
Sudah dua bulan Sella bekerja d kantor Melvin, dan sudah dua bulan juga dia dekat dengan Melvin.
Hari ini Melvin ingin mengajak Sella pergi dinner, dan Sella pun dengan senang hati mau menerima.
"hallo Sel, aku udah ada di depan rumah kamu, cepet keluar ya aku tunggu" kata Melvin di seberang sana
"oh iya Mel, aku kesana, tunggu sebentar" Sella menutup telfon dan menuju keluar rumah.
"hai" sapa Sella pada Melvin, "hai juga, cantik banget hari ini" puji Melvin yang membuat pipi Sella merona. Melvin membuka pintu mobilnya untuk Sella, lalu dia jalan memutar menuju pintu kemudi dan langsung tancap gas menuju suatu tempat yang spesial.
"kita mau kemana Mel?" Sella membuka obrolan di antara mereka
"ada deh, surprise buat kamu" Melvin menjawab sambil menoleh sebentar ke arah Sella lalu fokus lagi ke jalanan..
"yaudah deh terserah kamu aku ngikut aja" Sella tersenyum dan menatap Melvin..
waktu perjalanan 30 menit dan mereka sudah sampai, Sella bingung dia ada di mana, tempatnya tak ramai, hanya ada beberapa sepeda motor, dan hanya ada satu mobil milik mereka saja.
"kita ada dimana? kenapa sepi sekali??" Sella agak ngeri
"aku tutup mata kamu ya, aku mau kasih surprise buat kamu" Melvin malah langsung menutup mata Sella dengan kain d sakunya.
"eh ini tapi dimana? kamu mau bawa aku kemana? ngeri tau sepi banget kaya gini, emang ga ada ya tempat yang lebih rame buat kasi surprise?? nanti kalo kita di culik gimana??" Sella tak berhenti bicara karna dia memang sedikit ketakutan, tapi itu semakin membuat Melvin gemas, dan mencubit pipi kiri Sella.
"udah tenang aja, kita ga bakalan di culik" Melvin terus menuntun Sella ke tempat yang sudah di siapkan Melvin
__ADS_1
sesudah berjalan sekitar 100 meter Melvin berhenti dan membuka penutup mata Sella, "sudah sampai, silakan buka mata cantik"
saat membuka mata, hanya ada sebuah meja dengan dua kursi, terdapat lilin-lilin kecil yang melingkar di lantai. tiba-tiba lampu dihidupkan dan Sella terkejut melihat dekorasi yang indah di depannya, terdapat bunga di empat sisi, lampu kerlap kerlip berwarna kuning menambah kesan sederhana tapi elegan..
"indah sekali.." Sella berbinar
"mari tuan putri" Melvin menuntun Sella hingga ke meja, "terimakasih" Sella membalas dengan senyuman
Tak berapa lama minuman datang, dan bersamaan dengan itu seseorang datang membawa sebuah gitar dan standmic. Sella membulatkan matanya saat tau siapa pria itu, "itu pak Zayn?", "iya, dia jago nyanyi Loh, dia juga yang memberi ide surprise ini, Zayn dan Vano yang nyiapin ini semua, mereka emang sahabat terbaik aku" Melvin berkata sambil menoleh ke arah dimana Zayn berdiri kemudian kembali menatap Sella
"benarkah?? beruntung ya kamu punya sahabat kayak mereka"
"sangat beruntung" Melvin berkata dengan yakin, ya karena mereka bertiga bersahabat dari SMU hingga umur mereka sudah 25 tahun, 10 tahun mereka bersama, penuh suka dan duka.
"Sel, hari ini aku mau ngomong penting sama kamu" Melvin memulai pembicaraan serius antara mereka berdua
"ngomong aja lah Mel, mau ngomong apa?" Sella penasaran
"will be mine??" Melvin to the point, karena Melvin ga suka basa basi
"kamu serius?" Sella membulatkan matanya, agak ragu dengan pernyataan Melvin
"yes, so will be mine??" Melvin mengulangi pertanyaannya lagi
"yes, I will" Sella mantab menjawab, karna memang juga Sella menyukai Melvin sejak lama tapi tak pernah ada di benaknya jika ia akan menjadi pacar Melvin
__ADS_1
Melvin sangat tampat hingga membuat Sella minder, pasti di luar sana sangat banyak wanita yang ingin menjadi kekasihnya tapi ternyata pikiran Sella salah, Melvin malah memilih dirinya sebagai kekasihnya
"terima kasih sudah mau memberiku kesempatan untuk membahagiakanmu, aku akan berusaha untuk terus menjagamu dan tidak menyakitimu" Melvin berjanji pada Sella, memegang dan mencium pucuk tangan Sella
"sama-sama, terima kasih juga untuk semua ini" Sella membalas dengan senyuman manis khasnya, dia benar-benar bahagia malam ini, tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
waktu sudah menunjukkan pukul 9, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, sedangkan Vano dan Zayn sudah pulang sejak tadi karena mereka jomblo jadi tak ingin melihat adegan romantis yang nantinya akan membuat mereka kehabisan nafas 😁😁
di perjalanan Melvin tak melepas sedikitpun tangan Sella, ia menunjukkan bahwa ia sangat bahagia juga malam ini, dan bahagia memiliki Sella, senyum merekah diantara keduanya, hingga waktu 30 menit serasa 3 detik, cepet banget nyampe rumah Sella
"emmm sekali lagi makasih ya Sel hari ini kamu udah mau nerima aku" Melvin masih betah untuk terus bersama Sella, ya maklum lah, lagi kasmaran
"iya sama-sama Mel, aku turun dulu ya, kamu hati-hati di jalan, jangan ngebut, kabarin kalo udah sampe rumah" kata Sella lembut, menatap Melvin dalam
saat akan turun, kejadian seatbelt macet terulang lagi, "Mel tolong bantuin, ga bisa di buka nih" Sella minta tolong sambil masih terus berusaha agar seatbeltnya bisa di buka
Melvin tertawa kecil, lalu memajukan tubuhnya untuk membantu Sella dan jarak di antara keduanya sangat dekat hanya beberapa senti, mata mereka saling mengunci, Melvin mendaratkan bibirnya ke bibir Sella, tak ada penolakan dari Sella, dia memejamkan mata dan menikmatinya, tubuhnya berdesir merasakan ciuman lembut Melvin
Sella hanya pasrah saat Melvin terus menyesap manis bibir Sella, hingga beberapa saat Sella terasa kehabisan nafas karena ciuman Melvin semakin panas, Melvin yang hampir hilang kesadaran buru-buru melepas ciumannya, mengusap bibir pink Sella yang basah akibat ulahnya, Sella pun hanya tersenyum
"terima kasih, selamat malam sayang" kata Melvin lembut lalu mencium kening Sella, dan pipi Sella kembali merona karna Melvin memanggilnya sayang.
"sama-sama" balas Sella lalu mencium pipi Melvin dan ia sangat malu dengan ulahnya sendiri hingga ia salting dan langsung keluar mobil masuk rumah, karena Sella takut Melvin tau pipinya sudah seperti kepiting rebus 😁😁
duuuuhh Sella, selamat yaaa, ikut bahagia Loh kitaa 😊
__ADS_1