
sesampai di rumah sakit Sella dan Zayn mengambil nomer antrian untuk bertemu dokter Susan lalu mereka menunggu di kursi tunggu bersama pasangan suami istri lainnya
sudah hampir setengah jam Sella belum juga di panggil, membuat Zayn bosan berada disitu
"Sel, berapa lama lagi sih? aku sangat bosan menunggu." gerutu Zayn di samping Sella
"sssssttt, sabar dulu kenapa sih. setelah ini juga pasti di panggil" omel Sella mendengar Zayn yang berisik
"besok-besok kalau mau cek kandungan biar aku booking dulu dokternya, khusus buat kamu, supaya kita ga usah nunggu-nunggu kaya begini" ujar Zayn dengan nada kesal
"hadeeeehh kamu ini ya, lebay banget sih"
belum selesai berdebat, suster memanggil nama Sella
"nyonya Sella dan tuan Zayn silahkan masuk"
"tuh kan apa aku bilang, ayo kita masuk" Sella berjalan ke ruangan dokter di ikuti Zayn di belakangnya
"halo Zayn, apa kabar?" sapa dokter Susan pada Zayn yang baru masuk bersama Sella. Sella yang mendengar dokter Susan memanggil nama Zayn langsung menatap Zayn tajam, menuntut penjelasan
"baik San, kamu sendiri bagaimana? oh ya apa istriku bisa langsung di periksa? aku harus segera kembali ke kantor" ujar Zayn
"ya tentu. oh ya kita belum berkenalan, saya dokter Susan teman kuliah Zayn" dokter Susan mengulurkan tangannya pada Sella
"Sella" jawab Sella singkat
"baiklah, silahkan berbaring di sana, saya akan melakukan usg" dokter Susan menunjuk ranjang untuk pasien. Sella dan Zayn menuju ranjang dan Zayn membantu Sella untuk naik
"baik kita mulai, silahkan buka bajunya" dokter Susan memulai pemeriksaan
"apa?" Sella dan Zayn sama-sama kaget
"maksud saya buka di bagian perut saja, apa kamu belum pernah periksa?" tanya dokter Susan heran
"belum, saya baru tau kalau hamil, jadi baru kali ini periksa" jawab Sella ngeles
"oh begitu. ya sudah kalau begitu begini saja" dokter Susan menyelimuti kaki Sella hingga perut bagian bawah lalu menyingkap dres yang di pakai Sella. Zayn yang kembali melihat perut mulus milik Sella, membuat gejolak laki-lakinya tiba-tiba muncul
dokter mengoles jel pada perut Sella, lalu menempelkan alat usgnya. Zayn bingung dimana bayinya, yang ia lihat hanya ada bulatan kecil saja, ia ingin bertanya tapi dokter Susan lebih dulu memberi penjelasan
__ADS_1
"ini bayi kalian" dokter Susan menunjuk bulatan kecil tersebut
"itu bayi? masih sekecil itu? tapi kenapa perutnya sudah tidak rata?" Zayn menggaruk rambutnya yang tak gatal
Sella yang mendengar Zayn terus bertanya hanya geleng kepala, kenapa suaminya sangat bodoh
"kalau masih dalam usia 10 minggu ya memang sebesar ini, nanti kalau sudah memasuki 5 bulan atau 20 minggu kita bisa lihat bentuk wajahnya" jelas dokter Susan dan Zayn hanya manggut-manggut saja mendengarnya
"janinnya berkembang baik, dan saya kira tidak ada masalah, nanti satu bulan lagi bisa kembali ke sini untuk cek lagi ya Sel. dan jangan sampai kamu kelelahan, nanti bisa berakibat fatal karena usia kandungan di trimester pertama sangat rentan keguguran" jeas dokter Susan lagi
"baik dok" Sella turun dari ranjang dan duduk berhadapan dengan dokter Susan, begitupun Zayn. Zayn yang sudah ingin bertanya pada dokter Susan akhirnya memberanikan diri meski dirinya harus malu-malu
"San, apa kita sudah boleh berhubungan?"
