Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Apartemen


__ADS_3

"waaahhh kakak cantik banget" Nadya memuji kecantikan Sella dengan memakai gaun yang juga cantik


"terima kasih ya, kamu juga cantik" puji Sella balik, karena Nadya memang cantik, seperti kakaknya yang juga tampan


"kakak bisa aja. kakak mau nikah ya, pasti ini calon istri kak Melvin ya" tanya Nadya lagi


"iya, ini calon istri kakak, cantik kan?? nanti kalo kakak nikah dateng ya, sama kak Zayn" kata Melvin sambil memeluk pundak Sella


"iya kak pasti dateng asal kak Zayn ga ninggal aku aja" Nadya nyengir dan melet ke arah Zayn yang selalu tidak sabar kalo harus menunggu adeknya dandan. "tuh kak, abis ini cepet-cepet deh nyari istri yang cantik kayak kak Sella, biar aku tuh ada temennya, bosen tau di rumah sama mama aja" Nadya memanyunkan bibirnya tanda dia agak kesal karna setiap hari tidak ada teman, dia sering sekali mengajak teman-temannya untuk main ke rumah agar tidak kesepian, karna Zayn tinggal di apartemen miliknya dan jarang sekali pulang.


"iya nanti kakak cari yang seperti ini, sudah ayo kita pulang, kamu udah selesai kan??" tanya Zayn pada adiknya, "udah kak, ya udah kak Sella, kak Melvin kita duluan ya, sampai ketemu di nikahan nanti yaa" Nadya berpamitan dan melambaikan tangan pada Sella dan Melvin


"bye Nad" jawab Sella, "oh ya sayang, gimana gaunnya bagus ga?? tadi sampe lupa mau nanya pendapat kamu gimana soal gaun ini" tanya Sella pada Melvin sambil bergaya ala-ala model


"sempurna" hanya satu kata jawaban Melvin dan lagi-lagi pipi Sella merona, dia malu sendiri


"terima kasih. kamu gimana, udah dapet kan jasnya??" karena tadi saat Sella ganti baju Melvin juga mencoba jas untuk di pakainya di hari pernikahannya


"udah sayang, warnanya juga senada, ya udah kamu ganti baju lagi, abis ini kita langsung ke toko berlian untuk membeli cincin"


"baiklah, sebentar ya" Sella masuk lagi ke kamar dan ganti baju


setelah urusan di butik selesai, Sella dan Melvin pergi ke toko berlian mewah, terdapat banyak sekali pilihan cincin, mulai dari yang sederhana hingga yang mewah


"sayang, silahkan kamu pilih sesuka hati kamu, kamu mau yang kaya gimana?" suruh Melvin pada Sella, karna dia ingin memberikan yang terbaik untuk pujaan hatinya, "mbak tolong di bantu ya, untuk cincin pernikahan" panggil Melvin pada pelayan toko

__ADS_1


"baik tuan"


"aku mau yang sederhana aja, ga terlalu mewah tapi kelihatan wah" Sella menjelaskan keinginannya


"yang ini sepertinya cocok" pegawai itu menunjukkan sebuah cincin bermata berlian biru, tak menor tp sangat cantik


"yaah, aku suka yang ini, yang ini saja sayang" tunjuk Sella pada Melvin


"ya sudah mbak yang ini aja" kata Melvin pada pelayan itu


"ini cincinnya, silahkan melakukan pembayaran di sebelah sana tuan" pegawai menyerahkan cincin berlian itu pada Sella


"baik"


"sayang kita ke apartemen dulu aja ya sambil nunggu banjirnya surut, paling sejam lagi juga udah terang dan ga banjir lagi" ajak Melvin pada Sella


"iya sayang, terserah kamu saja"


sampai di apartemen sudah pukul 6.30 dan hari sudah gelap, di tambah hujan di sertai petir yang membuat takut


setelah Melvin membuka pintu apartemen dengan cardnya mereka masuk dan memutuskan untuk mandi, menghilangkan rasa lelah d tubuh mereka


"madilah di kamar utama, aku akan mandi di kamar mandi sana, setelah itu kita makan, kamu pasti lapar, aku delivery order sekarang" kata Melvin


"tapi aku ga bawa baju ganti, gimana dong" keluh Sella yang memang tidak ada rencana ke apartemen Melvin

__ADS_1


"pake bajuku saja, ada di lemari kamar"


"baiklah"


Sella mandi, begitupun Melvin dan 20 menit kemudian makanan mereka datang, Melvin mengetuk kamar dan Sella membukakan pintu malu-malu karna baju yang di pakai kebesaran di badannya


kaos oblong berwarna putih dan celana boxer milik Melvin yang di pilih Sella, hanya itu yang agak kecil karna semua kebesaran di pakai Sella


"kamu lucu sekali" kata Melvin sambil menyubit pipi Sella, "ayo kita makan" ajak Melvin lagi


setelak itu mereka menyantap makanan yang d pesan, Sella makan dengan lahapnya karena memang dia sangat kelaparan dari siang belum makan, dan tepat mereka selesai makan tiba-tiba lampu padam


"aaaaaa, sayang kenapa ini? kok lampu mati?" teriak Sella yang kaget


"kamu disini sebentar ya, aku cek keluar sebentar" Melvin menyalakan senter honya dan keluar apartemen, dia melihat semua lampu mati, "sepertinya memang ada pemadaman" Melvin bermonolog sendiri lalu dia kembali ke apartemennya


"memang mati semua sayang, mungkin akibat hujan deras ini" kata Melvin dan menyusul Sella yang masih di meja makan tak berani beranjak


"apa? terus gimana dong sayang" keluh Sella


"ya sudah pakai senter ini aja buat penerang, sekarang kita ke sofa aja" ajak Melvin sambil menuntun tangan Sella untuk jalan ke ruang tengah


karena lampu padam dan tak hati-hati kaki Melvin tersandung meja sehingga membuat dia terjatuh, tangannya yang masih berpegangan dengan Sella akhirnya juga membuat Sella ikut terjatuh ke sofa dan tubuhnya menindih tubuh Melvin


"auuuuww" Sella kaget dan berteriak

__ADS_1


__ADS_2