
"sayang, hari ini aku ada pekerjaan di bogor, apa kamu mau ikut? sekalian kita jalan-jalan nanti!" ujar Zayn saat Sella membenarkan dasinya yang agak miring, karena semenjak ia punya istri ia jadi tidak bisa memakai dasi
"tidak ah, kamu sama Adit saja, kasian dia jomblo nanti iri lagi sama kita" Sella terkekeh dengan ucapannya sendiri
"yakin? ada Bianca Loh?" ucap Zayn dengan mendekatkan wajahnya pada Sella
"ha? ya sudah kalau begitu aku ikut saja!" ucap Sella kemudian ia segera mengganti baju yang bagus dan dandan yang cantik walau sebenarnya Sella sangat cantik meski tak memakai make up. Zayn tertawa melihat tingkah lucu istrinya. ia tau bahwa Sella tidak akan rela jika dirinya nanti bersama Bianca disana, meski akan ada Adit dan Vano tapi ia sudah mendengar cerita dari Adit seminggu yang lalu setelah mereka meeting waktu itu. Bianca masih suka menggoda Zayn.
"aku sudah siap!" ucap Sella setelah beberapa menit bersiap. tak butuh waktu lama untuknya bersiap karena memang Sella pandai dalam fashion, ia selalu bisa mengkombinasikan pakaian-pakaian yang akan ia pakai. untuk masalah make up tak perlu terlalu tebal lah ya, karena sedikit di poles saja sudah sangat cantik
"cantik sekali" puji Zayn pada istrinya tersebut, "bisa-bisa nanti aku tidak bisa konsen kerja karena akan terus ngelihatin kamu, takut di ambil orang" ujar Zayn lalu mengerucutkan bibirnya, menggoda Sella
"mana ada laki-laki yang mau sama orang hamil begini? sudah lah ayo berangkat!" ajak Sella kemudian mereka langsung berangkat menuju hotel Bianca. karena mereka sudah janjian bertemu disana
saat tiba di hotel, sudah ada Adit dan Vano disana. mereka berdua sedang menunggu kedua bosnya sambil bersandar di samping mobil
"mana Bianca? telat lagi?" tanya Zayn sesaat setelah turun dari mobilnya, di ikuti dengan Sella
"hmm, pasti dia sedang memelih baju yang tepat supaya tidak memakai baju yang kurang bahan seperti waktu itu" ujar Vano kemudian mereka bertiga tertawa
"hai Sel, apa kabar?" sapa Vano saat melihat Sella bersama Zayn
"hai, baik. gimana ya aku manggilnya, pak atau panggil nama saja?" Sella menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal
"nama saja, lagian suami kamu jabatannya lebih tinggi dari aku, tidak pantas kalau aku di panggil pak" ujar Vano
"baiklah" Sella tersenyum pada Vano
mereka berempat hampir 15 menit menunggu Bianca, sampai Sella merasa kakinya pegal akhirnya ia kembali duduk di mobil. barulah ia muncul menggunakan mobil mewahnya yang di antar supir
"hai semua, maaf ya aku selalu membuat kalian menunggu" ucap Bianca setelah turun dari mobil, menghampiri mereka bertiga yang sudah berwajah garang karena menunggu Bianca terlalu lama.
"hai Zayn, ganteng sekali kamu hari ini" ucap Bianca memuji Zayn, ia tak tau jika istrinya ada di dalam mobil
__ADS_1
"ehhem" suara deheman Sella mengagetkan Bianca. kemudian Sella keluar dari mobil dan menghampiri suaminya
"i..ini siapa?" tanya Bianca yang terlihat bingung
"hai, kenalkan aku Sella, istri Zayn" ucap Sella dengan menjabat tangan Bianca, dan menekankan pada kata istri supaya Bianca tau bahwa Zayn sudah punya istri dan tidak menggoda-goda suaminya lagi
kenapa sih istri Zayn harus ikut? padahal ini kesempatan emas buat aku bisa berduaan dengan Zayn disana, menyebalkan! batin Bianca
"Bianca, mantan pacar Zayn" ucap Bianca dengan nada sombong
"cuma mantan kan?" ucap Sella dengan mendekatkan wajahnya ke telinga Bianca, tersenyum menyeringai lalu menjauhkan wajahnya lagi dari Bianca. Bianca membelalakkan matanya, tak menyangka istri Zayn berani berbicara seperti itu.
