Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Mengajaknya Ke Kantor


__ADS_3

sudah dua hari Sella tidak sehat. pagi ini Zayn bangun lebih awal karena ia harus mengurus baby Al lebih dulu sebelum ia berangkat ke kantor. sebenarnya Zayn masih belum bisa meninggalkan Sella sendirian namun hari ini ada meeting dengan klien besar dan tidak bisa di wakilkan


selesai mengurus baby Al, Zayn meletakkan baby Al di dalam kamarnya. dia menurunkan semua mainannya agar baby Al bisa duduk manis dan tidak mengganggu Sella yang masih tidur


dengan langkah cepat Zayn menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. beberapa menit kemudian ia keluar dan mengganti bajunya dengan pakaian rapi lengkap dengan jas yang ia tenteng di tangannya


Zayn kemudian mencoba menghubungi seseorang yang ternyata itu adalah Nadya namun sepertinya tak ada jawaban. waktu yang sudah mepet tidak sempat membuat Zayn mengantar baby Al ke rumah oma-omanya hingga ia terpaksa membawanya ke kantor


sebenarnya bi Sumi sudah menawarkan diri untuk menjaga baby Al namun Zayn menolak karena tidak mau mengganggu pekerjaan bi Sumi, belum lagi jika nanti Sella butuh apa-apa pasti akan sangat kerepotan


"halo Dit, kamu sudah sampai kantor?" tanya Zayn melalui panggilan telepon pada Adit


"belum, masih di perjalanan. ada apa?" tanya Adit di seberang sana


"bagus lah. jemput aku sekarang. aku tidak bisa membawa mobil hari ini. tak ada penolakan, aku tunggu, titik." ucap Zayn yang kemudian mematikan teleponnya padahal Adit belum menjawabnya


lima menit kemudian Adit datang, masuk ke halaman rumah Zayn dengan mengendarai mobilnya yang mengkilat, menyilaukan mata


"ayo masuk" ucap Adit sembari membuka pintu mobilnya. Zayn tersenyum lebar, ia pun segera masuk ke dalam mobil Adit dengan membawa dua tas, satu tas berisi laptop dan satu lagi tas berisi keperluan baby Al selama di kantor nanti


"sebentar, kamu kenapa mengajak baby Al masuk ke mobil? Sella mana?" tanya Adit yang clingak-clinguk mencari keberadaan Sella. "dan ini, ini tas apa? kamu mau menginap di kantor?" tanya Adit lagi


"sudahlah diam saja. aku akan mengajak baby Al ke kantor" ucap Zayn di sertai tawa, meringis memperlihatkan deretan giginya


"apa? kamu tidak salah? memang Sella belum sembuh?" tanya Adit penasaran


"belum. sudah ayo cepat kita berangkat. nanti kita terlambat" ucap Zayn yang kemudian Adit menginjak pedal gasnya, membawa kemudi menuju tempat kerjanya


sampai di kantor, Zayn menggendong baby Al untuk masuk ke dalam ruangannya dan Adit sebagai asisten Zayn, ia harus membawa perlengkapan baby Al yang ada di dalam tas. semua mata karyawan tertuju kepada mereka. ada yang bisik-bisik dan tidak sedikit pula ada yang memuji ketampanan anak CEO itu. sama-sama tampan dengan daddynya.


sampai di ruangannya, Zayn mendudukkan baby Al di sofa, di susul Adit yang membawakan tas

__ADS_1


tok tok tok, terdengar suara pintu ruangan Zayn di ketuk. "biar aku yang buka" ucap Adit yang kemudian membukakan pintu. dan ternyata sekretaris Zayn yang ada di balik pintu


"masuk!" ucap Adit


"baik pak" sekertaris tersebut masuk ke ruangan Zayn di ikuti Adit di belakangnya


"ada apa Din?" tanya Zayn pada skertarisnya yang bernama Dinda


"pak, klien sebentar lagi sampai. bapak harus segera bersiap" jelas Dinda


"ooh baiklah, siapkan ruang meeting, saya akan segera kesana" jawab Zayn


"baik pak" Dinda menundukkan sedikit badannya kemudian keluar meninggalkan Zayn dan Adit disana


"mana berkasnya Dit?" tanya Zayn sembari memakai jasnya


"ini" Adit menyerahkan beberapa berkas pada Zayn. "sebentar, kalau kita meeting lalu siapa yang akan menjaga baby Al?" tanya Adit penasaran karena tidak mungkin baby Al diajak ke ruang meeting


