
Sella kembali ke kamar setelah perutnya kenyang. dan betapa terkejutnya ia melihat kelakuan suaminya. Zayn meletakkan baby Al di kasur. di samping baby Al ia beri sebuah guling dan di samping tempat tidur ia beri sofabed yang ia ambil dari kamar lain
Sella menghampiri Zayn dan baby Al yang berada di kasur dengan mengomel
"sayang, apa yang kamu lakukan?"
"hai sayang, lihatlah. aku membuat ini agar kita semua bisa tidur dengan nyaman. baby Al tidak akan jatuh saat tidur, kamu bisa tetap memeluk baby Al dan aku bisa tetap memeluk kamu, menyenangkan bukan?" ucap Zayn dengan polosnya seperti tak ada rasa bersalah
"oh astaga, kenapa otak suamiku bisa sampai memikirkan ini? kamu laki-laki yang penuh ide dan hampir membuatku marah ingin memakanmu"
Sella kesal dengan suaminya yang kelakuannya ada-ada saja, terkadang Sella tak habis fikir dengan apa yang di lakukan oleh suaminya
Sella menyusul baby Al dan Zayn merebahkan tubuhnya di kasur. dan Zayn heran kenapa istrinya justru malah marah bukannya senang, dimana letak kesalahannya?
"sayang, bagaimana kalau kita sewa baby sitter saja, supaya kamu tidak terlalu lelah merawat baby Al. aku tidak tega melihat kamu kelelahan sampai ketiduran seperti tadi"
Zayn mencoba mencairkan suasana setelah istrinya kesal dengannya kemudian Sella berbalik badan menghadap Zayn
"tidak perlu, aku sanggup untuk merawat baby Al. aku ingin menikmati indahnya menjadi seorang ibu, aku ingin melihat tumbuh kembang baby Al dengan mataku sendiri, aku ingin merawatnya dengan tanganku sendiri. sayang, lelahnya menjadi seorang ibu itu adalah sebuah anugerah, apalagi waktu tak bisa di ulang kembali, aku tak ingin melewatkan waktu yang indah itu, semua hal yang aku lalui dengan kamu dan baby Al adalah hal yang hebat, dan jangan pernah meminta aku untuk melewati hal hebat itu. apa kamu mengerti?"
Zayn seperti tak bisa berkata-kata lagi, istrinya sangat luar biasa menurutnya. ia sangat beruntung memiliki Sella, meski ia terlahir dari keluarga kaya tapi dia tidak sekalipun menunjukkan kesombongannya. menurut Sella, sekaya apapun kita saat masih belum menikah, tidak akan berarti sama sekali setelah kita menikah, tetap suamilah yang menjadi pedoman, tetap suamilah yang akan memimpin kita
"terima kasih sudah menjadi istri terbaikku, aku mencintaimu" ucap Zayn, sedetik kemudian ia mengecup kening istrinya
Sella merasa beruntung di cintai oleh pria sebaik Zayn, menurutnya Zayn adalah paket komplit dan jarang sekali di temukan
Zayn menyisihkan anak rambut Sella yang menutupi wajahnya. di pandangnya wajah tanpa cacat milik istrinya, kemudian Zayn menautkan bibirnya pada bibir Sella, menyesapnya sangat lembut hingga membuat Sella terpancing untuk membalas ciuman Zayn. tangan Zayn mulai nakal, menyusuri setiap inci tubuh Sella. Sella mendesah saat tangan Zayn berada di puncak area sensitifnya, dan mendengar suara Sella membuat Zayn ingin melakukan lebih. saat tangan Zayn berada di perut Sella dan hampir sampai di area inti sensitifnya, tangan Sella mencegahnya. Sella menggeleng tanda ia melarang Zayn
"kenapa?" tanya Zayn kebingungan
__ADS_1
"jangan dulu, kamu harus berpuasa"
"apa belum selesai? sudah 10 hari kamu haid tapi aku masih harus terus berpuasa, sampai kapan?" tanya Zayn lagi yang mulai terlihat kesal
"emmb, kira-kira tiga sampai empat bulan, atau bahkan lebih juga bisa"
"apa? selama itu? oh sayang, apa aku bisa kuat?"
Zayn nampak sangat frustasi harus berpuasa selama itu, karena dekat dengan Sella saja sudah membuat dirinya bergairah
"dulu waktu kita baru menikah, kamu kuat tidak berhubungan denganku sampai hampir tiga bulan, kenapa sekarang mengeluh?"
