
sudah dua minggu ini Zayn memendam hasratnya yang sangat menggebu. ia jadi sering marah-marah tidak jelas pada Adit saat di kantor namun jika di rumah ia terus bersabar agar istrinya tidak merasa sedih
apalagi hari ini Zayn sangat di sibukkan dengan banyaknya pekerjaan hingga ia harus lembur malam ini. jika ia tak lembur, pekerjaan akan semakin menumpuk karena banyak klien yang harus ia tangani
"sayang maaf hari ini aku pulang terlambat karena harus lembur" ucap Zayn dari balik sambungan teleponnya
"iya sayang, kamu jangan khawatir. jangan lupa makan ya!" ucap Sella di seberang sana kemudian mematikan teleponnya
Zayn dan Adit bergelut dengan laptop dan tumpukan berkas yang ada di depannya. matanya terus fokus dan tak mau ada kesalahan sedikitpun
jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, masih ada beberapa berkas yang belum selesai
"Zayn, aku lapar sekali. ayo, kita makan dulu!" ajak Adit pada atasannya itu
"sebentar, satu lagi Dit. tanggung!" jawab Zayn yang masih fokus pada laptop
"baiklah"
dan beberapa saat kemudian, terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Zayn. Adit bergegas membukakan pintu untuk mengetahui siapa yang ada di baliknya
"selamat malam pak. saya ingin mengantarkan makanan untuk bapak Zayn. apa benar ini ruangannya?" tanya seorang laki-laki yang ternyata kurir makanan sebuah resto
__ADS_1
"iya benar. terima kasih ya pak. oh ya, ini ada rezeki untuk bapak." Adit mengambil dua lembar uang seratus ribuan dari dompetnya kemudian ia berikan pada kurir tersebut. tapi kurir tersebut menolaknya karena tidak enak. ia juga sudah di gaji oleh resto tempat ia bekerja jadi ia tidak meminta tips dari pelanggan. "tidak usah pak terima kasih. apalagi ini banyak sekali untuk saya" ucap kurir itu
"tidak apa-apa, rezeki untuk anak dan istri bapak di rumah." ucap Adit. Adit sangat merasa iba pada bapak kurir tersebut. wajahnya terlihat lusuh dan lelah, pasti sudah seharian panas-panasan mengantar makanan dan ia yakin banyak beban yang bapak tersebut tanggung. ia hanya ingin meringankan beban bapak kurir tersebut meski tak seberapa
"sekali lagi terima kasih ya pak" ucap kurir tersebut kemudian ia pergi dari depan ruangan Zayn. Adit segera membawa masuk makanan sekantung kain bertuliskan nama resto. karena ia tak sabar untuk segera mengisi perutnya yang sudah keroncongan
"kamu pesan makanan online?" tanya Zayn saat melihat Adit membawa kantung kain tersebut
"tidak! kurir itu mengantar atas nama kamu. bukannya kamu yang pesan?" tanya Adit merasa heran
"aku tidak pesan makanan. lalu siapa yang pesan?" Zayn sejenak berfikir namun beberapa saat kemudian ponselnya berdering dan bertuliskan panggilan romantis untuk istrinya di layar ponsel
"sayang, apa makanannya sudah sampai di ruanganmu? aku tadi memesankan makanan untuk makan malammu dan Adit. segera makan ya! aku tidak mau kamu sakit." ucap Sella panjang lebar di seberang sana
"siapa lagi kalau bukan aku? aku selalu memperhatikanmu!" jawab Sella
"aku kira penggemar rahasiaku" ucap Zayn menggoda dan berhasil membuat Sella kesal
"yaa aku penggemar rahasiamu dan sekarang sudah menjadi rahasia umum. sudah cepat makan aku akan menidurkan baby Al dulu. semangat sayang kerjanya."
"terima kasih sayang" ucap Zayn yang kemudian mematikan sambungan teleponnya
__ADS_1
"ternyata Sella yang pesan." ucap Zayn sembari meletakkan ponselnya di meja.
