Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Sangat Tersiksa


__ADS_3

Zayn melangkahkan kakinya masuk ke ruangan Sella.perlahan ia mendekati istrinya dan duduk di sebelahnya. ia mulai memegang tangan Sella, sangat dingin itu yang Zayn rasakan


"selamat pagi sayang! kamu pasti sangat tersiksa ya ada di ruangan ini? aku juga tersiksa kalau kamu ada disini. sayang kamu tau tidak, anak kita lucu sekali. eh tapi aku belum bilang terima kasih ke kamu. terima kasih ya kamu sudah berjuang melahirkan anak kita dengan selamat. dia sangat tampan dan lucu seperti aku. aah rasanya aku ingin segera pulang untuk merawat dia bersama-sama kamu. sayang, kamu jangan siksa aku seperti ini. dulu kalau kamu marah aku masih bisa tahan karena masih bisa melihat wajah kamu yang cemberut, tapi kalau kamu seperti ini aku tidak bisa tahan, hati aku sakit. jika bisa, biar aku saja yang menggantikan posisi kamu, aku saja yang terbaring sakit disini, jangan kamu." meluncur sudah air mata Zayn yang tertahan sejak tadi. ia sebenarnya tak ingin menangis di depan Sella, karena ia tak mau menunjukkan pada Sella bahwa ia lemah, tapi kenyataannya memang ia sangat lemah saat ini


"sayang, berjuanglah untuk bangun. aku dan anak kita merindukanmu. merindukan senyumanmu, kasih sayangmu, merindukan semua yang ada pada dirimu" Zayn terisak dengan menundukkan kepalanya di tangan Sella. hatinya penuh dan sesak, sakit sekali.


di balik kaca, Adit melihat Zayn sedang berbicara dengan Sella. baru kali ini ia lihat Zayn sangat rapuh. bagaimana tidak, seseorang yang selalu menemaninya tiba-tiba tak sadarkan diri di tengah kebahagiaan yang sebenarnya mereka nanti-nanti


Zayn merasa sudah tidak sanggup lagi ada di dalam ruangan Sella, ia tak mau Sella melihat dirinya serapuh itu. kemudian ia menghapus air matanya dan mencium kening Sella lalu pergi dari situ.


tanpa Zayn tau, selepas kepergiannya, mata Sella mengeluarkan air mata. Sella bisa merasakan betapa hancurnya suaminya saat ini. ia sangat merasa bersalah telah menyusahkan suaminya.


setelah makan siang, Zayn mengunjungi bayinya, karena sedari tadi pagi ia hanya duduk di dekat ruangan Sella dan belum melihat bayinya sama sekali


Zayn masuk ke ruang NICU dan melihat bayinya di balik box kaca yang membungkusnya. ia lihat bayinya sedang menggerakkan tangannya yang mungil, bibirnya mengerucut mirip sekali saat Sella marah, sangat menggemaskan


"hai malaikat kecil daddy, kamu sedang apa? kenapa bibirnya begitu? apa kamu marah karena daddy tidak mengunjungimu? maafkan daddy ya malaikat kecil. malaikat kecil, kapan mommymu akan bangun? daddy sangat kesepian tanpa mommy. oh ya, daddy sudah beli rumah buat kamu sama mommy, nanti kalau mommy bangun kita kasih surprise ya buat mommy. kamu cepat besar ya, supaya bisa daddy gendong" Zayn tersenyum di balik box kaca tersebut, tangannya ingin sekali menyentuh anaknya tapi dokter masih belum memperbolehkannya. kata dokter harus menunggu sampai anaknya punya berat badan normal

__ADS_1


setelah hampir satu jam Zayn ada di ruangan bayinya, ia pun kembali ke ruangan Sella karena ia meninggalkan Sella sendiri tadi. Adit sudah ia suruh kembali ke kantor karena banyak pekerjaan yang sebenarnya harus ia urus dan kini ia limpahkan semua pada Adit, apalagi masalah korupsi yang menimpa cabangnya masih belum menemukan titik terang.


saat Zayn kembali, sudah ada kedua mertuanya di depan ruangan Sella. mama Renata tak hentinya menangis di balik kaca dengan menatap Sella


"ma, pa. baru datang?" tanya Zayn sesaat setelah menghampiri mereka


"iya Zayn, mama kamu memaksa untuk kesini, padahal mama kan sedang tidak enak badan karena shock kemarin. oh ya, bagaimana keadaan Sella?" tanya pak Leo


