
hari sudah sore, Sella baru selesai mandi. dia berdiri di depan kaca besar yang terdapat di lemarinya, perlahan dia membuka jubah mandinya, dia melihat perutnya pada pantulan cermin, "sudah semakin terlihat" Sella bermonolog di depan cermin
dia mengelus pelan perutnya, tersenyum. "mommy akan selalu jaga kamu sayang, kamu harus kuat" tanpa terasa bulir air mata jatuh membasahi pipi mulusnya
"aku akan mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu Zayn, karena tak mungkin aku akan menyembunyikan ini semua darinya" ucap Sella lagi, lalu bergegas ganti baju, karena sore ini dia akan berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari
Sella menuju dapur untuk mengambil air minum, lalu ia melihat Zayn berada di ruang tengah, ia tak berani menghampiri Zayn, masih canggung dengan apa yang terjadi tadi siang
"Sel, apa kita jadi belanja?" tanya Zayn saat Sella berjalan ke arah dapur
"eeee iya jadi, aku sudah siap. ini lagi mau ambil minum" jawab Sella gugup
"kamu kenapa gugup gitu? oh ya, soal tadi siang aku minta maaf ya, aku sudah lancang..." belum selesai berucap, Sella sudah menyela
"iya gapapa, sudah lupakan saja. ayo kita berangkat" Sella mengajak Zayn untuk segera pergi berbelanja, karena ia sudah tak sabar untuk memasak
Zayn dan Sella pergi ke supermarket dekat apartemen, mereka pergi berjalan kaki, menikmati jalanan menjelang malam
sampai di supermarket Zayn mengambil troly, mengekor di belakang Sella, karena Sella yang tahu kebutuhan rumah tangga, dan dia bagian bayar saja
Sella mengambil beberapa bahan makanan, daging frozen, buah, sayur, dan juga bumbu-bumbu, ada juga bumbu sachet, biar praktis katanya soalnya Sella tak pandai memasak 😁
"Zayn kamu mau beli apa lagi mumpung kita masih disini?" tanya Sella sembari berjalan kearah kasir
"tidak ada, masih ada semua" Zayn menjawab sambil mendorong troly
"ya sudah ayo kita bayar" Sella berjalan dahulu lalu berbelok ke kotak es krim, lalu dia mengambil dua es krim dan menyerahkan pada kasir
semua belanjaan sudah di masukkan ke dalam kantong kresek dan di total. Zayn mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar tapi Sella mencegahnya
"biar aku saja yang bayar. ini dari kamu" Sella menujukkan kartu hitam yang di berikan Zayn waktu itu
"kamu baru menggunakannya?" Zayn berbisik pada Sella
"iya, lagian buat apa, aku belum pernah belanja" jawab Sella lirih
kemudian kasir tersebut memberikan kartu pada Sella dan belanjaannya pada Zayn. mereka duduk sebentar di depan supermarket untuk istirahat
"nih buat kamu, tadi aku beli dua" Sella menyerahkan es krim pada Zayn
"makasih" Zayn tersenyum
Sella sangat menikmati es krim kesukaannya, dan Zayn hanya memperhatikannya saja. Zayn melihat Sella menjilati es krim yang meleleh dan tiba-tiba pikirannya traveling, membayangkan sesuatu yang menggugah gairahnya sebagai lelaki
tak kuat melihat itu, Zayn mengalihkan pandangan pada es krim yang di pegangnya lalu ia membuka dan menikmatinya juga
sesampainya di apartemen Sella di bantu Zayn memasukkan semua bahan ke dalam kulkas dan lemari penyimpanan
"kita mau masak apa hari ini?" tanya Zayn kepo
"beef steak, seperti kataku tadi" Sella mengembangkan senyumnya
"emang kamu bisa?" Zayn mengernyitkan keningnya
"kita lihat tutorial youtube, oke" Sella nyengir seperti tak ada dosa
"aku kira kamu bisa masak" Zayn mengejek Sella
__ADS_1
"ya bisalah, masak mie instan" Sella malah tertawa, membuat Zayn gemas
mereka berdua memasak dengan telaten, tapi lebih tepatnya Zayn yang masak karena Sella hanya memberi tahu caranya lewat youtube yang ia tonton
"taraaa, jadi" Zayn dan Sella berbinar melihat masakan mereka matang
Sella yang sudah tak sabar langsung mengambil piring untuknya dan Zayn, tapi karena kurang hati-hati ia malah menjatuhkan piring yang ia pegang
"praaaang"
Zayn kaget lalu menoleh ke arah Sella, "Sel, kamu gapapa?"
"gapapa Zayn, sebentar biar aku bersihkan" Sella mengambil pecahan piring yang berserakan "aaauuuuw" tangannya terkena pecahan piring
"Sella, hati-hati." Zayn langsung meraih tangan Sella yang berdarah lalu memasukkan pada mulutnya, menyesapnya supaya darah tak keluar terus dari jari Sella, Sella hanya terpaku, ia merasakan tubuhnya berdesir
Zayn melihat sudah tak ada darah lagi yang keluar lalu ia mengambil kotak p3k dan mengobati jari Sella
"sudah. sekarang kamu duduk saja, biar aku yang bersihkan" Zayn meminta Sella untuk duduk
"maaf ya Zayn, aku jadi ngrepotin kamu" Sella tak enak hati pada Zayn yang harusnya bisa langsung menikmati makanan malah justru ia membuat ulah
"gapapa tenang saja" Zayn mengelus lembut pipi Sella, entah Sella merasa sangat nyaman di perlakukan Zayn seperti itu
Sella menunggu Zayn di meja makan. selesai membersihkan pecahan piring lalu Zayn menyusul Sella
"ayo kita makan" Zayn menaruh beef steak pada piring Sella dan piringnya
Sella tersenyum dan langsung melahapnya.
