
"Nad, kamu kenapa? kamu tau siapa wanita ini?" tanya Sella penasaran
"kakak dapat dari mana foto itu? kenapa dia bisa foto sama kak Zayn?" tanya Nadya balik
"mana kakak tau, tadi ada nomor tak dikenal ngirim foto ini, makanya kakak nanya sama kamu, siapa tau kamu kenal" ujar Sella
"sebenarnya itu mantan pacar kak Zayn. namanya Bianca, dia seorang model terkenal dan dulunya kak Zayn cinta mati sama dia tapi entah dulu putus karena apa aku juga tidak tau" jelas Nadya
hati Sella semakin tidak karuan setelah tau bahwa wanita dalam foto itu adalah mantan pacar Zayn. pikirannya mulai berkecamuk, kenapa bisa Zayn menghabiskan waktunya dengan mantan pacarnya? padahal dia bilang dia ke Surabaya untuk melihat pembangunan cabangnya
apa sebenarnya tiap ke Surabaya Zayn selalu bertemu dengan wanita ini? batin Sella
"kakak tidah usah khawatir, kata mama kak Zayn udah benci banget sama wanita itu semenjak putus dulu, jadi kak Zayn dulunya juga pernah jadi playboy setelah putus dari wanita itu tapi akhirnya kak Zayn ketemu kakak dan merubah segala hidup kak Zayn" Nadya menjelaskan kembali pada Sella dan mencoba menenangkannya
"iya Nad, makasih ya udah ngasih tau kakak" Sella memaksakan senyumnya. ia merasa kurang dengan penjelasan Sella, ada masa lalu yang belum Sella tau dari Zayn. ia harus menanyakan itu pada Zayn
......................
jam sudah menunjukkan pukul lima sore tapi Zayn belum juga pulang. Sella mencoba menghubungi Adit tapi ponselnya tidak aktif. ada kekhawatiran dalam hati Sella, pikirannya melayang memikirkan yang tidak-tidak. ia mondar-mandir di balkon kamarnya
apa jangan-jangan Zayn sedang bersama wanita itu, lalu Adit mematikan ponselnya supaya aku tidak bisa menghubunginya untuk mencari Zayn? batin Sella
"kak, aku pulang dulu ya, sudah sore nih" ucap Nadya
"kamu jangan pulang ya Nad, kamu disini saja temenin kakak" pinta Sella dengan memelas
"baiklah kak, aku temenin sampai kak Zayn pulang ya" Nadya tersenyum pada Sella, ia sangat menyayangi Sella seperti kakaknya sendiri
waktu terus berlalu hingga kini sudah larut malam, dan tidak ada tanda-tanda Zayn sudah pulang. ponsel Adit pun masih sama, belum saja aktif. Sella semakin khawatir, pikirannya jadi makin berkecamuk. ia merasakan dadanya bergemuruh, ada kemarahan yang tersimpan yang ingin segera ia keluarkan
__ADS_1
Nadya sudah berada di alam mimpi sedangkan Sella masih betah dengan mode begadangnya. ia tak bisa tidur memikirkan apa yang sebenarnya terjadi disana sampai-sampai Zayn tidak pulang, padahal ia sudah berjanji untuk pulang
Zayn, kamu kemana sebenarnya? kenapa kamu tidak pulang? kenapa kamu tega sama aku? kamu jahat Zayn! batin Sella sambil terisak, air matanya sudah tak terbendung lagi, ia tak mampu berkata lagi tapi air matanya sudah mewakili betapa sakitnya hati Sella saat ini
sinar mentari sudah muncul untuk menerangi alam semesta. Sella mengerjap-ngerjapkan matanya karena silau dengan terangnya sinar mentari yang masuk ke dalam kamarnya
ia bangun lalu melihat sekeliling, Nadya sudah tidak ada di sampingnya dan tidak ada juga tanda-tanda bahwa Zayn sudah pulang
