Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Tidak Mau Melakukan


__ADS_3

Zayn, Sella dan Nadya melanjutkan bermain hingga sore hari. Sella mulai terasa kelelahan, dia sudah tak seperti dulu sebelum mengandung.


"Sel, kamu kelihatannya lelah sekali, ayo kita pulang" ajak Zayn yang melihat Sella terduduk lemah


"iya Zayn, aku sangat lelah. mana Nadya?" tanya Sella balik


"dia lagi ke toilet, ayo kita tunggu di mobil saja, kasian kamu kecapean banget" Zayn merangkul Sella, membawanya ke dalam mobil


tak lama Nadya menyusul mereka ke mobil karena sebelumnya Zayn sudah menghubungi Nadya bahwa mereka menunggu di mobil


"kak setelah ini kita mampir makan ya, aku lapar banget" rengek Nadya saat baru saja memasuki mobil


mendengar kata makan, Sella langsung semangat seperti mendapat suntikan vitamin 😁


"ah iya ayo kita makan" saut Sella penuh semangat


"kamu kenapa tiba-tiba jadi semangat gitu? tadi lemes banget" Zayn menaikkan alisnya dan menoleh pada Sella


"ya karna aku lapar tau" Sella jawab dengan mode cemberut


"dasar tukang makan! kalian berdua ini emang cocok ya, cewek-cewek suka makan" ejek Zayn sambil terus fokus pada kemudi


"ih apaan sih kakak, julid banget" protes Nadya sambil memukul pundak Zayn


"iya nih, biarin juga kita suka makan, emang kenapa?" tanya Sella


"entar gendut baru tau rasa, terus bingung deh diet. dasar wanita, emang aneh" ejek Zayn lagi

__ADS_1


seketika Zayn mendapat gebukan dari Sella dan Nadya


...****************...


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan juga menyenangkan untuk Zayn, Sella dan Nadya


Sella melihat keluar jendela, malam ini sangat indah, bintang-bintang menghiasi langit yang terang karena sinar rembulan


Sella melihat ada taman kecil di samping rumah Zayn, lalu dia berniat turun untuk menikmati indahnya ciptaan Tuhan


"kamu mau kemana?" tanya Zayn yang keluar dari kamar mandi


"Zayn, kenapa sih ngagetin terus? lagian kamu ya, aku kan udah bilang selama aku satu kamar sama kamu, kalau selesai mandi harusnya kamu itu ganti baju di kamar mandi, jangan keluar pakai handuk saja" Sella mengomel pada Zayn


"emang kenapa? kamu takut terpesona beneran sama aku?"


"ish, selalu saja pede, membanggakan diri sendiri. sudahlah aku mau ke taman dulu, cepat ganti baju sana" Sella meninggalkan Zayn yang masih telanjang dada, menyunggingkan senyum melihat wajah Sella yang malu-malu kucing


"nih buat kamu" Zayn tiba-tiba datang dengan memberikan secangkir coklat pada Sella


"Zayn, ngagetin aja kamu. makasih ya. eh tapi tunggu, kamu ga masukin apa-apa kan di minuman aku?" Sella mengerutkan keningnya


Zayn membulatkan matanya, tak percaya jika Sella menganggapnya seperti itu, "hei, buat apa aku melakukan itu?"


"ya kan kita satu kamar, siapa tau kamu masukin sesuatu ke minuman aku terus kamu bisa melakukan hal-hal buruk gitu sama aku, ya kan?"


"ga usah negatif thinking" Zayn mencubit pipi Sella, "aku ga mau melakukannya kalau kamu sendiri tidak mau melakukannya. aku belum berfikir sampai situ, yang penting buat aku sekarang adalah aku bisa membuat kamu cinta dulu sama aku, aku tidak akan menuntut lebih sama kamu, kamu tenang aja" Zayn mengacak rambut Sella lalu tersenyum

__ADS_1


Sella terpaku mendengar ucapan Zayn, Zayn sangat pengertian kepadanya tapi ia malah masih suka berharap pada Melvin padahal sudah jelas jika Melvin sama sekali tak mengharapkannya


"wei ga usah terpesona gitu denger ucapan aku, santai aja" Zayn mengagetkan Sella, membuyarkan lamunannya


"ah iya, maaf sudah negatif thinking sama kamu" Sella balik tersenyum pada Zayn


"emmb, Sel aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Zayn menyeruput moccacino di tangannya


"apa? perasaan dari tadi sudah ngomong sama aku" Sella juga menyeruput coklat panas miliknya


"gimana kalau kita tinggal di apartemenku? ya bukannya apa-apa sih, kita kan udah nikah, ga enak aja masih satu rumah sama mama papa, sambil ngumpulin uang buat beli rumah, buat kamu sama anak-anak kita nanti, ya entah itu kapan akan terwujud" Zayn tersenyum, menguatkan dirinya sendiri yang memang tak begitu di harapkan oleh Sella


deg


"apa perlu ya Zayn kita tinggal berdua?" tanya Sella agak ragu


"terserah kamu, tapi aku harap kamu mau, aku ga akan maksa kamu, kamu pikirkan aja dulu" Zayn mengelus rambut Sella, dan tak ada jawaban dari Sella


mereka menikmati minuman dan menatap indahnya langit itu hingga rasa kantuk menyerang mereka berdua, dan akhirnya mereka ke kamar untuk beristirahat


masih sama, Zayn berada di sofa dan Sella tidur di kasur king size milik Zayn. tak ada pembicaraan diantara mereka hingga terdengar dengkuran halus Zayn yang menandakan kalau dia sudah tidur


Sella di selimuti kebingungan, apakah dia akan ikut Zayn tinggal di apartemen atau tetap tinggal dengan orang tuanya


hatinya masih ragu-ragu untuk menerima Zayn, tapi dia sangat berdosa pada Zayn bahwa dia membohongi Zayn tentang kehamilannya


apa aku bisa terus menyembunyikan ini semua dari Zayn, bagaimana jika nanti suatu saat aku sudah mencintainya dan dia mengetahui rahasiaku lalu dia meninggalkan aku. aku harus bagaimana ini, aaahhh aku akan mencoba menerima tawaran Zayn dan soal kahamilan ini aku akan bicarakan padanya setelah kita tinggal di apartemen, mungkin dia akan marah tapi setidaknya aku sudah jujur sama dia

__ADS_1


Sella berkata dalam hatinya, pikirannya tak karuan saat ini, perutnya yang semakin membesar, tak akan mungkin bisa di tutupi lagi, semua ini gara-gara Melvin


"Mel, jika anak ini nanti lahir, aku tak akan pernah mengenalkanmu padanya, kamu ayah yang buruk yang tak pantas di kenal oleh anakmu sendiri" Sella berjanji pada dirinya sendiri, dan tanpa terasa bulir air mata jatuh di atas bantal yang ia tiduri


__ADS_2