
Sella dan Zayn berjalan ke arah pelaminan, nuansa serba putih, hiasan lampu bergantungan menambah kesan mewah acara resepsi tersebut, ditambah gaun dan jas yang dipakai Sella dan Zayn berwarna senada, sangat sempurna
semua mata tertuju pada kedua mempelai. Cantik dan tampan, cocok. pasangan yang serasi
Semua mengagumi kecantikan Sella dan ketampanan Zayn, membuat beberapa orang iri dengan mereka
Senyum merekah terlihat di wajah Zayn, tapi tidak dengan Sella, dia sangat memaksakan senyumnya, karena semua tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan
harapan satu bulan yang lalu, menikah dengan seseorang yang dia cintai, mempunyai anak dan bahagia bersama, semua itu pupus begitu saja
Sella dan Zayn berada di pelaminan, mereka mengikuti acara yang di selenggarakan, tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka
di tengah acara, MC meminta kedua mempelai untuk berdansa
"baiklah saudara-saudari, bagaimana jika kita mendapat bonus dengan menyaksikan kedua mempelai untuk berdansa, pasti akan sangat romantis" kata MC dengan penuh semangat
Sella dan Zayn yang mendengar iru sontak kaget dan mereka saling pandang, bingung apa yang harus mereka lakukan
"bagaimana mempelai? apa bersedia? pasti bersedia donk, beri bonus untuk para tamu" MC lebih bersemangat lagi untuk meminta Sella dan Zayn berdansa
Zayn mengangkat kedua alisnya, meminta persetujuan Sella, dan Sella membalas dengan mengedipkan matanya tanda ia bersedia, dan akhirnya mereka turun dari kursi pelaminan dan menuju panggung di depan mereka.
sorak sorai dan tepuk tangan dari para tamu mengiringi mereka. suasana yang di rasakan Sella dan Zayn sangat canggung saat itu. Zayn mencoba tersenyum dan menikmati dansanya, sayang Sella hanya memaksakan senyumnya agar orang tak curiga dengan mereka
15 menit sudah mereka dansa dan para tamu sangat terkesan, begitu romantisnya pasangan yang ada di depan mereka tanpa mereka tau kejadian di balik semua itu, dan kedua mempelai duduk kembali di kursi pelaminan
Sella merasakan tenggorokannya kering, dia ingin minum tapi dia malu harus minta tolong pada Zayn
"kamu kenapa?" Zayn langsung bertanya saat Sella terlihat ingin sesuatu
"emmmb apa aku boleh minta tolong?" Sella memberanikan diri
__ADS_1
"apa?" tanya Zayn
"kamu mau ambilin aku minum ga? aku haus banget, tenggorokan aku kering" Sella menjelaskan
"oouh, cuma itu? ga sekalian makan? siapa tau laper juga" Zayn mengangkat alisnya
"ah aku ga laper, cuma haus aja. tapi kalo kamu ga mau ya gapapa sih, aku minta tolong orang lain aja" Sella memanyunkan bibirnya dan langsung melihat arah lain
"ih kenapa mukanya gitu?? ngambek? iya-iya bentar aku ambilin." Zayn berdiri meninggalkan Sella sendirian di kursi pelaminan
Vano yang mengetahui itu langsung berjalan ke arah Zayn, "ada apa? kenapa turun?" tanya Vano langsung
"tu si Sella haus, minta gue ngambilin minum" jawab Zayn sambil meraih gelas dan mengambilkan minum untuk Sella
"ouh aku kira kalian bertengkar, ya sudah cepet balik sana. lagian loe kenapa ga minta tolong ke gue aja sih?" tanya Vano lagi
"ga kepikiran sih gue, abisnya Sella bibirnya udah manyun jadi gue langsung turun aja, daripada dia ngamuk" Zayn nyengir saat menjelaskan ke Vano kenapa dia tidak minta tolong saja
"nih minumnya" Zayn menyodorkan gelas berisi es jeruk
saat akan meminumnya tiba-tiba perut Sella mual mencium bau jeruk yang ada di gelas itu
"aduh perut aku mual, ini minuman apa sih Zayn?" tanya Sella yang langsung memberikan gelas itu kembali pada Zayn
"es jeruk, emang kenapa?" tanya Zayn
"ih bau banget, aku ga suka bau jeruk, minuman jeruk, aku ga mau, aku mau muntah rasanya" Sella menutup hidung dan mulutnya agar tak mencium bau es jeruk itu lagi
"emang ada yang salah? perasaan ini enak" Zayn mencium lalu mencicipi es jeruk itu dan tidak ada yang aneh dengan es itu
"pokoknya aku ga suka. ambilin minuman yang lain" titah Sella bak ratu pada pengawalnya
__ADS_1
"yaudah aku suruh Vano buat ambilin minuman lagi" Zayn mengalah dan ingin memanggil Vano
"ga mau, aku mau kamu yang ambilin" pinta Sella memelas
"aku lagi? masak aku harus bolak balik ambil minum, lagian Vano juga sama aja" protes Zayn
"ya pokoknya lagi pengen kamu yang ambilin" rengek Sella lagi
"yaudah sebentar"
akhirnya Zayn kembali turun untuk mengambil minuman buat Sella, kali ini dia mengambil teh hangat karena Zayn berpikir mungkin Sella sedang masuk angin jadi perutnya mual saat mau minum es lalu dia kembali lagi ke pelaminan
"nih aku ambilin teh hangat biar kamu ga mual-mual" Zayn menyodorkan gelas kepada Sella
"terima kasih" Sella langsung meminumnya dan kali ini perutnya bisa menerima, seketika tenggorokannya basah dan lega
acara demi acara telah selesai, satu persatu tamu undangan pulang, saudara dan teman dekat pun mulai meninggalkan tempat acara
dan ada seorang teman pebisnis Leonard ingin berpamitan untuk pulang tapi sepertinya dia punya niat untuk merendahkan Leonard
"selamat Leo atas pernikahan anak kamu, tapi ngomong-ngomong siapa suami anakmu itu? aku tidak pernah mendengar nama suami dari anakmu, saat itu kamu bilang suami anakmu seorang pimpinan di perusahaan, tapi perusahaan apa? aku tak mengenalnya sama sekali" cerocos orang itu pada Leonard, memandang rendah menantu Leonard
Leonard terlihat bingung harus menjawab apa karna dia sama sekali belum tau siapa menantunya itu, apa dia orang kaya atau orang biasa, mereka belum tau satu sama lain
Vano yang mendengar ucapan orang itu langsung mendatangi Leonard dan temannya
"maaf pak, bapak jangan salah, suami Sella adalah pebisnis besar, dia punya bisnis properti, dan dalan dua tahun ini dia sudah punya tiga cabang. bapak tau kan bagaimana bisnis properti, sangat menjanjikan. baru dua tahun sudah bisa buka tiga cabang, gimana kalau lima tahun, sepuluh tahun, sudah berapa banyaknkekayaan yang akan di dapat pak? jadi saya mohon bapak jangan merendahkan keluarga pak Leonard dan menantunya lagi" Vano memperingatkan orang itu
"saya permisi dulu" seketika orang itu pergi meninggalkan Vano dan Leonard dengan perasaan malu
"apa benar menantu saya pebisnis sukses?" tanya Leonard oada Vano untuk memastikan apa yang di katakannya itu benar
__ADS_1
"nanti om Leo akan tau sendiri, Zayn yang akan menjelaskan sendiri pada om dan tante" Vano tersenyum lalu meninggalkan Leonard gang masih di selimuti rasa penasaran, siapa sebenarnya Zayn.