
sore ini Zayn mengabarkan pada Sella jika ia harus berlembur lagi dengan Adit dan Sella memakluminya karena akhir-akhir ini banyak sekali klien yang datang pada perusahaan Zayn
"pasti nanti dia tidak mandi lagi, aku akan membuktikannya jika memang karena Zayn tidak mandi jadi aku tidak mual" guman Sella. Sella mulai memikirkan ide untuk menggoda Zayn. ia senyum-senyum sendiri saat sudah menemukan ide apa yang akan ia lakukan
jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, baby Al sudah tertidur lelap di kasur king size milik orang tuanya
"pasti sebentar lagi Zayn pulang" guman Sella yang memainkan ponsel di samping baby Al. hatinya berdebar seperti orang yang akan bertemu dengan kekasihnya pertama kali. Sella merasa sangat gugup, ia takut kalau Zayn tak menyukainya malam ini namun Sella terus meyakinkan hatinya
Sella mendengar suara langkah sepatu yang sudah di pastikan itu adalah Zayn. Sella segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. ia akan berpura-pura untuk tertidur
Zayn masuk ke dalam kamar, dan ia sedikit heran karena lampu utama kamar di matikan, tak biasanya Sella mematikan lampu utama jika ada baby Al di kamarnya, hanya ada cahaya dari lampu tidur saja
Zayn menghampiri Sella yang memejamkan matanya, ia menutup sebagian tubuhnya dengan selimut. namun Zayn di buat tak berkedip oleh pemandangan di depannya. Sella memakai lingerie berwarna merah. belahan dadanya sangat jelas terlihat dan sedikit menyembul hingga membuat Zayn menelan salivanya. posisi Sella yang terlentang memudahkan Zayn untuk menyerang bagian dadanya yang sudah jelas ia tak memakai bra
Zayn mulai menyesap pucuk dada milik Sella secara bergantian dan berhasil membuat Sella mendesah kuat. sudah lama ia tak merasakan sensasi ini
"terus sayang" ucap Sella dengan suara serak yang menahan hasrat. suara itu membuat Zayn menggila, dengan segera ia menggendong Sella ke sofa. dan lagi Zayn di buat tak berkedip. lingerie yang hanya sepanjang bawah pantat saja memamerkan paha mulus milik Sella. nafas deru Zayn semakin tak karuan. ia segera membuka semua baju yang ia kenakan dan kini tak ada sehelai benang yang menutupi tubuhnya. Sella benar-benar berhasil menggoda Zayn
Zayn menarik lingerie yang digunakan oleh Sella hingga robek dan terpampang sudah tubuh putih mulus milik Sella di depannya. tanpa pikir panjang Zayn menyerang bagian-bagian tubuh sensitif Sella. tubuh Sella terus menggelinjang mendapat serangan dari Zayn, apa lagi saat Zayn berada di bagian tubuh Sella yang sangat sensitif, Sella hanya bisa mengerang kenikmatan. akhirnya dia bisa merasakan kembali kegilaan Zayn saat bercinta
*******, erangan, teriakan-teriakan kecil menggema di dalam kamar tersebut. dua insan yang sedang di mabuk cinta ini seperti lupa jika ada baby Al disana. tusukan-tusukan dari belakang, samping, atas dan bawah dilakukan oleh Zayn, entah sudah berapa banyak gaya yang mereka pakai malam ini hingga Zayn sudah tak tahan lagi untuk mencapai kenikmatan karena sudah hampir satu jam setengah mereka melakukan penyatuan tubuh
"terima kasih sayang" ucap Zayn lalu menciumi punggung mulus milik istrinya
"sama-sama sayang" jawab Sella
"aku akan membersihkan badanmu" ucap Zayn dan kemudian dengan sigap ia menggendong Sella menuju kamar mandi
Zayn meletakkan Sella di bathup yang sudah terisi air hangat. ia pun juga masuk kedalam bathup untuk ritual mandi bersama
__ADS_1
rasa pegal menyerang mereka karena pergulatan yang baru saja mereka lakukan. mata Sella yang sudah mengantuk ingin sekali segera tidur begitupun dengan Zayn. namun saat Zayn baru saja ingin merebahkan tubuhnya di samping Sella, mendadak bau menyengat menusuk hidung Sella dan mengakibatkan perut Sella mual dan ingin muntah
"sayang, kamu mual lagi?" tanya Zayn
"iya nih. sepertinya benar, kalau kamu mandi malah aku jadi mual dekat kamu. harusnya kamu tidak usah mandi tadi!" ucap Sella yang sontak membuat Zayn membulatkan matanya
"bagaimana bisa aku tidak mandi? setelah keringat membanjiri tubuhku, kamu bilang aku harusnya tidak mandi? sayang, aku mana bisa tidur? kamu aneh sekali!" gerutu Zayn dan malah membuat Sella kesal
"aku tidak aneh sayang, tapi ini kemauan bayi kita. kamu menyebalkan sekali! ya sudah, kamu tidur di sebelah sana saja daripada aku harus muntah-muntah mencium bau parfum kamu!" ucap Sella dengan nada kesal
"tapi aku tidak pakai parfum sayang!" protes Zayn
"ya apalah itu, yang jelas aku tidak suka!" ucap Sella
"huftt, ibu hamil memang suka sensitif" guman Zayn pelan namun bukan Sella namanya jika tidak kepo dengan suaminya
"tidak sayang, aku tidak bilang apa-apa. sudah cepat tidur!" ucap Zayn sembari berjalan ke tempat biasanya ia tidur beberapa minggu ini yaitu di sebelah baby Al bukan lagi di sebelah istrinya. "selamat tidur sayang, I Love You" ucapnya lagi
"I Love You too" balas Sella diimbuhi dengan senyuman tergemasnya dan berhasil membuat Zayn menambah stok cintanya untuk Sella. haduuh susah ya kalau orang sudah bucin 😁
......................
