Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Selalu Merindukannya


__ADS_3

hari pernikahan Vano dan Bianca telah tiba, acara resepsi diadakan sore hingga malam hari. Zayn mengajak Sella datang malam hari karena Zayn punya kejutan yang akan ia berikan pada Sella


Zayn nampak sangat tampan dengan setelan jas berwarna hitam, begitupun dengan Sella. Sella menggunakan gaun panjang berwarna hitam dan sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus. ia menggunakan makeup flawles menambah kecantikan dan kesegaran untuknya. lalu ia menguncir setengah rambutnya dan mengkriting bagian bawahnya, cantik sekali


Zayn memarkirkan mobil mewahnya di parkiran hotel. di sana telah terjajar rapi deretan mobil mewah milik para tamu undangan yang datang ke acara putri pemilik hotel Daisy


"sayang, aku sudah cantik kan?" tanya Sella sembari membenarkan rambutnya


"super duper cantik" jawab Zayn sembari melepas seatbeltnya, "tapi ada satu yang membuat aku tidak suka" imbuhnya lagi


"apa?" tanya Sella dengan mengangkat kedua alisnya


"lipstik kamu terlalu menor, kenapa tidak memakai lipstik pink yang biasa kamu gunakan?" tanya Zayn dengan wajah agak kesal


"apa iya terlalu menor? padahal aku memakai warna yang sedikit matang saja dari biasanya dan cocok untuk ke pesta" jawab Sella santai


"iya cocok untuk ke pesta tapi tidak cocok untuk aku lihat. aku tidak mau nanti kamu di dalam menjadi pusat perhatian para tamu laki-laki karena kamu lebih cantik dari pengantin wanitanya"


mendengar ucapan Zayn, pipi Sella pun merona. Zayn berhasil membuat istrinya tersipu malu


"ish kamu selalu saja gombal. terus aku harus bagaimana? ini lipstik waterproof jadi akan susah hilang" ucap Sella sembari mengusap bibirnya dengan tissu


"biar aku yang menghapusnya"


"maksud kamu apa?"


tanpa menjawab Zayn menyandarkan kepala Sella pada kursi kemudian ia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Sella. bibirnya mulai menyesap bibir Sella yang tipis dan menggoda, pantas Zayn selalu memginginkannya

__ADS_1


Sella hanya diam, menurut saja apa yang dilakukan Zayn padanya


Zayn ******* habis bibir Sella hingga warna lipstik tersebut memudar, bahkan hampir tak kelihatan. gairah Zayn mulai memanas, apa lagi Sella memakai gaun yang memperlihatkan belahan dadanya, Zayn tak kuat melihat semua itu di saat suasananya mengajak untuk beradegan panas. ia segera melepas ciumannya dari pada ia harus meluapkan hasrat pada istrinya di dalam mobil


"sudah hilang" ucap Zayn dengan nafas tersengal-sengal. kemudian ia membenarkan jas yang ia pakai karena sedikit berantakan


Sella memutar spion, mengarahkan pada wajahnya. ia terbelalak karena lipstiknya pudar tak tersisa


"sayang, kalau begini aku seperti orang sakit, pucat sekali. aku harus bagaimana?" gerutu Sella


"tenang saja, aku sudah menyiapkannya"


Zayn kemudian mengeluarkan sebuah lipstik dari kantong jasnya. kemudian ia berikan pada Sella


"pakailah, tadi aku mengambilnya di meja riasmu. aku melihat lipstikmu terlalu menor jadi aku ambil lipstik ini"


Sella di buat kaget lagi oleh Zayn, ia hanya mencebikkan bibirnya


"memang sudah aku rencanakan" ucap Zayn dengan tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun, "sudah ayo masuk"


Zayn dan Sella berjalan menuju ballroom yang digunakan untuk acara resepsi pernikahan Vano dan Bianca


begitu memasuki ruangan, nuansa mewah sangat terlihat disana, Zayn dan Sella sangat kagum. tamu yang hadir pun sangat banyak, mengingat orang tua Bianca adalah pemilik hotel terkenal dan Bianca adalah anak satu-satunya jadi wajar saja jika banyak yang hadir


Zayn terus menggandeng tangan Sella melewati tamu-tamu, beberapa ada yang menyapa karena kenal dengan Zayn. dan beberapa juga ada yang memperhatikan saja


Zayn dan Sella langsung menuju pelaminan, memberi selamat pada Vano dan Bianca. Sella sudah bisa melupakan kesalahan masa lampau yang telah dilakukan oleh Bianca, hingga kini ia bersikap biasa saja pada Bianca

