Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Baby Al


__ADS_3

pagi itu langit sangat cerah, membuat siapapun yang ada di bawah naungannya pasti ingin selalu menikmatinya. hari ini baby Zayn sudah keluar dari ruangan NICU karena berat badannya sudah 2,6kg dari berat badan awal cuma 1,8kg. jadi bayi mungil ini bisa di ajak keluar ruangan sekedar untuk jalan-jalan sekitar rumah sakit saja namun Zayn ingin membawa babynya untuk bertemu mommynya terlebih dahulu. setelah kemarin Sella menunjukkan kemajuan yang positif dengan menggerakkan jarinya, namun sampai sekarang ia belum juga sadar


Zayn menjemput babynya di ruang rawat bayi bersama Nadya karena semalam Nadya tidak pulang, ia menemani Zayn di rumah sakit menjaga keponakannya


Zayn menggendong bayinya yang di berikan dokter Susan padanya. ia menciumi anaknya yang menggemaskan itu. hatinya sangat lega, akhirnya ia bisa memeluk nyata anaknya, bukan di balik kaca saja


"kak, ayo kita bawa pada kak Sella, pasti ia sangat senang bisa bertemu dengan si mungil ini" ucap Nadya yang bersemangat. ia juga senang keponakannya sudah keluar dari ruang NICU


Zayn dan Sella pergi ke ruangan Sella dengan hati berbunga-bunga seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Zayn sangat berharap dengan kehadiran bayinya bisa membuat Sella sadar


"sayang, lihatlah anak kita! ganteng sekali kan? apa kamu tidak ingin menggendongnya? bangunlah sayang, pasti aku akan sangat kuwalahan merawat dia sendirian. apa kamu tidak kasihan denganku? cepat bangun ya, kita rawat sama-sama anak kita" ucap Zayn dengan mata yang sudah penuh air mata


"iya kak, cepat bangun lah. aku sibuk dengan kuliahku, pasti aku juga tidak bisa membantu kak Zayn merawat si kecil ini" imbuh Nadya, ia sengaja menggoda Sella supaya ia punya semangat yang lebih untuk bangun


"oh ya sayang, ia aku beri nama sesuai nama yang kita pilih waktu itu. namanya Alvaro Isaac Lewis. semoga ia benar-benar menjadi anak yang bijaksana ya, seperti namanya" tambah Zayn lagi, kemudian ia menidurkan baby Al di samping Sella dan reaksi Sella sama, ia mengeluarkan air matanya tandanya ia merasakan apapun yang ada di sekitarnya saat ini namun tak mampu untuk menggerakkan badannya


sayang, anak mommy. maafkan mommy ya belum bisa gendong kamu nak. mommy akan terus berusaha untuk kamu sayang, batin Sella


sekitar setengah jam baby Al tidur di samping mommynya kemudian ia menangis minta susu, dan karena Sella belum bisa memberi ASI untuk baby Al jadi terpaksa harus di beri susu formula


Nadya dengan telaten menggendong baby Al, sedangkan Zayn membuatkan susu untuk baby Al. ruangan Sella di riuhkan dengan suara tangis baby Al yang membahana, karena Zayn baru pertama kali melakukan jadi ia di buat gugup oleh anaknya. susu belum juga jadi tapi tangis anaknya terus menggelegar, keringat dingin meluncur bebas dari dahinya


"sudah kak tenang saja, jangan gugup" ucap Nadya yang masih telaten menggendong keponakannya, mencoba berbagai cara supaya keponakannya itu bisa diam


"aah akhirnya jadi juga, ini Nad" Zayn menyerahkan botol susu pada Nadya. tanpa menunggu lama Nadya langsung memasukkan ****** dot pada bibir mungil milik baby Al dan benar saja tangisan baby Al langsung berhenti, dengan kuat baby Al menyesapnya


setelah habis minum susu, Nadya berniat mengajak baby Al untuk jalan-jalan sebentar


"kak, aku ajak baby Al jalan-jalan ya"

__ADS_1


"baiklah, tapi ingat sebentar saja. jangan lama-lama" Zayn memperingatkan


Nadya meringis dan langsung keluar ruangan Sella. Nadya ingin mengajak baby Al jalan di taman sambil berjemur. Nadya terus tersenyum sepanjang perjalanan ke taman, ia sangat bahagia akhirnya keponakannya bisa di ajak jalan-jalan juga


Nadya duduk di kursi taman di bawah pohon yang rindang.


"Nadya?"


"loh, kak Melvin. sedang apa? siapa yang sakit?" jawab Nadya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari dengan siapa dan sedang apa Melvin di sini


"mama kakak yang sakit, sedang di rawat disini. oh ini anak Zayn? boleh aku lihat?"