Sella yang mendengar Zayn bertanya seperti itu tiba-tiba membuatnya menoleh dan matanya menatap Zayn tajam
astaga kenapa suamiku tidak tau malu begini sih, batin Sella
berbeda dengan Sella, dokter Susan yang mendengar pertanyaan Zayn justru tertawa dan sama sekali tidak terkejut karena ia sudah menangani banyak pasien, dan selalu itu yang mereka tanyakan terutama pasangan muda seperti Sella dan Zayn
"boleh saja kalian melakukan hubungan intim asalkan jangan sampai membuat Sella kelelahan, jangan melakukan hubungan dengan gaya yang membuat Sella tak nyaman, harus dilakukan dengan perasaan Sella yang senyaman mungkin, apa kamu mengerti Zayn?" dokter Susan mengangkat kedua alisnya
"oke baiklah aku mengerti. terima kasih San atas sarannya" senyum merekah di bibir Zayn
sedangkan Sella malah merasakan jantungnya berdebar, dia takut Zayn benar-benar meminta haknya malam ini
......................
sesampainya di rumah Sella merebahkan tubuhnya di ruang tv, dia merasa sangat kelelahan, hingga akhirnya ia memejamkan matanya, lagi. ibu hamil doyan banget tidur ya
sudah beberapa jam Sella tidur, ia terbangun ketika bi Sumi berpamitan pulang. dia melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore
Sella bangun dari sofa berniat untuk mandi tp ia malah teringat Zayn
"sudah pulang belum ya dia?" gumannya
Sella mencari ke kamar Zayn tapi tak menemukannya, lalu Sella kembali lagi ke kamarnya melanjutkan niatnya untuk mandi
selesai mandi dan berganti pakaian ia merasakan perutnya sangat lapar, dan ia memutuskan untuk segera makan tapi dia ingin makan dengan Zayn
__ADS_1
sekitar 15 menit menunggu, Zayn tak kunjung pulang, Sella sudah tidak kuat menahan laparnya
"lebih baik aku makan sendiri saja, kalau aku nunggu dia bisa-bisa aku mati kelaparan" gerutu Sella
akhirnya Sella terpaksa makan sendirian, meski tak begitu selera dia harus tetap makan karena ia juga tak ingin terjadi apa-apa pada bayinya kalau sampai tidak makan
selesai makan Sella menuju balkon kamar Zayn, dia membawa segelas susu hamil dan camilan untuk menemaninya bersantai sambil menunggu Zayn pulang
sudah sejam Sella berada di balkon tapi Zayn masih belum pulang juga
"kemana sih dia, aku bosen banget nungguin" gerutu Sella, "lebih baik aku pergi jalan-jalan saja" ujarnya, lalu ia keluar apartemen dan menuju taman dekat apartemen tersebut
Sella duduk di kursi taman yang letaknya agak di pinggiran, ia melihat banyak orang lalu lalang, bercanda bersama teman ataupun keluarga, Sella hanya tersenyum melihatnya
"Sella?"
Sella terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya
"Melvin, ka..kamu ngapain disini?"
ya, orang yang menyapa Sella adalah Melvin, ayah dari bayi yang di kandungnya
"kamu juga ngapain disini? kamu sendirian?" Melvin clingak-clinguk melihat sekitar, tidak ada orang yang ia kenal
"bukan urusan kamu" Sella beranjak dari kursinya untuk meninggalkan Melvin
"tunggu sebentar Sel, aku mau ngomong sama kamu" Melvin memegang pergelangan tangan Sella
"maaf, aku tidak ada urusan lagi dengan kamu, dan aku tidak mau ngomong sama kamu, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini atau aku teriak" ancam Sella
"Sel, sebentar saja aku mau ngomong sama kamu, aku mau jelasin ke kamu soal pernikahan kita yang gagal" ujar Melvin
"jangan pernah sebut itu di depanku lagi Mel, apa kamu tau betapa susah payahnya aku bangkit dari keterpurukan karena kelakuanmu? apa kamu tau Mel aku tersiksa selama ini? selalu berusaha menghapus semua memori tentang kamu, apa kamu tau sakitnya hatiku yang di tinggalkan di hari pernikahan? dimana perasaanmu Mel? dimana semua janji busukmu itu ha? jangan pernah muncul di hadapanku lagi, aku muak, aku benci banget sama kamu Mel, sekarang lebih baik kamu pergi dari sini" bentak Sella, ia menangis terisak di hadapan Melvin, semua ingatan tentang Melvin serasa kembali di pikirannya
"Sella, maafin aku" ujar Melvin di hadapan Sella
"pergi aku bilang!" bentak Sella lagi dan mau tidak mau Melvin meninggalkan Sella karena mau sekuat apapun Melvin ingin bicara pada Sella, ia tak akan pernah mau mendengarkan
Sella terduduk lemas di kursi sambil terisak, dadanya kembali sesak
__ADS_1
"aaaaaaagggghhh" Sella berteriak untuk melampiaskan amarahnya, untung saja sekitar tempat duduk Sella sudah tak banyak orang hingga tak mengundang perhatian
Sella mencoba menenangkan hatinya agar dia tak memperlihatkan kesedihannya di depan Zayn, laki-laki yang kini mulai dicintainya. Sella tau, Zayn akan sangat marah jika Melvin kembali menyakitinya.