__ADS_1


"selamat ya Van, Bi. semoga menjadi keluarga yang bahagia, aamiin" Zayn menjabat tangan Vano kemudian memeluknya. ia bersyukur, sahabatnya kini telah menemukan pasangan hidupnya yang bisa menerima Vano apa adanya, karena di masa lalu Vano begitu banyak mengalami pahit getirnya menjalani sebuah hubungan


Vano pun membalas pelukan Zayn, "terima kasih ya Zayn, terima kasih banyak"


dulu Vano hanya bisa menyaksikan sahabatnya menikah meski bukan pernikahan yang seperti ia rasakan saat ini


beralih pada Bianca, Zayn hanya memberi selamat dan menjabat tangannya saja. begitupun Sella, ia juga memberi selamat dan menjabat tangan kedua pengantin


selesai memberi ucapan, Bianca meminta foto bersama mereka berdua. karena tidak sah kalau tidak berfoto kata Bianca. setelah itu mereka turun karena harus antri dengan tamu-tamu lain yang baru datang


Zayn dan Sella kemudian menikmati minuman yang di sediakan sembari mengobrol dengan beberapa tamu yang Zayn kenal. dan saat itu datanglah Melvin menghampiri Zayn dan Sella


"hai Zayn, Sel, apa kabar? lama tidak bertemu dengan kalian" sapa Melvin


Zayn dan Sella sama sekali tak memberi tanggapan pada Melvin. mereka justru mengalihkan perhatian pada arah lain


"ehm, mana anak kalian? kalian tidak mengajaknya? waah sayang sekali, padahal aku ingin menggendongnya lagi sebelum aku pergi ke luar negeri" imbuh Melvin saat tak ada jawaban apapun dari Zayn dan Sella


"untuk apa ingin menggendong anakku? kamu kan juga punya anak. aku juga sering bilang tidak usah mengganggu keluargaku lagi, apa kamu tidak dengar? atau pura-pura tidak dengar?" Zayn berkata dengan menatap tajam mata biru milik Melvin


"oke aku minta maaf untuk semuanya, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku Zayn, setelah aku menggendong anak kalian waktu itu, aku selalu terbayang wajahnya, rasanya aku selalu merindukannya. aku sendiri tidak tau kenapa, bahkan setelah aku punya anak pun aku sering teringat dengan anak kalian. aku sering berfikir seperti apa dia saat ini? selucu apa dia saat ini? aku sangat penasaran dengan perkembangannya. dan hari ini sebenarnya adalah jadwal keberangkatanku untuk pindah ke London tapi aku batalkan karena Vano menikah dan aku berharap bisa bertemu dengan anak kalian sebelum aku pergi tapi kalian tidak mengajaknya. ya sudahlah tak apa, salam saja untuknya. sekali lagi aku minta maaf atas segala kesalahanku. sampai jumpa lagi, Zayn, Sel"


Melvin pun pergi dari hadapan Zayn dan Sella. Sella menundukkan kepalanya, matanya sudah meluncurkan bulir-bulir ke pipinya. hatinya kacau saat ini namun ia bisa sedikit bernafas lega mendengar Melvin akan pindah keluar negeri hingga ia tak perlu khawatir baby Al akan bertemu dengan Melvin lagi


Zayn berfikir keras, apa ia salah jika menjauhkan anak dari ayahnya? tapi Sella juga tak ingin Melvin mengetahui ini semua, rasa sakit hatinya cukup dalam pada Melvin


Zayn memeluk Sella, memberikan ketenangan untuknya. untung saja mereka tak membawa baby Al tadi karena mereka sudah memiliki firasat jika Melvin datang ke pernikahan Vano dan ternyata benar. malah justru memberi pernyataan mengejutkan Zayn dan Sella

__ADS_1


"jangan menangis sayang! nanti kalau Melvin lihat, dia bisa curiga" ucap Zayn dengan mengelus rambut Sella. Sella hanya mengangguk dan mengusap air matanya. ia tak mau mengundang perhatian orang banyak


hai readers sayang, bantu karya ini di toon karnival ya. klik gambar toon karnival yang ada di beranda kalian kemudian buka Aula Kehormatan dan cari judul novel ini. setelah ketemu, klik lindungi dan beri bintang pada karya ini sebanyak-banyaknya. aku tidak bisa membalas apa-apa, aku akan selalu mendoakan kalian supaya sehat selalu dan berlimpah rezeki, aamiin. terima kasih banyak untuk kalian 😘


__ADS_2