari orang lain. aku tau kesalahan aku sangat besar Zayn, dan mungkin kamu akan sulit untuk memaafkan aku, dan mungkin kamu juga jijik sama aku karena aku sudah ternoda oleh pria lain, aku akan menerima semua konsekuensinya" tanpa terasa air mata Sella menetes membasahi pipi mulusnya
"hei jangan menangis, aku tidak suka melihat kamu menangis" Zayn terus mengusap air mata Sella
"aku tidak bisa berkata apa-apa lagi Zayn, kamu terlalu sempurna buat aku"
"aku tidak sebaik apa yang kamu lihat" Zayn tersenyum, "kalau boleh tau, siapa ayah dari bayi itu? Melvin?"
Sella mengangguk, dan Zayn sudah menduga, semakin besar kebenciannya terhadap Melvin, dia tak menyangka jika sahabatnya yang begitu baik bisa setega itu terhadap wanita
"kamu jangan khawatir, aku akan memberi pelajaran pada laki-laki brengsek tidak tau diri itu" raut wajah Zayn pun berubah memerah
__ADS_1
"Zayn aku mohon, jangan beri tau ini pada siapapun, terutama Melvin, aku tidak mau jika dia akan mengambil anak ini dari aku. aku akan menghapus Melvin dari hidup aku Zayn, aku tidak mau lagi berurusan dengannya" Sella memelas pada Zayn
"kamu tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapapun, anggap saja ini anak aku dengan kamu."
deg
"kita rawat dia sama-sama ya, aku akan menganggap dia seperti anak aku sendiri, kamu jangan khawatir" Zayn membelai lembut perut Sella, dan ada rasa bahagia pada diri Sella, ternyata Zayn begitu baik
Sella tiba-tiba memeluk Zayn, "apa karena aku memaafkan kamu, jadi kamu suka memelukku sembarangan?" goda Zayn pada Sella, Sella hanya menggeleng dan Zayn membalas pelukan Sella
"terima kasih Zayn, terima kasih untuk semuanya" ucap Sella yang masih betah memeluk Zayn
"kamu akan terus memelukku seperti ini hingga aku susah nafas?" Zayn terus menggoda Sella, Sella melepas pelukannya dan memukul dada bidang milik Zayn. Zayn dengan sigap menangkap tangan Sella lalu menautkan tangannya dengan tangan Sella dan menciumnya, "jangan pernah merasa sendiri, ada aku di samping kamu" Zayn tersenyum dan membelai pipi Sella, sangat nyaman yang Sella rasakan, rasanya ia beruntung mendapatkan suami seperti Zayn
Zayn menarik tengkuk Sella tiba-tiba lalu menautkan bibirnya pada bibir pink Sella, awalnya Sella hanya terdiam tapi lama-lama dia menikmatinya, memejamkan matanya dan bibirnya saling beradu dengan bibir Zayn. saling mengecap dan saling menyesap hingga ciuman itu berubah menjadi ciuman panas. tangan Sella merangkul leher Zayn, dan menarik Zayn untuk semakin dalam berciuman. gejolak Zayn sudah tak terkontrol, dari bibir ia menuju leher jenjang milik Sella, kali ini Sella hanya pasrah karena ia sangat menikmatinya, hingga sampai Zayn membuka kancing baju Sella yang kedua, tangan Sella menghentikannya, "kenapa? apa kamu masih belum bisa menerimaku?" Zayn menatap Sella sayu, tanda jika ia sudah bernafsu berat
"bukan, kita ke dokter dulu untuk konsultasi" Sella tersenyum menguatkan Zayn
"ah sudah terserah kamu" Zayn tiba-tiba menyerbu harta kenyal milik Sella dan memberi tanda merah disana, bahwa itu adalah miliknya. Sella hanya menggigit bibir bawahnya, tanda kenikmatan yang ia rasakan
Zayn kembali mengancingkan baju Sella dan membenarkannya, "cuup" Zayn mengecup bibir Sella, "jangan pernah menangis lagi di depan aku, aku tidak suka wanita cantik yang suka menangis, Sella hanya menggeleng
"ayo kita makan, aku lapar" Zayn menuntun tangan Sella dan Sella pun mengikutinya
__ADS_1
aaahh, begitu baiknya kamu Zayn. duuh aku padamu lah Zayn 😁😁