"oh iya kak, ini" Nadya membuka sedikit selimut yang menutupi wajah baby Al. tadi Nadya sengaja menutupinya agar baby Al tidak silau oleh sinar matahari


Melvin seperti tak asing dengan wajah baby Al, seperti pernah melihatnya tapi entah dimana. Melvin mengira mungkin karena bayi itu anak Zayn dan Sella jadi ya jelas saja tidak asing baginya, karena mereka pernah bersama-sama dulu. entah kenapa Melvin tiba-tiba ingin sekali menggendong baby Al


"ha? eh iya kak silahkan tapi sebentar saja ya, karena aku akan segera mengembalikan baby ini pada kak Zayn" jawab Nadya sembari memberikan baby Al pada Melvin


tiba-tiba Melvin merasa hatinya bergetar, perasaan bahagia ada di sanubarinya. entah kenapa, ia sendiri juga tidak tau. Melvin tersenyum kemudian mencium pipi gembul baby Al


"ganteng sekali, siapa namanya Nad?" tanya Melvin dan kemudian menyerahkan kembali baby Al pada Nadya


"Alvaro, kita biasa memanggilnya baby Al kak. oh iya kak, aku masuk dulu ya, pasti kak Zayn sedang menunggu. semoga mamanya cepat sehat ya kak" Nadya tersenyum dan kemudian pergi dari hadapan Melvin. Nadya tak pernah tau permasalahan yang terjadi di antara Zayn dan Melvin, yang ia tau Zayn masih bersahabat dengan Melvin


Nadya mengembalikan baby Al ke ruangannya, karena tadi dokter Susan berpesan agar tak membawa lama-lama baby Al, meskipun sudah normal, baby Al harus tetap stay di ruangan bayi


setelah mengembalikan baby Al, Nadya segera kembali menyusul Zayn di ruangan Sella. perutnya sudah keroncongan, ingin mengajak kakaknya untuk sarapan terlebih dahulu namun sepertinya ia terlambat karena saat ia sampai di ruangan Sella, Zayn sudah membawa dua kotak nasi di tangannya


"kamu lama sekali? kamu sudah mengantar baby Al ke ruangannya?" tanya Zayn yang melihat Nadya baru datang dari arah berlawan dengannya

__ADS_1


"sudah kak"


"ya sudah ayo kita makan" Zayn menyerahkan sekotak nasi untuk Nadya, dan Nadya berbinar setelah membuka kotaknya. Ayam panggang kremes kesukaannya ada di hadapannya


"waaaah, ternyata di rumah sakit bisa makan enak juga"


"huuus, jangan keras-keras nanti orang sakit pada bangun semua" jawab Zayn ngasal dan Nadya reflek menutup mulutnya dengan satu tangannya kemudian mereka munuju kamar yang di sewa Zayn untuk makan


"oh ya kak, tadi aku bertemu dengan kak Melvin di taman waktu ajak baby Al jalan-jalan" ucap Nadya


"uhuk uhuk uhuk" Zayn tersedak makanannya sendiri mendengar ucapan Sella, kemudian ia segera meraih botol air mineral di depannya untuk melonggarkan tenggorokannya


"lalu dia tau kalau kamu sedang menggendong baby Al?"


"iya, tadi kak Melvin sempat gendong baby Al juga" jawab Nadya santai sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya


"apa?" Zayn kembali di buat melotot oleh ucapan Nadya, "te..terus dia bilang apa?" tanya Zayn penasaran


"tidak bilang apa-apa, cuma bilang kalau baby Al ganteng, terus dia cium pipi gembul baby Al, setelah itu di kembalikan lagi ke aku. kakak kenapa sih?" Nadya menoleh ke arah kakaknya yang fokus ke makanannya


"ya tidak apa-apa. cuma baby Al kan masih baru lahir dan dia itu tidak boleh sembarangan di gendong orang asing. lain kali jangan ulangi lagi, menyerahkan baby Al pada orang asing atau orang baru, mengerti kamu?" ucap Zayn dengan tegas


"iya kak tidak akan. oh ya, katanya tadi mama kak Melvin sakit, di rawat di sini juga makanya tadi kenapa bisa ketemu kak Melvin, apa kakak tidak mau menengok? kan kak Melvin sahabat kakak?" tanya Nadya dengan polosnya


"iya nanti kakak akan tengokin" jawab Zayn seperti tak ada masalah dengan Melvin. pagi ini ia ingin sekali rasanya menjitak kepala adiknya itu, kesal sekali Zayn di buatnya tapi ia mengerti karena Nadya tak pernah tau jika ia telah putus sahabat dengan Melvin


hai onty-onty online, kenalin aku Alvaro Isaac Lewis, babynya daddy Zayn dan mommy Sella. aku ganteng sekali kan onty? oh ya onty, doakan mommyku supaya cepat sembuh ya, aku ingin sekali di gendong mommy. terima kasih banyak ya onty sudah menemaniku dari dalam perut hingga aku lahir ke dunia..


__ADS_1


__ADS_2