"masih sama pa, tapi dokter bilang Sella masih bisa selamat, kita hanya perlu sering mengajaknya bicara untuk merangsang syarafnya. kalau papa sama mama mau masuk, silahkan masuk pa, tadi dokter sudah mengizinkan" jelas Zayn pada mertuanya


"biar mama yang masuk pa" tanpa aba-aba mama Rena langsung masuk ke ruangan Sella. Zayn dan pak Leo hanya melihat dari balik kaca saja. bagaimana terpukulnya seorang ibu yang anaknya tidak sadarkan diri, berjuang antara hidup dan mati


......................


sudah satu minggu Sella belum juga sadarkan diri, membuat Zayn, kedua orang tuanya juga mertuanya menjadi khawatir.


sore itu Nadya datang dengan membawakan baju untuk kakaknya, karena stok baju yang di bawakan Adit tempo hari sudah habis. Zayn baru saja keluar dadi ruangan Sella untuk mengganti pakaian juga membersihkan tubuhnya, ia ingin merawat istrinya sendiri.

__ADS_1


"kak, ini bajunya. mama juga membawakan makanan untuk kakak. lebih baik sekarang kakak mandi lalu makan" ucap Nadya yang baru datang menghampiri kakaknya. Zayn pun meraih tas berisikan bajunya kemudian ia pergi ke kamar khusus yang ia sewa selama di rumah sakit, sekedar untuk mandi dan menyimpan bajunya. karena kalau untuk tidur, Zayn lebih memilih tidur di kursi asal bisa dekat dengan Sella


Nadya masuk ke ruangan Sella, ia ingin mengobrol dengan kakaknya itu


"kak, kenapa tidak bangun-bangun? apa kakak tidak rindu bercanda denganku? apa kakak tidak mau menjadi teman curhatku lagi? aku sangat merindukanmu kak, kakak adalah kakak terbaik yang aku miliki. aku rindu kakak menasehatiku, aku rindu kakak mengajakku jalan-jalan, aku rindu kakak mengajakku belajar memasak padahal kita sama-sama tidak bisa memasak, aku rindu semua hal yang aku lakukan dengan kakak. apa kakak ingat, waktu pertama kali kakak datang ke rumah, aku mengajak kakak untuk curhat sampai malam dan akhirnya kak Zayn memarahiku. bangunlah kak, aku mohon. apa kakak tau? kak Zayn sudah menyiapkan suatu kejutan yang luar biasa untuk hadiah ulang tahun kakak dua hari lagi. kak Zayn bekerja keras untuk mewujudkan itu. apa kakak tidak kasian pada kak Zayn? lihatlah kak, semenjak kakak sakit, kak Zayn jadi semakin jelek tak terurus, dia jadi kurus karena banyak begadang dan jarang makan, rambutnya panjang acak-acakkan, pokoknya kak Zayn itu bukan laki-laki ganteng lagi. ayolah kak bangun, apa kakak tidak mau menggendong bayi kakak? sekarang pipinya sudah seperti bakpao, lucu sekali. aaahh kakak jahat" Nadya terisak di samping Sella. ia tak mampu membendung air matanya lagi. setiap kali melihat Sella dengan keadaan seperti ini, ia selalu menangis


tiba-tiba Nadya di kagetkan dengan jari-jari Sella yang bergerak. Nadya membelalak dan segera memencet tombol darurat untuk memanggil dokter. hanya hitungan detik saja para dokter sudah datang memenuhi ruangan Sella


"dok, tadi tangan kakak saya bergerak-gerak, dan itu lihat, kakak saya juga menangis dok, coba periksa, siapa tau kakak saya sudah sadar" kata Nadya saat dokter datang


"baik, silahkan tunggu di luar ya"


Nadya kemudian keluar. ia mondar-mandir di depan ruangan Sella, terselip rasa bahagia karena kakaknya menunjukkan kemajuan


semoga kak Sella cepat sadar setelah ini, batin Nadya


Zayn yang melihat Nadya mondar-mandir di depan ruangan Sella membuatnya panik, ia khawatir terjadi sesuatu pada Sella

__ADS_1


"Nad ada apa? kenapa banyak dokter di dalam?"


"kak, kak Sella bisa menggerakkan jari-jarinya, dan kak Sella juga menangis tadi waktu aku mengajaknya ngobrol, dan sekarang dokter sedang memeriksanya. kak, semoga kak Sella segera bangun ya!" jelas Nadya bersemangat. sontak penjelasan Nadya membuat Zayn bahagia, ada secercah harapan yang menghampirinya


__ADS_2