Sella bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum sarapan. kilat saja ia mandi karena bayi dalam perutnya sudah minta makan
"kak Sella sudah bangun?" sapa Nadya yang baru masuk ke kamar dan melihat Sella menyisir rambut basahnya
"iya Nad, kamu dari mana?" tanya Nadya balik
"dari dapur bantuin bibi menyiapkan sarapan. ayo kak kita sarapan, aku sudah lapar banget" ujar Nadya
"kak setelah ini aku pulang ya karena hari ini aku ada kelas. nanti aku kesini lagi kalau kak Zayn belum pulang" ujar Nadya
Sella hanya tersenyum dan mengangguk, lalu melanjutkan sarapannya
selesai sarapan, Nadya berpamitan untuk pulang
"kak Sella jangan terlalu mikirin kak Zayn ya, kak Zayn pasti bisa jaga dirinya terutama hatinya. kakak tenang saja, hati kak Zayn cuma buat kakak" ucap Nadya lalu memeluk Sella supaya Sella lebih tenang
"makasih ya Nad, kamu baik sekali sama kakak. kamu hati-hati ya" ucap Sella yang juga membalas pelukan Nadya
Nadya meninggalkan apartemen Zayn dan tinggal Sella sendiri bersama bi Sumi
Sella menuju ruang tv untuk menghilangkan kebosanan. belum lama dia berada disitu, ia mendengar pintu apartemen terbuka tapi Sella tak menghiraukannya karena ia pikir itu adalah bi Sumi
__ADS_1
"sayaaang" ucap seseorang dan ternyata itu adalah Zayn
Sella menoleh ke arah Zayn, ada rasa bahagia Zayn pulang tapi ada rasa marah juga karena Zayn sama sekali tak menghubunginya
Sella kembali memfokuskan pada acara tv yang ia tonton, ia tak mau menanggapi Zayn yang baru pulang
"sayang maaf aku baru bisa pulang karena.." belum selesai Zayn bicara Sella langsung berdiri dan berlalu begitu saja dari hadapan Zayn, meninggalkan Zayn sendiri di ruang tv itu. Zayn yang mengetahui jika istrinya marah langsung menyusulnya ke kamar, ia tak mau membiarkan masalah ini berlarut-larut jika ia tak minta maaf dan menjelaskannya
"sayang kamu jangan marah dulu. dengar penjelasan aku dulu ya" ucap Zayn seraya memeluk Sella dari belakang yang berdiri di balkon kamar
Sella sama sekali tak menjawab, Zayn hanya mendengar suara isakan dari Sella
"sayang, kemarin aku tidak pulang karena.." belum selesai Zayn bicara, Sella segera menyautnya
"karena kamu bersama wanita yang bernama Bianca?"
Zayn mengangkat alisnya, ia bingung dari mana Sella tau soal Bianca. Zayn membalik tubuh Sella hingga kini mereka berhadapan
"dari mana kamu tau soal Bianca?" tanya Zayn
"ini apa Zayn?" Sella menyalakan ponsel Zayn dan menunjukkan pada Zayn foto kemarin
"apa bukti ini kurang jelas kalau kemarin kamu ke Surabaya dan menghabiskan waktu dengan mantan pacar kamu, iya kan Zayn? jawab aku!" teriak Sella sambil terisak
"sayang kamu salah paham, bukan begitu kejadiannya, kamu dengerin penjelasan aku dulu" ujar Zayn
"penjelasan apa lagi? aku tau Zayn aku wanita buruk, hamil dengan orang lain, aku juga tidak secantik dan terkenal seperti mantan pacar kamu itu, tapi apa kamu bisa permainin hati aku Zayn?" Sella benar-benar meradang saat ini, kemarahannya sudah di ubun-ubun
"sayang kamu ngomong apa sih? aku cinta sama kamu, aku tidak pernah berfikir bahwa kamu wanita buruk, kamu wanita istimewa yang dikirim Tuhan buat aku. kamu dengerin aku dulu, sebentar saja" ujar Zayn memelas di depan wajah Sella
__ADS_1