
hari sudah larut malam, Sella merasakan kakinya pegal-pegal karena acara tadi sore
"kenapa?" tanya Zayn yang melihat Sella nampak lemas
"kaki aku pegal sekali sayang" jawab Sella
"sini aku pijit" Zayn kemudian duduk di dekat kaki Sella. ia mulai dengan membaluri kaki Sella menggunakan baby oil lalu memijatnya. Sella merasakan otot-otot kaki yang kaku mulai lemas, nyaman sekali di pijat oleh suaminya
"sudah sayang, mata aku mulai berat. ayo kita tidur! besok kamu juga harus bekerja kan?" ucap Sella
"iya sayang"
Zayn kemudian menyusul Sella untuk bersiap tidur namun baru dia ingin memeluk Sella, Sella merasakan perutnya mual dan ingin muntah. ia segera pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya
"sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Zayn dengan wajah panik
"iya aku tidak apa-apa. sayang, apa kamu tadi tidak mandi?" tanya Sella penuh selidik pada Zayn
"aku mandi, ya walaupun cuma tadi sore. memangnya kenapa?" tanya Zayn penasaran
"aduuh, kamu bau banget tau sayang, sampai aku mual dekat kamu" jawab Sella
"apa? tapi aku masih wangi loh sayang. hidung kamu mungkin yang bermasalah" ucap Zayn sembari menciumi badan dan kaos yang di pakainya, dan memang benar dia masih wangi, bahkan sangat wangi
"ya ampun, kalau kamu wangi ya mana mungkin aku mual-mual begini. oke, sekarang kamu mandi lagi baru tidur sama aku" ucap Sella. dia mendorong Zayn masuk kamar mandi. Zayn memberontak namun sia-sia saja "tapi ini sudah malam sayang, aku bisa masuk angin"
"ada air hangat jadi tidak ada alasan lagi. sudah cepat mandi atau kamu mau tidur diluar?" tanya Sella sudah seperti emak-emak yang marah sama anaknya sehingga Zayn hanya menurut saja dari pada ia tak bisa tidur harus berpisah dengan istrinya
Zayn mandi bak kilat, secepat mungkin ia selesaikan karena tak mau kedinginan. Sella tersenyum sumringah melihat Zayn keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di perutnya saja, membiarkan perut kotak-kotaknya dinikmati oleh Sella. rambut basah dengan air yang masih menetes membuat Sella semakin terpana
"ganteng banget sih suami aku" ucapnya dengan mata yang tak berkedip. ia seperti baru melihat suaminya selesai mandi saja
"jadi sekarang aku sudah boleh kan tidur memeluk kamu?" tanya Zayn dengan penuh harap
"yaaa boleeh, tapi ganti baju dulu dan pakai parfum yang banyak karena aku tidak mau kamu bau lagi" jawab Sella yang di sertai perintah bak ratu
"baiklah" jawab Zayn pasrah. ia segera mengganti bajunya lalu memakai parfum kesukaan Sella. Zayn berjalan menuju tempat tidur dan bersiap untuk menyusul Sella namun kembali Sella merasakan perutnya mual
__ADS_1
"sayang, bau kamu malah membuat aku pusing dan mual. lebih baik kamu tidur di sebelah baby Al saja, biar baby Al di tengah. aku tidak bisa dekat dengan kamu" ucap Sella sembari menutup hidung dan mulutnya
"apa? salah aku apa sih sayang? kamu tumben begini. biasanya kamu suka dekat denganku tapi sekarang kamu malah tidak mau dekat sama aku?" tanya Zayn, ia mengerucutkan bibirnya karena malam ini Sella benar-benar aneh
"aku tidak tau tapi bau kamu malam ini membuat mual. sudah lah aku ngantuk banget. kamu juga cepat tidur, nanti keburu baby Al bangun. I Love You sayang" ucap Sella dan kemudian ia menutup matanya
Zayn masih heran, ia kembali mencium badannya "wangi kok, tapi kenapa Sella malah bilang aku bau? aneh banget sih?"
tak mau ambil pusing, Zayn segera menyusul Sella dan baby Al ke alam mimpi. terpaksa ia harus tidur berjauhan dengan istrinya meskipun itu satu ranjang namun sudah terpisah oleh baby Al yang berada di tengah
pagi-pagi sekali Sella sudah bangun karena baby Al membangunkannya. ia semakin besar dan semakin pintar, jika ia terbangun harus sudah ada yang menemani jadi ia membangunkan mommynya dengan menarik-narik rambutnya
selesai memandikan baby Al, ia pun juga segera mandi. seperti biasa, dia menyiapkan segala keprluan suaminya untuk ke kantor
"sayang, ayo bangun sudah siang" Sella mencoba menggoyang-goyangkan badan suaminya agar terbangun sembari menutup hidungnya. dia juga heran kenapa dia selalu mual bila dekat dan mencium bau suaminya
merasa ada yang membangunkannya, Zayn mencoba membuka mata. ia lihat istri cantiknya sudah ada di depan mata meski tak sedekat biasanya
"hai, pagi sayang. maaf aku bangun telat" ucapnya
"kiss dulu, baru aku mandi" pinta Zayn
"maaf sayang, tapi kali ini kamu harus mandi dulu" jawab Sella merasa bersalah karena ia benar-benar tidak bisa memcium bau suaminya
"baiklah" ucap Zayn lemas. dia merasa frustasi karena dari semalam istrinya aneh sekali.
