
Zayn mondar mandir di kamar Sella, ia masih terus memikirkan tentang kehamilan Sella sambil menunggu Sella siuman
"setelah ini apa yang harus aku lakukan? kenapa kamu ga jujur sama aku Sel" Zayn bermonolog dengan mondar mandir
"sssshhh, auww" Sella tersadar dan ia memegangi kepalanya yang pusing
Zayn buru-buru ke arah kasur Sella, dan mengambilkan minum untuk Sella, "minum dulu" Zayn menyerahkan gelas berisikan air putih
"makasih" Sella meminum air putih tersebut lalu menyerahkan kembali pada Zayn
"Zayn, kamu kenapa ada di rumah? bukannya sekarang masih jam kantor?" Sella penasaran karena memang sekarang masih waktunya untuk bekerja
"tadi bi Sumi telfon katanya kamu pingsan jadi aku pulang"
"maaf jadi merepotkan kamu" wajah Sella memelas, Zayn jadi tak tega ingin menanyakan hal penting itu pada Sella
"tak apa. sudah iatirahatlah, aku mau keluar sebentar. kalau ada apa-apa panggil bi Sumi saja" Zayn berlalu meninggalkan Sella di kamar sendirian, hatinya masih belum bisa untuk ditata, masih terlalu bingung, haruskah menerima Sella, atau meninggalkannya
Zayn menuju ke kamarnya, dia melempar jasnya ke sembarang tempat. Zayn berdiri di balkon kamarnya, tatapan matanya kosong.
"apa karena kamu hamil anak Melvin jadi kamu tidak bisa mencintai aku Sel? kenapa kamu selama ini tidak pernah jujur sama aku? haaaaaahh brengsek" Zayn mengusap wajahnya kasar, menghilangkan air mata yang telah menetes di pipinya
"deeerrrtt deeeerrrt" ponsel Zayn berbunyi dan ternyata dari Adit, "ada apa dit?"
"Zayn, hari ini kita harus terbang ke surabaya untuk meninjau lokasi pembukaan cabang baru kamu" ujar Adit di seberang sana
"apa tidak bisa kamu sendiri yang kesana?"
"tidak bisa, kita harus negosiasi terlebih dulu dengan pemilik tanah, aku tidak berani memutuskan Zayn, aku sudah memesan tiketnya, satu jam lagi kita berangkat, nanti aku jemput pakai taksi" jelas Adit yang sudah agak terburu-buru
"baiklah, aku siap-siap dulu" Zayn mematikan sambungan telponnya
20 menit kemudian Zayn sudah di jemput Adit, dan mereka berdua pergi ke bandara menggunakan taksi
tepat saat mereka sampai di bandara pesawat sudah mau berangkat, "hampir saja telat" ujar Adit, mereka sedikit berlari untuk memasuki pesawat takut ketinggalan dan 10 menit kemudian pesawatpun berangkat
__ADS_1
"apa kamu sudah memeriksa semua berkas untuk kita bawa kesana?" tanya Zayn saat sudah di dalam pesawat
"sudah, aku sudah menyiapkan semuanya. kalau pemilik tanah itu tidak bertele-tele dan tak ada kasus pada kepemilikan tanah, hari ini kita tidak perlu menginap" ucap Adit
Zayn hanya mengangguk. pikirannya masih di selimuti kebingungan, memikirkan Sella. sebenarnya Zayn ingin segera menyelesaikan masalah ini, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan pekerjaannya
1,5 jam perjalanan mereka tempuh menggunakan pesawat, lalu kini mereka mencari taksi untuk menuju ke lokasi pembelian tanah yang akan di bangun cabang ke tiga milik Zayn
sesampainya di lokasi, Zayn dan Adit sudah di tunggu oleh pemilik tanah. Zayn melihat lokasinya sangat setrategis untuk membangun bisnisnya.