pagi yang cerah telah menyambut jutaan umat manusia. tak terkecuali Zayn, hatinya juga sedang cerah karena semalam berhasil menyalurkan hasrat terpendamnya
senyum yang terus mengembang menghiasi wajahnya sedari berangkat kerja hingga sampai di kantor. Adit yang melihat atasannya itu berbeda setelah beberapa hari ini hanya cemberut dan marah-marah merasa heran
"apa dia kesambet?" guman Adit pelan sembari berjalan mengekor di belakang Zayn yang ingin masuk keruangannya
"Zayn, kamu masih waras kan?" tanya Adit setelah mereka berdua ada di ruangan Zaym
__ADS_1
"hem, aku masih waras dan bahkan sekarang sangat-sangat waras. memangnya kenapa? apa orang setampan aku terlihat seperti orang tidak waras? aneh-aneh saja pertanyaan kamu!" jawab Zayn sembari duduk di kursi kebesarannya
"bukan wajah kamu seperti orang tidak waras, tapi sikap kamu. tumben sekali menghiasi pagi dengan senyuman, biasanya selalu datang dengan wajah di tekuk" Adit mencoba menjelaskan
tok tok tok.. terdengar suara pintu ruangan Zayn di ketuk membuat Zayn tidak sempat menjawab pertanyaan Adit
"masuk" ucap Zayn, dan munculah wajah Vano di balik pintu itu
"hai, apa kalian sedang sibuk?" tanya Vano setelah masuk ke ruangan Zayn dan menghampiri kedua sahabatnya itu
"Vano? tumben sekali mampir!" ucap Zayn
"iya, pas lewat sini tadi sekalian mampir, sudah lama tidak bertemu kalian. Oh ya Zayn, bagaimana kabar Sella? apa baik-baik saja?" tanya Vano sembari duduk bergabung dengan kedua temannya
"iya baik-baik saja. oh ya Van, apa selama hamil ini Bianca pernah mengalami hal aneh? atau semacam bawaan bayi begitu?" tanya Zayn
"emm sepertinya tidak, hanya terkadang ngidam saja. memangnya kenapa?" tanya Vano penasaran
"karena Sella itu suka mual kalau dekat dengan Zayn jadi Zayn itu tidak bisa beromantis-romantisan dengan Sella" saut Adit yang sontak membuat Zayn melotot. berbeda dengan Zayn, Vano justru tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Adit. Vano tidak bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Zayn selama ini
"bagus ya kalian, terus saja tertawakan aku. aku tidak akan menganggap kalian sahabat lagi" ucap Zayn dengan nada kesal
"santai lah Zayn! jadi kamu tidak pernah mendapat jatah selama Sella hamil? bisa-bisa juniormu akan berkarat" ucap Vano sembari tertawa, begitupun Adit ikut menertawakan atasannya itu karena wajah Zayn saat ini sangat lucu, dia seperti mati gaya. namun Zayn tak mau di ejek terus-terusan oleh temannya
"siapa bilang? baru kemarin malam aku dapat jatah, jadi tidak mungkin juniorku akan berkarat. yang ada punya kamu Dit karena kamu tidak segera menikah" ucap Zayn yang sontak menciutkan tawa Adit yang semula sangat lebar
"wah benar sekali Dit, apa yang dikatakan Zayn itu benar. kamu harus segera menikah dengan Vera. kalau tidak, aku yakin juniormu baru di pakai lima menit sudah keluar" ucap Vano yang semakin tertawa terbahak menggoda temannya itu, apalagi Zayn dia yang paling senang di antara mereka bertiga
"enak saja! sudahlah aku mau bekerja dulu. silahkan kalian lanjutkan mengobrolnya" ucap Adit yang kemudian meninggalkan kedua temannya yang sedang tertawa puas
__ADS_1