"kamu lah" jawab Zayn enteng. ia merapikan berkas dan membawa laptopnya bersiap untuk ke ruang meeting


"kenapa aku? aku tidak bisa menjaga anak kecil. lagian siapa yang akan menemanimu di ruang meeting kalau aku ada disini?" protes Adit


"aku akan meeting dengan Dinda. sudah kamu disini saja menjaga baby Al. ingat ya, jangan sampai baby Al menangis atau tidak gajimu aku potong" ucap Zayn yang membuat Adit menelan ludahnya karena kalau sampai gajinya di potong ia akan makin lama mengumpulkan uang untuk melamar Vera


"iya udah iya aku yang akan menjaga baby Al" jawab Adit pasrah


"bagus!" Zayn kemudian menghampiri baby Al dan mencium kedua pipi gembulnya. "daddy kerja dulu ya sayang, jangan nakal ya!" lalu Zayn meninggalkan Adit dan baby Al di ruangannya.


"dad..dy, dad..dy" panggil baby Al saat Zayn pergi. Adit panik karena baby Al hampir menangis


"cup cup cup sayang, sebentar ya daddy lagi meeting"

__ADS_1


bukannya diam, baby Al malah menangis dengan kerasnya membuat Adit semakin panik dan bingung


"haduuuh bagaimana ini? kalau sampai Zayn tau anaknya menangis bisa-bisa gajiku benar-benar di potong sama dia" guman Adit sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal


Adit sudah melakukan berbagai cara agar tangisan baby Al berhenti, ia keluarkan beberapa mainan yang di bawa Zayn di dalam tas tadi tapi baby Al masih belum berhenti menangis walau tak sekeras tadi


"iya cari di internet saja" Adit tersenyum saat ia menemukan ide


"menyanyi? tapi aku tidak bisa menyanyi. berjoget juga? kenapa aneh-aneh sekali?" guman Adit sembari memutar bola matanya malas tapi ia tak punya pilihan lain karena tak mau gajinya menjadi taruhan


Adit mulai menyanyikan lagu anak-anak dengan suara falesnya. lalu berjoget-joget sambil tepuk tangan. baby Al yang semula menangis tiba-tiba terdiam dan kemudian ia tertawa. Adit menghela nafas lega karena anak bosnya sudah bisa diam bahkan terhibur dengan nyanyian dan jogetannya


"om a..gi.. agi.." ucap baby Al terbata-bata


"mau lagi?" tanya Adit yang mendapat anggukan dari baby Al


Adit kembali menyanyi dan berjoget hingga baby Al tertawa lepas, tak ingat lagi jika di tinggal daddynya.


sudah hampir tiga jam Zayn meeting meninggalkan baby Al dengan Adit. baby Al sudah mengantuk dan meminta susu. Adit kembali di buat bingung, dia tidak pernah membuat susu untuk bayi. tapi Adit melihat petunjuk di kemasan susu milik baby Al jadi bisa membantu dirinya yang tidak tau


baby Al tidur di sofa dengan masih meminum susu pada botolnya. Adit sangat lega karena baby Al sudah tidur jadi setidaknya dia bisa beristirahat sebentar


Adit duduk di sofa sebelah baby Al sambil menyandarkan kepalanya di bantalan sofa. beberapa saat kemudian Zayn masuk dengan senyum mengembang melihat anaknya sudah tidur


"bagaimana? apa baby Al tadi menangis?" tanya Zayn sembari melepas jas yang di pakainya


"oo tentu tidak. anakmu sangat pintar. aku suka sekali menjaganya" jawab Adit


"baguslah, kalau besok Sella belum sembuh, aku akan bawa baby Al ke kantor lagi" ucap Zayn santai namun membuat Adit menelan ludahnya lagi


"apa harus? menjaga bayi juga melelahkan Zayn" ucap Adit dengan suara agak pelan membuat Zayn menatap Adit

__ADS_1


"maka dari itu, sebisa mungkin aku selalu membantu Sella untuk menjaga baby Al. aku tak mau dia lelah sendirian. kalau kita bisa membantu istri untuk menjaga anak kenapa tidak kita bantu? menjaga dan merawat anak bersama-sama lebih menyenangkan!" ucap Zayn


Adit manggut-manggut saja mendengar ucapan Zayn karena ini suatu ilmu. suatu saat nanti ia akan mengalami masa-masa seperti ini jika ia sudah menikah kelak.


__ADS_2