"ayo berangkat" ucap Bianca setelah ia tak punya kata apapun untuk mengalahkan Sella, sedangkan ketiga lelaki tersebut hanya menahan tawa melihat Bianca yang seperti mati kutu
mereka membawa dua mobil, satu mobil diisi Zayn, Sella dan Adit, sedangkan satu mobil lagi diisi Bianca dan Vano
"Bi, awas ya kalau nanti kamu dekat-dekat Zayn lagi!" ujar Vano yang masih fokus pada kemudi
"kamu itu kenapa sih cerewet banget? berisik tau!" protes Bianca, ia mngerucutkan bibirnya
hampir satu setengah jam mereka melakukan perjalanan karena jalanan sedikit padat akhirnya mereka sampai di bogor, Villa pribadi milik papa Bianca yang akan di renovasi
suasana dingin langsung merasuk ke tulang saat mereka turun dari mobil, apalagi hari ini cuacanya mendung. Villa megah yang akan di renovasi menjadi penginapan tersebut di kelilingi oleh pepohonan yang menjulang tinggi, ada juga pohon hias diantaranya. terdapat kolam di belakang villa, berisikan air hangat juga air dingin, terpisah oleh dinding kaca. membuat siapapun yang ada di villa tersebut akan betah.
"ayo masuk" ajak Bianca pada mereka berempat. mereka mengikuti Bianca di belakang, sambil melihat sekeliling villa yang indah nan hijau, sedap sekali di pandang mata. bukan kemacetan yang menghiasi jalanan kota Jakarta yang biasa mereka lihat
penjaga villa tersebut membukakan pintu untuk mereka masuk ke dalam villa. bagian dalam villa yang mewah nan klasik berpadu terpampang di depan mata mereka.
"oke, ini villa papa yang akan di renovasi. Zayn silahkan kamu lihat properti apa saja yang akan di butuhkan disini. tapi setelah ini saja karena kita akan makan dulu" ujar Bianca kemudian melangkahkan kakinya ke meja makan yang sudah di siapkan oleh penjaga villa beserta krunya di ikuti oleh Zayn, Sella, Adit dan juga Vano
berbagai makanan tersaji di meja makan, baunya yang menyeruak menggoda indra penciuman mereka terutama Sella yang suka makan karena kehamilannya
"sayang ayo, aku lapar banget, tadi belum sarapan" bisiknya pada Zayn. Zayn hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya yang polos. kemudian ia segera menarik kursi dan menyuruh Sella duduk di situ. Bianca yang melihat pemandangan itu merasa iri, karena selama ini tidak ada yang perhatian kepada dirinya
__ADS_1
mereka berlima menikmati hidangan yang sudah tersaji dengan lahapnya, udara dingin dan perut yang lapar membuat mereka tak hentinya untuk mengunyah
selesai sarapan mereka melanjutkan pekerjaan karena mereka kesini bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk bekerja, hanya saja Zayn yang tega harus meninggalkan istrinya sendiri di rumah sementara dirinya menikmati pemandangan indah di Bogor.