"harus ya pakai jasa ART? aku bisa kali kalau cuma bersih-bersih aja" jawab Sella
"hei, kamu itu istri CEO, kamu tinggal duduk udah semua beres" Zayn membujuk Sella
"terserah kamu lah." Sella melahap makanannya tanpa menghiraukan Zayn lagi
Selesai makan mereka membereskan semua peralatan masak dan makan yang mereka gunakan hari ini, lalu mereka bersiap tidur karena besok Zayn sudah harus bekerja
"Sella, apa kamu bawa charger? punyaku ketinggalan di rumah" tanya Zayn saat Sella akan masuk ke kamarnya
"ada di kamar, kamu ambil aja"
mereka berdua masuk kamar dan Sella menuju lemari untuk mengganti bajunya
"dimana Sel?" tanya Zayn
"ada di nakas, kamu cari aja di situ" Sella berjalan ke arah Zayn
"oh iya ini sudah ketemu" ucap Zayn yang menemukan chargernya
Sella membuka gorden, dia ingin membuktikan perkataan Zayn yang katanya pemandangan malam disini indah
"bagus kan?" tanya Zayn saat melihat gemerlap lampu terpampang di balik kaca besar kamar Sella
"iya, ternyata kamu ga bohong" Sella tersenyum
"apa kamu mau lihat dari kamar aku?" tawar Zayn
__ADS_1
"boleh, aku jadi penasaran"
"ayo" Zayn berjalan diikuti Sella di belakangnya, mereka berjalan menuju kamar Zayn. sesampainya di kamarnya, Zayn membuka gorden miliknya, lalu membuka pintu kaca di samping jendela
"ayo kesini" Zayn menarik tangan Sella
angin semilir berhembus saat Zayn dan Sella berdiri di balkon kamar Zayn. ada dua tempat duduk empuk beserta mejanya, sangat pas untuk bersantai
"waaaah bagus sekali di sini" Sella berbinar melihat semua yang ada di depannya, "apa aku bisa tukar kamar?" goda Sella pada Zayn
"gimana kalau kita berdua tidur disini?" Zayn masih terus modus
"Zayn! kamu ya modus terus" Sella mencubit lengan Zayn yang keras
Zayn langsung meraih tangan Sella, lalu ia meraih tangan kirinya juga. kini ia memegang kedua tangan Sella. mencium pucuk tangan Sella, dan Sella terkesima di buatnya
"Sella, aku janji sama kamu, aku akan berusaha untuk bahagiain kamu, sekuat tenaga aku. meskipun kamu masih belum bisa menerima aku, aku akan selalu sabar" Zayn menatap Sella dalam
kamu salah Zayn, entah sekarang aku merasa sangat nyaman berada di dekat kamu
"Sel, apa aku boleh minta sesuatu?" tanya Zayn
"apa?"
"boleh ya peluk kamu, sekali aja" pinta Zayn dengan wajah memelas
Sella mengangguk, tanda ia setuju. Zayn tak menunggu lama, langsung ia memeluk Sella dan tak menyangka Sella juga membalas pelukannya
nyaman. itu yang mereka berdua rasakan. lama sekali mereka dalam posisi itu lalu Zayn melepaskan pelukannya
"makasih ya Sel" Zayn mengelus pipi Sella lembut. Sella kembali merasakan kenyamanan saat tangan kekar Zayn menyentuh pipinya
entah keberanian dari mana Zayn menunduk dan menautkan bibirnya pada Sella, Sella yang medapat serangan mendadak hanya terdiam
Sebagai lelaki, Zayn sudah sangat tergoda dengan kelembutan bibir Sella, apalagi suasana sangat mendukung untuk melakukan adegan romantis
Zayn memejamkan mata, ia sangat menikmatinya, Zayn mulai menyesapnya, sangat lembut, tak ia lakukan dengan ***** yang menggebu
tangan kanannya berada di tengkuk Sella, menariknya agar semakin dalam ciuman mereka, lebih tepatnya ciuman Zayn
Sella hanya memejamkan mata, ia tak membalas ciuman Zayn, ia ingin menolak tapi ia juga menikmatinya, entah apa yang di rasakannya
beberapa menit mereka beradu bibir, akhirnya Zayn melepaskan ciumannya. bibir Sella memerah akibat ulahnya, lalu ia mengelap bibir tipis nan menggoda itu dengan jari jempolnya
"maaf" hanya kata itu yang terucap dari mulut Zayn, ia melihat pipi Sella merona, ia sangat tahu bahwa Sella sedang malu saat ini
"aku ke kamar dulu" Sella beranjak dari tempatnya dan akan meninggalkan Zayn tapi Zayn menarik lagi tangan Sella dan hingga ia berada di pelukan Zayn
"aku mencintaimu" bisik Zayn pada Sella
tak ada jawaban dari Sella, ia mengerti, butuh waktu untuk Sella bisa mencintainya meski sekarang Sella sudah bisa menerimanya
Zayn melepaskan pelukannya, "tidurlah, mimpi yang indah" ucap Zayn dengan membelai lembut rambut Sella
Sella benar-benar di buat terkesima oleh Zayn malam ini, dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya jantungnya berdebar tak karuan
Sella berlalu dari depan Zayn, meninggalkan Zayn di balkon kamarnya.
__ADS_1