"perhatian sekali istrimu. jika nanti aku menikah aku juga ingin memiliki istri seperti Sella." ucap Adit sembari membuka kantong kain tadi dan mengeluarkan isinya
"tunggu apa lagi, segera saja menikah dengan Vera" ucap Zayn santai
"aku masih belum punya cukup tabungan untuk menikah. tabunganku masih cukup untuk membeli rumah saja. aku takut jika setelah menikah aku tidak bisa membahagiakan istriku, tidak punya cukup uang untuk di berikan padanya. sedangkan kamu sendiri juga tau siapa orang tua Vera. pengusaha kaya raya. orang tua yang sangat selektif memilih mantu, mungkin aku bukan orang yang akan dipilihnya sebagai menantu Zayn. aku tidak berharap banyak dari kedekatanku dan Vera selama ini" ucap Adit. wajahnya terlihat sendu. ada kesedihan yang ia coba sembunyikan pada Zayn
"Dit, jangan pernah merasa rendah diri. kamu harus yakin kalau kamu bisa sukses. kamu juga tau kan perjuanganku sampai ada di titik ini? memulai usaha dari nol setelah lulus kuliah yang sebenarnya aku masih ingin kuliah di luar negeri, melanjutkan pendidikan hingga S2 tapi aku harus mengerti keadaan mama yang saat itu sedang kekurangan semenjak papa meninggal. tapi kamu lihat kan, hasil tak akan pernah menghianati usaha Dit. aku juga yakin kamu pasti bisa seperti aku. selama kita masih bernafas dan masih mau berusaha, selalu yakin kalau kita bisa sukses dan membanggakan orang-orang terkasih di samping kita" ucap Zayn yang memberikan semangat pada Adit
"terima kasih Zayn. kamu selalu memberiku motifasi. ya mulai sekarang aku akan bekerja lebih giat lagi" ucap Adit dengan sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya
"begitu dong, harus semangat. aku juga berterima kasih karena kamu sudah menemaniku sejak merintis usaha hingga sekarang. kamu jangan pernah khawatir, aku akan selalu membantumu dalam keadaan apapun. jangan pernah sungkan untuk meminta bantuanku Dit!" ucap Zayn dengan menepuk bahu Adit, menguatkannya untuk menghadapi masalah. "ya sudah ayo kita makan, aku lapar" imbuh Zayn
dua box nasi dan beberapa kotak lauk tersaji di depan mata Zayn dan Adit. seketika mata mereka berbinar dan air liur hampir menetes karena aroma makanannya sangat menggoda. perut yang awalnya keroncongan kini berubah jadi berdisko tak sabar minta di isi. pekerjaan tadi benar-benar menguras tenaga, otak dan isi perut mereka.
setelah memulihkan tenaga, Zayn dan Adit kembali bekerja. melanjutkan pekerjaan yang sebentar lagi selesai. lelah memang, tapi semua ini mereka lakukan untuk membahagiakan keluarganya
jam sudah menunjukkan pukul sembilan, malam. pekerjaan Zayn dan Adit akhirnya telah selesai kini mereka bisa pulang untuk beristirahat sebelum besok pagi mereka kembali bekerja lagi
......................
__ADS_1
sesampainya di rumah Zayn melihat istri dan anaknya tertidur pulas. pemandangan indah ini membuat kelelahan yang di rasakan Zayn seketika menghilang. ia berjalan ke arah ranjang tempat istri dan anaknya tidur. "aku merindukan kalian" ucap Zayn saat berada di samping Sella. kemudian ia mencium pipi milik istri dan anaknya dan mereka tak bergeming sedikitpun di cium oleh Zayn. Zayn memeluk Sella dari belakang, ini kesempatannya untuk tidur di samping Sella, karena biasanya ia harus berjauh-jauhan dengan Sella
"hoamm, aku mengantuk sekali" ucap Zayn seusai menguap panjang tanda ia sangat kelelahan. dan hanya butuh waktu beberapa detik saja ia sudah pergi ke alam mimpi hingga lupa untuk mandi.