Sella tak mengikuti Zayn bekerja, dia memilih untuk beristirahat di pinggiran kolam. melihat pepohonan hijau, gunung yang berkabut, dan langit yang di tutupi mendung, menurutnya indah, karena ia jarang sekali menemui itu di jakarta, hanya gedung-gedung pencakar langit yang selalu ia lihat, apalagi dirinya tinggal di apartemen dekat dengan kantor-kantor besar kota tersebut
"non" sapa salah seorang asisten penjaga villa tersebut
"astaga, ah anda mengagetkan saya" ucap Sella sembari memegang dadanya
"ini non, saya di suruh suami non untuk memberikan jas ini supaya non tidak kedinginan" ujar asisten tersebut lalu menyerahkan jas milik Zayn pada Sella
"terima kasih ya" ucap Sella lalu tersenyum lebar pada asisten tersebut
"sama-sama, non. disini udaranya sangat dingin non, jangan terlalu lama di luar nanti bisa masuk angin" ujar asisten itu lagi
"baik bi, setelah ini saya akan masuk" ucap Sella kemudian asisten tersebut tersenyum dan meninggalkan Sella di pinggiran kolam
Sella memakai jas milik suaminya karena memang dirinya mulai kedinginan. Sella merasa dirinya sangat di cintai oleh Zayn, karena Zayn begitu memperhatikan dirinya mulai dari hal kecil
Zayn, Adit dan Vano sibuk dengan pekerjaannya sementara Bianca hanya mengikuti mereka dan terkadang masih terus mencari-cari kesempatan untuk dekat dengan Zayn
"Dit, kamu cek kamar sebelah, aku ke ruang tamu sekalian nyusul Sella, setelah ini selesai" ucap Zayn saat mereka sudah melihat seluruh ruangan yang ada di villa tersebut hingga berjam-jam, tinggal satu kamar dan ruang tamu saja
"gue temenin" ucap Vano kemudian mengikuti Adit ke kamar yang belum mereka cek. hanya tertinggal Bianca dan Zayn, tapi Zayn tak mau menghiraukan Bianca, ia memilih pergi daripada harus berbicara dengannya, karena bagi Zayn, hatinya sudah hancur dulu karena ulah Bianca.
"Zayn tunggu" ucap Bianca saat melihat Zayn pergi dari kamar itu. Zayn sama sekali tak mau beehenti dan menengok, ia malah semakin keras melangkahkan kakinya agar ia bisa segera menemui istrinya tapi Bianca malah berbuat nekat. ia berlari dan memeluk Zayn dari belakang dan sontak membuat Zayn menghentikan langkahnya, ia tak menyangka Bianca akan melakukan itu
"Bi lepaskan!" perintah Zayn sambil melepas tangan Bianca yang melingkar di perut sixpacknya
"aku nggak mau, aku akan lepaskan kalau kamu mau ngomong sama aku. aku kangen sama kamu Zayn!" ucap Bianca di balik punggung Zayn. Zayn berfikir, jika ia tak menuruti ucapan Bianca, bisa-bisa ia akan berbuat nekat lebih dari ini dan bisa menimbulkan salah pahan antara dirinya dan Sella
"oke, aku mau ngomong sama kamu. tapi tolong lepaskan dulu" ucap Zayn. mata Bianca berbinar kemudian ia segera melepas pelukannya pada Zayn, "mau ngomong apa lagi? apa yang perlu kamu omongin sama aku?" tanya Zayn sesaat setelah ia berbalik menghadap Bianca
__ADS_1
"Zayn, aku ingin minta maaf sama kamu soal dulu, aku tau aku salah sudah meninggalkan kamu karena aku lebih memilih laki-laki itu, tapi aku tidak bisa hidup tenang setelahnya, aku di hantui rasa bersalah. lama-lama aku sadar kalau aku tidak cinta dengan laki-laki itu, dan kamu laki-laki yang benar-benar aku cintai Zayn" ucap Bianca kemudian ia meraih tangan Zayn, menggenggamnya erat.
"maaf, aku tidak mau Sella salah paham melihat ini" Zayn melepas tangan Bianca, "semua sudah terlambat Bi, aku sudah mencintai orang lain dan kamu juga tau siapa orangnya. aku harap kamu tidak mengharapkan aku lagi. semoga kamu bisa menemukan lelaki yang tepat yang bisa menerima dan mencintai kamu dan juga sebaliknya, kamu bisa menerima dan mencintainya. seperti aku juga Sella yang saat ini saling mencintai. aku permisi!" ucap Zayn yang kemudian meninggalkan Bianca seorang diri, dan tanpa sadar ada sepasang mata yang memperhatikan mereka