nanti aku tanya bi Sumi, siapa tau bi Sumi mengerti kenapa Sella jadi begini? batin Zayn dan kemudian ia beranjak untuk mandi
Sella sudah menunggu Zayn di meja makan, karena tugas menyuapi baby Al sudah selesai, kini perutnya ganti minta diisi. ia melihat suaminya sudah menuruni tangga. dan dengan percaya dirinya Zayn langsung ingin mencium istrinya seperti biasa namun Sella dengan segera menghentikannya
"stop! aduh sayang, beneran deh aku mual banget dekat kamu. kamu bau banget. sebenarnya kamu sudah mandi apa belum sih?" tanya Sella dan masih tetap dengan menutup hidungnya
"astaga sayang, aku sudah mandi dan wangi. apa kamu tidak lihat aku sudah setampan ini?" tanya Zayn balik dan kebetulan bi Sumi ada disitu sedang menghidangkan makanan
"sebentar bi, aku sudah wangi kan? bibi mencium bau parfumku yang wangi ini kan?" tanya Zayn
"wangi kok tuan, dari dapur saja sudah tercium baunya" jawab bi Sumi
__ADS_1
"tuh kan, berarti hidung kamu bermasalah sayang, kamu perlu di bawa kedokter" ucap Zayn
"apa? hidung aku normal dan aku bisa mencium bau makanan, bau parfum aku dan baby Al pun aku bisa hanya saja mencium kamu itu tidak enak. kamu itu tidak seperti biasanya sayang" bantah Sella yang tak mau di salahkan
bi Sumi yang mendengar ucapan Sella pun tersenyum, ia mengetahui apa yang terjadi pada Sella pernah ia alami dulu
"tuan, non Sella sudah jangan bertengkar. ini memang bawaan bayi, bayinya tak mau dekat dengan daddynya." ucap bi Sumi
"apa iya?" tanya Sella dan Zayn bersamaan
"iya tuan, non. saya dulu juga begitu waktu hamil muda. jangan memaksa untuk mendekati non Sella, malah kasian nanti non Sella muntah-muntah. nanti juga selesai sendiri kok tuan" jelasnya lagi
"ka..kalau begitu sampai kapan aku harus jauh dari kamu?" tanya Zayn yang terduduk lemas di kursi meja makan
"maaf sayang, kamu yang sabar ya. ini bukan kemauan aku. benar aku tidak bohong" ucap Sella yang sangat merasa bersalah pada suaminya
"waktu hamil baby Al dulu Sella tidak begini bi? Sella malah suka dekat denganku" protes Zayn
"kan bawaan bayi beda-beda tuan, tidak semua sama" jelas bi Sumi
"ya sudahlah, aku akan sabar menghadapi bawaan bayi kamu"
"kok bayi aku? bayi kita dong sayang" protes Sella
"iya bayi kita" jawab Zayn. terlihat dari wajahnya Zayn benar-benar frustasi. ia kesal kenapa bawaan bayinya aneh, tidak mau dekat dengannya.
selesai sarapan, Zayn segera berangkat karena ia tak mau telat, ada meeting penting pagi ini
"sayang aku berangkat ya, kamu hati-hati di rumah. jangan terlalu lelah, kasian debay dalam perut kamu" pamit Zayn. "aku boleh cium kan?" tanyanya
"aku tutup hidung dulu" jawab Sella. ia tak mau Zayn nanti lemas bekerja jika tidak menciumnya dan juga anak-anaknya
Zayn mencium baby Al yang ada di gendongan Sella, kemudian ia juga mencium perut Sella dan mengelusnya, "sehat-sehat ya anak daddy, jangan nakal sama mommy"
Sella tersenyum mendengarnya, jadi teringat bagaimana dulu sayangnya Zayn pada baby Al sejak masih dalam kandungan, apalagi ini darah dagingnya sendiri, pasti dia lebih sayang
"hati-hati ya sayang!" ucap Sella yang masih setia menutup hidungnya. kemudian Zayn mencium pipi juga kening Sella, lumayan lah untuk bekal ke kantor meski pagi ini dia tidak bisa mengecup bibir istrinya karena terhalang bawaan bayi 😁 duuh kasian banget ya Zayn..
__ADS_1