sekitar lokasi tersebut terdapat sebuah hotel mewah dan pusat perbelanjaan, "sangat tepat" ucapnya setelah menyusuri lokasi tersebut
"bagaimana pak, apa bapak tertarik dengan lokasi ini?" tanya pemilik tanah itu
"sangat tertarik, ini lokasi yang sangat tepat pak. tapi untuk surat-surat tanah tak ada masalah kan pak?" tanya Zayn balik pada pemilik tanah
"tidak ada pak, tapi saya butuh tanda tangan dari adik ipar saya, karena ini sebenarnya milik saya dan adik saya, tapi karena adik saya sudah meninggal jadi saya akan minta tanda tangan dari istrinya" jelas pemilik tanah pada Zayn dan Adit lalu mereka bertiga menuju rumah orang tersebut
sementara itu, di rumah Sella sedang beristirahat, kepalanya masih sedikit pusing
"makasih ya bi, kebetulan memang lagi lapar banget. oh ya, apa Zayn sudah pulang dari kantor?" tanya Sella dengan mulut yang penuh makanan
"belum nyonya, tadi tuan pergi membawa tas, dan pakaiannya sangat rapi tapi tuan tidak membawa mobil karena tadi kunci mobil ada di meja ruang tengah" jelas bi Sumi
"oh begitu ya? mungkin ada meeting di dekat sini bi jadi dia tidak bawa mobil"
"iya mungkin nyonya. saya permisi dulu ya nya" ucap bi Sumi
"sebentar, ini susu apa bi?" tanya Sella yang memegang gelas susu
"ooh itu susu ibu hamil, tadi tuan minta bibi untuk membelikan nyonya susu ibu hamil dan rutin membuatkannya untuk nyonya"
mendengar ucapan bi Sumi, Sella jadi tersedak makanan yang di telannya, "uhuk uhuk"
"nyonya tidak apa-apa?" tanya bi Sumi panik
__ADS_1
"tidak. mak..maksud bi Sumi, Zayn yang menyuruh bibi beli susu ini?" kening Sella berkerut
"iya nyonya, tadi sebelum tuan pergi, tuan juga berpesan untuk selalu memberikan makanan bergizi pada nyonya supaya bayi di dalam kandungan nyonya tumbuh sehat"
deg
"tapi apa yang sebenarnya terjadi bi, apa yang terjadi dengan saya waktu saya pingsan? apa ada dokter yang memeriksa saya bi?" muka Sella berubah sangat panik
"iya nya, tadi ada dokter perempuan yang kesini dan memeriksa nyonya, setelah itu saya tidak tau apa yang terjadi antara nyonya, tuan dan juga dokter itu" jelas bi Sumi lagi
"baiklah bibi boleh keluar", bi Sumi pergi dari kamar Sella, tertinggal Sella sendiri di kamar itu, pikirannya berkecamuk, dadanya bergetar
"astaga, kenapa Zayn harus tau sekarang, padahal aku ingin memberitahu sendiri tentang masalah ini. sekarang pasti dia salah paham dan marah. apa dia pergi mau meninggalkan aku karena dia tahu kalau aku hamil? aku harus menghubunginya, aku akan jelaskan semua ini pada Zayn sebelum terlambat" Sella mengambil ponselnya di nakas, dia mencoba menghubungi Zayn tapi tak ada jawaban
Sella mulai panik, dia juga menulis pesan pada Zayn tapi tak terbaca.
"aku harus menghubungi siapa? asisten Zayn aku tak punya nomornya"
Sella masih mengotak-atik ponselnya, mencari cara untuk bisa menghubungi Zayn, akhirnya dia ingat pada Nadya, lalu dia meminta nomor kantor Zayn dan Nadya segera mengiriminya
"halo selamat sore, dengan kantor pelayanan R Company. maaf untuk saat ini kantor kami sudah tutup jadi bisa menghubungi besok pagi" ucap salah seorang pegawai kantor Zayn di seberang sana
"ah tidak-tidak, saya istri pak Zayn, saya mau.." belum selesai bicara, pegawai tersebut sudah menyela terlebih dahulu
"istri?"
"iya saya istri bos kamu, sudah-sudah panjang ceritanya. saya cuma mau nanya, apa hari ini pak Zayn ada meeting di luar kantor, atau pergi kemana gitu?" tanya Sella
"oh iya bu, pak Zayn hari ini ada kunjungan ke Surabaya, meninjau lokasi yang akan di bangun cabang baru" pegawai itu menjelaskan, karena kebetulan pegawai tersebut adalah sekretaris Zayn jadi dia tahu kemana bosnya pergi
"apa mereka akan lama disananya?"
"mungkin tidak, karena tadi pak Adit bilang kalau mereka langsung pulang" jelasnya kembali
"oh baiklah terima kasih" Sella mematikan sambungan telfonnya, dia mondar-mandir seperti setrikaan
__ADS_1