"beda cerita sayang! ah sudahlah kamu tidak akan mengerti. lihat saja, kalau nanti kamu sudah mengatakan iya akan langsung aku makan kamu sampai habis" ucap Zayn dan sontak membuat Sella tertawa hingga membangunkan baby Al yang sedang tidur
......................
hari ini Sella dan Zayn tidak telat bangun karena semalam baby Al pintar sekali tidurnya jadi mommy dan daddynya bisa istirahat dengan nyaman
"hati-hati sayang" ucap Sella saat mengantar Zayn ke depan pintu
"siap laksanakan. aku berangkat dulu ya. Love you" Zayn mencium kening istrinya kemudian berganti ke pipi baby Al yang semakin menggemaskan
Sella melambaikan tangannya hingga Zayn tak terlihat lagi dari hadapannya
Zayn pergi ke kantor dengan perasaan berbunga-bunga, kini hidupnya lebih berwarna. senyum yang dulu tak pernah terlihat kini selalu menghiasi wajahnya, ya Sella dan baby Al telah merubah hidupnya
Zayn masuk ke ruangannya dan seperti biasa, berkas menumpuk di mejanya. beberapa saat kemudian Adit menyusul Zayn.
"Zayn aku punya kabar pentin" ucap Adit sembari duduk di kursi depan Zayn
__ADS_1
"apa?" tanya Zayn dengan membuka berkas yang ada di depannya
"aku sudah mengetahui siapa otak koruptor di balik kantor cabang kamu"
Zayn sontak mengangkat kepalanya, "siapa?"
"ya bagian administrasi kita, Nindy. dia mengubah laporan keuangan dari kantor cabang, jadi seolah-olah orang cabang lah yang bersalah" jelas Adit
"Nindy? lalu apa yang sudah kamu lakukan?"
"belum tau sih, aku harus menunggu perintah dari kamu. kabarnya dia melakukan itu karena ia kesal dengan kamu"
Zayn menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia bingung kenapa Nindy harus kesal dengannya
"kenapa kesal denganku? apa gaji yang aku berikan kurang?"
"bukan itu, dia itu naksir berat sama kamu. ya bisa di ibaratkan terobsesi untuk memiliki kamu, sedangkan kamu meliriknya saja tidak pernah" ucap Adit sembari menyandarkan punggungnya di kursi
"kenapa harus meliriknya, jika istriku lebih segalanya dari wanita manapun? ada-ada saja kelakuan wanita jaman sekarang, suka diluar nalar" Zayn mulai kesal dengan ulah bawahannya tersebut, karena menurut dia itu sudah sangat merugikan, bukan hanya untuk Zayn tapi juga untuk kelangsungan hidup para karyawan yang bekerja pada perusahaan Zayn
"dan satu lagi, aku harap setelah kamu mengetahui ini semua, jangan buru-buru emosi" Adit mengeluarkan ponselnya dari saku celana
"apa?"
Adit kemudian menunjukkan sebuah vidio rekaman CCTV. dalam vidio tersebut memperlihatkan Nindy masuk ke ruang ICU tempat Sella di rawat waktu itu di rumah sakit. ia terlihat berbicara sambil mondar mandir di samping ranjang Sella. beberapa saat kemudian ia menunjuk-nunjuk wajah Sella, dan sempat menghentak-hentakkan bahu Sella yang saat itu terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit. setelah itu ia keluar dari ruangan Sella
"aku mendapat vidio itu dari pihak rumah sakit. kemarin pulang kantor aku kesana untuk mencari bukti siapa tau Nindy ada di balik Sella sampai bisa pendarahan setelah aku mengetahui jika ia yang memanipulasi laporan keuangan itu dan kamu penyebabnya jadi besar kemungkinan ia juga akan melukai Sella karena aku mendengar dari temannya kalau Nindy orangnya sangat nekat" jelas Adit lagi
Zayn mendidih melihat perlakuan orang lain pada istrinya. dia sebagai suami saja membentaknya tidak pernah apalagi sampai berlaku kasar
__ADS_1
"kurang ajar sekali berani berbuat kasar pada istriku, apa dia tidak tau jika ia sudah mengasari istri bosnya? apa dia pikir bisa main-main denganku? panggil dia kesini sekarang juga, aku akan menghubungi polisi" tukas Zayn. marah, sangat marah ia saat ini. tidak ada yang boleh mengganggu istrinya apalagi hanya seorang pegawai biasa seperti Nindy
wajah Zayn seketika memerah, meremas tangannya hingga urat-uratnya terlihat. kemudian ia segera menghubungi polisi dan Adit keluar untuk memanggil Nindy di ruangannya